GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 322. MEMOHON MAAF


__ADS_3

“Ruby! Aku benar-benar tidak bersalah! Malam itu aku dan Amanda dijebak, kami sama-sama tidak tahu apa-apa. Aku serius mau menikahimu! Tolong maafkan aku, pernikahan kita akan dilaksanakan beberapa hari lagi, kita tidak bisa mundur dan pernikahan itu gagal!” bujuk Reza sambil memegang tangan Ruby.


 


Ayahnya memarahinya begitu juga dengan ibunya. Kondisi perusahaan mereka semakin kacau balau dan jika pernikahan itu sampai batal maka Reza akan kehilangan segalanya!


Dia tidak menginginkan itu, dia tidak mau hidup susah. Sekian lama dia hidup mewah dan menjadi pewaris keluarga Kanchana tapi sekarang posisinya semakin terancam.


 


Dia berusaha keras untuk membujuk Ruby agar tidak membatalkan pernikahan. Sedangkan kedua orang tua Ruby pun sangat marah pada Reza dan belum memberikan jawaban apapun padanya.


Satu-satunya pilihan terakhir Reza adalah membujuk Ruby. Kalau wanita itu tetap ingin melanjutkan pernikahan maka keluarga Zimena tidak akan bisa menolak dan terpaksa mengikuti keinginan Ruby.


 


“Aku tidak tahu Reza! Apakah yang kamu katakan itu benar atau tidak. Mengingat selama ini kamu dan Amanda memang sangat dekat.” kata Ruby.


“Katakan padaku, apakah kamu memang tidak punya perasaan apapun pada Amanda? Apakah kamu bisa dipercaya?”


 


“Kami hanya berteman dekat karena kami sudah mengenal cukup lama! Tapi tidak lebih dari itu! Ruby, aku berjanji padamu akan menjadi suami yang setia dan menyayangimu. Meskipun saat ini belum ada cinta diantara kita tapi kamu layak menjadi pendampingku! Kamu wanita yang baik.” bujur Reza lalu menarik Ruby masuk kedalam pelukannya.


 


“Aku menyukaimu! Tolong maafkan aku dan kita perbaiki semuanya. Aku hanya mau menikahimu! Bukan Amanda dan bukan wanita manapun! Percayalah padaku Ruby, aku akan menuruti kemauanmu. Jika kamu memaafkanku, aku akan mengajakmu shopping!” ujar Reza melakukan pilihan terakhir untuk mendapatkan maaf dari Ruby.


 


Wanita itu tampak diam dan tak langsung merespon. ‘Reza memang tampan dan aku benar-benar menyukainya. Sikapnya saat membujukku dan meminta maaf sangat manis! Aku juga sebenarnya tidak ingin pernikahan ini gagal! Tapi aku tidak boleh langsung memaafkannya begitu saja. Aku harus menahan diriku, biarkan dia yang memohon.’ bisik hati Ruby.


 

__ADS_1


‘Kalau aku melepaskan Reza, aku mungkin tidak punya kesempatan lagi mendapatkan pria setampan dia. Keluarganya juga kaya dan statusnya berada diatas keluargaku! Ah, aku tidak akan melepaskannya. Tapi aku mau dia memanjakanku dan selalu menuruti kemauanku! Aku tidak peduli soal dia dan Amanda! Meskipun seandainya mereka memiliki hubungan, selama aku yang menikahi Reza tidak akan ada wanita lain yang bisa mendekatinya.’


 


“Ruby!” Reza membelai rambut wanita itu dan mencium keningnya membuat Ruby berbinar-binar bahagia diperlakukan seperti itu oleh pria pujaan hatinya.


Reza yang hebat dalam merayu wanita pun tahu jika tak ada seorang wanita pun yang akan menolaknya, kecuali Arimbi! Wanita itu bahkan menikahi Emir yang membuat Reza meradang.


 


 “Reza, setelah kupikir-pikir. Saat ini aku belum bisa memaafkanmu. Hatiku sakit sekali melihat foto-fotomu dengan Amanda! Aku sangat mempercayaimu dan aku juga tahu kamu seorang pria yang baik. Makanya aku menerima lamaranmu waktu itu, tapi aku juga tidak bisa membohongi hatiku kalau aku terluka! Beri aku waktu.”


 


“Tidak Ruby! Jangan katakan itu, sayang. Aku tidak bisa tanpamu, percayalah padaku Ruby! Aku benar-benar tidak sadar malam itu kami dijebak! Semua yang diberitakan itu tidak sepenuhnya benar! Malam itu Amanda berada disana bersama Arimbi, mereka menjamu klien malam itu.”


 


“Apa kamu bilang?”


 


Reza sekarang melepaskan pelukannya dan menatap Ruby dengan lembut yang membuat wanita itu meleleh. Dengan raut wajah yang dibuat-buat sedih Reza kembali berkata.


“Saat Amanda selesai menerima telepon dia kembali keruangan itu dan minum wine. Setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi, saat itu aku menerima telepon dari ponsel Amanda yang memintaku untuk pergi kesana.”


 


“Ruby, percayalah padaku. Sebagai seorang teman sudah pasti aku merasa khawatir karena Amanda tidak pernah ke tempat seperti itu. Begitu aku menerima telepon itu tanpa pikir panjang aku langsung menuju kesana! Tapi saat aku masuk kedalam kamar itu ada yang membiusku. Dan setelahnya kamu sudah bisa menebak apa yang terjadi.”


 


Reza menghela napas panjang, masih dengan raut wajah sedih kembali berkata, “Saat penggerebekan itu terjadi aku dan Amanda tidak melakukan apa-apa. Kami juga terkejut saat mendapati kami berdua dalam keadaan tanpa pakaian! Tidak seperti yang diberitakan itu kalau kami sedang melakukan perbuatan itu!”

__ADS_1


 


Ruby masih diam mendengarkan penjelasan Reza, tanpa sepengetahuan Reza sebenarnya Ruby pun tak mempermasalahkan itu. Dia hanya ingin memberi Reza sedikit pelajaran yang menyenangkan bagi Ruby.


Saat tadi Reza menawarkan akan mengajaknya shopping jika dia mau memaafkannya, saat itulah Ruby memikirkan cara ini.


 


Bagaimanapun pernikahan akan tetap berlangsung di akhir pekan ini. Semuanya sudah rampung dan tak mungkin dibatalkan apalagi semua orang sudah tahu kejadian pelecehan itu. Sudah pasti Ruby tidak akan membatalkan pernikahan, sedangkan di mata orang lain jika dia sudah ternoda.


 


“Siapa yang menjebak kalian? Apa kamu mencurigai seseorang?” tanya Ruby.


“Aku tidak tahu Ruby! Aku juga sedang mencari bukti!” ujar Reza berbohong. Karena dia sama sekali tidak dibius malam itu, dia melakukannya bersama Amanda dalam keadaan sadar dan mereka sudah sering melakukan itu selama ini.


“Apa mungkin Arimbi? Bukankah kamu bilang kalau Amanda dan Arimbi makan malam bersama?”


“Untuk apa Arimbi melakukan itu pada kami?”


“Reza! Apa kamu baru saja membela wanita itu? Apa kamu masih punya perasaan padanya? Lihatlah betapa angkuhnya dia selama ini, ternyata dia sudah menikahi Tuan Emir pantas saja dia berani!”


 


“Dengarkan aku, perasaanku tidak pernah ada buat Arimbi! Dia yang dulu mengejar-ngejar aku, karena rasa kasihanlah aku menerimanya! Aku bukan membelanya, tapi coba pikirkan? Untuk apa dia menjebak aku dan Amanda? Aku tahu betul siapa Arimbi jika dia ingin membalas seseorang maka dia akan langsung melakukannya dengan menghajar orang itu. Kamu sudah lihat sendiri kan?”


 


“Bagaimana dengan Tuan Jordan?”


“Aku tidak tahu! Dia adalah anak buah Tuan Emir! Untuk apa dia menjebak Amanda dan aku? Mungkin dalangnya adalah orang lain, kamu tahu kalau aku seorang pengusaha. Aku juga pasti punya musuh diluar sana. Bisa saja mereka yang melakukannya! Semua orang tahu pertemananku dengan Amanda dan aku pernah menjalin hubungan dengan Arimbi.”


 

__ADS_1


“Coba kamu pikirkan lagi, kebetulan malam itu Amanda dan Arimbi keluar bersama. Mungkin itu jadi momen yang tepat bagi mereka untuk membalasku! Dengan sengaja menjebakku dan Amanda untuk membuat Arimbi dan keluarga Rafaldi marah dan membenciku! Who knows?”


 


__ADS_2