GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 365. BAU BUSUK


__ADS_3

Keesokan harinya keluarga Lavani terbangun karena mencium aroma menusuk hidung. Serempak seisi rumah berhamburan keluar dari kamar mereka, bahkan para pelayan pun ikut keluar memeriksa darimana asalnya bau yang sangat tidak enak itu berasal. Yuda Lavani langsung memerintahkan pelayan dan juga para pengawalnya, “Cepat periksa bau apa ini? Busuk sekali!”


 


“Uwweeekkk…….darimana bau busuk ini datangnya?” tanya Arini Lavani. Pandangan para pelayan dan pengawal mengitari seluruh ruangan dan juga pekarangan rumah untuk mencari sumber bau tidak sedap layaknya sampah yang dibakar. Johan menatap jam dinding yang menunjukkan pukul enam pagi. Dia baru sadar jika Zivanna tidak ada disana bersama mereka.


 


Dia segera bertanya, “Dimana Zivanna? Kenapa aku tidak melihatnya sejak tadi malam?”


Wajah kedua orangtuanya pun langsung berubah dan saling bertukar pandang.


“Ya, dimana Zivanna? Coba periksa apa dia masih ada didalam kamarnya.” perintah Yuda kepada pelayan yang langsung pergi kelantai atas.


 


Mereka pun langsung meraih ponsel masing-masin dan menekan nomor ponsel Zivanna. Pelayan kembali dengan wajah pucat,


“Tuan, Nyonya. Saya sudah cek tapi Nona tidak ada didalam kamarnya dan sepertinya dia tidak pulang semalam.” ujarnya dengan menundukkan wajahnya.


“Apa? Tidak pulang? Gio! Johan! Kalian semalam bersama adikmu kan?”


 


“Tidak ayah!” jawab mereka serempak.


“Gio! Kau ada dimana semalam? Kapan terakhir kali kau melihat adikmu?”


“Ehm…..aku melihatnya saat masuk kehotel tempat pesta diadakan. Aku bersama Amanda semalam dan tidak terlalu memperhatikan Zivanna.”


 


“Sialan! Kau lebih memperhatikan wanita murahan itu daripada adikmu? Cepat kalian cari dimana adikmu berada sekarang?” Yuda marah dan tangannya mengepal erat.


Gio dan Johan berusaha menghubungi nomor ponsel Zivanna namun tidak tersambung. Kemudian mereka berusaha mengecek lokasi terakhirnya melalui GPS namun tidak bisa dilacak dan hanya menunjukkan lokasi terakhir adalah hotel.

__ADS_1


 


“Lokasi terakhirnya di hotel! Aku akan pergi kesana mengeceknya.” ucap Gio dengan cepat melangkah. Dia mengkhawatirkan keadaan adiknya, dia bahkan merutuki dirinya sendiri yang tidak memperhatikan keberadaan adiknya sepanjang pesta semalam. Gio melajukan mobil sportnya dengan kencang menuju ke hotel.


 


Sedangkan di rumah kediaman Lavani, semua orang pergi menuju ke halaman belakang. Disana terlihat banyak tumpukan dedaunan kering yang terbakar lalu nampak beberapa binatang kecil yang sudah hangus diatas dedaunan.


“Apa itu?” Johan mengedarkan pandangannya keseluruh tempat itu, ketika seorang wanita dengan seragam hitam dan bros keemasan datang langsung memasuki rumah tanpa permisi.


 


Usia wanita itu diperkirakan sekitar empat puluhan tahun, tatapan matanya tajam dan menyelidik. Raut wajahnya tampak tidak senang dan tanpa mempedulikan semua orang disana, wanita itu langsung berjalan menuju mereka. Pelayan itu berteriak marah pada mereka,


“Kenapa mau membuat kebakaran disini? Tetangga protes karena baunya tidak sedap.”


 


Johan dan ayahnya mengeryitkan dahinya dan tak mengubris kedatangan wanita itu dan masih menyuruh pelayan memeriksa sampah yang terbakar. Pelayan itu langsung berdiri dan menginjak-injak api diatas dedaunan.


 


“Namamu Berta?” tanya Yuda dengan suara ketus.


Wanita itu mengeryitkan keningnya kesal. “Iya! Aku kepala rumah tangga di rumah sebelah! Tuan-ku protes karena bau busuk yang berasal dari rumah ini dan memintaku datang kesini untuk memeriksa. Apa yang kalian lakukan itu salah! Menyebabkan polusi udara dengan membakar binatang!”


 


“Apa katamu? Kepala rumah tangga di rumah sebelah? Rumah sebelah jaraknya jauh dari sini dan rumah itu sudah lama tidak ditempati. Entah kemana perginya keluarga pemilik rumah itu.” ucap Yuda mengeryitkan keningnya merasakan keanehan pada wanita ini.


 


“Rumah itu memang sudah lama ditinggalkan, hanya ada saya dan beberapa pelayan yang tinggal disana untuk menjaga dan merawat rumah. Tapi Tuan Besar sudah kembali dan menempati rumah itu tapi sialnya hari pertama dia kembali sudah harus mencium bau busuk dari arah sini.” ketus wanita itu.


Berta memang mendapatkan laporan dari pelayan dirumah sebelah. Rumah sebelah yang letaknya jauh karena halaman setiap rumah disana sangat luas sehingga jarak antara rumah lumayan jauh. Menurut laporan pelayan dirumah sebelah, bau tidak sedap itu berasal dari rumah keluarga Lavani dan dia pun bergegas datang kesana.

__ADS_1


 


Tapi sepertinya keluarga itu memang tidak punya sopan santun dan tata krama. Bukannya mematikan api tapi malah menyuruh pelayan mereka menumpukkan dedaunan kering ke api itu.


“Maaf Tuan Lavani. Saya harap anda bisa meminta pelayan anda untuk membereskan ini.” tunjuk Berta pada gundukan-gundukan hitam disekitarnya.


 


Berta meneliti berbagai hewan yang terbakar digundukan itu, ada beberapa gundukan yang sudah berwarna hitam di halaman belakang rumah keluarga Lavani. Ada ular, tikus, serangga dan membuat semua orang yang melihat semua binatang itu bergidik ngeri. Siapa yang melakukan ini dirumah keluarga Lavani?


 


Kenapa begitu banyak binatang yang dibakar dihalaman rumah mereka? Tadi malam sepulang dari pesta pernikahan yang kacau, semaunya tampak normal dan seisi rumah tidur hingga pagi ini dibangunkan dengan bau yang tidak sedap. Melihat beberapa gundukan yang dipenuhi berbagai binatang itu membuat Keluarga Lavani kebingungan.


 


“Ayah! Siapa yang melakukan ini?” tanya Johan menatap semua gundukan hitam itu. Sedangkan ibunya sudah lebih dulu berlari kedalam rumah karena tak tahan dengan baunya.


“Kalian semua bersihkan ini!” perintah Yuda pada para pelayannya. Lalu dia memanggil kepala pengawal untuk memeriksa rekaman CCTV.


 


Yuda dan Johan melangkah kembali kerumah. Setelah membersihkan diri, mereka berkumpul untuk melihat rekaman CCTV dari tadi malam hingga pagi ini. Area halaman belakang rumah hanya ada beberapa CCTV di sudut tertentu saja sehingga tidak bisa menunjukkan seluruh are halaman belakang.


Dan lampu taman yang temaram pun tidak bisa memperlihatkan dengan jelas, karena semua gundukan sampah itu seperti sengaja diletakkan diarea yang agak gelap dan jauh dari jangkauan CCTV.


 


Mereka hanya bisa melihat beberapa orang berpakaian hitam mengenakan masker dan tutup kepala memasuki halaman belakang kediaman Lavani sambil membawa beberapa karung. Dan saat mereka mengecek waktu kejadian menunjukkan jam tiga pagi.


Itu adalah waktu dimana semua orang sedang tidur lelap. Nampak dalam rekaman, beberapa orang itu menumpukan karung yang mereka bawa lalu mulai membuat beberapa gundukan.


Setelah itu mereka pergi, namun satu jam kemudian datang dua orang yang mulai menyalakan api di gundukan-gundukan itu. Setelah itu kedua orang itu pergi menghilang dikegelapan malam.


 

__ADS_1


Tak ada satupun yang tertangkap jelas di kamera dari arah mana orang-orang itu datang dan pergi karena memang area yang mereka pilih sangat tepat, tidak ada pencahayaan yang baik dan jauh dari jangkauan CCTV. Meskipun salah satu staff IT yang dipanggil Johan tidak dapat memperlihatkan wajah-wajah orang itu.


__ADS_2