GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 43. ARIMBI MENAMPAR REZA


__ADS_3

Meskipun suara Arimbi terdengar lembut dan manja tapi Emir bisa merasakan ada keengganan disuaranya, “Jika kamu membuatku bahagia, aku akan membawamu makan di restoran The Palm Bliss Hotel dan tinggal dikamar paling mewah disana dan meniktmati layanan terbaik mereka setiap hari. Bagaimana?” Emir mencoba menawarkan sesuatu yang dia yakin akan membuat Arimbi tertarik. Tapi sebenarnya ada maksud dibalik kata-kata Emir itu.


“Ah! Benar juga. Kenapa aku bisa lupa ya kalau keluargamu pemilik hotel itu? Ngomong-ngomong apa kamu menyukai sepasang tikus kecil itu? Aku akan memberimu sepasang sapi saat kamu pulang nanti sore. Aku juga bisa membuatkan bintang kelap kelip!” jawab Arimbi bersemangat.


Sudut bibir Emir terangkat membentuk senyum dan tangannya menekan dadanya yang dipenuhi kebahagiaan yang tumbuh didalam dirinya. Hal-hal kecil yang dilakukan Arimbi mampu sedikit menyentuh sudut hati Emir yang tak pernah mendapatkan perhatian-perhatian seperti itu dari siapapun selama hidupnya.


Tapi dia berusaha menekan rasa bahagianya agar tidak diketahui Arimbi dan berkata, “Dasar wanita pelit!” protesnya. ‘Huh! Dia memberiku benda-bendar kecil lagi sebagai hadiah!’ gerutunya dalam hati.


“Emir! Aku bukan pelit. Memang hanya hadiah kecil tapi sangat berharga karena aku hanya memberikannya padamu. Aku tidak akan memberikan pada orang lain meskipun mereka memintanya.”


Emir merasa senang dengan jawaban Arimbi, “Selain perbintangan, bisakah kamu membuat karakter manusia?”


“Bisa! Tentu saja aku bisa tapi membuat karakter manusia tidak semudah membuat hewan dan butuh waktu lama dan bahan yang lebih banyak.” jawabnya bersemangat. Tapi…..begitu dia selesai bicara.


Barulah dia menyadari ada yang tidak beres. ‘Emir tidak memintaku untuk membuat mainan boneka mirip dirinya kan? Waduh! Kenapa aku terlalu antusias sih menjawabnya tadi? Gawat ini kalau sampai dia memintaku membuat boneka dirinya?’ keluhnya didalam hati, menyesali ucapannya.


“Oh jadi kamu tahu cara membuat karakter manusia? Bagaimana kalau…..” belum sempat Emir menyelesaikan kalimatnya, Arimbi dudah menyela duluan.


“Emir! Aku bisa membuatkan mainan boneka untukmu jika kamu mau. Tapi aku tidak terlalu familiar dengan penampilanmu. Maukah kamu meluangkan waktu untukku agar aku bisa melihatmu dengan baik dan mengingat bentuk wajah dan tubuhmu sebelum aku membuat replika dirimu?” Arimbi cepat bereaksi meskipun diam-diam mengeluh kalau Emir itu adalah rubah yang licik. Tapi Arimbi juga sama liciknya seperti Emir dan dia tidak mau kalah.


“Arimbi! Apakah kamu sedang menggodaku?” Emir tersenyum, dia paham betul akal licik istrinya itu.


“Bagaimana kalau memang aku sedang menggodamu? Apakah aku berhasil?” balas Arimbi dengan suara menggoda dan manja.


“Pulang sekarang!” perintah Emir tiba-tiba.


“Emir? Tadi kamu bilang sebelum jam 1? Ini masih awal loh?” protesnya.


“Apa kamu bisa berjalan kaki sampai kerumah? Jika kamu tidak bisa sebaiknya kamu pulang sekarang. Aku akan memotong semua rambutmu jika kamu terlambat.” ujar Emir lagi.

__ADS_1


“Huh! Dasar bunglon!” omelnya dengan marah.


“Kamu memanggilku apa barusan?”


“Emir sayang, aku bilang kamu sangat tampan dan cintaku padamu seperti lautan yang tak bertepian, tidak akan pernah berakhir!” jawab Arimbi menggodanya.


“Arimbi!” tiba-tiba terdengar suara Reza mengganggu percakapan pasangan itu.


Arimbi menoleh dan melihat pria itu membawa buket bunga sambil berjalan kearahnya. Dia mengabaikan sekretaris Yadid sementara sekretaris itu berusaha untuk menghentikannya. Di seberang telepon, Emir mendengar suara Reza dan marah lalu menutup telepon.


“Emir? Kamu menutup teleponku lagi! Ihhh…..lihat saja ya lain kali aku yang akan menutup teleponmu! Huh!” geramnya. Dia memasukkan ponselnya kedalam saku dan berbalik menghadap Reza yang menghampirinya.


“Arimbi?” Reza memanggilnya sambil tersenyum dan memberikan buket bunga padanya. Tapi Arimbi tidak mengambil buket bunga itu.


“Kenapa kamu disini?” tanya Arimbi ketus.


“Aku merindukanmu makanya aku datang menemuimu.” Reza menatapnya dengan penuh kasih sayang dan tersenyum. Melihat ekspresi di wajah Reza membuat Arimbi yaris bertepuk tangan atas akting sandiwaranya yang sempurna. Sudah jelas Reza tidak mencintainya, tapi dia masih saja berpura-pura sangat mencintai Arimbi dan telah berhasil menipunya di kehidupan sebelumnya.


“Tuan Kanchana! Menurutku kamu sebaiknya memberikan bunga itu pada orang yang seharusnya kamu beri! Bukan aku.” ujarnya lalu berjalan melewati Reza hendak pergi.


“Arimbi!” Reza memanggilnya dan mengejarnya lalu hendak meraih tangannya untuk dipegang tapi sebelum tangannya sempat meraih tangan Arimbi, wajahnya sudah ditampar. Tamparan itu sangat kuat dan terasa panas.


PLAK!


Tamparan itu mengagetkan sang sekretaris dan membuat Reza tercengang. Spontan tangannnya menyentuh wajahnya yang ditampar Arimbi dan menatapnya kaget. Saat dia merasa Arimbi menghindar dan bersikap dingin padanya, Reza tidak peduli karena dia pikir mungkin Arimbi marah padanya karena tidak mengunjunginya.


Dan Reza pikir dia akan mendapatkan Arimbi kembali dengan membujuknya dan dia akan kembali pada wanita yang selalu menyanjung dan menjilatnya dan mematuhi setiap perintahnya itu. Tapi satu hal yang Reza tidak tahu bahwa Arimbi sudah terlahir kembali dan dia bukan Arimbi yang dulu lagi.


“Arimbi? Kenapa kamu menamparku?”

__ADS_1


“Menurutmu? Jika kamu mencoba untuk menyentuhku lagi aku tidak akan menahanya lagi! Aku mungkin akan melakukan hal yang lebih parah dari hanya sekedar menamparmu!” ujar Arimbi memperingatkan dengan ekspresi sedingin es.


Arimbi bergegas kembali keruang kerja ayahnya dan hanya bertemu Amanda yang baru keluar dari sana. “Arimbi! Mengenai apa yang terjadi kemarin….maafkan aku ya karena aku bertindak terlalu impulsif. Tolong jangan kamu masukkan ke hati ya?”


“Apa yang akan kamu lakukan jika aku mengatakan bahwa aku benar-benar memasukkannya ke hati?”


Balasan Arimbi mengejutkan Amanda lalu dia mencibir dan berjalan melewati Amanda dengan sengaja menyenggol bahunya.


Saat Amanda menoleh,dia melihat Arimbi telah masuk kedalam kantor ayahnya dan berbicara dengan manja pada orang tuanya dan saling memandang dengan penuh kasih sayang.


Adegan itu bagaikan tiga orang keluarga bahagia. Rasa cemburu dan iri langsung memenuhi hati Amanda melihat pemandangan itu. Kedua tangannya mengepal erat, sebelum kembalinya Arimbi ke keluarga kandungnya, Amanda adalah putri kesayangan ornag tuanya yang memiliki semua cinta mereka.


Tapi sekarang mereka bertiga adalah keluarga yang sebenarnya sedangkan dia hanyalah anak angkat belaka! Orang tua kandung Amanda bukan orang kaya boleh dibilang kehidupan ekonominya pas-pasan, jika Amanda kembali pada mereka maka orangtua kandungnya tidak akan bisa membantunya, mereka bahkan menjatuhkan imagenya! Dia tidak mau itu, dia ingin tetap menjadi seorang putri kaya dari keluarga kaya raya seperti keluarga Rafaldi!


Hai para pembaca semua 👋👋 Author mau bagi visual para pemeran novel ini



Visual EMIR RAYYANKA SERKAN



Visual ARIMBI SARASWATY RAFALDI



Visual AMANDA DEWI RAFALDI


__ADS_1


Visual REZA KANCHANA


__ADS_2