GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 243. DUA ULAR BELUDAK


__ADS_3

Emir menjawab dengan wajah datar, “Terserah kamu saja. Jika menurutmu makin banyak orang makin seru, maka ajak saja mereka. Tapi mereka harus datang secara sukarela dna tidak boleh berpikir aku yang memaksa mereka untuk datang.”


Agha tersenyum nakal dan berkata, “Aku yakin mereka akan datang dengan senang hati jika aku mengirimkan pesan di grup. Kamu tidak perlu memaksa mereka untuk datang.”


Arimbi meletakkan makanan dipiring Emir. Tatapan pria itu melembut dan senyum tersungging dibibirnya.


“Emir, aku belum pernah bertemu dengan sepupumu.” Arimbi pernah mendengar bahwa semua anak laki-laki dari keluarga Serkan mewarisi gen rupawan dari kedua orang tua mereka. Selain itu, dia pernah melihat beberapa Nyonya Serkan. Mereka semua sangat menawan dan menjaga penampilan dengan sangat baik.


Misalnya saja, ibu mertuanya alias Rania Serkan. Dia terlihat seperti kakak perempuan Emir bagi orang lain.


“Beberapa dari mereka sedang ada urusan bisnis dikota lain. Ada juga yang masih di luar negeri. Sepupuku yang ada dikota ini hanya sembilan orang. Kalau kamu ingin bertemu dengan mereka, nanti kita undang mereka ke acara akhir pekan ini.” kemudian Emir menekankan. “Tapi hanya bisa melihat sekilas saja, tidak boleh lebih.”


Sementara Arimbi terdiam, dia menambahkan, “Kalau kamu ingin memelototi pria tampan, cukup lihat aku saja. Aku tidak memuji diriku sendiri tapi aku memang yang paling tampan di antara semua saudaraku.”


Meskipun terdengar sangat narsistik, tetapi dia benar. Bukan hanya kemampuannya saja yang unggul, tetapi juga penampilannya. Hanya saja, kepribadiannya tidak menyenangkan, sedangkan saudara-saudaranya lebih mudah bergaul.


Sambil cekikikan, Arimbi menuduh,”Jadi kamu cemburu, Emir? Tenang saja. Dihatiku, hanya ada kamu seorang, tidak ada orang lain yang bisa masuk bahkan jika mereka mau.”


Sementara Emir menatapnya dengan penuh cinta dan kasih sayang.


Agha meratap dan menjerit didalam hati. Jiwa jomblonya merana…..Mereka jelas sekali mencoba memancingku dengan bermesraan dihadapanku supaya aku cepat-cepat punya pacar dan tahu bagaimana rasanya pamer pada orang lain seperti mereka.

__ADS_1


...******...


Sementara itu setelah kepergian Zivanna Lavani dari gedung Rafaldi Group, Amanda mengejarnya. Di kediaman Keluarga Lavani, Zivanna langsung naik kelantai atas begitu dia pulang, dia bahkan melewatkan makan siangnya.


Amanda mengejarnya, tetapi dia tidak bisa masuk kedalam kamarnya karena terkunci. Meski lapar, tetapi Amanda tidak mau menyerah dan terus mengetuk pintu kamarnya cukup lama sebelum akhirnya Zivanna mengizinkannya masuk.


Setelah itu Zivanna menyuruh para pelayannya mengantarkan makanan kekamarnya dan dia ingin makan bersama dengan Amanda.


“Zivanna, aku tahu kamu marah, tapi kamu tetap harus makan. Kalau tidak nanti kamu sakit. Arimbi tidak akan kasihan padamu. Dia malah akan tertawa.” kata Amanda setelah menghabiskan semangkuk sup dan sepiring nasi beserta lauknya.


Amanda sudah mengutuk Arimbi ribuan kali didalam hatinya. Terlepas dari fakta bahwa dia telah merencanakan agar Arimbi pergi memancing dengan Jordan, Arimbi hampir tetap bisa memulai perkelahian dengan Zivanna. Mengingat status Zivanna, adegan saat itu sangat memalukan baginya.


Dia penasaran apakah ada orang yang melihatnya atau tidak. Jika berita itu masuk ke tabloid hiburan maka perseteruan antara Zivanna dan Arimbi akan semakin parah.


“Amanda, jangan bahas masalah itu sebelum aku selesai makan. Itu memperngaruhi nafsu makanku.”


Sekarang mendengar nama Arimbi saja, amarahnya sudah mendidih. Dia hanya bisa mengutuk dan mencaci makinya dengan hal-hal buruk yang terlintas didalam pikirannya.


Dia mengira dirinya bisa mengalahkan Arimbi sampai wajahnya sembab, tetapi nyatanya dia bahkan tidak bisa menyentuh wajahnya. Kalau saja dia sudah tahu sejak awal, dia akan membawa para pengawalnya. Benar, aku akan membawa para pengawalku lain kali dan merontokkan semua giginya.


Zivanna berpikir keras, beraninya dia memancingku! Jika aku tidak memberinya pelajaran, maka aku akan menghapus nama belakangku!

__ADS_1


“Baiklah….baiklah. Aku tidak akan membicarakan dia sekarang. Sejujurnya aku juga sangat marah padanya. Bukannya berperilaku dengan sopan, dia malah selalu saja cari gara-gara dengan orang lain.”


Zivanan terdiam. Biasanya dia beristirahat pada sore hari, tetapi karena Arimbi, dia kelaparan dari tadi karena baru makan sekarang. Setelah mereka selesai makan, Zivanna menelepon untuk menyuruh para pelayan membereskan kamarnya.


Dia bangkit dan berjalan ke sofa lalu duduk disana. Ketika dia tidak sengaja melihat bas bunga yang diberikan Emir sebagai hadiah, amarahnya berkobar lagi. Emir hanya memberikannya vas bunga tak berguna dan murahan sebagai hadiah ulang tahunnya.


Meskipun begitu, dia meletakkan vas tak berguna yang juga mengejeknya itu dikamarnya dan dia bisa melihatnya kapan saja. Bagaimanapun juga vas itu merupakan satu-satunya hadiah dari Emir. Setidaknya dia datang malam itu dan menunjukkan bahwa dia menghargai Zivanna.


Mengingat betapa baiknya pria itu kepada Arimbi, dia ingin menghancurkan vas itu berkeping-keping. Tetapi tentu saja itu hanya ada didalam pikirannya. Dia tidak bisa benar-benar melakukannya.


Dengan penuh kemarahan diwajahnya dia menatap Amanda tajam. Zivanna duduk di sofa diseberang Amanda lalu mendengus kesal, “Apa ayahmu yang memintamu mengejarku?”


“Ya itu benar. Tapi itu juga atas keinginanku sendiri. Kamu adlaah teman baikku jadi aku merasa tidak enak hati saat melihat kamu marah besar karena Arimbi.”


“Hanya Tuhan saja yang tahu betapa khawatirnya aku ketika aku mengejarmu dan melihat seberapa ngebutnya kamu dijalan. Zivanna, jangan ulangi hal itu lagi. Itu tidak sepadan bagi seseorang seperti Arimbi.”


Setelah Zivanna mendengarkan kecemasan sahabat baiknya itu, raut wajahnya melunak. “Amanda, sudah lama Arimbi bekerja di perusahaanmu. Kenapa kamu belum memaksanya keluar?”


“Zivanna, dia adalah anak kandung orang tuaku. Dia juga belum lama disana, baru dua minggu saja. Awalnya dia ikut ayahku, tapi sekarang dia mengikutiku dan bersaing denganku untuk mendapatkan kontrak kerjasama dengan PT. Libra Elektroindo. Itu sebabnya dia mendapat kesempatan untuk mengembangkan dirinya di perusahaan.”


“PT. Libra Elektroindo adalah salah satu anak perusahaan Serkan Global Group, aku sudah mulai bertindak. Jorddan Channa dari PT Libra Elektroindo suka padanya. Jadi, jika dia tidak berkorban maka kesepaktan tidak akan tercapai.”

__ADS_1


Tatapan Zivanna berubah licik seraya berkata dengan jahat. “Kamu bisa membantu Tuan Jordan dengan memberi Arimbi sesuatu yang akan membuatnya bersemangat hingga dia….Kamu mengerti kan maksudku?”


Tiba-tiba Amanda memikirkan kecelakaan dimana Reza telah berencana melawannya, dan ia telah kehilangan keperawanannya pada pria itu. Tanpa diragukan lagi, ia mencintai Reza, ia bahkan rela menjadi satu dengannya saat mereka berdekatan. Namun, Amanda tidak dapat memaksa dirinya untuk membenci Reza meskipun hal itu direncanakan olehnya.


__ADS_2