GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 77.TAKTIK ADU DOMBA


__ADS_3

Mendengar itu zivanna semakin bingung karena hal seperti itu tidak pernah terjadi sebelumnya, “Mereka semua dipecat? Apa kesalahan yang sudah mereka lakukan?”


Zivanna sering datang ke M&J Butik untuk memesan gaun jadi dia memiliki kesan mendalam tentang manajer toko utama. Ketika dia terbiasa dilayani olehnya, semua orang malah dipecat setelah beberapa hari setelah kunjungan terakhirnya disana.


“Maaf Nona Zivanna, ini adalah keputusan yang dibuat oleh Direktu Michele jadi aku tidak tahu apa penyebabnya. Aku mendengar bahwa mereka mengabaikan pelanggan.”


Zivanna mendengus dan tidak bertanya lagi. Saat emngunjungi M&J Butik, biasanya Michele akan selalu menyapanya secara langsung dan hari ini tidak terkecuali. Michele dengan cepat masuk lift ke lantai pertama begitu dia mendengar berita itu.


“Hai Zivanna!” sapa Michele setelah dia keluar dari lift. Dia membari isyarat pada Edwin untuk melayani pelanggan lain dan Michele membawa Zivanna kelantai dua.


“Michele apakah gaunku sudah selesai? Ulang tahunku sebentar lagi.”


Hari sabtu adalah hari ulang tahun Zivanna dan keluarga Lavani sedang mempersiapkan pesta mewah untuknya. Semua tamu-tamu yang diundang adalah tokoh-tokoh terkenal dikalangan kelas atas dikota itu. “Ini gaunmu sudah selesai sejak lama.Aku ingin mengirimkannya padamu langsung tapi kamu bilang akan datang untuk mengambilnya jadi aku menunggu kedatanganmu.”


Michele mengajak Zivanna untuk melihat beberapa set gaun dan tersenyum, “Zivanna, ini gaun pesta yang kamu pesan. Silahkan diperiksa dulu apakah ada masalah dengan gaunnya. Jika ada, beritahu padaku agar segera memperbaikinya untukmu.”


Setelah berputar-putar disekitar gaun, Zivanna berkata dengan puas, “Aku yang memilih desain gaunku dan kamu yang menjahitnya. Aku percaya padamu jadi aku rasa tidak ada masalah sama sekali.”


“Terimakasih.” ucap Michele.


Michele mengambil gaun dari manekin untuk Zivanna, “Silahkan coba ini.”

__ADS_1


Zivanna mengambil gaun itu tetapi tidak terburu-buru untuk mencobanya. Sebagai gantinya, dia bertanya, “Michele! Aku mendengar dari Edwin bahwa kamu memecat semua orang ditoko utama ya. Apa yang sebenarnya terjadi?”


“Tuan Emir melihat mereka mengabaikan pelanggan jadi dia mengeluh bahwa karyawanku tidak kompeten. Aku hanya bisa memecat mereka.” jawab Michele yang masih merasa kesal karena semua terjadi akibat Emir membela Arimbi.


Berbicara tentang Emir membuat Zivanna mengeryitkan dahinya, “Tuan Emir bukanlah tipe orang yang akan ikut campur urusan orang lain. Siapa yang mereka abaikan sehingga membuatnya mengeluh? Siapa orang itu?”


Zivanna tidak bisa membayangkan siapa orang yang bisa menjadi orang yang lebih baik dari Elisha dan dirinya sendiri sehingga mendapatkan perhatian Emir seperti itu. ‘Aku saja tidak membuat Tuan Emir menghormatiku? Jadi siapa yang mampu mendapatkan perhatiannya?’ Zivanna bertanya-tanya dalam hatinya merasa bingung dan penasaran.


Michel pun tertawa, “Dia bahkan bukan wanita berkelas. Dia dari pedesaan dan pakaiannya tidak bisa menyembunyikan siapa dia sebenarnya.”


“Arimbi Rafaldi?” tebak Zivanna dan raut wajahnya langsung berubah.


Namun Michele tidak berani menyakiti Arimbi. Orang itu tidak akan pernah bertindak gegabah sampai dia mengetahui betapa istimewanya Arimbi bagi Emir. Tetap saja dia masih bisa menggunakan orang lain untuk melakukan pembalasan untuknya. Dan sejauh ini Zivanna adalah orang yang paling tepat. Keluarga Lavani adalah diurutan kedua setelah Keluarga Serkan.


Mereka adalah mitra bisnis apalagi Zivanna punya beberapa teman dekat yang memanjakannya. Bahkan jika dia membuat masalah, Emir akan mengabaikannya. Belum lagi para pria di keluarga Lavani pasti akan melindunginya.


“Orrang udik itu!” Zivanna menggertakkan rahangnya, “Aku mendengarnya dari Amanda. Arimbi mulai memperlihatkan sifat aslinya dan berjuang untuk mendapatkan bantuan dari Amanda. Beraninya dia mencoba melawan Amanda? Amanda telah bersama keluarga Rafaldi selama bertahun-tahun. Apa peran Arimbi didalamnya? Dia sama sekali tidak berguna!”


Michele tetap tersenyum tanpa mengucapkan kata-kata. Dia tidak akan menjawab jika itu tentang keluarga rafaldi. Zivanna dan Amanda adalah teman baik. Meskipun Amanda bukan putri kandung dari Keluarga Rafaldi tapi Zivanna tetap memperlakukannya sama. Karena itu Zivanna lebih menyukai Amanda dan mengganggap Arimbi adalah bajingan yang mencoba mengambil segalanya dari Amanda.


Amanda juga mengatakan bahwa Tuan Emir memperlakukan si udik itu dengan baik, seolah-olah dia melindunginya. Dia tidak pantas diperlakukan seperti itu!” Zivanna berkata dengan dingin, “Tunggu saja. Arimbi tidak boleh datang ke Kediaman Lavani bersama Amanda jika tidak dia akan menderita.”

__ADS_1


‘Aku sudah tahu bagaimana memperlakukan Arimbi! Aku ingin melihat apakah Tuan Emir benar-benar akan membantu si ****** itu?’ hati Zivanna pun mulai menyusun rencana licik untuk menjebak Arimbi pada hari ulang tahunnya nanti.


‘Arimbi mencoba bunuh diri sebelum dia menolak pernikahan dan melukai harga diri Emir sebagai orang yang berhati dingin. Jika Tuan Emir benar-benar membantunya maka itu tidak akan terjadi.’


Michele berkata sambil tersenyum, “Aku jadi merasa kasihan pada Nona Arimbi kalau dia tidak bisa datang ke pesta ulang tahunmu karena beberapa hari yang lalu dia datang kesini untuk membeli gaun buat dipakai di pesta ulang tahunmu hari sabtu malam.”


Michele mengamati perubahan wajah Zivanna setelah dia mengatakan itu, hatinya semakin senang karena sepertinya Zivanna terpengaruh dengan kata-katanya itu. “Sudahlah Zivanna. Lebih baik kita tidak membicarakan hal-hal menyedihkan itu lagi. Kamu harus mencoba gaunnya dan melihat apakah cocok atau tidak.” Michele dengan cepat merubah topik pembicaraan.


Dia harus bijaksana jika dia ingin memeliki tameng untuk melakukan pembalasannya. Dia tidak bisa menunjukkan pada siapapun betapa pentingnya Arimbi bagi Emir. Jadi dia memanfaatkan Zivanna hanya untuk menguji batas kesabaran Emir. Zivanna pun sudah tak ingin membicarakan tentang Arimbi lagi, dia tak ingin terpengaruh si udik. Dia pun membawa gaunnya keruang ganti.


Setelah Zivanna berganti pakaian dan berjalan keluar dari ruang ganti, Michele pun langsung bertepuk tangan dan memuji, “Zivanna! Seleramu sangat bagus! Gaun yang kamu pilih sangat cocok untukmu. Rasanya seperti melihat peri muncul saat kamu keluar dari kamar pas.”


Zivanna yang gila pujian pun menikmati pujian dari Michele. “Menurutmu apakah aku akan menarik perhatian Tuan Emir dengan gaun ini?”


Michele tersenyum dan menghela napas, “Zivanna, tidak ada gunanya juga kamu menarik perhatian Tuan Emir! Dia…..bahkan jika kamu bersedia menikah dengannya keluargamu pasti tidak akan menyetujuinya.”


Keluarga Lavani mengakui Emir dan mereka bahkan ingin menikahkan Zivanna dengannya sebelum kecelakaan. Namun Emir tidak pernah menanggapinya dan selalu mengacuhkan Zivanna karena pria itu tidak menyukai tipe wanita seperti Zivanna.


Suasana hati Zivanna pun berubah menjadi gelap setelah mendengar ucapan Michele. Dia sangat mencintai Emir sejak lama. Namun, Emir malah…..Bahkan jika dia masih mencintai Emir, dia tidak bisa menyakinkan dirinya untuk menikah dengannya.


“Zivanna, aku ingin melihatmu memakai gaun lainnya.” Michele membuyarkan lamunan Zivanna. Karena dia tidak mau terus membicarakan topik yang menyedihkan itu. Zivanna mendengus pelan dan dengan cepat menghilangkan suasana hatinya yang buruk dengan kata-kata Michele.

__ADS_1


__ADS_2