GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 421. MENCULIK


__ADS_3

Amanda menunggu didalam mobilnya yang terparkir tak jauh dari rumah yang ditempati Reza dan Ruby. Seringai jahat muncul diwajahnya saat dia melihat mobil yang dikendarai Reza memasuki rumah itu. Dia terus saja memandang kearah rumah itu dengan tatapan lurus.


'Jika aku tidak membereskan kalian secepatnya, maka aku bukanlah Amanda! Kau sudah menghancurkan hidupku dan mengkhianatiku Reza! Aku ingin melihatmu merasakan sakit itu! Hahaha....rasa sakit melebihi yang kamu berikan padaku.' gumam Amanda.


Dia lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang. Setelah dia memberikan perintah, senyum sinis kembali muncul diwajahnya. Dia pun menyalakan mobilnya dan pergi dari tempat itu.  Amanda menyusuri jalanan kota yang sedikit sejuk karena diguyur hujan.


Mobilnya berhenti di halaman rumah tak seberapa besar. Lalu dia turun dari mobil dan memasuki rumahnya. Amanda menyalakan lampu dan menghempaskan tubuhnya di sofa. "Rasanya lelah sekali hari ini! Hati dan pikiranku lelah! Apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan uang?"


Dia mengambil botol air minum di meja disampingnya dan meminumnya. Setelah berpikir beberapa saat, ponselnya berdering. Dia menatap nomor penelepon dilayar ponselnya. Lalu dia menjawab panggilan itu, "Bagaimana? Apa kalian sudah mendapatkannya?"


"Tenang saja bos! Wanita itu sudah ada ditangan kami! Dan kami juga sudah melakukan sesuai perintah bos! Baru saja temanku mengirimkan pesan kepada suami wanita itu."


"Bagus! Jangan sampai melibatkan polisi! Jika pria itu menolak membayar uang tebusan, tidak ada gunanya menahan wanita itu disana!"


"Lalu apa yang harus kami lakukan pada wanita ini?" tanya pria itu lagi.


"Bersenang-senanglah! Setelah itu buang mayatnya ke jurang atau ke laut! Atau kemanapun itu yang penting tidak bisa ditemukan lagi!" ujar Amanda. "Tapi ingat ya, kalian harus mendapatkan uangnya!"


"Baik bos! Kami paham! Terima kasih, sudah memberi ijin bersenang-senang! Haha.....wanita ini lumayan juga."


"Hmmm.....segera kabari aku setelah dia mengirimkan uangnya ke tempat yang sudah ku tentukan!"


"Siap bos!" lalu pria itu menutup teleponnya.

__ADS_1


"Hahahahaha! Aku kehilangan segalanya gara-gara Reza! Aku akan membuatmu juga kehilangan segalanya Reza! Kamu harus membayar semua pengorbananku selama ini! Bertahun-tahun aku membantumu dan keluargamu setiap kali ada masalah! Tapi----begitu mengetahui aku bukan putri kandung keluarga Rafaldi Kalian langsung membuangku begitu saja! Bahkan tidak peduli pada bayi dalam kandunganku."


"Arimbi! Aku juga akan membalasmu! Andai kamu tidak muncul, aku akan selamanya menjadi putri dan pewaris keluarga Rafaldi! Semuanya akan menjadi milikmu! Tapi kamu datang dan merampas semuanya dariku!" Amanda berpikir keras.


'Apa yang harus kulakukan untuk membalas perempuan desa itu? Aha! Bukankah dia memiliki uang yang sangat banyak? Uang bukanlah hal yang sulit baginya! Aku harus memikirkan untuk mendapatkan uang dari Arimbi! Aku membutuhkan banyak uang untuk kebutuhan hidup dan anakku kelak.'


'Mungkin setelah itu aku bisa pergi meninggalkan kota ini! Aku tidak bisa selamanya bertahan di kota dimana semua orang mengenalku! Aku tidak bisa mendapatkan pekerjaan, walaupun aku membuka bisnis sendiri, aku yakin tidak akan ada seorangpun yang mau berbisnis denganku.'


'Tapi jika aku mau pindah ke kota lain atau negara lain, aku butuh uang yang banyak! Sangat banyak.' Amanda kembali merasa gundah gulana. Memikirkan kehidupannya yang berubah draktis. Dulunya dia masih menjadi putri keluarga Rafaldi, uang bukanlah masalah baginya.


Setiap hari dia bisa pergi shopping dan memanjakan dirinya. Tapi semuanya berubah kini! Bahkan uang tabungannya semakin hari semakin menipis. Jika bukan karena membantu Reza maka tabungannya masih banyak. Dulu, setiap kali Reza memiliki masalah keuangan dengan perusahaannya maka dengan senang hati Amanda akan membantunya.


Tapi, kini saat dia kehilangan semuanya pria itu bahkan tidak menginginkannya lagi. Memikirkan ini membuat Amanda menjadi marah dan membenci Reza. "Kalau dulu aku tidak membantunya, uang tabunganku tidak habis. Huh! Sekarang dia merendahkanku dan menatapku jijik."


Drreetttttt Dreeettttt Dreeettttt


Ponselnya kembali berbunyi dan itu adalah panggilan dari orang suruhannya. Dengan cepat Amanda menjawab panggilan itu dengan tidak sabar dia bertanya, "Bagaimana?"


"Bos! Pria itu mengatakan kalau dia tidak mempunyai uang sebanyak itu."


"Oh begitu? Lalu apa katanya lagi? Jika dia masih menolak membayar tebusan, segera kirimkan ancaman pada keluarga perempuan itu! Minta uang tebusan yang besar! Jika mereka juga menolaknya, kalian tahu apa yang harus dilakukan bukan?"


"Ya bos, kami paham! Akan segera saya hubungi lagi."

__ADS_1


Amanda meletakkan ponselnya dan tersenyum menyeringai, "Hahahaha begitu aku mendapatkan uang itu, aku akan segera meninggalkan tempat ini! Pergi sejauh mungkin dan memulai hidup baru! Di tempat tidak ada seorangpun yang mengenaliku."


Tiba-tiba sebuah ide terbersit dibenaknya, "Aku sepertinya membutuhkan bantuan orang itu lagi! Mengubah identitasku sehingga tidak akan ada lagi yang bisa menemukanku! Tidak juga keluargaku yang tidak berguna itu! Cih! Mereka hanya orang kampung tak berguna!" dengus Amanda penuh kekesalan.


"Mosha Rafaldi! Aku sudah memanggilmu ibu selama lebih dua puluh tahun! Kamu menyayangiku sebagai putri kandungmu sendiri! Tapi begitu Arimbi muncul dan kebenarannya terkuak, begitu mudahnya kamu membuangku! Dasar brengsek! Aku bahkan tidak kamu izinkan membawa semua perhiasan yang kamu belikan selama ini! Kamu mendorongku ke titik terendah!"


Mata Amanda memerah karena amarahnya mengingat bagaimana Mosha memperlakukannya setelah Arimbi kembali ke keluarga Rafaldi. "Ibu! Sepertinya aku harus memberimu kejutan sebelum aku meninggalkan tempat ini."


********


Beberapa waktu sebelumnya, setelah Amanda meninggalkan kediaman Reza.  Sebuah mobil hitam berhenti tepat didepan pintu gerbang rumah itu. Dan dua orang pria berpakaian seperti tukang servis AC turun dari mobil dan membunyikan bel rumah.


Reza tidak memiliki pengawal dirumahnya. Dia merasa tidak akan ada yang mengganggu Ruby karena wanita itu tidak berasal dari keluarga kaya raya. Lagipula, dengan kondisi keuangannya saat ini tidak memungkinkan bagi Reza untuk membayar gaji pengawal.


Tok Tok Tok


Tak berapa lama pintu terbuka dan seorang wanita berdiri disana memandang orang yang berada didepannya. Ruby mengeryitkan dahinya dan bertanya, "Kalian ini siapa?" dia memperhatikan pakaian seragam yang di pakai kedua pria itu.


"Maaf Nyonya! Kami datang kesini untuk melakukan pemeriksaan dan servis rutin AC dan alat elektronik dirumah ini. Apakah kedatangan kami mengganggu anda?" tanya salah satu pria itu.


"Servis? Saya tidak ingat kalau hari ini memang jadwal servis AC." Ruby menatap sambil berpikir sejenak.


"Mungkin anda lupa, tapi kemarin anda yang menghubungi perusahaan kami untuk menservis AC dirumah anda. Ini surat tugas kami." pria itu menyodorkan surat tugas mereka pada Ruby.

__ADS_1


__ADS_2