GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 135. SUAMI ISTRI KEJAM


__ADS_3

Sementara itu Dion Harimurti hanya duduk sambil memutar-mutar gelas anggurnya dan melepaskan aromanya ke udara. Senyum diwajahnya tampak biasa saja tapi tak ada yang bisa membaca pikirannya. Tak lama kemudian Dimas kembali dan membungkuk untuk berbisik pada Emir. Arimbi menatap Emir untuk mengamati raut wajahnya tapi dia kecewa karena ekspresi wajah Emir biasa-biasa saja dan dia juga tampak tenang.


Pria ini begitu waspada hingga tak bisa membaca pikirannya meskipun sudah hidup dua kali tapi Arimbi cemas jika dibandingkan dengan Emir.


“Apa yang terjadi Dimas?” tanya Elisha karena Emir tak mau mengatakannya.


Lalu Dimas memandang bosnya tapi Emir tidak menghentikannya lalu Dimas menjelaskan pada Elisha apa yang terjadi, “Ini soal Tuan Kanchana! Dia melecehkan Nona Ruby dihalaman belakang, Nona.”


Arimbi tercengang. Reza melecehkan Nona Ruby dihalaman belakang? Jadi, selama ini dia ada dipesta ini? Tapi Arimbi tidak melihatnya sejak tadi padahal dia sudah waspada untuk menghadapi kejadian berulang dari kehidupan sebelumnya. Tapi tidak ada apapun yang terjadi padanya. Tadinya dia mengira kalau Reza bersembunyi dari Dion setelah tangannya dipatahkan.


Elisha juga sama terkejutnya dan bertanya, “Apa Nona Ruby baik-baik saja?”


“Dia berteriak minta tolong dan seseorang menyelamatkannya tepat waktu. Dia baik-baik saja sekarang. Tapi dia merasa terguncang dan gaunnya robek. Nona Ruby nyaris menghabisi Tuan Kanchana di tempat karena berusaha memperkosanya.”


Begitu mendengar penjelasan Dimas, Arimbi langsung menoleh menatap Emir yang juga sedang menatapnya. Pasangan suami istri itu saling tatap dan Arimbi langsung memahami situasinya. Tapi dia menutup mulutnya karena ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan sesuatu pada suaminya. Arimbi tersenyum manis pada Emir yang disambut pria itu dengan anggukan kepala.


Elisha pun tak banyak bertanya lagi, karena dia tahu bahwa mungkin ada hal yang tak pantas untuk dibicarakan disini. Gadis itu cukup pintar dalam membaca situasinya saat ini. Kejadian ini membuat pesta ulang tahun Zivanna kacau balau karena kejadian tiba-tiba itu. Mengingat sifatnya, Zivanna pasti akan sangat membenci Reza dan mungkin saja dia akan melakukan pembalasan padanya. Bukankah ini pembalasan yang indah tanpa harus memakai tangan sendiri?


Amanda sangat mencintai Reza, apa yang akan dia lakukan jika Zivanna berencana membalas Reza? Memikirkan itu saja sudah membuat Arimbi sangat senang dan ingin rasanya dia melompat kegirangan. Ini sangat sempurna! Perfecto! Orang-orang yang ingin Arimbi balas pada akhirnya akan saling menyakiti satu sama lain tanpa menyadarinya. Dan Arimbi hanya akan menonton dan bertepuk tanga, hah! Dia tak menyangka kalau dia ternyata bisa lebih licik dari Amanda!


Kerumunan orang-orang dihalaman belakang terdengar mencaci maki, dan saat Arimbi melihat wajah anggota keluarga Lavani yang masam dan marah, dia semakin yakin betapa parahnya situasi ini. Meskipun Arimbi sangat penasaran apa yang terjadi selanjutnya tapi dia menahan diri untuk tidak mencari tahu karena ada suaminya disana yang selalu meliriknya.


Cukup menunggu saja kabar pasti menyebar, jika Reza melecehkan Ruby yang adalah sepupu Zivanna bisa dibayangkan betapa kacaunya itu. Keluarga Lavani dan Keluarga Kanchana akan berseteru sedangkan Amanda tidak akan bisa ikut campur menolong Reza karena dia tidak akan  mau persahabatnnya dengan Zivanna berantakan. Tapi jika Zivanna sampai tahu kalau Amanda adalah kekisih Reza wah bakalan lebih seru pertikaian diantara mereka nanti.

__ADS_1


Semakin senanglah Arimbi, senyum tak pernah lepas dari wajahnya. Sesekali dia melirik suaminya sepertinya mereka memang ditakdirkan menjadi pasangan. Keduanya sama-sama licik dan manipulatif.


Arimbi tidak pulang bersama Amanda karena dia harus kembali kerumahnya. Dia pun sudah memberitahu ibunya kalau dia akan kembali kerumah bersama Emir. Saat mereka sudah berada didalam mobil, Arimbi mendekati suaminya yang sedang memejamkan matanya, “Emir.”


“Apa?”


“Apakah kamu yang membuat Reza dalam masalah?” tanya Arimbi meskipun dia sudah tahu hanya Emir yang mampu melakukan itu. Reza tidak sebodoh itu melecehkan Ruby di kediaman keluarga Lavani. Itu jelas sebuah jebakan dan Arimbi yakin suaminya yang berada dibalik kejadian itu. Didalam hatinya dia sangat senang karena suaminya bertindak lebih cepat dari dia. Dia jadi teringat saat Emir hilang tiba-tiba dan mereka tidak menemukannya tadi.


Emir hanya diam menatap Arimbi, tampak kilauan jahat dimatanya. “Apa kamu merasa kasihan padanya?” tanyanya. Emir bisa mencekik Arimbi sampai mati kalau saja istrinya itu menjawab iya.


“Kerja bagus Emir! Aku mengaku kalah cepat kali ini. Luar biasa! Kamu benar-benar hebat dan sangat sempurna!” puji Arimbi tersenyum sambil mengedipkan satu matanya dengan genit pada Emir.


Jika saja mereka dirumah saat ini, Arimbi sudah melemparkan dirinya ke pada Emir dan menciumnya sampai puas sebagai ucapan terima kasih atas hasil kerja suaminya. Tapi mereka berada di dalam mobil sekarang dan Arimbi terpaksa menahan diri untuk tidak mencium suaminya itu. Saat dia melirik kearah bibir seksi Emir, dia hanya bisa menelan salivanya sambil berkeluh kesah didalam hatinya.


“Kamu puas?” tanya Emir lagi.


“Dasar wanita kejam!” ujar Emir tanpa menatap Arimbi.


“Aku tidak kejam, aku hanya tidak mau mengulang kesalahan yang sama.”


Emir mengeryitkan alisnya karena dia merasa ada kejanggalan dalam ucapan istrinya. Tapi dia tidak mengungkitnya lagi untuk mencari tahu. Sebenarnya dia agak kesal pada Arimbi karena istrinya itu tidak mengungkapkan rahasinya padanya padahal Emir menginginkan kejelasan. Dia juga ingin tahu semua hal tentang Arimbi termasuk rahasia yang disimpannya.


Sedangkan Arimbi tidak ingin menceritakan bahwa dia hidup kembali karena Emir pasti tidak percaya dan menganggapnya gila.

__ADS_1


“Apakah Zivanna menyulitkanmu?” tanya Emir mengalihkan pembicaraan.


“Dia adalah sahabat Amanda jadi wajar kalau dia tidak menyukaiku. Mereka selalu bersama untuk merundungku. Tapi aku baik-baik saja, jangan khawatirkan aku Emir.”


“Kamu menyelamatkannya.” ucap Emir dengan mata meredup.


Kata-kata tak mampu untuk menjelaskan bagaimana perasaan Arimbi saat ini. Dia lalu masuk kedalam pelukan suaminya dan memeluk pinggangnya erat. Arimbi tidak melepaskannya tak peduli usaha Emir untuk melepaskan pelukannya. Akhirnya dia mengalah dan membiarkan hal memalukan itu terjadi.


“Terimakasih Emir.” ucap Arimbi dengan lembut dan penuh syukur. “Kamu baik sekali padaku.”


Di kehidupan sebelumnya, Emir selalu memaafkannya dan bahkan pria itu membantunya saat Arimbi kesusahan. Seolah Emir adalah malaikat penolongnya yang selalu hadir setiap kali Arimbi susah.


“Bukan begitu, Aku hanya tidak ingin orang dari keluargaku ditindas. Mereka harus terus diingatkan siapa bosmu.” ujar Emir.


Arimbi mendongak dan Emir menundukkan wajahnya menatap Arimbi sebelum mengalihkan tatapannya. Suara yang masih dingin itu berkata, “Kamu bukan wanita kejam. Kamu wanita yang suka memanjakan diri.”


“Terimakasih buat pujianmu sayang.” ucap Arimbi dengan suara lembut dan manja.


Wajah Emir langsung kaku mendengarnya, “Sudah kubilang jangan memanggilku begitu.”


“Aku tidak peduli. Kamu adalah suamiku dan akan kupanggil sesuka hatiku. Kita bahkan sudah punya surat nikah sebagai buktinya bahwa kita suami istri sah.”


“Memangnya dimana surat nikah itu?” tanya Emir mengejeknya.

__ADS_1


Arimbi pun terdiam lama lalu menjawab, “Aku tak sengaja menghilangkannya. Tidak...aku yakin ada padamu.” wajahnya langsung cemberut menyesal. Mereka meninggalkan kantor catatan sipil bersama waktu itu sebelum Emir membuat Arimbi pingsan dan saat dia sadar surat nikahnya hilang. Hanya ada satu orang yang dicurigainya telah mengambul surat nikah miliknya.


 


__ADS_2