
“Amanda, meskipun ini perjamuan ulang tahun Nona Zivanna, dia lah yang akan menjadi pusat perhatian. Ibu yakin dia tidak akan menghalangimu untuk berteman dan membangun hubungan. Jika kamu bertemu pria baik-baik, manfaatkanlah kesempatan itu ya.”
Lalu Mosha merapikan gaun putri angkatnya itu dan berkata, “Jangan terpengaruh dengan Keluarga Kanchana. Tindakan mereka sangat keterlaluan. Keluarga mereka tidak cocok denganmu dan Arimbi.”
“Aku tahu Bu. Aku janji tidak akan terlalu memikirkan kejadian Nyonya Kanchana waktu itu.”
Reza memberitahunya kalau dia akan datang menghadiri perjamuan ulang tahun Zivanna. Dia akan datang kesana bersama ibunya malam ini. Amanda mengkhawatirkan Reza, apakah tangannya sudah pulih? Dia merasa penasaran dan juga senang karena akan bertemu Reza malam ini. Mereka juga sudah merencanakan sesuatu untuk Arimbi di pesta nanti.
“Amanda, kamu adalah gadis yang cerdas, jadi ibu tidak begitu mencemaskanmu. Baiklah, kita sudahi pembicaraan kita sampai disini. Sudah tiba waktunya kamu dan Arimbi untuk berangkat. Kita tidak mau menyinggung Nona Zivanna karena kalian berdua terlambat. Ayo kita panggil Arimbi.”
“Bu, aku akur dan bersahabat baik dengan Zivanna. Dia tidak akan tersinggung apalagi marah.” ujar Amanda mengambil dompet mewahnya dan memasukkan ponselnya kedalamnya.
Mosha tersenyum tapi sebenarnya dia punya pemikiran sendiri.Amanda telah mengambil tempat Arimbi dan menerima pendidikan terbaik sejak kecil. Dia hidup mewah dan lebih baik daripada Arimbi dari segala segi.
Sekarang Arimbi hanya bisa berteman dengan Joana namun Amanda bisa bersahabat dengan seorang seperti Zivanna yang mempunyai kekayaan tertinggi di kota ini. Mosha menganggapnya tidak adil. Jika Amanda dan Arimbi masih dekat seperti tahun lalu, Mosha tidak akan mencemaskannya.
Tapi sekarang Amanda sedang berusaha untuk menjatuhkan Arimbi dengan segala cara membuat Mosha tidak tega. Dia mengikuti saran Arimbi untuk memberikan kalung The Han’s pada Amanda agar dipakainya di perjamuan. Arimbi ingin mengetahui sesuatu tentang apa yang akan terjadi nanti disana jika Amanda yang memakai kalung itu.
Jadi dia menawarkannya atas dasar menghargainya, setidaknya begitulah menurut Mosha. Putri kandungnya itu terlalu polos dan baik hati sehingga dia takut jika Amanda akan dengan mudah mengalahkannya.
__ADS_1
Tapi sekarang Mosha memahami sesuatu. Saat Mosha memilih kalung itu pertama kalinya, Zivanna juga mengincar kalung itu tapi Mosha sudah membelinya duluan. Jadi meskipun Zivanna tidak mengatakan apapun waktu itu, tapi kemarahannya jelas terlihat diwajahnya.
Zivanna selalu dimanjakan oleh keluarganya. Dia selalu mendapatkan apapun yang dia inginkan. Tak peduli berapa harga kalungnya, dia akan berusaha untuk mendapatkannya selama dia menyukainya.
Jika Zivanna tak bisa mendapatkannya maka dia tidak akan mudah untuk melupakannya. Apa yang akan ada dipikirannya jika dia melihat Amanda yang memakai kalung yang tak bisa dia dapatkan itu? Sementara itu setibanya mereka dikamar Arimbi, Amanda tercengang dan mulutnya menganga menatap Arimbi yang berdandan cantik dan mewah.
Dia tak menyangka orang udik itu akan terlihat begitu mempesona bahkan jauh lebih cantik dari Amanda setelah wajahnya dirias dan mengenakan pakaian serta perhiasan mahal. Amanda memicingkan matanya menatap gaun merah nan mewah serta semua perhiasan yang dipakai oleh Arimbi. Dia tidak ingat jika ibunya pernah membeli perhiasan emas bertabur berlian mahal seperti yang dikenakan oleh Arimbi.
Perhiasan yang dipakai Arimbi itu terlihat sangat mahal dan Amanda yang sudah terbiasa membeli perhiasan mahal pun menyadari perkiraan harga dari semua perhiasan yang dipakai oleh Arimbi itu tak mungkin bisa dia beli.
‘Siapa yang memberikan perhiasan itu padanya? Tidak mungkin ibu akan mengeluarkan uang sebanyak itu untuk set perhiasan? Kami tidak punya uang sebanyak itu untuk dihamburkan hanya untuk set perhiasan emas bertabur berlian.’ gumamnya didalam hati. Dia merasa semakin iri jika memang orang tuanya yang membelikan perhiasan itu untuk Arimbi.
“Amanda! Kenapa kamu menatapku seperti itu? Ada yang salah dengan penampilanku?” tanya Arimbi pada Amanda sengaja menyinggungnya. Arimbi tahu pasti kalau Amanda pasti tak menyangka akan melihat penampilannya malam ini sangat berbeda.
Arimbi terlihat bak seorang putri kaya raya yang cantik dan glamor. Semua yang dipakainya bernilai tinggi dan tak semua orang akan mampu membelinya. Amanda juga tidak tahu jika gaun merah yang dipakai Arimbi telah dia modifikasi sendiri.
Arimbi yang terampil dalam desain pun setelah membeli gaun dari Michele, dia menambah beberapa detail di gaun merah itu sehingga nampak lebih mewah. Gaun merah itu adalah gaun limited edition yang seharusnya ditampilkan Michele di peragaan busana tapi Michele tak bisa menolak saat Arimbi menginginkan gaun itu setelah mengetahui bahwa Emir mendukung Arimbi.
“Tidak ada. Kamu terlihat sangat cantik bahkan aku terpana dengan kecantikanmu. Kamu harusnya lebih sering berdandan Arimbi. Kamu adalah wanita terhormat tapi kamu sering mengabaikan dandananmu. Ibu dan aku punya banyak pakaian desainer, tapi kamu tak pernah memakainya. Kamu harus membeli lebih banyak pakaian bermerek dan memakainya.”
__ADS_1
Arimbi mendengus mendengar perkataan Amanda. Saat orang lain memanggil Arimbi orang udik. Maka Amanda selalu akan mengacuhkannya dan menjauhinya agar Arimbi tetap di olok-olok.
Dia selalu percaya pada Amanda dikehidupan sebelumnya tapi semuanya berakhir tragis. Namun, kali ini Amanda takkan bisa memanfaatkan orang lain untuk menyakitinya lagi. Arimbi akan membalikkan keadaan dan dimulai malam ini! Malam ini pembalasan Arimbi dimulai!
“Menurutmu apakah perhiasanku tidak terlalu mencolok?” tanya Arimbi pada Amanda dengan sengaja untuk melihat perubahan wajahnya. Dia menunjukkan cincin desain yang sangat cantik di jarinya.
“Hm...perhiasanmu terlihat sangat mewah. Apakah pouch itu terbuat dari emas?” tanya Amanda memicingkan mata menatap pouch emas ditangan Arimbi.
“Oh, iya. Pouch ini terbuat dari emas dan bertabur berlian sebagai pemanis. Ini memang sengaja ditempah untukku. Bagus kan? Sepatu high heels ini juga berlapis emas, sebenarnya aku enggan memakainya karena terlalu mahal.” ucap Arimbi lagi memprovokasi Amanda.
Dia menyadari sejak tadi pandangan mata Amanda dipenuhi oleh rasa iri dan cemburu. Dia tidak senang melihat kemewahan yang dipakai oleh Arimbi malam ini. Didalam hatinya, Arimbi mencibir dan memaki Amanda yang selalu memandangnya rendah. Kini, ada Emir suaminya yang selalu memanjakannya tanpa Arimbi minta.
“Apakah ibu yang menempah semua perhiasanmu?” tanya Amanda. “Ibu benar-benar menyayangimu Arimbi. Kamu jangan pernah mengecewakannya.”
“Ehm….aku...” Mosha ingin mengatakan sesuatu tapi Arimbi sudah memotong kalimatnya.
“Bukan! Ibu tidak membelikan perhiasanku. Emir yang membelikannya untukku sebagai hadiah dari keluarga Serkan karena aku merawatnya dengan baik.” jawab Arimbi tersenyum.
“Ayo berangkat!” ujar Amanda. Dia sudah panas hati mendengar perkataan Arimbi. “Ibu,kami berangkat dulu ya. Nanti terlambat kalau kita terlalu lama bicara.” lalu dia mengenggam tangan Arimbi dan membimbingnya turun kelantai bawah tapi Arimbi menghempaskan tangan Amanda. Dengan sikap tenang Arimbi melangkah menuruni tangga dengan bangga dan penuh percaya diri.
__ADS_1