GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 251. BERHATI-HATILAH


__ADS_3

“Kamu harus berhati-hati. Berhubung Tuan Jordan punya pemikiran seperti itu. Lain kali jika Amanda yang memintamu, lebih baik kamu konfirmasi langsung pada Tuan Jordan saja. Tidak ada yang bisa menjamin apa yang ada dipikiran orang lain, mungkin mereka berencana untuk menentangmu dan menawarkanmu padanya.” ujar Yadid memperingatkan.


“Aku tahu ayah. Aku akan berhati-hati.”


“Jangan simpan semuanya sendiri. Jika ada masalah, bicarakan saja pada Tuan Emir. Pria itu bisa membantumu untuk menyelesaikannya.” ujar Yadid.


“Ayah, aku bisa menyelesaikannya sendiri terlebih dahulu. Jika tidak berhasil maka aku akan mencari jalan keluar lain. Jika aku masih tidak bisa menyelesaikannya bahkan setelah mencoba berbagai cara maka saat itu aku akan meminta bantuan Emir.”


“Aku tidak bisa selalu mengandalkannya untuk semua hal. Lagipula dia tidak suka melihatku seperti itu. Emir mau aku menjadi wanita yang kuat dan mandiri.” ucap Arimbi.


‘Suamiku memperlakukanku dengan bebas dan membiarkanku menghadapi masalah dengan orang lain. Meskipun aku terluka, masih ada pengalaman hidup yang kudapatkan.’ bisik hatinya.


‘Berhubung aku berencana untuk mengambil alih Rafaldi Group, aku harus menyesuaikan diri dengan lingkungan bisnis dan lingkungan sosial. Aku harus mulai merencanakan langkah-langkah yang akan kutempuh kedepannya.’


Yadid merasa sangat puas dengan keyakinan putrinya dan jawabannya. Dia merasa bahwa putrinya itu telah banyak berubah sejak dia bergabung di perusahaan. Jika Arimbi terus bekerja keras dan menajaman kemampuannya selama beberapa tahun kedepan, maka dia akan dapat mengambil alih Rafaldi Group.


Lagipula, Rafaldi Group harus tetap ditangan anggota keluarga sendiri sehingga Yadid sebagai layaknya orang tua telah memberinya banyak hal untuk membantunya. Semua akan menjadi lebih sempurna saat Arimbi akan mempunyai beberapa anak. Yadid merasa sangat senang karena saat ini putrinya itu sedang mengandung.


Mengingat Arimbi sekarang adalah bagian dari Keluarga Serkan, maka dia bisa menjadi wanita paling kuat dan berkuasa kelak. Dengan memiliki beberapa anak dengan Emir maka tidak akan ada yang bisa menggeser posisi Arimbi lagi.


“Baiklah. Kamu sudah bisa pergi dan melanjutkan pekerjaanmu sekarang. Sekarang hampir waktunya pulang kerja.” ucap Yadid mengingatkan saat dia melirik jam tangannya.


“Ayah, ayah pun harus memperhatikan kesehatan ayah. Jangan begadang, lihatlah kantung mata ayah sangat gelap. Aku tidak mau ayah sakit.”


Yadid berkata dengan lega, “Putri kesayangan ayah selalu saja perhatian.”


“Itu karena aku sangat menyayangi ayah. Ayah harus tidur lebih awal.”

__ADS_1


Setelah merasa diperhatikan putrinya, Yadid sangat senang dan bersemangat. Dia berjanji akan tidur lebih awal malam ini. Tapi orang-orang yang penuh energi tak akan dapat tidur kecuali mereka bekerja hingga larut malam.


Tepat pukul lima lewat tiga puluh menit, Rino tiba di Rafaldi Group untuk menjemput Arimbi. Berhubung Arimbi tak ingin orang lain melihat dan mengenali Rino, dia berjalan dengan cepat. Saat Arimbi keluar dari gedung itu, karyawan lainnya masih belum keluar juga. Ketika mereka muncul, Rino sudah pergi bersama Arimbi.


Kebetulan Sandra melihat saat Arimbi memasuki mobil dan pergi. Sandra yang tak tahan lagi pun berkata pada orang-orang disekitarnya, “Nona Arimbi pergi kerja terlambat dari karyawan lainnya.


Tapi dia pulang lebih cepat dari siapapun. Berhubung Arimbi adalah putri kandung Presdir Rafaldi, jadi tak ada masalah apapun meski dia datang terlambat dan pulang lebih awal. Tidak ada yang berani mencercanya.”


“Benar kan?”


“Dia hanya datang kemari untuk menghabiskan waktu saja. Bagaimana bisa dia melampaui wakil direktur Amanda? Kita semua sudah menyaksikan bagaimana kerasnya wakil direktur saat mulai kerja.”


Sandra pun menambahkan, “Tapi Arimbi adalah putri kandung Presdir Rafaldi, mengingat wakil direktur akan selalu menjadi anak angkat. Jika dia tidak bekerja keras Arimbi akan dikeluarkan setiap saat.” ketika semua orang mendengar ini, mereka merasa iba pada Amanda.


“Sandra!” teriak Sartika memanggilnya. Dia kebetulan lewat dan mendengar semua yang dikatakan dan dilakukan Sandra yang dengan sengaja memicu kemarahan semua orang agar membenci Arimbi. Sartika tidak tahan untuk membela Arimbi.


Semua orang memalingkan wajah dan melihat bahwa itu adalah Sartika. Mereka pun menjadi malu. Sartika adalah sekretaris presdi dan dia adalah orang terpenting di perusahaan.


“Sandra! Nona Arimbi tidak pernah datang terlambat sejak dia bergabung dengan perusahaan. Kapan pun dia pulang awal, dia selalu meminta izin sebelumnya. Dia berada diruangan kerja yang sama denganku jadi aku paling tahu!”


“Jika kalian tidak tahu kebenarannya, tolong jangan bicara omong kosong. Mudah untuk memberikan bayangan pada orang lain bahwa kamu membantu wakil direktur Amanda untuk melawan Nona Arimbi. Ini akan mempengaruhi hubungan kedua saudari itu. Kalau Presdir mengetahui hal ini maka beliau tidak akan mengampunimu!


Raut wajah Sandra berubah seketika dan dia segera meminta maaf.


“Orang yang harus kamu ucapkan maaf bukan aku tapi Nona Arimbi! Kita semua adalah rekan kerja jadi aku hanya memberimu peringatan sebagai teman. Kalian sebaiknya jaga sikap kedpeannya.” Setelah Sartika selesai bicara dia segera pergi.


Sementara itu semua hinaan ini tidak mempengaruhi Arimbi yang telah tiba di perusahaan suaminya. Sebelum dia turun dari mobil, dia melihat mobil Emir perlahan keluar dari parkiran dan dia pun memutuskan tidak masuk. Mobil Roll-Royce berhenti didepan perusahaan. Emir menurunkan jendela mobilnya dan Arimbi segera mengerti maksud pria itu.

__ADS_1


Dia pun segera memasuki mobil itu dan duduk disamping suaminya. Sesaat setelah Arimbi masuk, dia melihat bahwa ada banyak suplemen dimobil. Jelas sebelumnya Emir yang telah membelinya.


“Sayang, ibuku masih memiliki banyak suplemen. Beliau masih belum menghabiskan apa yang kamu berikan padanya waktu itu.”


Saat terakhir kali dia mengunjungi ibu angkatnya dia membawakan beberapa suplemen untuk ibunya itu. Dan suplemen itu sebagian adalah pemberian Emir.


Karena Amanda memamerkan sisi pedulinya pada ibu angkatnya, maka ia membawakan banyak suplemen untuk Pratiwi walaupun ia sangat tak menyukai wanita itu.


Bibir Emir sedikit terbuka dan berkata dengan lirih, “Ini yang seharusnya kulakukan sebagai menantu.”


Arimbi menatap pria itu. Ketika mata mereka bertemu, wanita itu segera menunduk. Emir menyukainya kapan pun Arimbi menunduk karena dia akan menambatkan dirinya dalam pelukan sang pria. Dia melingkarkan lengannya di leher Emir dan menciumnya panas.


Dia melakukannya sembari merayunya dengan tidak tahu malu. Arimbi mengira Emir kebal akan rayuannya dan dia tak akan bergeming meskipun Arimbi sudah merayunya.


Sementara itu Emir merasa bahwa kendali akan dirinya semakin memburuk. Andaikata suatu hari ia kehilangan kendali, ia pasti akan menakuti Airmbi.


“Terima kasih, Emir sayang.”


“Ya, kita adalah suami istri dan kita harus bersatu. Jadi kamu tak perlu terlalu sopan padaku.”


Arimbi tersenyum kemudian bersandar pada bahu Emir dan berkata, "Aku masih ingin mengatakan bahwa aku benar-benar terharu dengan ucapanmu. Sayang, langit dan bumi mesti sangat menyayangiku sehingga memberiku suami tampan dan baik sepertimu.”


“Benarkah?”


“Iya.”


“Bagaimana dengan hadiahku hari ini?”

__ADS_1


__ADS_2