GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 174. MIMPI BURUK


__ADS_3

“Amanda.” setelah emnciumnya dengan lembut, Reza berusaha untuk membujuknya, “Kamu dapat mempercayaiku bahwa kamu akan selalu ada dihatiku dan aku berjanji tidak akan pernah menyentuh Ruby. Sampai krisis keluarga Kanchana berakhir dan rencanamu berhasil. Kita akan mengumumkan hubungan kita dan aku akan menikahimu.”


 “Amanda, apa kamu masih ingin mengambilalih Rafaldi Group?’ bisik Reza ditelinganya dengan kata-katanya yang mengisyaratkan ancaman. Saat Amanda tiba-tiba mengangkat kepalanya untuk bertemu dengan tatapan Reza, dia merasa gemetar kedinginan.


Memang benar dia mencintai Reza dan dia tidak pernah meragukan perasaannya untuk pria itu. Tetapi Amanda menemukan bahwa dia juga memiliki sisi gelap.


Keduanya saling memandang sejenak sebelum Amanda dengan lembut bertanya, “Bisakah kamu berjanji untuk tidak pernah menyentuh Ruby? Akankah kamu benar-benar menikah denganku suatu hari nanti? Maukah kamu membantuku dengan rencanaku merebut semua kekayaan keluarga Rafaldi?”


“Ya tentu saja.” Reza memeluk Amanda dan berkata dengan manis,”Amanada, kita sudah berada diatas kapal yang sama sejak awal. Aku tidak bisa turun dari kapal begitu juga kamu. Kita hanya bisa mencapai pantai jika kita maju bersama.”


“Reza, kamu harus tetap merahasiakan hubungan kita.” ujar Amanda.


“Apa kamu memikirkan Hio sebagai batu loncatanmu? Dia memang lebih menonjol daripada aku dan dia mengungguliku dalam segala hal. Semua orang akan mengatakan kamu buta karena tidak memilihnya.”


“Tidak. Aku tidak pernah punya perasaan apapun padanya,” jawab Amanda. Bagaimanapun dia akan tetap menolak untuk mengakuinya. Amanda bukan orang bodoh, untuk hal seperti itu dia tidak akan mengungkapkan pada Reza.


Meskipun dia mencintai dan mempercayai pria itu tetapi ada hal-hal yang dia simpan sendiri untuk dirinya. Bagaimanapun dia harus punya rencana cadangan.


“Reza, kamu tahu perasaanku padamu. Kamu tidak dapat menanyaiku seperti ini dengan mengatakan bahwa Gio lebih baik daripadamu. Jika aku ingin memilihnya, aku akan bersamanya sejak lama.”


Reza memberinya tatapan lembut, “Ya, kamu benar. Aku hanya merasa curiga saja tapi aku tidak akan meragukanmu lagi.”


Setelah mereka berbincang sebentar, keduanya pun tenggelam dalam pergumulan panas yang sudah sering mereka lakukan selama ini. Reza merasa sangat puas karena misi balas dendamnya pada Amanda pun nampaknya berhasil.

__ADS_1


Dia akan menikahi Ruby dan tetap bisa menjadikan Amanda sebagai kekasih gelapnya. Sepasang kekasih itu bergumul hingga puas dan bermandikan keringat.


Amanda berada dalam kendalinya, tidak mungkin wanita itu akan berani macam-macam pada Reza karena pria itu mengetahui semua rencana liciknya. Mau tak mau Amanda pun terjebak dalam permainan yang dia ciptakan sendiri.


Hari sudah menjelang sore dan keduanya baru saja menyelesaikan kegiatan mandi bersama dan mengenakan kembali pakainnya.


Amanda bersiap hendak pulang tapi Reza menahannya. “Amanda maukah kamu menginap semalam bersamaku?” Reza bertanya dengan perasaan enggan. Mereka baru saja melakukan hubungan intim, jadi kenapa tidak sekalian saja bermalam dan melanjutkan kembali nanti malam?


Amanda dengan lembut mendorongnya menjauh dan berkata, “Aku harus kembali kerumah sebelum orang tuaku khawatir tentangku. Aku juga harus pergi bekerja besok.” Sekali lagi Amanda berbalik untuk memeluknya sebelum dia pergi dan mencium pipinya.


“Reza, mari kita bertemu lagi saat kamu ada waktu di akhir pekan. Aku sangat sibuk akhir-akhir ini jadi aku mengambil cuti beberapa hari untuk mengejar pekerjaanku yang luar biasa. Kamu juga harus menangani krisis di perusahaan keluargamu dengan baik.”


“Dulu kamu pernah bilang kalau kamu akan menjadikanku wanita paling terhormat dikota ini. Jadi kamu harus bekerja keras. Hanyak saat Keluarga Kanchana bisa melampaui Keluarga Serkan baru aku dapat mengklaim gelar wanita yang paling dihormati.” ujar Amanda mengingatkan.


Kalau Amanda tidak bisa mendapatkan posisi atas, maka dia akan kewalahan menghadapi para wanita dari keluarga kaya kelas atas itu. Reza berkata padanya sambil melambaikan tangan, “Amanda, kau berjanji kamu akan sampai disana. Suatu hari nanti aku akan menjadikanmu wanita paling terhormat di kota ini dan membuat semua orang iri padamu. Arimbi bahkan tidak akan bernilai sepeserpun saat itu.”


“Hati-hati dijalan dan kirim pesan setelah kamu sampai dirumah.” ujar Reza lalu membukakan pintu mobil untuk Amanda dan memandang hingga Amanda masuk kemobil dan menyalakannya. Kemudian Amanda melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu. Reza berdiri disana saat dia melihat mobil yang dikendarai Amanda pergi.


Dia tidak bergeming sampai mobil itu hilang dari pandangannya. Dua puluh menit kemudian Amanda sudah kembali ke kediaman keluarga Rafaldi. Karena ini akhir pekan, Yadid tidak perlu kemana-mana jadi dia menghabiskan waktu bersama istrinya dan mereka belum kembali kerumah. Amanda menghela napas lega ketika dia menyadari orang tua angkatnya juga tidak ada dirumah.


Amanda berlari ke kamarnya dan emnguncinya lalu berlari ke kamar mandai. Kemudian dia mengisi bak mandi dan duduk didalamnya sambil menggosok seluruh tubuhnya dengan perasaan jijik. Air mata penghinaan tidak bisa mengurangi rasa sakit dan hina yang dialaminya atas apa yang diperbuat Reza padanya.


Reza telah mengambil kesuciannya tetapi dia malah ingin menikahi Ruby. Dia tidak perawan lagi dan dia ingin bersama dengan Gionino Lavani tetapi dia takut jika Gio akan merasa jijik padanya.

__ADS_1


Amanda berbaring di bak mandi sambil menatap langit-langit lalu bergumam, “Amanda, kamu pikir kamu sangat pintar! Tetapi kamu malah tertipu oleh tipuan dan jebakan Reza. Sekarang kamu diancam olehnya dan kamu hanyalah kekasih rahasinya selamanya.”


Dia merasa nasibnya dan Reza memburuk setelah kembali dari rumah keluarga Serkan. “Arimbi!” Amanda menggertakkan girinya dengan marah dan berkata, “Rafaldi adalah milikku! Aku telah bekerja keras untuk mengambil alih Rafaldi Group dan tidak mungkin aku akan membiarkanmu mengambilnya dariku! Aku harus melenyapkanmu!”


... ******                                                              ...


Sementara itu Arimbi yang tertidur lelap tiba-tiba bersin dan terbangun tapi dia tidak menganggapnya serius. Namun pria disampingnya dengan cepat menutupinya dengan selimut karena takut dia masuk angin dari AC.


Emir membelai dahinya dan setelah memastikan suhu tubuhnya normal Emir kemudian berbaring kembali dengan tenang.


Pria itu menatap langit-langit sebentar sebelum menutup matanya mencoba untuk membuat dirinya tertidur lagi.


“Sayang….” Arimbi tiba-tiba bergumam pada dirinya sendiri. “Sayang tersenyumlah padaku. Sayang…..” dia menyeringai lebar saat dia memanggil kata ‘sayang’. Arimbi bermimpi dimana dia sedang bermain bersama bayi perempuannya dan membuatnya tertawa.


Bayi perempuan itu suka tertawa dan tawanya sangat menggemaskan. Ketika mata mereka bertemu, bayi itu akan tersenyum sebelum mengulurkan tangannya untuk dipeluk.


Bayi itu memiliki wajah yang cantik dankulit halus, siapapun yang melihatnya akan mengatakan bahwa dia akan tumbuh menjadi gadis cantik saat dewasa nanti.


Bagaimana Reza dan Amanda bisa begitu kejam dan tidak berperasaan bisa membunuh bayi itu? Adegan dalam mimpi Arimbi berubah tiba-tiba menjadi adegan bayinya dilempar ke lantai.


“Sayang...” Arimbi menangis meraung. Hanya seorang ibu yang bisa memahami ketakutan dan rasa sakitnya saat itu. Matanya berkaca-kaca dan air mata mengalir di pipinya.


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2