
Ini pertama kalinya dia mengungkapkan identitas Arimbi kepada orang lain. Pascal terkejut mendengarnya. Meski begitu dia dengan cepat tersenyum dan menjabat tangan Arimbi sembari tersenyum lebar. Kemudian mereka mengantar pasangan beserta dua pengawal itu kedalam.
Sementara yang lainnya menunggu diluar. Lembaga pendidikan etiket Metro merupakan sekolah etiket terbaik di Metro. Karena paling terkenal banyak sosialita dari kelas atas yang pernah belajar disini. Setelah Emir mencari-cari lembaga pendidikan etiket di Metro, pilihannya akhirnya jatuh pada lembaga ini.
Emir bukan orang yang suka bertele-tele. Dia langsung menyampaikan tujuannya ketika semua orang sudah duduk dirunag kepala sekolah. Sebenarnya Pacal juga tahu bahwa Emir ada disini hari ini untuk mendaftarkan seseorang, tetapi dia tidak menyangka dia akan mendaftarkan istrinya.
Dia bahkan tidak tahu kalau Emir sudah menikah. Dia hanya pernah mendengar desas desus bahwa keluarga Serkan ingin menikahkan Emir dengan putri keluarga Rafaldi yang baru saja mereka temukan dan sepertinya nama putri kandung mereka adalah Arimbi Rafaldi.
Setelah mengetahui informasi ini, Pascal langsung dipenuhi rasa penasaran. Bahkan terjadi keributan di seluruh kota ketika Arimbi menolak pernikahan itu. Bukan hanya Pascal dan rekan-rekannya yang mendengarnya, semua warga biasa juga mengetahuinya. Tanpa diduga, putri kedua keluarga Rafaldi akhirnya menjadi Nyonya Serkan.
Pascal penasaran apakah keluarga Rafaldi takluk pada keluarga Serkan. Sebagai kepala sekolah yang berhubungan dengan murid-murid kaya, Pascal sangat mengikuti kabar terkini. Meski begitu, dia tidak tahu bahwa putri kedua keluarga Rafaldi telah menikahi Emir. Aslan juga tidak menjelaskan ketika menghubunginya.
“Tuan Abiram. Istriku hanya bisa menghadiri kelas malam karena dia sibuk bekerja pada siang hari. Tolong pengertiannya soal ini.” ucap Emir menjelaskan situasi Arimbi.
Mata Pascal berkerut saat tersenyum lebar. “Tidak masalah. Anda bisa menghadiri kelas saat senggang Nyonya Serkan.”
Begitu Arimbi lulus maka lembaganya akan semakin terkenal. Bahkan istri seorang Emir Serkan belajar disana, itu menunjukkan bahwa lembaga mereka dikelola dengan baik dan mendapat pengakuan dari kalangan kelas atas. Keluarga seperti apa Serkan itu?
Nyonya Serkan adalah wanita paling terhormat seantero Metro sekarang, pikir Pascal. Jadi gelarnya sangat berharga dan berpengaruh besar, dia sangat beruntung Nyonya Serkan jadi murid disana.
“Terima kasih.” kata Emir sopa. Arimbi juga mengatakan hal yang sama. Dia tahu jika bukan karena Emir, akan sulit baginya untuk mendaftar disini, apalagi menerima perlakuan khusus.
“Anda terlalu murah hati Tuan Emir dan Nyonya Serkan. Suatu kehormatan bagi kami jika Nyonya Serkan bersedia menjadi murid disini.” Pascal tersenyum bahagia seolah-olah melihat semua keluarga kaya di Metro dan kota-kota tetangganya menyekolahkan putri mereka di lembaganya.
__ADS_1
Semuanya uang! Pikirnya hingga ingin sujud syukur di hadapan Emir dan Arimbi seolah-olah mereka adalah Tuhan. Ketika mereka meninggalkan tempat itu, Emir menatap istrinya yang cantikdan bertanya, “Apakah kamu akan kembali bekerja di kantor atau menjenguk ibumu di rumah sakit?”
Setelah melihat jam, Arimbi menjawab, “Aku akan kembali bekerja. Setelah bekerja sampai sore aku bisa mengunjungi ibu dirumah sakit.” dia merasa tidak enak jika terus menerus meminta cuti karena dia merupakan karyawan baru.
“Baiklah. Aku akan meminta Rino untuk menjemputmu sepulang kerja dan aku akan pergi kerumah sakit bersamamu. Arimbi, ingat ya bahwa kamu sekarang adalah calon ibu. Ada kehidupan lain didalam dirimu. Jadi, jagalah dirimu baik-baik dan hati-hati.”
Arimbi mengerjap, sementara Emir tertawa geli sambil mencubit hidung mungil istrinya. arimbi menanggapi dengan merajuk manja sehingga Emir ingin memeluknya karena dia benar-benar suka saat istrinya bersikap centil dan manja seperti ini.
Sambil memikirkan itu, dia melakukan apa yang dia mau, Emir menariknya dalam pelukannya. Hidung Arimbi menabrak dadanya. Lalu dia sengaja terkesiap kesakitan. Emir yang cemas mendorongnya kesamping dan bertanya dengan nada khawatir. “Arimbi apakah aku menyakitimu?”
“Dadamu keras sekali!” Arimbi menepuk dada suaminya lalu berkata sambil terkikik, “Aku memang menabrakmum tapi itu tidak sakit karena aku sengaja melakukannya. Kamu harus bersikap manis padaku, nanti anakmu ikutan merajuk..”
“Benar tidak apa-apa? Dia belum jadi manusia, bagaimana bisa merajuk?” ucap Emir.
Emir menangakup wajahnya dengan telapak tangannya lalu mengamatinya dan merasa lega ketika dia yakin istrinya baik-baik saja.
Namun dia tidak bisa menahan diri dan menghukumnya dengan menggigit bibirnya, “Jangan begitu lagi. Aku takut kamu terluka. Kalau kamu merajuk mewakilinya, aku akan memanjakanmu!”
“Baiklah. Manjakan aku kalau begitu.”
Emir memeluk pinggang istrinya dengan bahagia sedangkan Arimbi bersandar didadanya dan berkata, “Sayang, apa kamu benar-benar akan pergi kerumah sakit bersamaku untuk mengunjungi ibuku?”
“Kenapa? Kamu tidak ingin dia bertemu dengan menantunya yang jelek?”
__ADS_1
Ibunya alias Pratiwi bukanlah ibu kandungnya, melainkan orang yang membesarkannya. Jadi hubungan mereka memang dekat. Arimbi juga masih berhubungan baik dengan keluarga Darmawan. Oleh karena itu, Emir ingin memperlakukan Pratiwi seperti ibu mertuanya sendiri.
“Konyol! Kamu pria paling tampan di dunia. Kekagumanku padamu seperti air sungai Bosporus yang mengalir tiada henti. Juga seperti lautan yang terlalu dalam untuk diukur.” ujar Arimbi lali berhenti dan mendongakkan wajahnya menatap Emir yang tersenyum.
“Kenapa kamu berhenti? Aku menunggu kelanjutannya.”
“Pengetahuanku terbatas. Aku tidak bisa memikirkan kata-kata yang lebih indah.”
Emir tertawa terbahak-bahak. “Kamu selalu mengatakan itu. Aku bahkan bisa mengulanginya jika kamu mengatakannya beberapa kali.”
“Setidaknya aku sudah mengungkapkan segala rasa yang ada didada. Tapi bagaimana denganmu? Aku ingin mendengar tiga kata itu.” ucap Arimbi meminta pada suaminya.
Tiba-tiba Emir mengerucutkan bibirnya rapat-rapat. ‘Aku cinta kamu.’ Tapi dia tidak bisa mengatakannya dengan lantang karena dia bukan orang yang bermulut manis.
Melihat raut wajahnya, Arimbi tahu bahwa dia sangat gengsi jadi dalam waktu singkat dia bisa melupakan keinginannya untuk mendengar ‘aku cinta kamu’ dari mulut suaminya. Selain itu, dia tidak ingin memaksa karena dia sudah merasakan betapa baiknya Emir padanya.
Jika dia tidak mencintai Arimbi, dia tidak akan memperlakukannya dengan baik apa lagi memanjakannya. Beberapa orang cenderung tertutup dan menunjukkan perasaan mereka melalui tindakan daripada kata-kata. Bukankah ada kata-kata bijak yang berkata, ‘Action do more than words’.
“Sayang, aku akan bersandar padamu dan tidur sebentar agar aku tidak mengantuk di tempat kerja nanti.” kata Arimbi lembut.
“Baiklah.”
Emir menegangkan bahunya dan mengizinkan istrinya istirahat di bahunya. Arimbi tertidur dengan sangat cepat, mungkin bawaan kehamilannya. Emir sangat iri saat melihatnya tertidur lelap. Wanita ini sangat mudah tertidur.
__ADS_1