GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 425. MENOLAK MEMBAYAR TEBUSAN


__ADS_3

Kedua orangtua Ruby mendatangi kediaman Keluarga Kanchana setelah mendapatkan telepon dari para penculik. Tampak di ruang tamu berkumpul beberapa orang dengan ekspresi wajah serius.


"Reza...........apa yang harus kita lakukan sekarang? Penculik itu meminta tebusan sebesar seratus milyar." suara pria paruh baya itu terdengar lirih. Perasaannya sangat sedih, dia menggenggam tangan istrinya yang terisak sejak mendapat kabar buruk tentang putrinya.


"Ayah mertua, aku juga tidak tahu harus bagaimana sekarang. Terus terang saja, kondisi keuangan kami juga sedang sulit. Perusahaan keluarga Kanchana sedang berada dalam krisis. Tidak mungkin kami mengeluarkan uang sebanyak itu."


Mendengar perkataan Reza, ibu Ruby semakin terisak. Dia sangat mengkhawatirkan keadaan putri satu-satunya yang tidak diketahui keberadaannya.


"Sebaiknya kita laporkan saja ke polisi! Biarkan pihak berwajib yang menyelesaikan masalah Ruby." ujar Yessi Kanchana menatap iparnya itu. 'Sekalipun kami memiliki uang sebanyak itu, aku tidak akan membiarkan anakku membayarkan tebusan itu!' gumam Yessi dihatinya.


'Sekarang keluarga Lavani sudah hancur, kami juga tidak bisa berharap bantuan lagi dari keluarga itu! Cih......kalau Ruby mati ditangan penculik itu malah lebih bagus! Bukankah Reza akan mendapatkan uang asuransi istrinya?'


Memikirkan tentang itu membuat suasana hati Yessi Kanchane berubah. Didalam hatinya dia merasa sangat senang karena dia ingat berapa jumlah uang asuransi Ruby yang akan diterima putranya. Putranya memang pintar sekali sampai berpikir sejauh itu.


Tapi tiba-tiba Yessi teringat sesuatu, 'Apakah Reza ada hubungannya dengan penculikan Ruby?' Yessi Kanchana malah mulai meragukan putranya itu.


'Rasanya agak aneh juga! Setelah menikah, Reza membelikan asuransi untuk Ruby dan Reza adalah ahli waris satu-satunya yang tertulis di polis asuransi itu. Apa semua ini permainan putraku? Kenapa dia juga terlihat santai sekali? Tidak ada sedikitpun rasa takut dan khawatir atas kehilangan istrinya.'


Yessi Kanchana melirik kearah putranya dan memindai, mencoba memperhatikan ekspresi wajah Reza. Namun dia melihat putranya itu memang tampak tenang. 'Ah, biarkan saja kalaupun Reza yang merencanakan semua ini. Toh kondisi perusahaan sedang genting, bisa saja dia memikirkan cara untuk mendapatkan uang.'


"Apa kalian tidak mengkhawatirkan putriku?" isak ibunya Ruby sambil menghapus airmatanya.


"Jeng.....tidak ada gunanya menangis terus! Memangnya dengan menangis akan menyelesaikan masalah? Sudahlah, jangan ditangisi lagi. Lebih baik fokus mencari solusi agar bisa membawa Ruby kembali." ujar Yessi mendengus kesal.

__ADS_1


Sedangkan ayah Reza hanya bisa diam, dia benar-benar pasrah karena memang tidak memiliki uang sebanyak itu. Diamnya keluarga Kanchana membuat Keluarga Zimena emosi.


Kedua orang tua Ruby pun bangkit berdiri dengan marah berkata, "Aku tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran kalian! Apa kalian memang tidak peduli pada putriku? Ruby adalah menantu kalian dan sedang mengandung anaknya Reza! Bagaimana bisa kalian setenang ini?"


"Jadi, apa yang harus kami lakukan?" balas Yessi dengan marah. "Apa kalian pikir kami punya uang seratus milyar untuk dibuang begitu saja? Perusahaan kami saja sedang goyah! Seharusnya kalian yang mencari uang tebusan itu! Kenapa malah melemparkan tanggung jawab pada kami?"


Dengan tangan gemetar, ibunya Ruby menunjuk kearah Yessi Kanchana, "Ibu mertua seperti apa kamu? Menantumu diculik dan kamu bahkan tidak rela membayar uang tebusan? Apa kalian memang tidak mau putriku kembali?"


"Keluarga kami juga mempunyai masalah besar saat ini! Andai aku mempunyai uang seratus milyar, aku akan lebih memilih menggunakan uang itu untuk menyelamatkan perusahaan! Kalau perusahaan bangkrut maka keluarga ini hancur! Ruby juga hancur karena aku tidak mampu membiayai hidupnya lagi!"


Reza berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu, tanpa sadar dia mengungkapkan isi hatinya. 'Andai Ruby sampai meninggal ditangan para penculik itu, aku bisa mendapatkan uang asuransinya! Dengan uang itu aku bisa membangun perusahaan baru!' gumam hatinya.


"Kalian keterlaluan! Kalian tidak peduli padaku!" teriak ayah Ruby penuh amarah. "Ayo kita pergi!"


"Apa lagi Reza? Kalau kamu dan keluarga memang tidak mau membayar uang tebusan itu, biarkan kami sendiri yang mengurus masalah ini. Tapi kalian harus ingat, saat Ruby kembali nanti aku akan segera mengurus surat perceraian!"


Reza dan kedua orang tuanya terdiam terpaku mendengar perkataan ayah Ruby. Reza tak menyangka ayah mertuanya akan semarah itu tapi dia memang tidak bisa melakukan apapun untuk menolong Ruby. Masalah keluarganya saat ini sangat banyak.


Jika dia memiliki uang, memang dia tidak berniat memberikan uangnya pada penculik itu! Atau, bukankah lebih baik masalah ini diserahkan saja ke pihak berwajib? Jika dia tidak melakukan apa-apa untuk menyelamatkan istrinya maka dia akan disalahkan semua orang.


Reza pun dilema dan berpikir cara apa yang harus dilakukannya. Sedangkan Yessi Kanchana ibunya Reza tidak terpengaruh sedikitpun pada ucapan ayah Ruby. Wanita paruh baya itu malah terlihat santai dan tersenyum sinis.


'Kalau bukan karena hubungan mereka dengan keluarga Lavani, putraku tidak akan pernah menikahi Ruby! Tapi sekarang, kami juga tidak bisa bersandar pada nama besar keluarga Lavani lagi! Untuk apa memiliki menantu seperti Ruby? Putraku tampan dan pasti banyak wanita diluar sana yang bersedia menjadi istrinya.'

__ADS_1


Tak ada sedikitpun rasa bersalah di hati kedua orang tua Reza. Di dalam pikiran mereka hanyalah uang dan uang saja! Ruby bahkan tidak bisa dibandingkan dengan uang! Jika boleh memilih sudah bisa dipastikan keluarga Kanchana lebih memilih uang daripada Ruby menantunya.


Dengan marah kedua orang tua Ruby pergi meninggalkan kediaman keluarga Kanchana. Mereka merasa marah dan sakit hati dengan sikap ipar dan menantunya itu. Ayah Ruby pun memutuskan untuk melaporkan penculikan Ruby ke polisi.


"Suamiku, apakah kamu yakin mau melakukan ini?"


"Iya, kita tidak punya pilihan lain! Aku tidak punya uang sebanyak itu. Aku sama sekali tidak menyangka jika Reza dan orang tuanya tidak mau mengeluarkan uang sepeser pun untuk menebus Ruby."


"Mereka keterlaluan sekali! Aku tidak menyangka keluarga itu sangat jahat!" ujar ibunya Ruby memandang keluar jendela sambil meneteskan airmata.


"Sudahlah jangan menangis lagi! Semua akan baik-baik saja! Setelah masalah ini selesai, aku akan mengurus perceraian Ruby dan Reza! Aku tidak sudi berhubungan dengan keluarga Kanchana lagi."


********


Dion membungkus tubuh Joana dengan bathrob lalu menggendongnya menuju ke kamar tidur dan mendudukannya diatas ranjang. "Tunggu sebentar. Aku ambilkan pakaianmu." ucap Dion.


"Dion-----biar aku ambil sendiri."


"Kenapa kamu keras kepala? Duduk saja disitu dan jangan kemana-mana!" ujar Dion berjalan menuju ke walking closet. Dia membuka lemari pakaian Joana dan memilihkan piyama satin.


Joana memperhatikan gerak gerik Dion tanpa berani bersuara. Dia masih merasa malu karena Dion memandikannya. Dia merasa jika Dion memperlakukannya seperti anak kecil. Di gendong dan di mandikan lalu dipakaikan baju.


Dia teringat perkataan Arimbi yang terus mengolok-oloknya sebagai bayi besar. 'Ck! Sedang apa Arimbi sekarang? Apa besok aku bisa bertemu dengannya?' gumam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2