GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 50. ISTRIKU BENAR-BENAR CANTIK


__ADS_3

Beni tahu kalau Emir bukan ingin mempertahankan kekuasaannya tapi Emir ingin membuktikan pada dunia bahwa dia masih hidup dan masih hebat meskipun setelah kecelakaan itu. Dia masih merupakan kekuatan yang harus diperhitungkan dan dia tidak butuh belas kasihan siapapun.


Meskipun akan sulit menemukan orang seperti Emir diantara keluarga Serkan, tidak ada yang seberani dan selihai dia. Sementara tuan muda lainnya juga memiliki bakat dan kemampuan mereka sendiri, tapi tidak ada seorangpun dari mereka yang bisa menandingi Emir.


Sedangkan Keluarga Harumurti dan Lavani berada dikurutan kedua setelah Keluarga Serkan, dan Dion Harimurti adalah kepala keluarga Harimurri yang melihat Emir sebagai saingannya.


“Aku tidak bisa tidur nyenyak, Beni.” jawab Emir. Setiap kali dia tidur maka mimpi tentang wanita tanpa wajah yang bersetubuh dengannya akan muncul. Emir adalah seorang pendiam dan tidak emosional dan itu adalah siksaan baginya jika terus-terusan bermimpi hal-hal seperti itu. Dia bahkan tidak bisa melihat jelas wajah wanita itu.


“Haruskah saya memanggil Dokter Sam untuk berkunjung Tuan?” Beni merasa sangat khawatir, dia pikir mungkin Emir merasa tertekan.


“Tuan, kenapa tidak istirahat dirumah sementara. Tuan Muda Agha bisa menangani perusahaan untuk sementara. Lebih baik anda merawat tuuh anda dengan baik dan menjaga kesehatan.”


“Jika aku tinggal dirumah maka Dion Harimurti akan mengambil kesempatan untuk melawan perusahaanku dan menghancurkannya seperti yang terjadi terakhir kali. Agha dan yang lainnya tidak akan mampu menahan serangannya dan melawannya. Dion adalah orang yang tidak bermoral.” ujar Emir tegas. Meskipun semua saudara laki-lakinya bersatu tidak akan bisa menghadapi Dion Harimurti, itulah kenapa Emir bersikeras untuk mengurus perusahaan sendiri.


Ketika Emir berada dirumah sakit setelah kecelakaan itu, Dion langsung beraksi dan mulai mencuri bisnis dan klien dari Sekan Global Group. Pada saat itu adik-adik Emir dan sepupunya telah bergabung untuk melindungi perusahaan dan mereka nyaris tidak berhasil melawan Dion Harimurti untuk menghancurkan perusahaan Serkan.


Karena itulah para pengusaha di kota Metro menyadari jika Emir pergi maka Dion akan menjadi perusahaan raksasa di kota itu dan tidak akan ada yang bisa menggulingkannya dari posisi itu.


Karena memikirkan itulah, Beni sangat menginginkan Emir bisa terus melakukan terapi dan sembuh seperti dulu. Karena tanpa Emir, bisa jadi seluruh keluarganya akan hancur perlahan oleh Dion Harimurti, begitu juga akan banyak bisnis yang akan menderita oleh pria itu.


“Tuan….” Beni kembali mencoba membujuk.


“Aku hanya…...memimpikan itu.” Emir sedikit frustasi, “Sudah lama aku tidak bermimpi seperti itu tapi wanita tak berwajah itu muncul lagi dimimpiku tadi malam. Aku tidak bisa tidur dan hanya berguling-guling sepanjang malam dan tak bisa memejamkan mataku.”


Pagi tadi Emir mengandalkan kopi untuk membuatnya tetap terjaga dan bisa bekerja dengan efisien. Tapi dia tidak bisa terus-menerus seperti itu, Beni semakin khawatir setelah mendengar apa yang dikatakan Emir barusan. Dia adalah kelapa pelayan Emir sehingga pria itu percaya padanya. Tidak ada orang lain yang tahu tentang mimpi yang menyiksa Emir tapi Beni tahu.


“Tuan, anda sudah lama tidak memimpikan mimpi itu lagi. Kenapa bisa tiba-tiba muncul lagi? Mungkinkah anda sudah pulih Tuan Emir?” tanya Beni. Tapi Emir malah menatapnya tajam sehingga Beni curiga jika Emir mungkin tidak bisa melakukan itu.

__ADS_1


Beni merasa gelisah, “Tuan Emir, mengapa anda tidak mencobanya dengan Nyonya Arimbi?”


BUG!


Emir melemparkan majalah ditangannya pada Beni. Namun dengan mudah pria itu menangkapnya dan tersenyum, “Jika anda tidak tertarik pada Nyonya Arimbi, haruskah saya menelepon Nona Michele? Saya yakin dia akan dengan senang hati mencobanya dengan anda.”


“Beni! Katakan satu kata lagi dan aku akan memotong lidahmu untuk memberi makan anjing-anjing dibelakang!” ujar Emir mengerucutkan bibirnya, “Jangan pernah berani melakukan apapun tanpa seizinku. Jika Michele datang maka kamu bisa menikahinya dan menjauhlah dari pandanganku selama sisa hidupmu! Siapa juga yang menginginkan Michele?”


“Maaf Tuan Emir! Saya tidak akan melakukan apapun tanpa izin anda, Tuan.” ujar Beni secepatnya meminta maaf karena dia takut dengan ancaman Emir. Setelah dia melihat Emir sudah tenang, dengan memberanikan diri, Beni pun mencoba mengatakan sesuatu.


“Tuan, apa mungkin Nyonya Arimbi ada hubungannya dengan mimpi yang berulang itu? Dia datang kesini dua hari lalu dan dihari yang sama anda bermimpi lagi.”


Kata-kata itu menghantam Emir seperti sambaran petir. Dia tidak pernah menyangka mimpi itu akan berhubungan dengan Arimbi. Emir menikahinya bukan karena cinta, dia bahkan tidak punya perasaan apa-apa pada wanita itu.


Sedangkan Arimbi pun memiliki motif tersendiri untuk menikahinya. Mereka berdua boleh dibilang saling memanfaatkan untuk tujuan tertentu dan Emir tahu betul apa yang ada didalam kepala Arimbi. Selama ini Emir hanya membiarkannya saja.


“Bisa jadi Nyonya Arimbi adalah satu-satunya wanita yang dekat denganmu makanya membuatmu bermimpi seperti itu lagi.” Beni berusaha keras untuk menegaskan pernyataannya sebelumnya.


“Sudahlah, aku tidak mau membahasnya lagi. Bawakan aku secangkir kopi.” ujar Emir yang tak ingin melanjutkan pembicaraan tentang mimpinya.


“Baik, Tuan.”


Akhirnya Emir memutuskan untuk tidak tidur siang dan menunggu Arimbi selesai. Saat Arimbi berjalan memasuki ruang tamu dengan potongan rambut yang membuatnya terlihat berbeda, Mike pantas diacungi jempol karena dia hanya memotong sedikti dibeberapa bagian untuk mendatapkan bentuk rambut yang bagus dan sesuai untuk Arimbi. Mata Emir pun terpesona saat melihat Arimbi dalam gaya rambut baru. Saat itulah dia mengakui kalau istrinya benar-benar sangat cantik mempesona.


“Emir! Bagaimana menurutmu?” tanya Arimbi tersenyum sambil menggoyangkan pinggulnya.


“Bagus!” jawabnya singkat. Meskipun didalam hatinya dia merasa gelombang emosi aneh seperti perasaan dibutuhkan saat dia melihat senyum tulus diwajah istrinya dan kilauan dimatanya yang penuh harap.

__ADS_1


Arimbi yang tahu kalau Emir bukan tipe pria yang pandai mengucapkan kata-kata manis, tapi jawabannya itu sudah cukup membuat Arimbi senang dan satu kata itu adalah pujian tertinggi yang datang dari seorang Emir.


Sedangkan Emir bisa melihat kalau Arimbi sangat puas dengan rambut barunya, dia tampak seperti seekor kucing yang menangkap ikan dan mungkin tikus yang menemukan keju.


Tiba-tiba dia teringat sepasang tikus yang diberikan istrinya tempo hari. “Apa kamu menyukai hewan peliharaan?” tanya Emir tiba-tiba.


“Bolehkah aku memelihara hewan peliharaan disini? Aku punya sepasang kucing ragdoll dirumah ibu.”


Jika Emir mengizinkannya maka dia ingin membawa kucingnya bersamanya.


Mike ingin mengatakan sesuatu. Semua orang yang dekat dengan Emir pasti tahu kalau pria itu membenci hewan berbulu dan tidak pernah mengizinkan hewan peliharaan masuk kerumahnya.


Dia mungkin akan menghancurkan villanya jika dia meihat bulu kucing atau anjing tergeletak dirumahnya. Elisha memiliki beberapa hewan peliharaan tetapi dia tidak berani membawanya kerumah.


“Bukan kucing! Aku akan memberimu beberapa hewan lain untuk dipelihara.”


“Ah! Benarkah Emir? Hewan apa?” tanya arimbi antusias.


“Hamster!”


“Hah?” Arimbi kehilangan kata-kata.


Emir berdiri dari sofa dan Beni segera maju ke depan untuk membantunya naik ke kursi roda. Pengawalnya datang dalam sekejap. Rino mendorong kursi roda kearah pintu sedangkan Arimbi terpaku ditempat melihat mereka pergi. Ketika Emir sampai dipintu, dia mengetuk kursi rodanya dan para pengawalnya segera berhenti. Lalu dia berbalik menatap Arimbi, “Kemari! Antar aku pergi.”


Arimbi terkejut sejenak lalu melangkah dengan cepat dan berdiri dibelakang kursi roda lalu mendorongnya. Pemandangan itu membuat Mike berpikir keras.


 

__ADS_1


 


__ADS_2