GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 220. JOANA DALAM MASALAH


__ADS_3

“Nyonya Ganesha, ada apa?” Arimbi bertanya dengan suara prihatin karena dia tahu ada yang salah dengan suara Jayanti.


Dengan cemas wanita paruh baya itu berkata, “Arimbi, Joana mendapat masalah besar.”


“Joana mendapat masalah besar? Masalah apa yang dia hadapi?” Arimbi menjadi semakin cemas.


Dia teringat hobi temannya itu dan bertanya, “Nyonya Ganesha, apakah Joana ketahuan seseorang ketika dia sedang memotret mereka dan mereka membuat masalah baginya?”


Tiba-tiba Jayanti menangis tersedu-sedu. Sikapnya itu membuat Arimbi semakin khawatir dan dia menanyakan alasan Jayanti menangis.


“Nyonya Ganesha, jangan menangis dulu. Katakan padaku, siapa yang sedang bermasalah dengan Joana? Bagaimana keadaannya? Dimana dia sekarang?” tanya Arimbi penuh kecemasan.


Jayanti hanya terdiam dan menangis sesaat lalu dengan cepat berusaha menahan emosinya dan menjawab, “Joana dibawa pergi oleh pengawal Keluarga Harimurti. Baru saat itulah aku tahu kalau dia mengambil foto kepala Keluarga Harimurti dan bahkan menyebarkannya. Dan Mereka menemukannya.”


Arimbi ternganga. Dion Harimurti! Joana mengambil foto Dion. Dion memanglah tampan namun dia mudah tersinggung seperti Emir. Meskipun Joana suka memotret pria tampan, dia masih tahu tempatnya dan tidak akan membuat marah orang yang tidak bisa dia ajak bercanda.


Namun kali ini, dia langsung membuat Dion harimurti marah. Apakah dia pikir orang seperti Dion lebih mudah didekati daripada Emir?


“Aku sudah memberi tahu ayah dan saudara laki-lakinya untuk pergi ke kediaman Harimurti untuk meminta maaf dan membawa Joana kembali. Aku merasa sangat khawatir, jadi aku menelepon untuk berbincang denganmu.”


Jayanti melanjutkan dengan nada minta maaf. “Arimbi, aku tidak bermaksud membuatmu khawatir dengan sengaja. Tapi aku benar-benar merasa khawatir dan kacau sekarang.”


“Nyonya Ganesha. Aku mengerti. Tidak perlu meminta maaf padaku. Apakah Joana membawa ponselnya?” tanya Arimbi.


Arimbi tidak menyalahkan Jayanti karena menghubunginya meskipun di waktu yang tidak tepat. Karena ini tentang sahabatnya, lagipula dia sudah cukup lama kenal dengan Joana jadi sangat wajar jika dia mendapat telepon dari Jayanti yang cemas dan khawatir.


“Dia membawa ponselnya tapi kami tidak bisa menghubunginya. Mungkin pengawal Keluarga Harimurti telah menyita ponselnya. Aku sudah mencoba menghubunginya berkali-kali tapi tidak tersambung. Aku sudah sering memberitahunya untuk berhenti memotret orang lain diam-diam karena itu tidak sopan tapi dia tidak pernah mendengarkanku. Sekarang dia malah terlibat masalah karena hobinya itu.”

__ADS_1


Jayanti merasa marah dan tidak berdaya dengan kelakuan anaknya. Memotret orang lain tanpa izin dan menyebarkan foto-foto itu sangatlah tidak sopan dan menggangu privasi orang lain tetapi anaknya itu tidak pernah mau berhenti.


“Arimbi, ketika Joana pulang tolong bantu aku membuatnya berhenti melakukan hal itu. Aku tidak melarangnya melakukan hobinya tapi kalau yang satu ini aku benar-benar menolak.”


“Nyonya Ganesha, aku pasti akan memperingatkannya. Untuk saat ini, anda tidak perlu terlalu khawatir. Setelah Joana meminta maaf pada Tuan Harimurti, dan menghapus semua foto-foto itu, aku yakin Tuan Harimurti akan melepaskannya.”


“Arimbi, aku juga berharap bisa semudah itu. Jika kamu sekarang sedang sibuk, aku tidak akan mengganggumu lagi.”


“Nyonya Ganesha tolong kabari aku kalau Joana sudah kembali. Aku akan menegurnya.”


Setelah itu Jayanti Ganesha memutuskan panggilannya. Arimbi melamun untuk beberapa saat selagi menggenggam ponselnya. Dia memikirkan nasib Joana di kehidupan sebelumnya, apa yang terjadi pada sahabatnya itu.


Arimbi mengingat di kehidupan sebelumnya, dia dan Joana juga berteman. Tapi karena Arimbi terlalu terobsesi dengan Reza dan Joana merasa bahwa Reza bukan orang yang baik.


Dan Joana terus menerus membujuk Arimbi untuk tidak terlalu terobsesi dengan pria itu dan untuk tidak menentang orang tuanya. Tapi Arimbi tidak mengindahkan Joana dan dia malah merasa bahwa Joana berusaha menghalangi kebahagiaannya, sebab itulah dia menjauhi Joana.


Tapi karena Arimbi tetap saja tidak mengubris perkataan Joana akhirnya hubungan persahabatan mereka terputus. Sayangnya, dia tidak bisa bertemu dengan Joana lagi sampai dia mati.


Di kehidupan sebelumnya Arimbi mengingat kalau dia pernah mendengar desas desus tentang Joana di perkebunan anggur. Bahwa Joana suka mencuri memotret para pria menawan dan sudah banyak sekali orang-orang penting yang marah karena ulahnya itu. Hingga Keluarga Ganesha terkena banyak masalah karena hobi Joana.


Dan perusahaan mereka Ganesha Jaya Semesta akhirnya runtuh karena Joana. Setelah itu dia tidak bisa lagi mencari tahu apa yang terjadi pada Joana. Arimbi terus saja mengembalikan ingatannya pada kehidupan sebelumnya.


“Ada apa?” suara pelan yang penuh kekhawatiran terdengar dari bawah tubuhnya.


Ketika Arimbi mendongakkan wajahnya dan melihat Emir yang mencemaskannya, seketika itu juga dia terkejut dan sada. Seperti sedang mendapatkan pencerahan/ benar, dia sudah tidak lagi terkekang dalam kehidupan sebelumnya.


Dia bisa mengubah nasibnya dan seharusnya dia juga bisa mengubah nasih Joana. Ketika Joana kembali, Arimbi bersumpah untuk meluruskan Joana.

__ADS_1


Yang ditakutkannya hanyalah Dion Harimurti yang akan membalas perbuatan Joana pada Ganesha Jaya Semesta. “Joana terkena masalah. Dia suka memotret pria yang menawan dan saat ini dia tertangkap basah sedang memotret Dion. Nyonya Ganesha baru saja memberitahukanku bahwa dia dibawa pergi oleh pengawal Keluarga Harimurti.”


Arimbi menghela napas dan dengan cemas berkata, “Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh dion. Apakah dia akan membawa Ganesha Jaya Semesta kedalam masalah ini?”


Setelah mendengarkan penjelasan arimbi, Emir bertanya. “Apa kamu ingin membantunya?”


“Dia adalah teman terdekatku jadi tentu saja aku ingin membantunya jika aku bisa.” Arimbi menatap suaminya. Dia tahu bahwa selama Emir bisa menggerakkan kekuatannya, Joana apsti akan tertolong. Akan tetapi, dia mengusap wajah Arimbi dan berkata dengan lembut, “Aku tidak akan ikut campur. Temani aku rehabilitasi.”


Joana bukanlah orang yang layak bagi Emir untuk ikut campur. “Jangan khawatir. Aku berjanji bahwa Ganesha Jaya Semesta tidak akan hancur hanya karena masalah ini.”


Emir hanya membantu keluarga Ganesha karena Arimbi. “Terima kasih Emir.”


“Dion Harimurti tidak akan melukai Joana. Dia hanya akan menahannya mungkin paling lama beberapa hari saja.” ucap Emir memastikan pada Arimbi.


“Emir, apakah menurutmu ini hanya akal-akalan Dion saja agar aku mendatanginya?”


Emir terdiam dan menatap Arimbi sambil merapikan anak rambutnya. “Sampai kapan kamu mau berbaring diatasku begini?”


“Eeeh….hehe...maaf.” Arimbi langsung bergeser turun dari atas tubuh Emir dan berbaring disebelahnya. Tangan kekar pria itu memeluknya.


“Mengapa kamu sampai berpikir kesana? Apa kamu ingin menemuinya?” suara Emir terdengar tak senang. Mereka adalah musuh, bukannya Emir tak tahu jika Dion memang mengincar istrinya yang cantik itu.


Dia juga sempat berpikir jika ini memang disengaja. Sudah sering pria itu mencari cara agar Arimbi mendatanginya. Apalagi dia sangat terobsesi tentang memiliki bayi dengan Arimbi.


Dion adalah pria yang sangat licik dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


“Arimbi, berhati-hatilah jika bertemu dengannya. Mungkin dia mau kamu menyelamatkan Joana.”

__ADS_1


 


__ADS_2