
Saat Arimbi memandang kearah Zivanna, wanita itu sedang berdiri sambil menyandarkan tubuhnya pada mobilnya sambul memutar-mutar kunci mobil ditangannya. Hal itu membuat Arimbi benar-benar iri. Dia juga sangat menyukai melakukan hal yang sama, memutar-mutar kunci mobil ditangannya terasa sangat menenangkan baginya.
Namun suaminya tidak mengijinkannya mengemudi sendiri. Jadi sejak itu, dia harus diantar supir kemana-mana. Emir bahkan menyoret mobil mewah dari daftar hadiah pertunangannya.
Kemampuan mengemudi Arimbi sebenarnya cukup bagus, hanya saja karena suatu alasan, dia harus mengebut dua kali dan akhirnya terlibat kecelakaan.
“Tampaknya suasana hatimu sangat bagus, Nona Rafaldi.” ucap Zivanna sinis saat dia melihat Arimbi menghampirinya.
Sambil tersenyum, Arimbi menjawab, “Apa suasana hatimu sedang buruk Nona Zivanna?" Perkataan Arimbi itu langsung membuat suasana hati Zivanna yang benar-benar buruk semakin memburuk dan ekspresi wajahnya pun menggelap.
Ini semua terjadi karena insiden yang terjadi di pesta ulang tahunnya kemarin. Dia mengadakan pesta ulang tahun dan mengundang seluruh tokoh penting dan terkenal. Seharusnya itu adalah peristiwa yang bahagia, namun Reza telah merusaknya.
Akhirnya pesta itu pun terpaksa berakhir lebih awal dari jadwal seharusnya. Membuat Zivanna benar-benar mengamuk dan berharap dia bisa menampar pria mesum itu saat itu juga.
Pria itu benar-benar melecehkan Ruby sepupu Zivanna di pesta ulang tahunnya. Itu sama saja dengan menampar wajah keluarga Lavani secara tak langsung.
Meskipun semua saudara-saudaranya mengatakan kalau Reza dijebak oleh seseorang, namun hal itu tidak membuat kemarahan Zivanna reda. Siapa yang ingin menjebaknya?
Orang pertama yang langsung dicurigai Zivanna adalah Arimbi. Karena dia adalah orang yang paling menginginkan pernikahan dengan Reza. Amanda memberitahu Zivanna bahwa Yessi menginginkan Amanda saat wanita itu membicarkan pernikahan dengan Nyonya Rafaldi.
Jadi dengan panik Arimbi memutuskan untuk menjebak Reza, karena dia pikir bahwa dia bisa menikahi pria itu kalau rencananya berhasil.
__ADS_1
Zivanna tidak peduli siapa yang ingin Arimbi jebak, asalkan dia tidak melakukannya di pesta ulang tahun Zivanna. Meskipun begitu Arimbi telah melampaui batas dan sepertinya apa yang dikatakan Amanda padanya tentang Arimbi itu benar. Gadis itu tampak polos tapi sangat licik dan mempunyai kemampuan untuk membohongi semua orang dengan tampang polosnya.
Zivanna tidak akan pernah menerima hal memalukan yang terjadi di pesta ualng tahunnya. Dia juga tidak akan merasa puas jika tidak mendapatkan penjelasan dari Arimbi. Ditambah lagi, ada hal lain juga yang membuatnya semakin kesal.
Dan kekesalan itupun ingin dia lampiaskan juga pada Arimbi pada hari ini. Saat dia membuka hadiahnya dari Emir, Zivanna menemukan bahwa hadiah itu hanyalah sebuah vas biasa.
Sekalipun vas-nya cantik tapi itu hanyalah vas biasa yang tidak ada harganya. Kalau saja Emir memberikan Zivanna hadiah ulang tahun berupa vas yang mahal, dia pasti akan memperlakukannya sebagai barang antik. Namun, Emir menghadiahinya sebuah vas baung murah sama saja dengan menghinanya.
Emir menyamakan Zivanna seperti vas bunga hadiahnya itu, cantik tapi tidak berguna dan tak berharga. Siapa yang tidak akan sakit hati jika diberikan hadiah seperti itu dengan makna yang dalam? Sebagai putri kesayangan dari keluarga kaya raya, Zivanna merasa dirinya sangat dipermalukan dan dihina oleh Emir. Tanpa kata, pria itu menyatakan penilaiannya pada Zivanna melalui vas bunga, cantik tapi murahan dan tak berguna! Kejam sekali bukan?
Tidak akan ada seorang pun yang merasa bahagia mendapatkan hadiah seperti itu. Zivanna mengingat kalau Arimbi tinggal bersama Emir, jadi dia ingin melampiaskan amarahnya pada Arimbi.
Dia memiliki pemikiran bahwa pasti Arimbi-lah yang memberikan saran pada Emir untuk memberikan hadiah itu pada Zivanna dengan maksud untuk menghinanya.
Waktunya sangat tepat karena Arimbi berpergian sendirian dan hanya diantarkan oleh seorang supir. Dan ini saatnya dia membalaskan semua dendamnya pada Arimbi.
Saat dia melihat mobil yang mengantar Arimbi parkir di halaman parkir pusat perbelanjaan itu, dengan sengaja dia memarkir mobilnya juga bersebelahan. Lalu dia menunggu disana sampai Arimbi keluar supaya dia bisa membalaskan dendamnya pada wnaita itu.
Dreeetttt dreeeettt dreeetttt
Tiba-tiba ponsel Arimbi bergetar. Saat dia mengeluarkan ponselnya, dia melihat Emir telah mengirimkannya sebuah pesan. Emir mengiriminya nomor telepon Rino, dia ingin agar Arimbi menambahkan nomor whatsapp Rino agar Rino bisa mengirimkan bukti bahwa Reza yang menaruh obat perangsang diminuman itu.
__ADS_1
“Nona Zivanna, maaf ya ada hal penting yang harus kuurus dulu. Beri aku tiga menit untuk menyelesaikannya.” ujar Arimbi yang tak sabar melihat apa yang dikirim Rino padanya.
Zivanna yang merasa kebingungan dengan sikap Arimbi pun semakin marah. Dia ingin menendang wanita itu tapi dia ingat kalau dia sedang memakai rok, jadi tidak mungkin dia melakukan hal itu.
Lagipula ini ditempat umum dan tidak bijak jika dia melakukan kekerasan seperti itu. Selain itu supir Keluarga Serkan sedang mengawasi mereka sejak tadi. Jadi Zivanna harus menahan diri untuk sementara.
Setelah Arimbi menambahkan nomor whatsapp Rino, pria itu langsung mengiriminya beberapa video singkat yang diambil dari rekaman CCTV dilokasi perjamuanulang tahun Zivanna.
Salah satunya adalah video saat Reza sedang memberikan obat perangsang diminuman itu. Dan video kedua memperlihatkan saat Reza yang sedang meminta seorang pleayan Keluarga Lavani untuk mengirimkan minuman yang sudah diberi obat itu kepada Arimbi.
Dan video yang terakhir memperlihatkan bahwa Arimbi yang sedang lalu lalang didalam rumah. Selama perjamuan itu dia memang tidak pernah meninggalkan rumah itu. Setelah menyelesaikan menonton ketiga video singkat itu, Arimbi terkagum-kagum oleh kepintaran para pengawal Emir.
Dia tidak sadar jika Reza sudah ada disana, tetapi bawahan Emir bahkan berhasil merekam Reza yang sedang meneteskan obat perangsang ke minuman itu.
Jadi tak heran jika semua orang berkata bahwa seseorang boleh menyinggung siapapun itu asal bukan Emir. Tiba-tiba Arimbi merasa sangat beryukur bisa melihat bagaimana cara Emir memperlakukannya dengan sangat baik. Kalau tidak, dia pasti sudah hancur berkeping-keping sekarang.
“Ah, aku sudah selesai Nona Zivanna. Apa kamu menungguku?”
Zivanna membalas menatapnya tajam, “Arimbi, aku tidak suka bermain-main dan berbasa basi dengan siapapun. Aku hanya ingin menanyakan padamu beberapa pertanyaan. Ini tentang yang telah dilakukan Reza di pesta ulang tahunku, apa itu ulahmu? Apa kamu begitu tidak tahu malu? Kamu benar-benar butuh lelaki? Kalau memang begitu, kamu bisa padaku dan aku akan memberimu puluhan lelaki dalam sekejap saja.”
Arimbi sudah memperkirakan bahwa banyak orang akan langsung menghubungkan insiden Reza dengan dirinya. Hal inilah yang membuatnya menganga karena dia tidak pernah keluar dari rumah lagi semenjak dia masuk kerumah itu. Selain itu, dia bahkan tidak melihat Reza sama sekali jadi bagaimana bisa dia menjebaknya?
__ADS_1
Meskipun dia sudah dilahirkan kembali tapi bukan berarti dia maha tahu semuanya dan bisa meramal apa pun yang akan terjadi. “Nona Zivanna, saya sedang malas sekali untuk menjelaskan. Bahkan meskipun aku menjelaskan pasti kamu tidak akan percaya karena sejak awal kamu sudang menuduhku sebagai pelakunya. Aku tidak bisa mengubah itu karena itu penilaianmu padaku.”