GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 403. MENGHANCURKAN


__ADS_3

“Kurang ajar! Brengsek kamu Reza!” teriak Amanda semakin marah mendengar ucapan pria yang dicintainya selama ini. Amanda menatap tajam pada Reza. “Aku menyesal menyetujui semua ini!”


“Aku tidak punya pilihan Amanda! Bagaimana pun uang adalah segalanya! Aku memang mencintaimu tapi aku tidak bisa membohongi diriku kalau aku tidak ingin dilayani seperti layaknya pria.”


“Apa yang kulakukan selama ini padamu masih kurang? Aku melayanimu dengan baik! Reza, saat perusahaan keluargamu berada dalam masalah akulah satu-satunya yang membantumu dan mengembalikan perusahaanmu seperti semula!”


“Ya aku tahu itu! Tapi sekarang keadaan perusahaan keluargaku sangat terpuruk! Apa kamu bisa membantuku Amanda? Kamu tidak punya kuasa apa-apa lagi!”


“Ingat ya Reza! Semua rahasiamu berada ditanganku! Kamu tidak bisa mencampakkan aku begitu saja! Anak dalam kandunganku ini adalah anakmu! Dan saat lahir nanti akan kulakukan tes DNA dan semua orang akan tahu laki-laki seperti apa kamu!”


“Jangan lupa juga Amanda, rahasia terbesarmu juga ada ditanganku! Lihatlah betapa buruknya kamu sekarang! Lakukan apa yang mau kamu lakukan! Aku tidak peduli Amanda!”


“Baiklah! Kamu yang menantangku Reza! Jangan salahkan aku jika aku akan menghancurkanmu! Ingat kata-kataku ini, kamu akan hancur tidak lama lagi! Kamu akan bersimpuh dikakiku memohon bantuanku! Seperti sebelumnya, seorang pecundang hanya akan berakhir sebagai pecundang.”


“Oke, tidak masalah! Urusan kita selesai sampai disini Amanda! Kita tidak ada hubungan apap-apa lagi dan berhentilah mencariku!”


Selesai bicara, Reza pun keluar dari mobil Amanda dengan kebencian dan dendam didalam hatinya. ‘Fuuuhhh! Aku bersyukur sekali menikahi Ruby! Setidaknya wanita itu sangat penurut dan tidak pernah menentangku! Dia selalu mengikuti semua yang kuperintahkan dan memperlakukanku layaknya seorang raja! Lagipula Amanda bukan siapa-siapa lagi sekarang.’


Reza berbicara didalam hatinya sambil melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu. ‘Sekarang yang harus kupikirkan adalah bagaimana caranya aku bisa menguasai perusahaan keluarga Lavani! Sekarang aku memang menjalankan perusahaan mereka tapi aku tidak bisa bebas mengakses keuangan mereka. Aku harus bisa mentransfer sebagian saham perusahaan itu atas namaku!’


Reza mulai memikirkan cara untuk bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak selama dia memimpin perusahaan milik keluarga Lavani. Kondisi perusahaan itu sedang memburuk dan dia hanya bisa menjalankan perusahaan itu agar tetap stabil. Dan hanya perusahaan itu satu-satunya yang masih berjalan normal. Sedangkan rumah milik keluarga Lavani sudah disita untuk membayar ganti rugi.


‘Apa kabarnya Zivanna? Dimana dia berada sekarang? Andai aku bisa menemukannya mungkin aku bisa berkolaborasi dengan Zivanna! Ketiga pria di keluarga itu akan mendekam di penjara untuk waktu yang lama! Jika Zivanna masih hidup maka hanya dia satu-satunya pewaris!’ pikiran Reza kembali berkelana untuk menyusun rencana busuknya.

__ADS_1


Sementara itu di suatu tempat yang jauh.


SLAAASSSS


“Ahhkkkk……..ampun! Hentikan……aku mohon hentikan! Aku sudah tidak tahan lagi!” teriakan seorang wanita menggelegar memenuhi seluruh ruangan. Teriakan itu penuh kepiluan dan menyayat. Namun pria yang sedang bersamanya sepertinya masih enggan untuk berhenti. Dia kembali mencambuk wanita itu dengan wajah memerah.


“Sudah kuperingatkan berulang kali agar bersikap baik! Tapi kamu terus-terusan menentangku! Sekarang kamu memintaku untuk berhenti? Dengar baik-baik! Aku tidak akan pernah berhenti sampai tubuhmu itu terbelah oleh cambukanku!” teriak pria itu lagi kembali mencambuk wanita didepannya.


“Aku minta maaf! Aku minta maaf! Aku tidak akan melakukannya lagi!”


Tangisan wanita itu semakin menjadi-jadi, dia merayap ke kaki pria itu sambil mengatupkan kedua tangan didadanya dan memohon pengampunan pada pria itu. “Aku tidak akan mengulangi lagi! Aku mohon jangan cambuk aku lagi!”


“Apa jaminannya kamu tidak akan melakukan itu lagi, hah?” pria itu memegang dagu sang wanita agar menatapnya. “Kamu pikir kamu itu siapa? Cih! Kamu hanya budakku disini!”


“Aku tahu! Aku mohon belas kasihanmu! Jangan cambuk aku lagi. Aku akan melayanimu dengan baik. Aku tidak akan mengecewakanmu.” pinta wanita itu menangis tersedu-sedu. Kondisinya memilukan, rambutnya berserakan, kedua matanya bengkak dan memerah. Sedangkan punggungnya berdarah dan pakaiannya koyak. Tidak ada lagi keceriaan diwajah itu.


“Ba----baiklah. Aku berjanji akan melakukan yang terbaik! Aku tidak akan menentangmu.”


“Bagus! Seandainya kamu menurut sejak kemarin, aku tidak perlu memukulmu seperti ini.” ujar pria itu sambil berdecak. Dia berkacak pinggang menatap wajah wanita itu. “Pakai kecantikanmu untuk menyenangkanku bukan untuk memancing amarahku! Jika kamu bersikap baik mungkin aku akan memperlakukanmu baik!” lalu pria itu menatap pengawalnya.


“Bawa perempuan ini! Suruh pelayan mengobati lukanya dan pastikan dia kembali segar dan tubuhnya bersih! Aku beri waktu dua hari menyembuhkan lukanya dan persiapkan dia untukku.”


“Baik bos!” jawab pengawal itu lalu mengangkat tubuh wanita itu dan membawanya pergi.

__ADS_1


“Hahahaha……tak kusangka menyenangkan sekali menyiksa putri Tuan Lavani!” pria itu tertawa terbahak-bahak lalu mencampakkan cambuk ditangannya.


Dreeettttt dreeettttt dreeettttttt


“Halo Tuan.”


“Bagaimana? Apa kamu sudah melakukan yang kuperintahkan?”


“Sudah Tuan! Dia akan menurutiku mulai sekarang! Seminggu lagi aku akan mengantarkannya sesuai perintah Tuan.” ucap pria itu lagi seraya tersenyum menyeringai.


“Aku sudah perintahkan anak buahku menyiapkan semua surat-surat yang akan kalian perlukan.”


“Baiklah Tuan. Aku akan menjalankan sesuai dengan perintah Tuan.”


“Bawa Zivanna kembali ke kota itu. Kalian akan tinggal di hotel selama dua hari dan setelah itu pindahlah ke rumah keluarga Zivanna! Dilon sudah mempersiapkan semuanya, kamu akan menjadi pemilik baru rumah itu. Dengan begitu Zivanna akan mempercayaimu sebagai malaikat penolongnya.”


“Perlakukan dia dengan baik sampai perusahaan itu sudah berada ditanganku! Dilon menempati rumah yang berada disebelah rumah keluarga Lavani. Akan memudahkanmu untuk menemuinya, ingat ya kamu harus secepatnya mendapatkan semua surat-surat penting dari rumah keluarga Lavani! Karena hanya Zivanna yang tahu dimana semua surat penting itu disimpan.”


"Bagaimana dengan Reza Kanchana? Tuan Lavani memberinya kekuasaan penuh atas perusahaan itu."


"Itu masalah sepele! Begitu kamu membawa Zivanna kembali, segera singkirkan Reza dari perusahaan itu! Ambil alih semuanya dan pastikan segera dapatkan semua yang kuperintahkan padamu!"


"Baik, Tuan! ini masalah gampang! Bukankah Tuan Emir akan mengirimkan anak buahnya untuk membantuku selama berada disana?" tanya pria itu lagi.

__ADS_1


"Jangan pernah menghubungi Emir! Kamu hanya berhubungan dengan orang-orangnya! Setelah semuanya selesai, segera lenyapkan wanita itu! Jangan tinggalkan jejak apapun!"


"Baik Tuan!" ucap pria itu. Setelah berbincang sesaat, panggilan telepon pun terputus. Pria itu tersenyum sinis 'Sayang sekali nasib keluarga itu! Seharusnya sejak lama mereka hancur! Sudah terlalu banyak kotban keserakahan mereka!'


__ADS_2