
Di waktu yang bersamaan di aula The Palm Bliss hotel, Emir mengambil alih mikropon dan mulai bicara. “Selamat siang semuanya. Ada beberapa hal penting yang ingin saya bagikan. Yang pertama, saya ingin mengumumkan tentang pernikahan saya.”
Mendengar itu sontak semua heboh, selama ini semua orang mengetahui jika Emir tidak dekat dengan wanita manapun. Yang mereka tahu tentang Zivanna yang mengejar cinta Emir tapi tak ada kabar selanjutnya. Jadi mendengar kabar seperti ini, langsung membuat heboh.
“Tuan Emir, siapakah wanita yang beruntung menjadi istri Tuan?” tanya seorang wartawan memberanikan diri bertanya.
“Akan ada sesi tanya jawab nanti. Sekarang, dengarkan saya baik-baik. Saya sudah menikah lebih dari sebulan yang lalu. Dan wanita yang saya nikahi adalah wanita yang berada disamping saya ini. Arimbi Saraswaty Rafaldi. Jadi saya umumkan secara resmi bahwa istri saya adalah Arimbi Rafaldi, putri kandung dari keluarga Rafaldi! Disini saya juga mengundang kedua orang tua dari istriku.” ujar Emir.
Konferensi pers yang diadakan oleh Emir, ada yang diliput langsung oleh dua media televisi. Mereka juga mengundang semua media cetak dan elektronik untuk konferensi pers hari ini. Sehingga kehebohan pun langsung terjadi setelah kabar pernikahan Emir dan Arimbi.
Media sosial langsung dipenuhi oleh komentar para netizen yang terkejut. Para penggemar wanita yang menyukai Emir selama ini mulai menyerang dengan komentar-komentar yang merendahkan asal usul Arimbi. Ada juga yang ikut bahagia dengan kabar ini. Emir juga mengumumkan akan menyelenggarakan pesta pernikahan dalam waktu dekat.
*****
PRAANGGGG! PRAAANGGGG
Diruang kerja Direktur Harimurti Group, barang-barang berserakan dilantai. Dion Harimurti yang mendengar kabar itu sangat terkejut dan marah! Kedua tangannya mengepal erat dan matanya memerah karena emosi.
“Brengsek! Kurang ajar kau Emir! Arrrrgggggg!” dia kembali mengamuk dan menghancurkan barang-barang yang tersisa diruang kerjanya. Asisten pribadinya yang ketakutan hanya bisa berdiri diluar pintu menunggu sampai Dion tenang.
'Arimbi! Arimbi! Kamu hanya milikku! Bagaimana bisa kamu malah menikahi Emir? Lelucon apa ini yang sedang kalian mainkan?" bisik Dion fihatiny.
‘Gawat! Tuan Harimurti benar-benar marah, apa yang akan dilakukannya sekarang? Apa dia berniat untuk merebut Nona Arimbi dari Tuan Emir? Tapi mereka sudah menikah? Ini bisa jadi masalah baru!’ gerutu asisten Dion yang ketakutan.
__ADS_1
...********...
Di ruang direktur Lavani IndoJaya tampak Johan yang baru saja diberitahu asistennya tentang konferensi pers yang diadakan oleh Emir secara live. “Heh! Apa yang kamu akan lakukan Emir? Membantu Rafaldi Group? Jangan harap! Orang-orang itu tidak akan berani menentangku dan tetap bekerjasama dengan Rafaldi Group!”
Gio buru-buru memasuki ruang direktur bersama Zivanna. Mereka berdua sengaja datang ke perusahaan bersama-sama setelah makan siang karena ada hal yang ingin mereka lakukan.
“Johan! Kamu sudah lihat beritanya? Ini benar-benar gawat!” ujar Zivanna yang merasa takut.
“Memangnya kenapa kalau dia mengumumkan pernikahannya? Dia ingin menggunakan trik murahan ini untuk menakut-nakuti perusahaan yang sudah membatalkan kerjasama dengan Rafaldi Group?”
“Menurutmu? Apakah kamu tidak berpikir betapa kejam dan menakutkannya Tuan Emir? Dengan mengumumkan kalau Keluarga Rafaldi adalah mertuanya, itu sangat menguntungkan Rafaldi group! Orang-orang itu pasti akan kembali ingin bekerjasama dengan Rafaldi Group! Aku sudah yakin sejak awal kalau cara ini tidak akan berhasil, Johan!”
“Cukup Johan! Kenapa kita malah bertengkar gara-gara ini? Aku mempercayai Amanda dan jika kamu keberatan untuk membantu menghancurkan kedua keluarga itu maka aku sendiri yang akan melakukannya! Amanda adalah putri mereka juga tapi mereka menyembunyikan ini dari Amanda?” ujar Gio yang tak terima jika Amanda direndahkan. Cinta telah membutakan matanya.
Di PT. Libra Elektroindo.
“Kurang ajar! Apa Amanda sengaja ingin menjebakku? Heh! Dia sengaja memintaku untuk mengundang makan malam atas kerjasama perusahaan dan memintaku mendekati Arimbi? Arrggggg…..” Jordan pun mengamuk diruangannya. Dia merasa kalau Amanda sudah menipunya dan menjebaknya dengan Arimbi.
__ADS_1
Sambil mengacak-acak rambutnya, Jordan mulai ketakutan! Dia takut jika Arimbi mengatakan sesuatu perihal dirinya pada Emir.
“Mampus aku! Bagaimana jika Arimbi mengatakan hal yang buruk tentangku pada Tuan Emir? Arrrkkkkk kenapa aku bisa sebodoh ini tidak menyadarinya?”
Jordan mencoba mengingat-ingat lagi bagaimana Aslan yang memintanya untuk mengajukan pembuka penawaran pemesanan papan sirkuit. Dari sekian banyak perusahaan yang mengajukan penawaran, justru Aslan juga yang memintanya secara tidak langsung agar menerima penawaran dari Rafaldi Group melalui Arimbi!
Wajahnya memucat dan ekspresi ketakutan serta cemas terlihat jelas disana. “Aku harus membatalkan acara nanti malam! Tapi Tuan Aslan sudah tahu soal itu! Ah….kurasa tidak akan masalah jika hanya makan malam. Aku tidak akan melakukan apa yang Amanda minta! Cih! Wanita itu! Aku harus membalasnya!” ujar Jordan penuh amarah.
“Dia kan putri angkat keluarga Rafaldi? Atau jangan-jangan dia sengaja memintaku untuk merusak reputasi Arimbi nanti malam untuk keuntungan pribadinya? Tapi, bukankah dia tahu kalau Nona Arimbi adalah istri Tuan Emir? Kenapa dia melakukan ini? Sama saja dengan bunuh diri kan? Nekat sekali wanita itu! Atau dia ingin menghancurkan Arimbi dan aku sekaligus? Fuuuhhhh! Untung saja acaranya nanti malam dan aku mendapat berita ini barusan, kalau tidak aku sudah pasti tidak akan melihat hari esok.”
Jordan terdiam sejenak dan tampak serius memikirkan sesuatu. Ada kemarahan disinar matanya, entah apa yang dia pikiran tapi setelah sekian lama, dia terlihat tersenyum lalu berdiri. ‘Akhirnya aku dapat ide. Aku harus bicara dengan Nona Arimbi tanpa sepengetahuan Amanda! Tapi bagaimana caranya? Kalau dia sudah memberitahu Tuan Emir tentang aku, aihhhhh…..mampus aku!”
...*************...
Sementara itu di perusahaan Rafaldi Group pun terjadi kehebohan yang sama. Apalagi Sandra yang selama ini membenci Arimbi terlihat duduk lemas dikursinya.
'Apa yang akan terjadi pada Amanda sekarang? Dia mengambil data penting perusahaan, entah apa yang akan dilakukannya! Tapi kalau sampai dia ketahuan! Ahhh….aku juga akan ditendang dari perusahaan ini!’ Sandra mulai ketakutan.
“Sandra! Apa yang kamu lakukan? Dimana Wakil Direktur Rafaldi?” tanya Sartika yang tiba-tiba masuk keruangan itu dan melihat Sandra yang bertingkah aneh.
“Saya tidak tahu kemana Wakil Direktur Pergi. Tadi katanya ingin menemui orang-orang yang membatalkan kerjasama itu.” ucap Sandra dengan suara agak gemetar.
__ADS_1