
Gio berusaha menenangkan saudari perempuannya yang sedang mengamuk itu. Terpaksa dia memeluk erat Zivanna agar berhenti mengamuk dan mendudukkannya ditepi ranjang. Setelah dia merasa kalau Zivanna sudah sedikit tenang, Gio melepaskan pelukannya dan menangkup wajah adiknya itu dengan kedua tangannya dan berkata. “Katakan apa yang terjadi.”
Zivanna memandang saudara laki-lakinya itu dengan mata merah penuh amarah. “Aku mau kakak segera menghancurkan keluarga Rafaldi! Hancurkan perusahaannya dan keluarganya sampai sehancur-hancurnya! Aku mau Arimbi mati menggenaskan! Baru aku akan tenang dan merasa puas.”
“Apa semua ini gara-gara kejadian kemarin malam? Aku tidak akan menolerir siapapun yang menyakitimu, Zivanna! Aku akan membunuh siapapun yang berani menyakitimu. Apakah itu akan membuatmu puas?”
“Tuan Emir…...” Zivanna tercekat lalu menarik napas panjang. “Aku baru tahu hari ini dari Nyonya Serkan kalau Tuan Emir sudah menikahi Arimbi.”
“Apa? Menikah? Kapan mereka menikah?”
“Aku tidak tahu. Tapi itu yang dikatakan oleh ibunya Tuan Emir. Aku tak sengaja bertemu dengannya dan dia sangat membenci Arimbi! Dia juga ingin menyingkirkan Arimbi dari keluarganya.” ujar Zivanna kembali bersemangat.
“Aku harus bisa masuk ke kediaman Keluarga Serkan. Hanya itu caranya aku bisa menghancurkan perempuan udik itu!” teriak Zivanna penuh emosi.
“Tidak bisa! Tuan Emir tidak akan membiarkan begitu saja. Kamu harus bersikap tenang dulu baru kita pikirkan langkah apa yang selanjutnya harus dilakukan!”
“Aku sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi.”
“Apa yang sedang kalian bicarakan?” tiba-tiba Johan muncul dikamar itu. Dia bergegas pulang setelah pelayan menghubunginya dan memberitahukan apa yang terjadi pada Zivanna.
“Kakak! Kapan kamu akan membalas keluarga Rafaldi? Arimbi dan Tuan Emir sudah menikah, bahkan Tuan Emir memberikan Metro Megamall untuk Arimbi! Dia sengaja melakukan itu didepanku untuk menghinaku! Aku tidak mau mereka bersama, aku mau Arimbi tersingkir dan lenyap selamanya.”
“Apa kamu punya rencana?” tanya Johan. Untuk menghancurkan keluarga Rafaldi bukan perkara yang sulit. Coba tebak apa yang baru saja terjadi?” Johan terlihat menyeringai licik/.
__ADS_1
“Apa? Ada hal baik yang sudah terjadi?” ucap Zivanna.
“Katakan cepat!” ucap Gio.
“Gio, sepertinya Amanda sudah menentukan pilihan dan dia membuat pilihan yang tepat! Tadi dia menghubungiku dan dia mengatakan akan memberikan semua info daftar proyek-proyek besar yang sedang ditangani Rafaldi Group! Temuilah wanita itu dan pastikan dia memberikan semua informasi yang kita butuhkan!”
“Tenang! Aku akan segera menghubunginya.” ujar Zivanna tersenyum. “Akhirnya aku akan memulai pembalasanku pada mereka! Gio, apakah kamu tidak ingin menemui Amanda?”
“Ya. Aku akan menemuinya bersamamu. Bagaimana?”
“Bagus! Ini kesempatanmu untuk dekat dengannya! Tawarkan semua yang bisa kamu lakukan untuk menolongnya merebut Rafaldi Group.” ujar Zivanna.
“Gio! Ingat apa yang pernah kukatakan padamu! Apa kamu sudah siap menerima resikonya? Jika dia bisa mengkhianati keluarganya, maka kelak dia juga bisa mengkhianatimu.”
“Itu masalah gampang! Kita akan pegang kartunya Amanda sehingga dia tidak akan bisa berkutik dan melawan kita! Saat dia sudah berada dibawah kendali kita, dia bisa kita gunakan untuk melakukan hal-hal lainnya tanpa harus mengotori tangan kita sendiri.”
“Perempuan udik itu sangat licik! Dia pasti sengaja merayu dan menggoda Tuan Emir agar menikahinya! Hahaha….tapi dia tidak akan mendapatkan Tuan Emir seutuhnya karena dia punya masalah dengan vitalitasnya. Tadi Nyonya Serkan memberitahuku jika Tuan Emir sedang menjalani rehabilitasinya dan kemungkinan sembuh cukup besar.”
“Apa kamu tahu dimana dia melakukan rehabilitasinya?” tanya Johan.
“Menurut Nyonya Serkan, rehabilitasinya dilakukan di kediaman Serkan setiap hari. Bukan itu saja, Tuan Emir juga kemungkinan besar akan kembali normal! Kalau itu benar, maka aku harus mendapatkannya! Tidak ada wanita lain yang bisa memiliki Tuan Emir! Dia milikku selamanya.”
“Zivanna! Apa yang sudah kukatakan padamu? Lupakan Tuan Emir! Sekarang kamu punya tangkapan yang besar dan jauh lebih baik dari Tuan Emir.”
__ADS_1
“Ya benar kata Johan! Marcel Arkatama itu tidak punya masalah apapun! Dia pria sempurna dan jika kamu bisa mendapatkannya maka status keluarga kita akan naik bukan hanya di kota ini saja tetapi sampai ke mancanegara! Ingat Zivanna! Itu targetmu sekarang!”
“Tapi aku masih mencintai Tuan Emir!”
“Zivanna! Aku sudah bilang berulang kali! Apa kamu pikir masalah vitalitas itu bisa kembali normal dalam jangka waktu pendek? Itu akan membutuhkan waktu yang lama! Jangan membuang waktumu menunggu sesuatu yang belum pasti! Fokuskan untuk mendapatkan Marcel Arkatama!”
“Baiklah…..baiklah…...aku ikuti apa kata kalian berdua! Kakak, tolong singkirkan Arimbi secepatnya! Kemarin dia sudah berani melaporkanku ke polisi, besok atau lusa entah apalagi yang akan dia lakukan untuk mempermalukanku!”
“Tenang saja Zivanna. Kami tidak akan membiarkan siapapun melakukan hal buruk padamu! Ingat ya, ini hanya antara kita bertiga saja. Jangan sampai ayah dan ibu mengetahui ini!”
“Dan satu hal lagi! Tangan kita harus tetap bersih, lakukan semuanya tanpa melibatkan kita langsung! Jika ada saksi mata atau siapapun yang membuka mulut dan berkhianat pada kita, segera singkirkan saja seperti biasanya! Pastikan nama keluarga kita tetap bersih dari semua skandal.” ujar Johan memberikan arahan kepada kedua saudaranya itu.
Ketiga bersaudara itu masih terus berbincang dan menyusun rencana yang akan mereka jalankan dalam waktu dekat. Zivanna pun menghubungi Amanda dan memintanya untuk bertemu disuatu tempat sepulang kerja. “Bagaimana? Dia bersedia bertemu?”
“Sudah pasti! Dia tidak akan bisa menolakku! Kita pergi sekarang supaya tiba disana tepat waktu.” ucap Zivanna pada Gionino Lavani.
“Zivanna, kamu berteman baik dengan Amanda bukan? Kenapa dia menyembunyikan tentang pernikahan Tuan Emir dan Arimbi? Tidak mungkin keluarga Rafaldi tidak tahu bukan?” ucap Johan.
Sebenarnya Johan sangat tidak menyukai Amanda tapi apa boleh buat, mereka membutuhkan wanita itu untukmenghancurkan keluarga Rafaldi. Apalagi Gionino Lavani sangat tergila-gila pada wanita itu. Dimata Johan, wanita seperti Amanda itu sangat licik dan sulit dikendalikan. Tapi Gio tak mengindahkan nasihat Johan.
Zivanna terdiam sejenak dan berpikir, “Ya itu benar! Amanda tidak pernah mengatakan apapun tentang Arimbi yang menikahi Tuan Emir. Dia hanya mengatakan padaku kalau Arimbi bekerja sebagai pengasuh gratis Tuan Emir! Tidak mungkin dia berbohong. Tapi…..”
Dia mulai meragukan itu, lalu dia berkata, “Mungkin Amanda memang benar-benar tidak tahu! Karena waktu itu dia yang mengantarkan Arimbi menemui Tuan Emir untuk meminta maaf. Itu sekitar satu setengah bulan yang lalu! Atau jangan-jangan dia mengetahuinya tapi sengaja merahasiakan?”
__ADS_1
“Jangan terlalu mempercayai wanita itu! Dia sangat licik dan berambisi! Kita belum tahu sejauh mana dia menginginkan keluarga Rafaldi hancur! Jika memang Tuan Emir adalah menantu keluarga Rafaldi, Amanda terlalu berani untuk bertentangan dengan Tuan Emir! Coba kalian pikirkan itu! Apapun rencana kita tidak perlu memberitahu Amanda! Tapi kita harus tahu apa rencana wanita itu!”