GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 230. PERGI MEMANCING


__ADS_3

Gio hanya berencana untuk mengundang beberapa teman dekatnya saja untuk makan bersama di hari ulang tahunnya karena dia tidak ingin membuat pesta besar. Pada akhirnya Amanda pun mengantarkan Zivanna sampai ke lift. Hanya setelah Zivanna masuk kelift dan pintu lift itu tertutup, dia kembali keruang kerjanya.


...*******...


Didalam kantor Serkan Global Group. Pada saat itu Emir keluar dari kantornya, Rino datang dan mendorong kursi rodanya selagi melapor. “Tuan Muda Emir, saya mendapatkan telepon dari Brian yang menginformasikan bahwa Nona Zivanna Lavani telah pergi ke kantor Rafaldi Group. Sepertinya dia mencari tahu dimana keberadaan Nyonya Muda Arimbi. Tapi, karena Nyonya Muda tidak ada di kantor, Nona Zivanna dengan cepat pergi dari sana.”


Emir mengangguk, lalu memerintahkan dengan suaranya yang dalam, “Beritahu Brian untuk terus mengawasi Zivanna Lavani diam-diam. Jika wanita itu berencana melakukan sesuatu pada Arimbi segera beritahu Brian dan yang lain untuk menyelesaikan situasi seperti rencana.” Emir tahu betul kemampuan istrinya. Zivanna sendiri tidak akan bisa mengalahkan Arimbi.


“Mengerti.” Rino mendorong Emir kedalam ruang meeting. Aslan mengambil alih kursi roda Emir dari Rino dan membawa Emir ketempatnya didalam ruang meeting. Setelah itu Rino mengulang perintah Emir kepada Brian untuk terus mengawasi Zivanna Lavani. Emir mengetahui betul sifat Zivanna dan Michela. Dia tahu bahwa Michele pasti akan membocorkan informasi kepada Zivanna.


Entah dengan sengaja atau tidak, saat dia meminta Michele mendesain empat puluh set pakaian sehari-hari untuk Arimbi, pastilah Michele langsung memberitahukan Zivanna. Karena Zivanna telah gagal mendapatkan Emir dulu, melihat betapa arogannya wanita itu, pasti Zivanna akan mempersulit Arimbi.


Karena kecemburuan Zivanna yang luar biasa, melihat kedekatan Arimbi dengan Emir. Inilah alasan kenapa Emir berusaha merahasiakan persiapan pesta pernikahannya untuk menghindari masalah. Dia berencana akan mengadakan pesta di hotel miliknya dan undangan pun hanya akan dibagikan sehari sebelum hari H nanti.


Padahal Aslan sudah memberinya ide untuk menyebarkan undangan beberapa hari sebelum acara tapi tidak memuat nama pengantin wanitanya di undangan sehingga semuanya terkesan rahasia.


Tapi dengan beberapa pertimbangan, Emir tidak menyukai ide itu. Karena dia juga memikirkan anggota keluarganya ada yang tidak suka pada Arimbi. Mereka bisa saja bicara pada orang luar untuk melakukan sesuatu pada Arimbi.


Dia pun akan merahasiakan pesta pernikahan dari keluarganya sampai menjelang hari H baru dia akan mengatakan pada mereka. Sedangkan semua persiapannya dia serahkan pada anak buahnya sehingga tidak akan ada kebocoran informasi apapun ke pihak luar. Dia ingin memberikan pernikahan sempurna untuk Arimbi dan menjamin keselamatannya.


Alasan kenapa Emir tidak memberikan Arimbi pengawal. Yang pertama, karena Emir tahu Arimbi bisa melindungi dirinya sendiri. Yang kedua sebagai bentuk latihan untuk Arimbi sebagai istri pria terkuat di Metro, Arimbi harus melewati rintangan yang sangat banyak termasuk konspirasi dan tipu daya yang tiada hentinya.

__ADS_1


Namun, mengesampingkan itu semua, Arimbi tetaplah istri tercintanya yang tidak mungkin dia acuhkan begitu saja tanpa perlindungan. Jadi dia mengutus pengawal untuk mengawasi gerak gerik Zivanna.


Dengan begitu, dia bisa tahu persis kapan untuk pergi menyelamatkan istrinya saat Zivanna membuat masalah dan Emir akan datang seperti kesatria pelindung Arimbi.


Disisi lain, Emir merasa kalau apa yang dia lakukan ini berlebihan. Lagipula, Arimbi pasti akan menghancurkan Zivanna jika mereka berdua memutuskan untuk bertarung satu lawan satu.


Walau itu berarti Arimbi akan langsung bermusuhan dengan Keluarga Lavani. Namun dibalik itu semua, dengan aku dibelakangnya, apa yang perlu ditakutkan? Pikir Emir.


...*********...


Jordan membawa Arimbi untuk memancing di sungai yang memiliki kedalaman tiga meter dan lebar sungai sekitaran lima meter. Air di sungai itu terlihat jernih dan bersih sehingga mereka bisa melihat ikan yang berenang mengitari sungai meski berada dipinggiran sungai.


“Temanku yang memberitahu. Sudah ada banyak orang yang tahu tempat ini. Kamu bisa melihat ratusan alat pancing di pinggir sungai ini kalau kamu datang di akhir pekan.


Jordan mengajak Arimi ke tempat di pinggir sungai yang berada dibawah sebuah pohon besar. Lalu dia menurunkan ember yang dibawanya. “Tempat ini jauh dari perkotaan tapi tidak terlalu jauh karena masih dekat dengan kota kecil dan desa-desa disekitar. Aku yakin selama perjalanan tadi kamu bisa melihat ladang pertanian.”


“Di dekat sini juga ada banyak pertanian dan peetrnakan. Orang-orang yang pergi memancing disini di akhir pekan biasanya makan siang di peternakan dan pertanian itu, mereka bisa makan sayuran segar dari ladang-ladang disekitranya. Karena kita sendiri yang mencari bahan makananya jadi kita akan tahu kesegaran bahan-bahannya. Rasanya sangat berbeda dengan apa yang biasa disajikan di hotel.” ujarnya menjelaskan pada Arimbi.


Sayuran yang di panen langsung memang memiliki cita rasa yang lebih jika dibandingkan dengan apa yang dijual di pasar. Banyak sayuran yang dijual dipasar berasal dari perkebunan besar dari pabrik-pabrik besar yang menggunakan pestisida dan pupuk berlebihan. Jadi rasanya tidak sama dengan sayuran segar yang berasal dari pertanian desa.


“Aku akan mengantarmu ke pertanian lokal area ini dan kita bisa memesan tempat untuk makan nanti. Tentu saja kita harus mengantri kalau kita memesan mendadak.” lanjut Jordan lagi.

__ADS_1


Arimbi tersenyum, “Sekarang bukan akhir pekan. Apa masih banyak orang-orang yang memancing meski bukan akhir pekan?”


“Iya. Ini adalah sungai paling bersih di Metro jadi banyak nelayan yang mencari nafkah di sungai ini. Pertanian disini juga menyajikan makanan yang istimewa dan itu jadi alasan yang cukup untuk datang kesini. Kamu pasti akan mengerti apa maksudku saat kamu mencobanya nanti.” jawab Jordan.


“Sepertinya aku tidak bisa makan siang dengan anda. Aku harus berada dirumah tepat waktu hari ini.”


jawab Arimbi dengan nada maaf. Emir telah memberitahunya bahwa dia akan mengantarnya untuk daftar kursus etiket sore ini. Dia telah menyiapkan semuanya untuk itu, jadi dia tidak akan membuat Emir melanggar janjinya dengan orang lain jika Arimbi melanggar janjinya pada Emir.


Meskipun tidak ada yang menyalahkan Emir untuk itu, Tapi reputasinya bisa tercoreng. Karena Emir terllau baik pada Arimbi jadi dia merasa kalau dia harus menjaga nama baik suaminya itu.


“Apa kamu ada rencana dengan orang lain?” tanya Jordan.


“Iya.”


Jordan mulai melemparkan umpan pancingnya selagi duduk memperhatikan Arimbi. “Kamu sebaiknya memfokuskan diri pada satu hal ketika kamu berniat untuk melakukannya Nona Arimbi. Kamu bisa kehilangan segalanya jika kamu mencoba melakukan semua bersamaan.”


Arimbi tahu kalau Jordan tidak senang dengan penolakannya. “Terima kasih atas sarannya, Tuan Jordan.


“Tapi aku tidak bisa menolak orang yang akan aku temui, karena dia mungkin akan membakarku hidup-hidup jika aku melanggar janjiku. Jadi tolong maafkan aku, tuan Jordan.


“Membakarmu hidup-hidup? Orang itu terdengar lebih tangguh daripada Tuan Emir. Siapa orang itu?”

__ADS_1


__ADS_2