GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 97. RINO SUPIR TAKSI ONLINE


__ADS_3

“Baiklah Emir, aku akan menunggumu untuk mengatur semuanya kalau begitu.”


Emir menjawab dengan mengganggukkan kepalanya setelah itu dia memberi isyarat pada pengawalnya untuk mendorongnya keluar. Mosha ikut mengantarnya sampai diluar. Melihat bagaimana Emir dijaga dengan sangat protektif dan dipatuhi oleh pengawalnya, Mosha tidak bisa menahan diri untuk tidak menghela napas lega.


Pasti ada dewa diluar sana yang iri dengan betapa sempurnanya Emir sehingga mereka sengaja membuatnya mengalami kecelakaan yang membuatnya lumpuh. Emir adalah seorang pria tampan yang penuh kecemerlangan tapi sayangnya harus terikat di kursi rodanya. Disatu sisi dia juga seorang suami dan sangat disayangkan bagi pria seperti itu mengalami nasib seperti itu.


Setelah iring-iringan mobil Emir menghilang dari pandangan, Mosha berbalik dan berjalan kembali ke rumahnya. Kemudian dia meraih ponselnya dan menelepon Arimbi. Arimbi langsung berpikir pasti suaminya yang tampan itu telah mengadu pada ibunya saat dia melihat ibunya yang meneleponnya. Arimbi menjawab telepon dengan menjauhkan dari telinganya tapi diatetap saja bisa mendengar suara marah ibunya yang mengaum layaknya seekor singa.


“Arimbi Saraswaty Rafaldi! Lebih baik kamu pulang kerumah setelah kamu kembali dari bandara.”


“Bu, a—aku punya sesuatu hal yang harus kulakukan. Aku tidak bisa pulang hari ini. Aku juga agak sibuk besok karena harus pergi ke perusahaan dengan ayah. Mungkin aku akan datang di lain hari, aku akan pulang dan menemanimu di lain hari saja ya bu.” jawab Arimbi dengan suara bergetar.


“Berhenti meremehkan aku, Arimbi! Dengarkan ibu baik-baik, kamu dilarang mengemudi mulai sekarang! Aku akan merobek-robek SIM milikmu dan mematahkan kakimu jika kamu coba-coba mengemudi lagi.” Mosha memberikan peringatan keras pada putrinya sesuai ucapan Emir.


“Ibu tega mau mematahkan kaki mulusku nan cantik ini Ibu?” Arimbi menggoda Mosha.


“Apakah kamu mau ibu mencobanya? Sini biar ibu coba patahkan kakimu.” tidak ada nada geli dan tawa seperti biasanya setiap kali Arimbi menggodanya.


Mosha malah balas membentaknya, dia lakukan ini demi menantunya, bagaimanapun dia butuh dukungan menantunya untuk masa depan Arimbi kelak jika putrinya ingin mengambil alih perusahaan.


“Baiklah….baiklah. Aku akan mendengarkan ibu. Aku tidak akan mengemudi lagi, jangan marah lagi padaku ya bu.” bujuk Arimbi. Mosha masih terus mengomeli Arimbi ditelepon sampai dia puas dan lelah lalu akhirnya menutup telepon.

__ADS_1


“Huh! Korbanku hanya sebatang pohon, tapi sudah diomeli begitu panjang dan lebar,” gerutu Arimbi pada dirinya setelah panggilan itu berakhir.


Rino yang mendengarnya dengan santai berkata, “Nyonya Muda Arimbi, cara mengemudi anda dijalan adalah perilaku berbahaya. Sekarang mungkin hanya sebatang pohon tapi tidak ada yang tahu jika lain kali mungkin ada korban jiwa.”


“Baiklah, itu memang salahku. Aku tahu mereka hanya mengkhawatirkanku. Aku tidak seharusnya mengeluh. Aku bahkan mencari di google bagaimana caranya menulis refleksi diri.” Arimbi bersandar sambil mengejek dirinya sendiri.


Yang harus dia lakukan nanti adalah menyalin kata demi kata, dan saat ini dia memikirkan kata-kata seperti apa yang akan ditulisnya nanti untuk menyenangkan hati suaminya. Lagipula Emir tidak mengatakan bahwa dia tidak diijinkan untuk menyalin kata-kata dari google.


Sementara itu di bandara, Joana Ganesha sudah selesai makan dan beristirahat sejenak di bandara internasional Metro sebelum dia mengirimkan pesan pada Arimbi untuk menanyakan apakah dia sudah tiba disana lalu dia mengirimkan lokasinya pada Arimbi. Dia menerima balasan dari Arimbi yang mengatakan bahwa dia akan tiba disana dalam sepuluh menit.


“Mengemudilah pelan-pelan Arimbi, aku tidak terburu-buru. Kamu jangan mengebut kesini, hati-hati ya.” balas Joana pada pesan Arimbi. Pesan berikutnya yang dia terima dari Arimbi adalah dua buah foto Arimbi dan Rino disebelahnya sedang mengemudi. Mata Joana langsung berbinar bagai berlian melihat foto yang dikirimkan sahabatnya itu. Satu foto Rino yang sedang mengemudi itu terlihat sangat bagus, Dia terkesiap karena benar-benar keren.


Arimbi bahkan menggodanya tentang bagaimana calon suami Joana kelak akan sangat cemburu jika dia memasuki kamarnya dan melihat semua foto pria lain dia gunakan untuk mendekorasi kamarnya. Joana adalah seorang wanita mungil dengan wajah cantik dan lembut. Dari segi kepribadian dia sangat mirip dengan Arimbi dan begitulah cara mereka menjadi sahabat.


Mengetahui bahwa bukan Arimbi yang mengetahui membuat Joana merasa nyaman saat menelepon Arimbi. “Apakah itu supir baru keluargamu, Arimbi? Apakah dia setampan itu? Ya, ampun dia terlihat sangat luar biasa dari samping. Sekali melihat fotonya membuat duniaku telah menyala-nyala.”


Arimbi melirik kearah Rino saat dia mengemudi. Semua pengawal Emir itu bertubuh besar dan kekar.


Rino adalah yang terbaik diantara mereka semua dan dia boleh dikategorikan berada dilevel yang sama dengan Emir dalam hal penampilan. Bukan itu saja, Rino adalah pengawal paling tampan diantara semua pengawal Emir. Tentu saja Emir tetap menjadi pemenang utama, wajah Emir adalah wajah yang sulit ditandingi oleh pria manapun dan paling disukai para wanita.


“Bukan. Dia tidak bekerja untuk keluargaku, aku memesan taksi online dan dia pengemudi yang aku dapatkan.” jawabnya. Pengawal yang berada disisinya adalah pria yang dingin dan acuh tak acuh. Arimbi tidak ingin temannya melakukan apapun untuk menyinggung perasaannya karena Joana bisa saja terluka sebagai balasannya.

__ADS_1


Mendengar Nyonya Muda yang dilayaninya memanggilnya sebagai supir taksi online segera membuat wajah Rino menjadi semakin datar dan dingin. Tapi dia tidak punya niat untuk mengoreksi ucapan Arimbi, siapa juga yang berani melakukan itu pada istri Tuan Emir?


Lagipula Joana dalah putri dari keluarga Ganesha yang kaya. Rino mengetahui siapa Joana yang selalu berbinar matanya setiap melihat pria tampan. Dan Rino akan menjadi pria bodoh jika dia memberitahu Joana siapa dia sebenarnya. Dia tidak mau Joana akan menempelterus menerus padanya seperti lintah.


“Supir taksi online? Ya ampun….apakah semua supir taksi online saat ini begitu seksi dan tampan? Aku harus memesan taksi online setiap kali keluar mulai sekarang. Aku tidak mau mengemudi mobil sendiri lagi kalau begitu.” ujar Joana bersemangat.


Arimbi tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ucapan Joana, “Hahahah…..Ya, mengapa tidak? Asyik loh naik taksi online. Kamu harus mencobanya sekali-kali.”


“Apakah pria itu benar-benar supir taksi online?” Joana bertanya lagi, dia bukan seorang yang bisa dengan mudah dibodohi.


“Dia bukan supir keluargaku, Terserah kamu mau percaya atau tidak!”


Tentu saja Joana Ganesha tidak akan mempercayai Arimbi, bagaimanapun keluarga Rafaldi kaya mana mungkin putri kandung Keluarga Rafaldi bisa menggunakan taksi online?


“Arimbi! Dimana mobilmu?” tanya Joana penuh selidik.


“Seseorang membuang ban mobilku jadi aku tidak bisa menjemputmu dari bandara makanya aku pesan taksi online untuk menjemputmu.”


“Bajingan mana yang sampai hati melakukan sesuatu yang konyol seperti itu? Seenaknya melepas ban mobilmu?” Joana menjadi marah mendengar ucapan sahabatnya.


“Pelakunya bukan bajingan tapi Tuan Kepiting yang melakukannya.” jawab Arimbi.

__ADS_1


__ADS_2