GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 141. MENGUMPULKAN BUKTI


__ADS_3

Perkataan Arimbi membuat Emir menegurnya, “Kamu pikir mainan yang kamu buat itu sampah?”


“No! Tentu saja bukan. Semuanya kubuat dengan susah payah dan dijualdi situs web-ku denga harga yang lumayan mahal. Aku menjualnya seharga ratusan ribu rupiah dan ada juga yang jutaan. Seperti ukiran kristal dan pahatan biasanya aku jual jutaan rupiah.” ujar Arimbi tersenyum.


“Baiklah, kalau kamu menginginkannya, aku akan memberimu mainan kecil setiap hari. Tapi kamu harus memastikan kalau semuanya aman.Karena saat aku semakin terkenal nanti, mainan-mainan ini pasti akan jadi koleksi dengan harga yang sangat mahal.”


“Hahahha…..baklah. Aku akan menyimpanya dan menunggu harganya naik. Tapi yang pernah kamu berikan pada Reza….”


“Aku akan mengambilnya kembali!” jawab Arimbi cepat.


Mendengar itu, Emir menjawab. “Bukankah tidak sopan meminta orang lain untuk mengembalikan semua hadiah yang sudah kamu berikan padanya, iyakan?” Emir menyembunyikan maksud hatinya yang sebenarnya. Padahal dia ingin meminta Arimbi mengambil semuanya kembali dari Reza.


“Aku tidak peduli! Karena kami sudah berpisah maka aku harus melakukan hal ini dengan benar.”


Meskipun dia berhenti mengatakan apa-apa tapi Emir tersneyum. Dia terlihat sangat puas oleh prinsipyang dipegang oleh Arimbi.


“Oh iya Emir! Apa kamu punya bukti bahwa Reza yang menjebakku tadi malam?”


Kalimat itu membuat Emir mendongak sekilas lalu menatap ke depan seolah tidak terjadi apa-apa, dia membiarka wanita itu melanjutkan apa yang hendak dikatakannya tentang peristiwa itu.


“Aku sangat mengenal sifat Amanda dengan cukup baik. Wanita itu pasti akan menuduhku atas insiden itu, jadi aku tidak bisa diam saja iyakan? Aku yakin dia akan menyebarkan rumor pada orang-orang diluar sana bahwa aku yang menjebak Reza tadi malam.”

__ADS_1


“Setelah Reza mengacaukan pesta ulang tahun Nona Zivanna semalam, pasti wanita itu mengamuk jadi dia tidak akan memaafkan Reza dalam waktu dekat. Karena rumor ini, mengakibatkan keluarga Kanchana sedang dalam keadaan panik dan kacau serta menganggap insiden itu sebagai bencana.” ujar Arimbi menjelaskan.


Emir mendengarkan analisi Arimbi dengan seksama. Dia ingin tahu sejauh mana istrinya menganalisa kejadian itu dan langkah apa yang direncanakan istrinya selanjutnya.


Apakah Arimbi benar-benar bertekad kuat untuk membalaskan dendamnya pada Amanda dan Reza? Apa yang sebenarnya telah terjadi sehingga istrinya itu seperti sangat menderita oleh kedua orang itu?


“Di sisi lain, Nona Zivanna malah akan menyalahkan Amanda kalau ini terjadi. Kalau itu benar terjadi maka Amanda akan menyinggung kedua belah pihak.” tambahnya lagi lalu berhenti sejenak menghela napas dalam-dalam sebelum melanjutkan bicara. “Akan lebih baik jika hubungan baik mereka selama ini berakhir gara-gara masalah ini. Dengan begitu keangkuhan Amanda akan terkikis sedikit.”


Arimbi ingin memisahkan Amanda dari Zivanna, agar wanita itu berhenti memberikan dukungannya pada Amanda dengan kejadian ini. Jika Amanda tidak lagi mendapatkan dukungan dari Zivanna maka mudah bagi Arimbi untuk menjalankan rencana balas dendam selanjutnya pada Amanda. Karena sudah tidak ada lagi yang melindungi Amanda.


Arimbi akan tetap mencari tahu keluarga kaya mana yang akan didekati Amanda untuk melindunginya maka Arimbi akan menghancurkan siapapun yang melindungi Amanda.


“Melihat sifat Amanda, dia tidak mungkin hanya duduk diam dan menonton keluarga Kanchana menjadi lemah dan hancur. Jadi dia pasti akan meminta para anggota keluarga Lavani untuk membantu mereka. Dengan cara ini tidak hanya Reza dan keluarganya berterima kasih pada Amanda, tetapi pernikahan mereka berdua sudah akan pasti dilaksanakan sebagai pembayaran hutang budi.”


“Emir, seandainya aku bisa mendapatkan bukti-bukti bahwa kejadian tadi malam semuanya direncanakan oleh Reza untuk menjebakku. Apakah menurutmu Nona Zivanna masih bisa membantu keluarga Kanchana karena Amanda? Apalagi kalau dia tahu Amanda menyukai Reza!”


Emir mengangguk samar.


“Disisi lain,Nona Zivana malah akan semakin menyalahkan Amanda kalau hal ini terjadi. Kalau itu benar terjadi maka Amanda akan menyinggung kedua belah pihak.”


Arimbi ingin memisahkan Amanda dan Zivanna supaya wanita itu berhenti memberikan dukungannya pada Amanda. Jika Zivanna membenci Amanda maka tidak akan ada seorangpun anggota keluarga Lavani yang akan membantu Amanda lagi.

__ADS_1


Karena selama ini Zivanna-lah yang meminta keluarganya untuk membantu dan melindungi Amanda sehingga membuat wanita itu besar kepala.


“Aku akan memberitahu Rino untuk mencarikan bukti-bukti itu untukmu.” ucap Emir mendukung. Karena istrinya akan membalas dendam maka sebagai suami sudah pasti Emir akan mendukungnya.


Setelah hening beberapa menit kemudian, dibawah gazebo kedua pasangan itu sedang menikmati sarapan mereka sedangkan Nenek Layla Serkan mengawasi mereka dari kejauhan bersama dengan kedua cucunya, Elisha dan Agha.


“Tidakkah kalian berdua merasa kalau kakak kalian memperlakukan Arimbi dengan istimewa? Rasanya tidak seperti sekedar hanya membalas budi saja. Mereka terlihat seperti pasangan suami istri.” Nyonya tua itu bertanya pada kedua cucunya tanpa mengalihkan tatapannya dari arah gazebo.


Agha yang sudah mengetahui kebenarannya tidak berani membuka mulut dan mengatakan apapun sementara dia terus menerus melirik adiknya Elisha.


Sambil tersenyum Elisha menjawab neneknya, “Bukankah itu bagus Nek? Menurutku Emir terlihat jauh lebih bahagia sekarang. Selain itu, Arimbi tidak sekampungan yang kita kira awalnya.Yah, meskipun dia memang dari kampung tapi yang paling penting adalah gadis itu sudah berhasil membuat Emir bahagia dan itu yang terpenting.”


Setelah dia mengenal Arimbi, Elisha merasa bahwa meskipun wanita itu terlihat jujur dan seperti tidak punya rasa dendam, tetapi wanita itu tidak mudah dipahami maupun dimanfaatkan. Dengan kata lain kepribadiannya lebih dari sekedar apa yang ditunjukkanya diluar.


Sambil mendesah, Layla menambahkan, “Kalau keadaan kakakmu seperti ini, aku tidak akan keberatan Arimbi berada disisinya Tapi kalau dia sudah sembuh nanti, Arimbi harus pergi karena Emir berhak mendapatkan wanita yang jauh lebih baik.”


Perkataan neneknya membuat Agha terkejut. Apa neneknya bermaksud untuk mengusir Arimbi pergi saat Emir sudah sembuh nanti? Itu sama saja bunuh diri. Agha mengenal kakaknya dengan baik, jika Emir sudah menyukai wanita itu maka dia tidak akan pernah melepaskannya.


Dari yang dia lihat setelah memperhatikan hubungan keduanya, kakaknya memang memperlakukan Arimbi berbeda. Dia memanjaka istrinya itu dan itu berarti Emir akan selalu melindungi wanita itu.


“Nenek bukankah nenek sendiri yang menyuruh orang untuk membahas pernikahan dengan keluarga Rafaldi? Kenapa nenek tidak mau gadis itu berada disisi Emir sekarang? Kurasa Arimbi sebenarnya gadis yang cukup baik. Dan dia cocok dengan Emir. Maksudku jodoh! Ya kurasa mereka memang berjodoh! Mana ada gadis lain yang mau menerima Emir dalam keadaan seperti itu?”

__ADS_1


__ADS_2