GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 74. MIMPI YANG SAMA


__ADS_3

Perbedaannya adalah Emir bermimpi bercinta seorang wanita yang tak bisa dia lihat. Sedangkan Dion bermimpi soal wanita mabuk diatas ranjang kemudian dia menundukkan kepala untuk mencium wanita itu dengan satu tangan yang memegang kerahnya. Setelah itu adegan didalam mimpinya berganti ke wanita yang diciumnya itu dengan perut membesar.


Dan wanita didalam mimpinya adalah Arimbi Rafaldi. Karena mimpinya tak saling terhubung, dia pikir itu hanyalah imajinasinya hingga akhirnya Arimbi menabraknya hari ini, dia pun tersadar kalau wanita itu sungguh ada diluar mimpi dan dia adalah putri kandung keluarga Rafaldi.


Dion pun tercengang dengan hal itu. Ketika tersadar dia ingin memastikan mimpi-mimpinya itu memang nyata. Bagaimanapun dia telah menjalankan operasi untuk mengangkat tumor otak. Dia curiga kalau dia kehilangan ingatannya dan melupakan beberapa hal penting meskipun dokternya berkata kalau operasi itu berhasil dan tak memiliki efek samping.


“Nyonya, apakah Arimbi pernah melahirkan seorang bayi? Bagaimana dengan bayinya?”


Pratiwi pun terdiam. Dia sangat marah sampai rasanya dia ingin bangkit dari tempat tidur dan memukul pria tampan itu. Sayangnya dia terluka dan baru saja melewati masa kritis jadi dia tak cukup kuat untuk mengusir pria itu pergi. Untungnya putranya akan melakukan itu untuknya.


Adrian pun marah hingga dia meraih kerah Dion dengan spontan. Para pengawal sudah siap untuk menghentikannya tapi Dion melambaikan tangannya pada pengawalnya untuk mundur. Pukulan Adrian mendarat ke wajah Dion dan Dion langsung memegang kepalan tangan Adrian.


“Tuan Darmawan, aku hanya butuh jawaban. Kalau aku menyinggungmu maafkan aku.”


Dion mendorong tangan Adrian dan berkata dengan acuh, “Aku tak ingin berbuat kasar denganmu. Kalau kita berkelahi kau akan kalah.”


“Aku akan bertanggung jawab jika benar aku tidur dengan Arimbi dan membuatnya hamil. Meskipun wanita itu tak ingin menikahiku, aku akan mendukungnya dan ibunya selama sisa hidup mereka.”

__ADS_1


Adrian menatap para pengawal dan berteriak, “Darimana kau dengar soal itu? Beraninya kau menghina Arimbi! Dia adalah wanita baik yang bahkan tidak memiliki kekasih! Bagaimana bisa dia hamil dan memiliki anak? Beritahu aku siapa yang mengatakan kebohongan itu? Akan kuselesaikan masalah ini dengan mereka! Sebagai saudaranya aku akan menghajar mereka sampai mati.”


Dion pun berkata, “Tidak ada yang memberitahuku apapun. Tapi, aku….aku minta maaf ini mungkin hanya salah paham saja. Tuan Darmawan aku minta maaf telah mengganggumu.” Dion telah meminta anak buahnya untuk menyelidiki Arimbi. Dia tahu Arimbi memiliki kekasih semasa kuliah tetapi hubungannya kandas setelah berjalan setengah tahun. Setelah itu dia tetap melajang hingga dia kembali ke keluarga Rafaldi dan jatuh cinta pada Reza pada pandangan pertama.


Arimbi cukup terkenal sesaat karena beberapa keluarga ingin menikah dengan keluarga Rafaldi. Diantara mereka adalah musuh bebuyutan Dion yaitu Emir Serkan. Dion sangat mengenal Emir, keduanya tidak akan pernah mengambil inisiatif untuk menikahi keluarga Rafaldi, ide pernikahan itu pasti ide Layla Serkan.


Dari hasil penyelidakannya Arimbi tidak hamil diluar nikah. Dion berbalik dan pergi. Seorang pengawal datang menghampiri Adrian dan meletakkan setumpuk uang disamping tempat tidur. “Ini adalah hadiah kecil dari Tuan.”


Sebelum Pratiwi sempat mengatakan sesuatu, pengawal itu sudah pergi dengan tergesa-gesa bersam Dion dan meninggalkan rumah sakit itu.


“Hei! Kembalilah! Jelaskan semuanya! Apa-apaan ini?” Adrian mengambil tumpukan uang itu dan hendak mengejar Dion.


Arimbi sudah keluar dari toilet dan menghentikan kakaknya yang baru saja hendak mengejar Dion.


“Dia adalah Dion Harimurti, orangnya keras dan tidak mentolerir siapapun yang menentangnya.”


Seperti itulah sifat dari musuh Emir, mereka memiliki kepribadian dan kemampuan yang sama seperti Emir. Cara mereka melakukan sesuatu pun mirip. Tidak ada yang bisa memuaskan mereka berdua jadi mereka menjadi musuh bebuyutan. Tentu saja Emir pemenangnya dan Dion selalu kalah.

__ADS_1


“Arimbi! Apakah kamu tidak mendengar apa yang dia katakan tadi? Meskipun dia kepala keluarga Harimurti, dia tidak bisa mencemarkan nama baikmu! Kamu bahkan tidak punya pacar sebelumnya. Beraninya dia bertanya apakah kamu hamil?”  Adrian melemparkan uang itu keatas meja. “Tidak ada uang yang bisa memaafkannya karena mencemarkan nama baikmu.”


Melihat adiknya tidak marah, Adrian menjadi gugup dan bertanya dengan hati-hati, “Arimbi bisakah kamu memberitahuku jika kamu benar-benar hamil sebelumnya? Apakah ada hubungannya dengan Dion Harimurti?”


Setelah kepergian Dion tadi Adrian pun mengerti kalau Dion tidak akan meminta maaf pada Arimbi, dia hanya ingin tahu keberadaan bayi Arimbi.


Arimbi kehabisan kata-kata, setelah diam beberapa saat dia menjawab dengan datar, “Tidak! Tentu saja tidak. Jika aku hamil, aku pasti akan memberitahumu.”


Adrian mengamati Arimbi dengan hati-hati dan merasa kalau dia tidak berbohong, Adrian pun merasa lega. “Baguslah kalau begitu!”


Pada saat itu terdengar ketukan dipintu. Arimbi merasa gugup lagi dan dia khawatir kalau Dion yang kembali. Adrian tidak mengenal Dion sama seperti dia juga tidak mengenal Emir jyga. Satu-satunya hal yang dia ketahui tentang kedua pria itu adalah bahwa mereka adalah rubah licik. Mereka bisa membunuh tanpa mengucapkan sepatah katapun. Adrian pun melangkah untuk membukakan pntu dan Arimbi sudah siap-siap untuk menyelinap lagi ke toilet.


Tapi yang berdiri didepan pintu adalah Rino, salah seorang pengawal pribadi Emir. Dia membawa banyak suplemen dan sekeranjang buah. “Halo, bolehkah saya bertanya siapa yang anda cari?” tanya Adrian mengamati Rino dan bertanya dengan curiga. Rino tak langsung menjawab Adrian, dia malah menatap Arimbi.


Arimbi pun langsung berjalan mendekat, “Adrian! Dia temanku. Dia tahu ibu kecelakaan jadi dia datang untuk menjenguknya.”


Tapi adrian tidak percaya sementara Rino memberikan buah tangan pada Adrian. Kemudian dia mengeluarkan telepon dan membuka galeri untuk diberikan pada Arimbi. Arimbi bisa melihat kalau itu adalah foto heroik saat dia mendorong pengawal Dion ke lantai. ‘Mengapa Rino bisa mempunyai fotoku saat menyerang pengawal Dion?’ pikirnya. Lalu arimbi pun melihat ke belakang Rino tapi tidak menemukan Emir. Rino menarik tangannya dan berkata dengan dingin, “Tuan Muda Emir ingin penjelasan dari anda.”

__ADS_1


Setelah itu Rino mengangguk pada Adrian lalu berbalik dan pergi. Ekspresi wajah Arimbi pun langsung berubah. ‘Kapan Emir datang kerumah sakit? Aissss dasar pria itu sulit sekali dipahami! Bagaimana aku nanti menjelaskannya? Apakah ini tentang hubunganku dengan Dion Harimurti?’ semakin pusinglah Arimbi memikirkan semuanya. ‘Isssss parah sekali dia, bukannya membantuku ketika aku bermasalah dengan pengawal itu malah mengambil fotoku! Eh, sekarang malah minta penjelasan dariku? Aihhhh Emir!”


‘Aku seharusnya membaca ramalan zodiak sebelum keluar rumah hari ini. Kenapa aku sial banget? Aku sudah menyinggung Dion dan menyebabkan kesalahpahaman dengan Emir.’


__ADS_2