
Pada saat itu Arimbi tidak bisa tidak menahan senyumnya, “Aku tidak akan pernah minta cerai, Emir. Lagipula aku telah terikat pada pria yang begitu kuat sepertimu. Aku cukup nyaman menikmati kekayaanmu dan punya suami tampan luar biasa sepertimu.”
“Kamu pasti mengira aku kaya dan berkuasa, jadi itu sebabnya tanpa malu kamu memintaku untuk menikahimu, iyakan?”
“Tidak! Bukan begitu sayang.”
“Katakan apa alasan dibalik keputusanmu waktu itu?”
“Aku berterima kasih atas apa yang telah kamulakukan untukku, jadi aku ingin membalas budi padamu. Tapi aku tidak punya uang sepeserpun. Jadi aku hanya bisa menawarkan diriku sebagai bayaran atas kebaikanmu.” jawab Arimbi.
“Kamu cukup pandai mengarang cerita. Kamu harusnya jadi penulis saja! Aku bisa menghubungi beberapa penerbit untukmu. Aku yakin penerbit akan menerbitkan karyamu dan pasti akan jadi buku paling laris.” saran Emir mengejeknya.
Emir punya banyak uang, jadi begitu bukunya diterbitkan dengan jentikan jarinya dia bisa dengan mudah membeli semuanya. Sementara itu Arimbi tertawa mendengar perkataan suaminya. “Haha….terima kasih telah menunjukkan cara untuk menghasilkan lebih banyak uang, Emir. Aku akan menulis sesuatu di waktu luangdan mengirimkannya untuk diterbitkan.”
“Kalau buku ku laris, aku akan menjualnya untuk dijadikan film atau desain game berdasarkan cerita buku ku juga. Aku pasti akan mengumpulkan uang banyak. Idemu bagus juga, sayang.” ucapnya dengan senyum puas. Benaknya langsung memikirkan beberapa ide lain untuk menghasilkan uang banyak tentu saja dengan menggunakan kekuasaan suaminya.
“Emir, jangan tanya kapan kamu membantuku. Bagaimanapun itu memang terjadi dan kamu mengulurkan tangan padaku saat aku jatuh terpuruk. Aku bisa merasakan kebaikan yang tulus darimu dan itu adalah sesuatu yang tidak akan kulupakan selama sisa hidupku.”
“Tentu saja tidak dapat disangkal, kamu adalah orang yang sangat kayadan berkuasa.” kata Arimbi lagi menambahkan.
Emir mendengus mengejeknya dan berkata, “Kadang kamu tampak seperti pengecut, tapi kemudian berubah jadi beranu. Tapi kamu bukan pemberani karena terkadang kamu bisa jadi pemalu.”
Hanya Arimbi satu-satunya orang yang tidak tahu malu mengatakan kalau dia menikmati kekayaan Emir setelah menikahinya. Tapi Emir tidak sedikitpun tersinggung atau muak dengan kata-katanya yang membuatnya terkejut pada perubahan dirinya sendiri. Entah bagaimana, Emir merasa sangat bangga telah dikendalikan oleh istrinya. Aneh sekali!
__ADS_1
“Arimbi.”
“Iya, sayang.”
“Begitu hubungan kita diumumkan ke publik, kamu harus menghadapi bayak masalah. Apa kamu takut untuk menghadapinya? Jangan berbicara tentang opini publik dulu, bahkan dirumah saja nenek dan ibuku akan menjadi sumber sakit kepalamu. Neenk mungkin tampak ramah dan seperti sosok seorang nenek tapi dia bisa berubah menjadi orang paling kejam yang pernah ada.”
“Jangan khawatirkan aku sayang. Aku sadar kalau nenek punya keterampilan yang hebat dalam menjalankan rumah tangga dan menangani berbagai hubungan. Dia dulunya sosok yang tangguh didunia bisnis saat dia berdiri disisi kakekmu. Dia kejam dalam caranya menstabilkan perusahaan dan membesarkan cucu yang hebat sepertimu.”
“Jadi aku tidak berpikir dia akan menjadi wanita baik dan ramah. Dia memang memiliki titik lemah, mau bagaimanapun kamu adalah titik kelemahannya. Dia sangat menyayangimu jadi dia pasti mempertimbangkan perasaanmu. Terlepas dari berapa besar dia tidak menyukaiku, hal buruk yang bisa dia lakukan adalah membuat hidupku sengsara. Tetapi dia tidak akan melakukan sesuatu yang lebih dari itu.”
Arimbi berhenti sejenak menghela napas lalu melanjutkan kalimatnya, “Nenek akan takut memicu kemarahanmu. Bagaimanapun, aku hanya perlu berpegangan erat pada kekayaanmu dan aku seharusnya tidak terkalahkan. Aku tidak perlu takut pada apapun karena kamu akan berada disana untuk membelaku.”
“Kamu satu-satunya orang yang bisa membuat pernyataan tak tahu malu seperti itu terdengar jadi hebat. Kamu memang luar biasa.”
Emir menoleh untuk memandangnya dan memperhatikan bahwa Arimbi memasang ekspresi puas diwajahnya. Pada saat itu dia tidak tahu bagaimana harus bereaksi.
Namun Emir tahu bahwa ini adalah hasil dari dia menyayangi istrinya. Layla tidak akan berani melakukan hal buruk tanpa kasih sayang Emir pada Arimbi. Sepasang suami istri itu berjalan sambil berbincang hingga mereka tiba kembali dirumah mereka. Arimbi langsung mendorong kursi rodanya ke kamar dan begitu dia menutup pintu, Arimbi berbalik dan bersandar dipintu dan mencibir dingin padanya,
Sementara itu, Emir tetap bersikap tenang saat dia menggerakkan tangannya untuk membuka kancing kemejanya. Arimbi heran dengan sikapnya dan tidak bisa menahan diri untuk bertanya, “Emir, apa kamu ingin melepaskan bajumu? Kenapa kamu membukanya? Apa kamu merasa panas? Atau mau mandi? Mau aku mandikan sekalian?”
Emir tak mengacuhkannya dan terus membuka kancing kemejanya perlahan dan setiap gerakannya memperlihatkan otot dadanya yang kencang dan seksi terpampang indah didepan Arimbi.
Mata Arimbi bersinar saat melihat itu. Wanita mana yang tahan saat melihat pemandangan indah didepannya. Tanpa sadar Arimbi menelan salivanya.
__ADS_1
“Kamu ingin bermain denganku kan? Aku hanya mencegahmu merobek bajuku seperti biasanya. Jadi aku berinisiatif membukanya duluan untukmu. Kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan, kamu mau mencubitku, merabaku atau menggigitku. Semua ku pasrahkan padamu istriku yang tak tahu malu dan nakal! Jika ada yang bertanya padaku tentang itu besok saat aku kembali ke perusahaan, aku akan memberitahu mereka bahwa aku punya anak kucing ganas dirumahku dan aku digigit kucingku.”
Arimbi berkata dalam hati, dia terus saja mengatakan aku tak tahu malu, tapi dia jauh tidak tahu malu!
“Bukalah kalau begitu. Kamu harus telanjang jika kamu punya nyali dan biarkan aku mengambil foto telanjangmu lalu ku jual di medsos. Aku yakin aku akan mendapatkan uang banyak.”
Saat itu Emir berhenti membuka bajunya dan mengangkat kepalanya menatap Arimbi dengan tatapan dingin dimatanya. Dia memperingatkannya dengan suara dingin dan dia sepertinya berbicara dengan gigi terkatup, “Arimbi, aku memperingatkanmu, akan ada konsekuensinya jika kamu berani menjual fotoku di medsos.”
Arimbi melemparkan salinan kata nikah keatas tempat tidur besar yang tidak terlalu jauh dari mereka lalu berjalan menghampiri suaminya.
Selanjutnya Arimbi meletakkan kedua tangannya dikedua sisi kursi roda dan membungkukkan tubuhnya lalu tersenyum nakal padanya. “Emir, aku sangat takut.”
Sedangkan Emir meringis sebagai tanggapan pada sikap istrinya.
“Aku tahu kamu pasti takut telanjang, jadi aku tidak akan mendapatkan kesempatan untuk mengambil foto untuk diunggah.” ujar Arimbi tersenyum.
Pada saat itu Emir pun berpikir bahwa dia harus membuat istrinya itu bungkam dan tak bisa berdiri suatu hari nanti. Dia bertekad akan membuat Arimbi memohon belas kasihan padanya saat itu.
Tunggu dan lihat saja! Dia akan membalaskan dendamnya saat dia sudah pulih, dia akan membuat Arimbi tidak bisa bangun dari tempat tidur setelah sepuluh ronde.
Sementara itu dibenak Arimbi, Emir apa kamu sungguh serius bisa melakukan sepuluh ronde?
Emir berpikir, ya mungkin saja kenapa tidak? Hah! Memalukan. Aku seharusnya tidak membuat klaim yang berlebihan. Arimbi bertubuh kecil tapi saat mereka bercinta, Emir tahu kalau wanita itu cukup kuat staminanya.
__ADS_1