
Diatas pelaminan tampak Reza dan Ruby yang tak henti-hentinya tersenyum bahagia. “Apa kamu mau menemaniku mengucapkan selamat kepada pengantin?” tanya Arimbi pada Emir yang langsung mengangguk tersenyum.
Arimbi menggandeng tangan Emir dengan langkah tenang dan anggun, tatapannya angkuh mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, mengintimidasi siapapun yang menatapnya.
Senyum manisnya tersungging dan saat itulah semua orang menyadari betapa cantiknya Arimbi malam ini. Dan sikapnya jauh berbeda dari sebelumnya, dia tampak seperti wanita bangsawan yang berkelas.
Cantik dan mendominasi, Arimbi sama sekali tidak ragu ketika dia melangkah beriringan bersama suaminya. Ketika mereka tiba diatas pelaminan, ekspresi wajah Ruby langsung berubah begitu pula dengan kedua orang tua Reza.
Yessi yang sangat membenci Arimbi dan melihat wanita itu kini ada dihadapannya dengan penampilan dan sikap yang berbeda membuatnya semakin marah. Hidup anaknya kacau balau sejak Arimbi mencampakkan Reza dan terpaksa menikahi Ruby. Keluarga Kanchana yang sudah berada diambang kebangkrutan, lagi-lagi terpaksa mengeluarkan uang banyak untuk pernikahan mewah yang konyol ini.
“Selamat untuk kalian berdua ya.” ucap Arimbi menyalami Ruby dan Reza dengan percaya diri dia menghampiri kedua orang tua mempelai dan menyalami mereka. Saat tiba didepan Yessi, dia langsung berbisik di telinga Yessi.
“Selamat Nyonya Kanchana. Anda mendapatkan menantu yang sepadan untuk putramu! Semoga kamu bisa menikmati hari-harimu sebagai mertua.”
Kata-kata Arimbi itu penuh makna, dan Yessi akhirnya sadar apa maksud perkataan Arimbi. Tapi dia menahan diri untuk tidak melabrak wanita itu karena kini Arimbi bukan orang biasa. Dia wanita terkaya dan terkuat, bagaimana mungkin dia bisa mencari masalah dengan wanita itu? Yessi hanya bisa mengepalkan tangannya menahan emosi.
Arimbi kembali ke mejanya dengan senyum penuh kemenangan. ‘Ini belum seberapa. Tunggulah sebentar lagi, kalian akan merasakan bagaimana rasannya berada diatas awan lalu terhempas keras ke bumi! Apakah kalian masih akan punya keberanian menunjukkan wajah didepan orang-orang?” gumamnya dalam hati.
Emir yang datang hanya untuk menemani istrinya, menyibukkan diri dengan ponselnya dan membalas beberapa email dari klien. Dia tidak peduli banyaknya wanita-wanita yang menatapnya dengan tatapan penuh pesona. Istrinya jauh lebih cantik dibandingkan semua wanita itu. Arimbi yang menyadari tatapan para wanita yang mengarah pada suaminya.
Dia tersenyum meraih tangan Emir dan meletakkan dipipinya, membuat Emir terpana menatap senyum manis istrinya. Dia mengutuk didalam hatinya, ingin membawa istrinya lari dari tempat itu. Tapi dia harus bersikap sebagai suami yang baik. Dia tahu istrinya punya rencana sendiri malam ini jadi dia hanya bisa diam dan mengikuti permainan Arimbi.
__ADS_1
Tiba-tiba, Arimbi mencium bibir Emir dengan lembut membuat pria itu terkejut. “Kau ingin jadi tontonan orang di pesta ini?” bisiknya pada Arimbi. Wajahnya berseri, istrinya ini cukup berani menciumnya dihadapan semua orang tapi Emir merasa senang. Karena dia tahu saat itu juga para wanita membuang wajah mereka merasa malu.
Emir tersenyum, membuat para tamu tidak melewatkan pemandangan indah ini. Mereka tidak pernah melihat Emir tersenyum hangat seperti itu apalagi sikapnya yang terlihat posesif memeluk pinggang istrinya.
Mereka tidak menyangka jika pasangan itu sangat romantis. Beberapa wanita yang pernah menolak Emir dan mencemoohnya setelah kecelakaan itu mengatupkan bibir tak sanggup berkata-kata.
Arimbi bukanlah wanita biasa yang bisa mereka cemburui, untuk kecantikan saja Arimbi sudah mengantongi skor 95. Tak hanya cantik, Arimbi juga terlihat begitu tulus mencintai Emir.
Sungguh beruntung sekali dia menikahi Emir dan sekarang menjadi wanita terkaya yang paling berkuasa. Pasangan itu juga tampak serasi, tampan dan cantik. Itulah rata-rata yang mereka bisikkan. Mereka melupakan bagaimana sikap mereka dulu pada kelumpuhan Emir.
Tak jauh dari sana tampak Amanda dan Gio berpasangan menatap Arimbi dengan tatapan cemburu dan iri. Dia menatap Arimbi yang sesekali menggoda suaminya dan mereka terus bicara dan tertawa bahagia. Emir menatap orang-orang yang melirik kearah mereka, dia tahu semua orang memasang topeng dengan datang ke pesta ini.
Mengingat status keluarga Zimena yang bukan masuk kalangan keluarga kaya tak mungkin orang-orang ini datang ke pesta pernikahan Reza. Semua karena keluarga Lavani yang mengundang mereka sehingga tak ada yang bisa menolak. Sementara itu Joana melirik Dilon memberikan kode pada pria itu untuk melakukan rencananya.
Sejak tadi mereka memperhatikan gerak gerik pasangan suami istri itu. “Arrrrggggg…..melihat Emir membuatku sangat marah! Kenapa malam itu bukan dia yang tidur denganku.” geram Zivanna.
“Tenang saja Zivanna! Aku punya cara untuk memisahkannya dengan Arimbi. Tunggu saja waktu yang tepat. Dan kau akan menyandang gelar Nyonya Serkan.” ucap Johan menyakinkan adiknya.
“Benarkah? Apa itu bisa terjadi? Dia melihat sendiri kejadian malam itu! Bagaimana dia bisa menerimaku sebagai istrinya nanti?”
“Kamu jangan pikirkan itu! Bersabarlah Zivann, kamu tahu apa kesalahanmu? Kamu tidak pernah bisa sabar! Lihatlah bagaimana Arimbi selalu mengalahkanmu, dia selalu bersabar menunggu dan saat waktunya sudah tepat dia menyerang dan merebut apa yang dia inginkan. Kamu tahu apa yang terjadi pada Amanda bukan? Apakah selama ini Arimbi mengkonfrontasinya? Tidak bukan?”
__ADS_1
“Ya kamu ada benarnya juga. Arimbi melakukannya perlahan dan tenang seolah dia tidak peduli.”
“Nah, itu yang harus kamu lakukan juga. Bersikap tenang dan jangan gegabah. Kalau kamu ingin mengalahkan Arimbi maka jadilah seperti dia! Berpikirlah seperti dia. Ikuti polanya.”
Saat acara masih berlangsung, banyak orang menggunakan kesempatan untuk menjalin relasi baru.
Orang-orang mulai beramah tamah begitu juga dengan Emir yang selalu disambangi oleh pengusaha yang membuat Arimbi tidak tertarik dengan percakapan yang membosankan. Dia pun meninggalkan Emir menjauh dan memilih sudut yang sepi untuk menghilangkan kebosanan.
Dia menaiki tangga dan keluar menuju balkon, udara malam ini lumayan sejuk karena beberapa hari ini kota diguyur hujan lebat. “Kau mulai bosan?” sebuah suara mengagetkan Arimbi.
Dia berbalik dan menatap seorang pria tampan mirip dengan Emir yang sedang tersenyum padanya. Melihat keramahan itu membuat Arimbi mengeryit.
“Kenalkan aku, Aysel sepupunya Emir.” pria itu mengulurkan tangan ramah. “Ini pertama kalinya kita bertemu kakak ipar. Aku baru kembali dari luar kota, aku memegang perusahaan disana.”
“Oh, senang bertemu denganmu.” ucap Arimbi tersenyum ramah. Dia belum pernah bertemu dengan sepupu Emir sebelumnya.
“Boleh kutemani?” tanya Aysel sopan,
“Tentu saja. Tapi aku lebih suka sendirian sebenarnya aku kesini karena merasa bosan didalam.” balas Arimbi yang menghindari ramah tamah yang membosankan.
Apalagi tatapan para wanita yang dulu mengidolakan Emir membuatnya tak ingin duduk berlama-lama disana. Aysel terus bicara dan Arimbi hanya menjawab singkat sampai matanya tertuju pada dua sosok di halaman samping.
Emir dan Samantha. Arimbi tahu siapa Samantha karena Elisha pernah cerita padanya. Dulu keluarganya menjodohkan Samantha dengan Emir. Namun Emir tidak tertarik pada wanita itu yang menurutnya licik dan tidak tulus.
Perjodohan itu terjadi jauh sebelum kecelakaan terjadi, tapi Samantha yang tinggal di luar negeri mendadak menghilang setelah mendengar kecelakaan yang menimpa Emir yang membuatnya lumpuh.
Arimbi tersenyum, dia sangat tahu kisah kedua orang itu. Dia tidak akan membiarkan wanita itu mendekati suaminya. Arimbi berbalik dan bergegas menuruni tangga meninggalkan Aysel yang masih bicara. Arimbi melangkah pasti melewati para tamu yang sibuk dengan aktifitas masing-masing.
__ADS_1
Tujuannya adalah Emir. Samantha menatap Emir dengan jantung yang berdegup kencang. Sudah tiga tahun dia tidak melihat sosok itu bukan keinginannya jika dia menghilang. Melupakan perjodohan yang sudah diatur kedua keluarga.