GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 363. KESIALAN AMANDA


__ADS_3

Berita tentang Samantha membawa nama buruk bagi keluarga Rahardika. Beberapa media kembali menayangkan tentang perjodohan keluarga Serkan dan Keluarga  Rahardika beberapa tahun lalu. Namun putri keluarga Rahardika menghilang dan meninggalkan Emir setelah kecelakaan yang menimpanya. Muncul berbagai spekulasi tentang Samantha yang meninggalkan Emir karena dia cacat.


 


Berita apapun, nama Arimbi terselamatkan bahkan banyak yang memuji dan mendukungnya. Samantha yang dikabarkan menyerang Arimbi dan hendak menendang perutnya, diduga dilakukan Samantha karena dia tidak terima jika Arimbi sedang mengandung anak Emir. Semua netizen memberikan dukungan mereka pada Arimbi dan menghujat Samantha sebagai perempuan jahat.


 


Bahkan banyak yang mengutuknya tidak akan pernah merasakan punya anak, dan hujatan-hujatan yang mengerikan memenuhi kolom komentar di semua media sosial yang memuat berita tentang Samantha dan keluarga Rahardika.


Arimbi menyeringai saat membaca berita tentang dirinya, dia tertawa membacanya ‘Cantik luar dan dalam’. Dia menatap Emir yang masih sibuk membaca berita di ponselnya. “Apa pendapatmu tentang berita malam ini, sayang?”


Emir hanya menatap Arimbi lalu menariknya mendekat masuk dalam pelukannya. “Kamu seperti manusia purba.” kata Emir membuat Arimbi berhenti berselancar. Dia ingin membalas ucapan suaminya namun dia mengurungkannya.


 


“Apa yang ingin kamu katakan?” tanya Emir.


“Tidak ada.” jawab Arimbi singkat lalu berdiri dan berjalan menuju ke meja riasnya untuk memakai skin care malamnya sebelum tidur.


“Arimbi! Katakan yang sebenarnya atau aku akan menciummu.” ucap Emir.


 


Arimbi yang baru mengoleskan skin carenya dengan cepat mengusapkan keseluruh wajahnya lalu menghampiri Emir dan naik keatas tubuhnya.


“Cium saja kalau kamu mau? Kenapa harus pakai ancaman? Kalau kamu berani menciumku, aku akan memperkosamu seperti dulu.”


“Hahaahahaha…….apa kamu berani Arimbi? Wah, hebat sekali ya istriku! Sedang hamil tapi masih berani memperkosa.”


 


“Ayo….coba saja!” ancam Arimbi seraya meraih piyama Emir dan menariknya.


“Sepertinya aku harus mengurungmu dirumah dan tidak memperbolehkanmu keluar. Bisa-bisa kamu jadi penjahat yang memperkosa pria!” ejek Emir.


Dengan cepat Arimbi mencium bibir Emir sambil membuka kancing piyamanya satu persatu. Emir meletakkan ponselnya diatas nakas dan membalas ciuman istrinya. Perlahan dia membalikkan posisinya, Arimbi berada dibawah kungkungannya.

__ADS_1


 


Sementara itu, di tempat pesta pernikahan Reza. Kekacauan belum lagi usai, setelah Reza dilarikan kerumah sakit dan Amanda dibawa untuk disidang oleh kedua keluarga. Semua tamu undangan sudah meninggalkan tempat pesta. Kali ini benar-benar pesta pernikahan yang tidak akan pernah dilupakan oleh semua orang. Skandal-skandal terungkap dan mencoreng nama keluarga Lavani juga.


 


“Amanda! Dasar perempuan murahan kamu ya! Berani-beraninya kamu menyebarkan berita bohong tentang kehamilanmu pada semua tamu?” geram Yessi, ibunya Reza dengan tangan mengepal.


PLAKKKK!


“Ahhhhh…….” Amanda memegangi pipinya. Harga dirinya hancur berkeping-keping dan malu. Ketiga keluarga mengelilingnya, dia tak mampu melarikan diri dari sana. Hanya bisa menundukkan kepala saja.


Namun dia tidak akan mengalah, namanya sudah tercoreng dan semua orang sudah tahu tentang kehamilannya. Sedangkan Reza sudah resmi menikahi Ruby sementara Gio menatapnya dengan penuh amarah dan kecewa.


 


“Ya! Aku memang mengandung anak Reza! Dia yang memaksaku!”


“Bohong! Perempuan seperti kamu akan melakukan apa saja untuk menjebak anakku!” teriak Yessi.


“Amanda! Tak kusangka kamu ternyata murahan! Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja! Kamu sudah menghancurkan pesta penikahanku.” Ruby menerjang dan menjambak rambut Amanda.


 


 


“Kenapa kalian semua menyalahkan aku? Disini aku yang jadi korban! Menurut kalian, siapa yang paling hancur sekarang hah? AKU! Hidupku hancur! Aku hamil dan laki-laki yang menghamiliku menikahi perempuan lain!” Amanda berteriak sambil menendang Ruby yang hendak memukulnya.


 


“Awas saja kalau kalian berani mencelakai janinku! Aku akan melaporkan kalian semua dan menuntut. Tunggu saja!” Amanda berdiri dan bergegas pergi namun teriakan seseorang menghentikannya.


“Jangan harap aku akan menerima anak dalam kandunganmu itu! Pasti kamu yang menjebak Reza.” ujar Yessi menatap nyalang pada Amanda.


 


Amanda mencibir dan berbalik menatap Yessi. “Nyonya Kanchana, apa anda lupa siapa yang menjebak siapa? Apa anda lupa jika Reza ingin menjebak Arimbi waktu itu, hah? Tapi dia malah meminum racunnya sendiri! Dia mengancamku berkali-kali hingga aku hamil! Aku pastikan akan membalas kalian! Keluarga Kanchana yang terhormat!”

__ADS_1


 


Amanda melangkah cepat meninggalkan tempat itu, sebelum ada orang lain yang akan menghentikannya. Dia masuk kedalam mobilnya, tadinya dia masih bisa kuat dan tegas tidak menangis namun kali ini dia sudah tidak bisa menahan dirinya lagi.


Amanda menangis tersedu-sedu seraya mencengkeram kemudinya erat. Sakit! Itulah yang dirasakannya malam ini. Semuanya sudah hancur!


Tidak mungkin dia akan bertahan dikota ini saat semua orang sudah melihat skandalnya.


Tapi yang dia herankan adalah, siapa yang menyebarkan hasil pemeriksaan kehamilannya? Dia baru melakukannya dan tidak ada siapapun yang tahu kalau dia hamil. Setelah puas menangis, Amanda melajukan mobilnya kembali ke hotel.


 


Malam ini dia akan menginap dan besok pagi dia berencana akan meninggalkan kota ini untuk sementara. Semua kepedihan dan rasa malu yang menyesakkan dadanya, membuatnya ingin membalas dendam pada keluarga Kanchana. Gio? Dia sudah tidak bisa mengharapkan pria itu untuk menolongnya. ‘Aku harus mencari akal untuk membalas mereka. Ahhhhhh…...kenapa hidupku sial?’


 


Amanda masuk kedalam kamar hotelnya dan membersihkan tubuh. Kejadian malam ini tidak akan pernah dia lupakan, semua orang mencaci maki dan menghinanya. Bahkan keluarga Kanchana yang selama ini selalu menyanjung dan memujinya pun mencemooh.


‘Aku pastikan kalian akan menderita! Aku akan pertahankan anak ini! Reza…..aku tidak akan melepaskanmu.’ gumamnya.


 


Sedangkan di salah satu ruang VIP di rumah sakit terkenal. Nampak Reza yang sedang berbaring sambil meringis kesakitan, hari pernikahannya menjadi hari tersial dalam hidupnya. Dia bahkan tidak menyangka kalau Amanda bisa hamil. Bukankah selama ini dia selalu memberikan pil kontrasepsi padanya? Apakah Amanda sengaja tidak meminum pil itu setiap kali mereka selesai berhubungan?


 


Pikiran Reza kacau, dia membuka matanya perlahan merasakan perih dan sakit di sekujur tubuhnya. Ayahnya duduk di sofa yang tak jauh darinya menatap Reza dengan tatapan tajam seperti ingin membunuh. Dia geram dengan semua kekacauan yang ditimbulkan Reza sejak beberapa bulan ini.


“Ada yang ingin kamu katakan?” tanyanya pada Reza.


 


“Ayah! Aku tidak tahu! Aku benar-benar tidak tahu menahu soal kehamilan Amanda. Bisa saja itu hanya rekayasa saja untuk menghancurkan pernikahanku. Ayah lihat kan apa yang terjadi?”


“Diam! Jawab dengan jujur! Apa kamu yang menghamili Amanda?”


Reza gemetar ketakutan tidak tahu harus menjawab apa, dia juga tidak yakin jika itu anaknya karena dia melihat kedekatan Amanda dan Gio.

__ADS_1


 


“Aku tidak yakin ayah. Amanda sedang dekat dengan Gio Lavani! Mungkin ini cara keluarga Lavani untuk balas dendam padaku ayah.” ucapnya dengan lirih.


__ADS_2