GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 283. MEMBELI SELURUH MALL


__ADS_3

“Sepertinya ini sudah terjadi kesalah pahaman. Saya mendapat telepon dari Tuan Emir yang meminta saya untuk menyelesaikan masalah ini. Tolong periksa CCTV dan juga sidik jari di gelang itu. Siapapun yang memegang gelang itu berarti dialah pencuri sebenarnya.” ucap pemilik toko yang segera memerintahkan seorang staf untuk memeriksa rekaman CCTV.


Pegawai toko semakin berkeringat dingin, dia sudah tahu kalau dia akan ketahuan dan pasti dihukum. Sedangkan Zivanna sepertinya tidak mempedulikannya. Wanita itu terlihat tenang dan malah mencari alasan untuk segera pergi.


Saat Zivanna pura-pura menerima telepon dan beralasan jika ayahnya memintanya segera pulang karena ada hal penting. Tapi pengawal itu menahan lengan Zivanna dan berkata, “Nona Zivanna, sebaiknya anda tetap berada disini. Saya yang akan menjelaskan kepada Tuan Lavani kenapa anda pulang terlambat. Bukankah anda tadi mengatakan kalau anda adalah saksi disini?”


“Cih! Aku tidak tahu pria seperti apa kamu ini sehingga membela perempuan seperti dia. Supaya kamu tahu, kamu bukan pria satu-satunya! Arimbi menjalin hubungan dengan beberapa pria, dia tidak sebaik yang kamu pikirkan!” ucap Zivanna.


Pria itu hampir saja meledak tertawa mendengar ucapan Zivanna. Apa-apaan wanita ini? Berani sekali dia berbicara seperti itu tentang Nyonya Muda-nya? Dia tidak bisa membayangkan kemarahan Tuan Emir seandainya dia tahu tentang ini? Nyonya Arimbi adalah kesayangan Tuan Emir, tidak ada seorangpun yang bisa menghinanya! Sepertinya Nona Zivanna ini terlalu berani!


“Arimbi! Kenapa gelang itu ada didalam tasmu? Aku yakin mereka sengaja menjebakmu! Lihat wanita itu, dia selalu saja mencari masalah denganmu! Dia pasti ada hubungannya dengan semua ini.” ucap Joana kesal. Ingin rasanya dia memukul Zivanna tapi dia harus menahan diri. Keluarga Lavani jauh lebih kaya dan berkuasa dibandingkan Keluarga Ganesha.


Dia tidak mungkin melawan Zivanna yang nantinya malah berimbas pada keluarganya. Dia bukan Arimbi yang memiliki Emir untuk melindunginya setiap saat. Memikirkan itu, membuat Joana juga ingin menemukan seseorang yang berkuasa untuk melindunginya. Sehingga jika suatu saat nanti dia harus berhadapan dengan Zivanna, dia tidak takut lagi.


Saat rekaman CCTV diputar tidak terlihat kalau Arimbi memegang gelang itu. Si pegawai toko semakin ketakutan dan saat dia melirik kearah Zivanna, perempuan itu malah membuang muka dan berkata, “Bagaimana hasilnya? Sudah terbukti kan kalau memang dia pencurinya? Cepat bawa dia!”


“Maaf, ini hanyalah kesalahpahaman semata sejak awal. Nona Arimbi boleh pergi sekarang.” ucap polisi itu. Tapi Arimbi yang sudah dipermalukan tidak akan membiarkan masalah ini begitu saja.

__ADS_1


“Periksa sidik jari di gelang itu! Saya akan tetap disini sampai masalah ini clear! Dan nama baikku dikembalikan. Saya sudah dipermalukan didepan banyak orang!”


Tak berapa lama beberapa pria pun memasuki toko itu. Pemilik toko langsung menyapa dengan hormat. “Tuan Hartanto, ada yang bisa saya bantu? Maaf ada sedikit kesalahpahaman disini tapi masalahnya sudah selesai.” ucap pemilik toko itu. Pria bernama Hartanto itu adalah manajer pusat perbelanjaan itu. Dia datang bersama dua orang pria lainnya.


“Nona Arimbi tolong diterima dokumen ini. Ini adalah dokumen pembelian pusat perbelanjaan ini. Tuan Emir sudah membeli seluruh tempat ini untukmu.” ucap Hartanto.


“Apa kamu bilang? Tuan Emir membelikan mall ini untuk si udik ini?” teriak Zivanna yang terkejut dan tak terima dengan apa yang barusan didengarnya.


“Benar Nona Zivanna! Saya datang kesini bersama pengacara untuk menyerahkan dokumen kepemilikan pusat perbelanjaan ini kepada Nona Arimbi.” lalu dia  menatap Arimbi dan menyodorkan dokumen kepadanya.


Arimbi yang masih syok membelalakkan matanya! Hahah….ini benar-benar lucu! Emir mengancamnya untuk menghabiskan uangnya dan jika dia gagal maka dia akan menerima hukuman.


“Mohon diterima Nona. Mulai sekarang gedung ini sah milik anda seperti tertulis di sertifikat kepemilikan itu. Dan Tuan Emir berpesan, anda berhak sepenuhnya atas pusat perbelanjaan ini. Jika ada orang-orang tertentu yang ingin anda masukkan kedalam black list harap beritahukan kami. Kami akan segera memasukkan mereka ke daftar black list dan mengumumkan kepada semua tenant untuk tidak pernah menerima pesanan mereka.”


Orang-orang yang sejak tadi berkumpul disana terkejut, mereka merasa penasaran dengan sosok Arimbi dan bagaimana bisa Tuan Emir memberikan pusat perbelanjaan mewah ini kepada wanita itu? Sepertinya wanita itu bukan orang biasa. Beberapa wanita itu mulai berpikir untuk mendekati Arimbi dan berteman dengannya.


“Heh! Apa-apaan ini melarang orang berbelanja disini?” teriak Zivanna.

__ADS_1


“Zivanna, jika kamu tidak suka belanja disini sebaiknya jangan pernah belanja kesini lagi. Berhubung Tuan Emir sangat berbaik hati memberiku hadiah semahal ini, mengapa aku tidak menggunakan hak ku? Oh iya Zivanna, apakah kamu masih menyimpan hadiah vas bunga murah dari Tuan Emir? Ternyata hargamu semurah itu, seharga vas bunga murahan! Ckck….aku kasihan padamu.”


Sontak beberapa orang disana terkekeh mendengar ucapan Arimbi. Wanita-wanita kaya yang ada disana mendengar rumor bahwa Emir menghadiri pesta ulang tahun Zivanna dan memberinya hadiah. Tapi tidak ada seorangpun yang tahu jika hadiah itu hanyalah hadiah murahan. Ini sangat menarik untuk jadi bahan gosip!


Tapi mereka tidak berani memposting apapun di sosial media karena mereka takut keluarga Lavani akan menghancurkan keluarga mereka. Jadi meskipun mereka sangat ingin melakukannya tapi mereka hanya bisa menahan diri.


Tapi salah satu wanita kaya disana sepertinya punya keberanian yang cukup besar karena dia sudah memposting video saat Arimbi bicara pada Zivanna.


Wanita itu adalah seorang putri dari keluarga kaya yang selalu dibuli oleh Zivanna. Saat ini dia tidak peduli lagi, momennya sangat tepat karena kejadian seperti ini sangat langka. Dia memiliki akun sosial media dengan nama samaran dan menggunakan akun itu memposting video tadi.


Sementara polisi sibuk meminta setiap orang melakukan sidik jari. Sedangkan Zivanna masih bertengkar dengan Arimbi. Wanita itu sengaja memanas-manasi Zivanna agar dia tahu dimana tempatnya.


“Tuan Hartanto, tolong masukkan Nona Zivanna kedalam daftar balck list! Dan beritahukan kepada semua toko agar menolak pesanannya di semua toko mereka dan cabangnya! Jika mereka tidak mengindahkan larangan ini maka jangan salahkan saya jika Tuan Emir yang akan mengambil tindakan.” ujar Arimbi tegas.


‘Bukankah sangat menyenangkan saat punya suami yang berkuasa dan Arimbi bisa menggunakan nama suaminya itu untuk membalaskan dendamny? Toh Emir sudah pernah bilang padanya kalau dia bisa berlindung dibalik nama Emir dan pria itu tidak keberatan sama sekali.’ bisik hatinya.


“Arimbi, kamu benar-benar beruntung! Sekarang kamu jadi wanita kaya raya! Tempat ini jadi milikmu dalam sekejap!” ucap Joana dengan girang. Bukankah ini adalah pembalasan indah?

__ADS_1


“Sepertinya aku tidak salah menikahinya.” ucap Arimbi tersenyum. “Karena aku pemilik seluruh gedung ini, maka siapapun yang sudah menjebakku dan memfitnahku tidak akan kulepaskan dengan mudah!”


__ADS_2