GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 59. MENGGIGIT BIBIR EMIR


__ADS_3

Emir bahkan dengan sengaja mendekatkan pengering rambut itu ke ponsel agar suaranya semakin kencang. Tarikan rambutnya membuat Arimbi berteriak pelan meskipun Emir tidak merontokkan rambutnya. Suara prngeting rambut yang bising membuat Emir tersenyum. Sedangkan Reza yang berada diseberang telepon merasa kesal.


“Arimbi! Ada apa? Dimana kamu? Kenapa tiba-tiba ribut begitu?” tanya Reza. Dia yang mendengar suara ribut pun penasaran.


“Aku tidak tertarik untuk ikut menemui klienmu dan aku juga tidak akan datang!” Arimbi menolak mentah-mentah ajakan Reza setelah dia mengingat kejadian yang sama terjadi di kehidupan sebelumnya. Dia tahu betul bahwa pertemuan malam ini adalah jebakan, lantas mengapa ia akan ikut dengan sukarela dan masuk dalam jebakan mereka?


Meskipun ini berarti bahwa dia tidak akan pernah tahu dengan siapa dia pernah tidur di kehidupan sebelumnya, tapi itu tak penting lagi. Dia telah memilih jalan berbeda dalam kehidupan barunya ini.


“Arimbi! Ikut denganku ya. Aku membawakanmu hadiah. Apa kamu masih di rumah Keluarga Serkan ya? Aku akan datang menjemputmu.”


Reza membuat suaranya terdengar tenang berharap dia dapat menjebak Arimbi agar ikut dengannya.


“Reza! Apa kamu tidak capek ya berpura-pura terus? Pura-pura mencintaiku pula. Apa kamu tidak khawatir jika Amanda mungkin cemburu? Kamu benar-benar mengira aku tak tahu apa-apa karena aku dibesarkan didesa ya?”


“Oh iya, kamu tidak perlu repot-repot datang kesini menjemputku atau kamu akan menanggung akibatnya.” ucap Arimbi dengan suara penuh hinaan.


“Arimbi, jangan salah paham. Satu-satunya wanita yang kucintai adalah kamu! Benar-benar hanya kamu! Amanda dan aku hanyalah teman biasa saja. Arimbi----”


Arimbi langsung mengakhiri panggilan tak ingin mendengar apa-apa lagi. Setelah menutup panggilan, Emir pun mematikan pengering rambut.


“Reza memintamu untuk pergi menemui klien bersamanya?” tanya Emir.


“Aku menolaknya! Emir, aku tahu kedudukanku dalam hidupku sekarang, jadi jangan khawatir ya. Aku ingin menghabiskan seumur hidupku bersamamu dan aku tidak akan pernah selingkuh darimu.”

__ADS_1


Emir menatap Arimbi dengan serius.


“Emir, keluargamu memiliki lumayan banyak anjing kan? Bolahkah aku meminjamnya?”


“Untuk apa?” tanya Emir mengeryitkan dahi. ‘Apa yang direncanakan istriku ini?’


Tatapan Arrimbi menyorotkan kebencian, “Walaupun aku sudah menolak permintaan Reza, dia itu sangat egois dan mau menang sendiri. Dia tidak akan diam saja sampai dia bisa mendapatkan apa yang dia mau! Kalau dia datang menjemputku, aku mau melepaskan anjing-anjing itu kearahny!” seringai muncul diwajah Arimbi saat mengucapkan itu.


Reza adalah orang yang akan tunduk pada Emir. Kalau anjing-anjing dirumah keluarga Serkan menggigit Reza, dia tidak akan berani meminta ganti rugi ataupun melaporkan keluarga itu. Oleh karena itu Arimbi ingin membuat Reza sial saat datang nanti!


“Anjing-anjing galak itu milik keluargaku. Kamu yakin mau menggunakannya melawan Reza? Bagaimana kalu hatimu mulai sakit karena melihatnya terluka? Apa kamu akan diam-diam membunuh anjing-anjingku?” kata Emir.


“Emir! Apa aku terlihat seperti itu?”


Arimbi memajukan bibirnya, “Bukannya kamu sudah memeriksa informasi tentang aku? Apa masih belum jelas? Apa lagi yang kamu mau tahu tentangku?”


Arimbi dengan sengaja mendekati Emir, rambutnya yang baru saja dikeramas terurai dihadapan Emir. Saat aroma wangi rambut wanita itu terhembus oleh Emir, matanya berubah sendu.


“Emir sayang, katakan padaku. Seberapa dalam kamu mau mengenal diriku?” Arimbi bicara dengan suara lembut nan manja sambil mengerjapkan matanya. Sikapnya itu sangat menggoda membuat Emir mengutukinya didalam hati.


Tangan lentik Arimbi pun bergerak membelai leher Emir sebelum turun menyentuh kerah bajunya. Dia bersandar sangat dekat ke telinga pria itu untuk berbisik tapi Emir malah mendorongnya. Arimbi yang tak menyadari gerakan cepat tangan Emir yang mendorongnya pun terjatuh ke lantai dan menangis.


Emir bingung dan ingin membantunya berdiri tapi dia langsung berhenti karena dia duduk dikursi roda sembari memelototi Arimbi. ‘Wanita tak tahu malu ini perayu handal nan cerdik!’ bisiknya hatinya.

__ADS_1


Arimbi berusaha berdiri dan memijat pinggulnya sembari memelototi pria dihadapannya. Sepasang suami istri itu saling memelototi seakan mereka sedang bersaing untuk mengetahui mata siapa yang lebih besar dan tahan melotot.


Tiba-tiba Arimbi langsung bersandar dalam pelukan Emir dan memegang wajah pria itu dengan kedua tangannya sebelum wanita itu menggigit bibir Emir. ‘Aduh! Sialan!’ kutuk Emir dalam hati.


Dia merasakan sakit dibibirnya akibat digigit Arimbi. ‘Gila! Dia benar-benar menggigitku? Apa dia itu anjing? Kenapa dia suka sekali menggigitku?’


Emir kesakitan tapi dia tidak mendorong Arimbi, hal itu membuat Arimbi semakin berani. Tangannya bergerak turun dari wajahnya dan mulai membelai dada Emir. Pria itu merasa malu dan sedikit kesal tapi agak bersemangat…..dia ingin lihat sampai sejauh mana istrinya itu akan bertindak.


‘Ada apa denganku? Kenapa aku malah bersemangat begini dengan tingkah wanita tak tahu malu ini?’


“Arimbi Saraswaty Rafaldi!”


Arimbi membelai dada bidang Emir membuatnya tak tahan lagi sehingga Emir meronta untuk mendorongnya lagi. Tapi kali ini Arimbi lebih siap dan dia tidak terjatuh. Dia mundur beberapa langkah sebelum mengembalikan keseimbangannya. Ketika dia sudah berdiri tenang dan menatap Emir.


Dia melihat wajah tampan pria itu yang terpahat indah tampak merona. Telinganya pun memerah membuat Arimbi merasa sangat senang. ‘Aihhhh polos sekali suami tampanku ini! Aww…..gimana ya rasanya kalau aku mencoba merayunya lebih jauh?’ pikiran Arimbi mulai lagi dipenuhi berbagai ide-ide jahat untuk menjahili suaminya.


Emir melihat tatapan mata Arimbi yang tak berkedip itu nampak menggoda dan hendak menariknya dan ingin memberi wanita itu pelajaran tanpa ampun yang akan membuatnya tidak bisa berjalan berhari-hari. Tapi Emir berpikir lagi kenapa dia malah menginginkanya untuk merasakan itu? Dia pun mulai merasa bimbang, lalu mengutuk Arimbi dihatinya, ‘Dasar perayu! Huh! Wanita ini perayu cerdik yang mencoba mencuri hatiku!’


“Jangan tertawa atau kututup mulutmu dengan selotip!"


Arimbi mengacuhkan ancaman Emir lalu tersenyum manis, “Hahahaha….kamu adalah bocah paling lugu yang pernah aku temui, Emir sayang! Kamu ingin menutup mulutku dengan selotip? Yaaahhh…..kukira kamu akan menutup mulutku dengan mulutmu yang seksi itu! Rasanya kan beda, Emir! Lebih enak...awww..!”


“Arimbi!” Emir sudah tidak tahan melihat kegenitan istrinya itu dan merasa malu disaat bersamaan. “Jangan panggil aku bocah! Aku bukan anak kecil! Aku bisa membuat anak kecil!”

__ADS_1


“Baiklah-baiklah. Tenang saja ya, kamu ini sangat menakutkan kalau marah.” Arimbi berhenti tersenyum dan memasang wajah imut, “Aduhhhhh….aku takut sekali! Emir sayang bisa buat anak kecil? Ayok kita buat.”


__ADS_2