
Meski demikian, hatinya sakit seperti tertusuk duri ketika ia memikirkan tentang itu setiap kali. Takdir telah memperlakukanku tidak adil, tetapi mengapa takdir tak bisa melawan Arimbi? Jika Arimbi tak datang, hidupku tak akan berubah, semua ini karena Arimbi!
'Aku adalah putri satu-satunya di keluarga Rafaldi. Aku memiliki segalanya dan ahli waris keluarga Rafaldi. Tapi semyanya hancur kini. Kenapa? Kenapa takdir mempermainkanku seperti ini?
“Masalah seperti ini harus dilakukan dengan cara yang sangat rahasia. Orang tuaku pasti akan menyalahkanku kalau seseorang mengetahui ini, terutama ibuku! Beliau tidak memperlakukanku dengan baik seperti dulu lagi.” ujar Amanda menjelaskan.
Sementara Yadid masih memperlakukan Amanda dengan baik. Namun Amnada merasa itu karena cara bekerjanya yang bagus di perusahaan. Seperti ibu angkatku, ayah lambat laun tidak memperhatikanku jika Arimbi paham mengenai masalah perusahaan.
Amanda merasa takut. Dia tak ingin kehilangan semua yang ia miliki sekarang. Menjadi anak orang kaya yang berlimpah harta dan kekuasaan adalah impian semua orang.
Dia tidak akan membuatnya kehilangan semuanya dan terpaksa kembali ke keluarga kandungnya yang miskin!
Zivanna menganggap masalah ini sebagai perkara remeh. Dahulu, ia harus membuka mulut dan berkata sedikit ketika ia ingin menyerang seseorang dan saudara-saudara laki-lakinya akan membantunya mencapai tujuannya. Mendengar itu, Amanda menggelengkan kepalanya.
“Meskipun Jordan menyukai Arimbi, tapi dia adalah pria yang beradab. Dia memang menyukai gadis-gadis muda dan canti, tapi dia tidak memaksa mereka. Ia hanya memberi mereka sedikit rayuan dan mereka yang berharap menerima pancingannya akan jatuh terjerat.”
Markas besar Serkan Global Group boleh jadi tak akan membiarkan Jordan jika dia berani memaksa seorang wanita muda untuk tidur bersamanya dengan cara menggunakan kesempatan kekuasaan yang dimilikinya. Karena itu akan mempengaruhi nama perusahaan.
Zivanna yang berwajah murung berkata, “Amanda, bagaimana bisa kamu menentang Arimbi sampai titik penghabisan kalau kamu tidak bisa menangani hal-hal sepele seperti ini? Arimbi adalah putri kandung dari keluarga Rafaldi. Kalau dia menunjukkan sedikit kemampuannya, kamu akan kalah. Apa kamu sanggup menyerahkan Rafaldi Group begitu saja?”
Setelah itu dia menambahkan, “Lagipula, apa kamu ikhlas jika harus meninggalkan Rafaldi Group? Kamu hanya bisa kembali pada keluarga kandungmu. Apa kamu ingin kembali Amanda? Sekarang kamu adalah putri dari Keluarga Rafaldi.” ucap Zivanna berusaha mengalihkan pikiran Amanda.
"Bagaimana nasibmu jika kamu kembali pada keluarga kandungmu? Tidak akan ada yang mau menerimamu kembali, Amand!"
__ADS_1
“Meski begitu, orang tuaku masih memikirkan tentang Gio yang memiliki perasaan padamu. Setelah kamu kembali pada keluarga kandungmu, perbedaan derajat diantara kamu dan Gio akan sangat jauh. Pada saat itu juga, ini akan mempersulit dirimu untuk menikah dengan Gio dan menjadi istrinya.”
Zivanna secara terang-terangan menyarankan Amanda untuk menerima Gio kakaknya sebagai kekasih Amanda. Hanya dengan cara begitu dia dan keluarganya bisa mengendalikan Amanda.
Saat mengatakan itu, Zivanna nyaris mengungkap secara terang-terangan bahwa Amanda hanya layak untuk menjadi wanita simpanan Gio. Saat Amanda mendengar ucapan Zivanna raut wajahnya langsung berubah. Tak diragukan lagi bahwa Zivanna telah menyerang titik lemahnya.
“Bagaimanapun juga, Rafaldi Group akan menjadi celaka karena aku tidak akan mempermudah hidup Arimbi!” ancam Zivanna denga serius.
“Zivanna…..”
“Amanda, kamu tidak perlu berkata apapun. Ayahmu tidak akan memberi Arimbi pelajaran meskipun aku keberatan untuk tidak menyerang Rafaldi Group. Berhubung aku tidak bisa menampar wajah Arimbi dengan keras, akan kuperbolehkan Tuan Rafaldi menamparnya. Omong-omong aku sudah lelah. Sebaiknya kamu pulang saja.”
Zivanna pun langsung mengantarkan Amanda sampai ke pintu kamarnya. Amanda yang pasrah mengatupkan bibirnya kemudian mengiba dan berkata, “Zivanna, bisakah kamu tidak melampiaskan amarahmu pada Rafaldi Group demi pertemanan kita? Kami juga masih merundingkan beberapa proyek penting saat ini.”
Mata Zivanna berkedip dan dia menatap amanda. Sementara itu Amanda mengejek dalam diam. Namun raut wajah Zivanna masih acuh, “Amanda, aku sudah membiarkan Arimbi beberapa kali demi pertemanan kita, tetapi dia benar-benar harus dihukum.”
“Zivanna…..”
“Pergi saja.”
Amanda menghela napas setelah mendengarnya dan berpamitan pada Zivanna tanpa mengucapkan sepatah kata. Seusai keluar dari kamar Zivanna, seringai muncul di bibir Amanda.
Selama PT. Lavani Indoraya mengambil beberapa proyek penting yang saat ini ayah rundingkan, tentu beliau akan naik pitam. Berhubung beliau tidak bisa melakukan apapun demi PT. Lavani Indoraya, beliau akan melampiaskan amarahnya pada Arimbi.
__ADS_1
Seperti yang Zivanna katakan, biar ayah yang memberi Arimbi pelajaran jika dia tidak dapat menamparnya sendiri.
Ketika memikirkan itu, Amanda menjadi tak sabar untuk menyaksikan kejadian dimana ayah angkatnya menampar wajah Arimbi dengan keras. Amanda melangkah menuju kelantai bawah dengan wajah ceria.
Setibanya di lantai bawah, raut wajahnya berubah menjadi muram lagi. Tentu saja, ini hanyalah sandiwara yang ia lakukan untuk para pelayan dirumah besar Lavani.
Sementara itu, Zivanna yang berada dikamarnya berjalan menuju balkon dan melihat Amanda keluar dari rumahnya kemudian berjalan menuju tempat parkir. Sembari memanggil kakaknya Johan, dia melihat bayangan punggung Amanda memudar.
Setelah Johan mengangkat teleponnya, Zivanna berteriak dengan sedih, “Kak Johan!”
“Ada apa Zivanna? Apa ada seseorang yang menindasmu?” tanya pria itu dengan khawatir. Sedangkan disebelah Johan adalah Gio yang juga bertanya dengan khawatir, “Apa yang terjadi padamu Zivanna?”
“Kak Johan, aku pergi meluapkan amarahku pada Arimbi.” ujar Zivanna sedih sembari sedikit menangis. Ini membuat kedua saudara laki-lakinya yang begitu menyayanginya sangat risau. Keduanya tak sabar ingin menghajar Arimbi untuk mewakili adik mereka.
Dari semua orang di Metro, siapa yang berani menindas Zivanna? Siapa yang berani melakukan hal itu kendati dia bukan ahli waris tertinggi. Namun Arimbi hanyalah seorang udik dari pedesaan yang sudah berani menyakiti adik kita lahi dan lagi! Siapa yang memberikan Arimbi keberanian?
“Aku bahkan tidak menggangu Arimbi. Mobilku bahkan rusak karena dia. Tetapi aku sangta geram karena dia juga merusak sepasang sepatu hak tinggi permataku, kak Johan...kamu harus membelaku.”
Ketika Johan mendengarnya ia kehabisan kata-kata dan terdiam sesaat. Setelah beberapa saat, ia berkata, “Zivanna, kamu yakin kalau kamu tidak hanya bertengkar dengannya?”
“Bagaimana bisa wajah Arimbi membengkak parah dengan kecepatanmu dalam menampar wajah seseorang tiba-tiba? Lantas apa, kamu sebenarnya merasa dirugikan?” pria itu sangat mengerti tingkat kesabaran adiknya. Sudah pasti Arimbi akan ditampar dan dihajar tanpa ampun jika Zivanna pergi menemuinya untuk meluapkan amarahnya.
__ADS_1