
Melihat cara Jordan yang menatap Arimbi, bagaimana mungkin Amanda yang memasuki dunia kerja lebih awal dari Arimbi tidak mengerti artinya? Jordan tidak mengecewakannya dan dia sangat menyukai Arimbi. Amanda mencibir didalam hatinya, diam-diam dia senang bahwa Jordan menyukai Arimbi.
Ini akan semakin mudah pikirnya, karena dengan menggunakan Arimbi maka dia akan bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia masih merasa kesal atas kejadian tadi malam dirumah.
Karena kehadirannya membuat semua orang diam dan suara tawa canda yang didengarnya sebelumnya lenyap entah kemana. Dan dia merasakan perubahan sikap dari kedua orang tuanya meskipun Yadid masih tersenyum dan bicara padanya.
Yang membuatnya tadi malam heran adalah kehadiran Emir disana. Bukankah Arimbi hanyalah pengasuh gratis untuk Emir? Bagaimana bisa Emir menyetujui datang bersama Arimbi kerumah mereka dan makan bersama dengan santainya? Apakah Emir juga menyukai Arimbi?
Dia pun semakin kesal dan marah pada saat yang sama. Bukankah dia lebih baik dan lebih hebat dari Arimbi? Bagaimana mungkin Jordan malah menyukai Arimbi dan tidak meliriknya sedikitpun? Sandra bahkan tidak lebih buruk dari Arimbi tapi Jordan hampir tidak memandangnya sama sekali.
Bukan itu saja, Amanda juga ingat bagaimana Reza yang bertekad ingin mengejar Arimbi bahkan berniat menjebaknya di pesta ulang ulang tahun Zivanna yang berakibat Reza berakhir bersama Ruby. Kini Amanda merasa semua yang ada didalam hidupnya terenggut begitu saja sejak kedatangan Arimbi.
Setelah Amanda selesai bicara, Jordan dengan tersenyum berkata, “Saya tahu kemampuan Rafaldi Group. Wakil direktur Rafaldi, saya sudah mendengarkan presentasi dari anda dan juga Nona Arimbi. Jujur, saya sangat terkesan dengan kemampuan kalian berdua. Dan saya memang ingin bekerjasama dengan Rafaldi group.”
Jordan belum mengatakan keputusannya proposal siapa yang akan ditandatanganinya. Dia menyukai keterampilan Amanda dan Arimbi. Tapi Jordan memiliki penilaian tersendiri, dia menyukai Arimbi bukan hanya karena dia sangat cantik tapi juga karena kejujurannya. Jordan sangat menghargai kejujuran dalam berbisnis. Itulah kunci utama yang selalu dipegangnya.
Lagipula dia merasa kalau tidak adil bagi Arimbi berada di posisinya sekarang ini. Jordan bukan orang yang bodoh yang tidak memahami situasi diantara kedua saudari itu. Dimatanya Arimbi adalah seorang yang baik dan polos. Sedangkan Amanda adalah sosok yang sangat ambisius dan pekerja keras.
Jordan merasa kasihan pada Arimbi, dia ingat betapa kasar tangan wanita itu saat dia menjabat tangannya. Jauh berbeda dengan tangan Amanda yang lembut. Jordan berpikir betapa kerasnya kehidupan yang telah dilalui oleh Arimbi yang sebenarnya adalah putri dari keluarga kaya.
__ADS_1
Dia membayangkan Arimbi yang bekerja keras diladang dan mengerjakan pekerjaan kasar lainnya. Sementara Amanda si putri angkat menikmati semua kenyaman dan kemewahan yang seharusnya dimiliki oleh Arimbi. Jordan bukan tidak tahu jika sebelumnya Amanda sudah ditetapkan sebagai pewaris Rafaldi Group.
Tapi setelah kembalinya Arimbi, semuanya berubah. Jordan berpikir pasti terjadi persaingan diantara kedua orang itu. Hal seperti itu sering terjadi, dan pastinya Amanda tidak akan melepaskan semua kenyamanan yang sudah dia nikmati selama lebih dari dua puluh tahun begitu saja.
Di satu sisi, Jordan ingin membantu Arimbi. Dia melihat betapa ambisiusnya Amanda dan sorot matanya yang terlihat licik pun terbaca oleh Jordan. Saat dia meminta Amanda pergi memancing dan malah Arimbi yang disuruh untuk menemaninya, sebenarnya Jordan sudah bisa membaca situasinya.
Apalagi saat itu Arimbi menanyakan kepadanya kemana mereka akan pergi, sedangkan Jordan sudah mengirimkan detail kepada Amanda. Dari situlah Jordan mulai mencium adanya sesuatu sehingga dia hanya mengikuti saja.
Dia memang menyukai Arimbi tapi saat dia melihat dan semakin memahami karakter Arimbi, wanita itu berbeda dari wanita lain.
Dan Jordan tidak mau mendapatkan Arimbi dengan cara yang biasa dia lakukan pada wanita lain. Dia menghargai Arimbi, dan dia tidak mau memaksakan dirinya. Dia ingin Arimbi yang menyukainya datang sendiri padanya tanpa ada paksaan.
Dari perkataannya ada penekanan bahwa dia bermaksud mengatakan bahwa dialah pemimpinnya dan Arimbi hanya karyawan biasa yang masih belajar. Dengan kata lain, Arimbi tidak tahu apa-apa soal bisnis dan bukan pilihan tepat untuk menerima proposal yang diajukannya.
Satu hal yang Amanda tidak ketahui bahwa Jordan tertarik pada keterampilan Arimbi saat memepresentasikan proposalnya. Meskipun dia masih baru dan belum menguasai semua produk, masih ada beberapa pertanyaan yang belum bisa dia jawab dengan tepat tapi Jordan salut. Untuk seorang pemula seperti Arimbi, boleh dibilang kemampuannya luar biasa.
Hanya dengan mengasahnya maka Arimbi akan mampu mengalahkan Amanda. Tapi Jordan memilih tidak mengatakan apapun tentang itu.
“Wakil direktur Rafaldi, bukankah dua proposal itu mewakili Rafaldi Group? Tidak masalah proposal siapa yang saya terima nanti, tetap akan membawa nama Rafaldi Group, benarkan?”
__ADS_1
“Ah, iya benar sekali Tuan Jordan. Jika anda sudah menandatangani kontrak kerjasama dengan kami nantinya maka akan berhubungan langsung dengan orang tersebut.” secara tak langsung Amanda menyodorkan Arimbi pada Jordan.
Tidak masalah baginya melakukan itu karena dia bisa mengatasi tentang kontrak kerjasama. Toh, dia adalah wakil direktur dan Arimbi hanya asisten direktur.
Jordan mengerti maksud yang terselip didalam perkataan Amanda. Dia menyukai itu, karena itu berarti dia akan bisa bekerjasama dan sering bertemu Arimbi nantinya.
Itu jauh lebih baik dibandingkan harus bertemu Amanda. Sejujurnya Jordan akan menerima Amanda yang cantik dan menggoda jika tidak ada Arimbi.
Tapi Arimbi berbeda, Jordan punya penilaian sendiri tentangnya. Seketika dia lebih tertarik pada Arimbi yang bersikap tenang dan tak terpengaruh dengan sekitarnya.
Bagi Jordan, dia bisa mendapatkan Amanda dengan mudah. Melihat sikap dan gesturnya Jordan bisa menilai sendiri bahwa Amanda orang yang berambisius dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia mau.
Sejak tadi Jordan memang memilih duduk berhadapan dengan Arimbi. Karena Arimbi yang paling dekat dengannya, maka Jordan sering meliriknya dengan mudah.
Amanda selalu memperhatikan gerak-gerik pria itu sembari tersenyum puas dihatinya. Tinggal menjalankan rencana berikutnya.
Tiba-tiba Jordan melihat pada Arimbi dan berkata, “Nona Arimbi, saya masih mengingat anda mengatakan bahwa anda baru bekerja selama beberapa hari, betul? Belajarlah dengan baik dari wakil direktur Rafaldi. Saya yakin dengan kelak kamu akan bisa mencapai posisi teratas.”
Arimbi mempertahankan senyum saat dia melirik sekilas kearah Amanda yang mengeryitkan dahinya setelah mendengar perkataan Jordan barusan. Tampak ekspresi tak suka muncul namun langsung digantikan dengan ekspresi tenang kembali. ‘Pandai sekali dia berakting’ pikir Arimbi.
__ADS_1