GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 406. KEMBALI


__ADS_3

Dion harimurti sedang memperhatikan cafe yang seharusnya dikelola oleh Joana. Dia duduk dengan tenang didalam mobilnya sambil memandang kearah cafe itu. Sejak kepergian Joana, setiap harinya Dion Harimurti akan datang kesana untuk memastikan jika Joana akan muncul disana kapan saja. Tapi setelah seminggu kepergian Joana tidak tampak disana.


“Apa tidak tampak tanda-tanda dia pernah datang ke cafe itu?” tanya Dion pada supirnya.


“Tidak Tuan! Orang yang saya suruh untuk mengawasi tempat ini juga melaporkan setiap hari. Tidak ada yang mencurigakan! Tidak pernah ada tampak Nona Joana pernah datang kesini. Kecuali para tamu cafe saja.” ucap supir itu menjelaskan. Kadang dia juga pergi kesana berpura-pura minum kopi.


Tapi tak sekalipun dia melihat keberadaan Joana ditempat itu. Dan ini sudah memasuki minggu kedua sejak Joana menghilang. Tampak Dion memicingkan matanya menatap kearah cafe.


“Apa kalian sudah mengecek CCTV? Mungkin ada yang mencurigakan? Ada tamu yang mencurigakan misalnya? Lalu bagaimana dengan kediaman keluarga Ganesha?”


“Dua orang pekerja di cafe itu adalah orang suruhan kita, Tuan! Mereka bekerja di shift yang berbeda untuk memudahkan pemantauan. Tapi memang tidak pernah sekalipun Nona Joana datang ketempat ini. Sedangkan pengawal yang mengawasi kediaman keluarga Ganesha pun melaporkan hal yang sama. Sepertinya Nona Joana juga tidak pernah pulang kerumah orang tuanya.”


Dion tampak berpikir sejenak lalu dia mengangkat kepalanya. Entah kenapa, tiba-tiba dia tersenyum menyeringai. ‘Jadi kamu sedang main petak umpet denganku Joana? Baiklah! Aku akan ikuti permainanmu dan akan lebih menyenangkan kalau aku memberimu sedikit kejutan! Kita lihat nanti bagaimana kamu akan datang dan berlutut padaku.’


“Tuan, apakah kita akan menunggu disini? Tuan akan ada meeting satu jam lagi di hotel A.”


“Ya aku tahu. Kita pergi sekarang! Aku sudah punya rencana lain untuk menyelesaikan masalah ini.”


‘Aku tidak akan pernah membiarkanmu lolos begitu saja Joana! Sampai keujung dunia bahkan ke neraka pun aku akan mengejar dan membawamu pulang!’


...********...


“Ah, akhirnya kita sampai juga. Aku senang sekali bisa kembali ke kota ini.” kata Zivanna menarik napas dalam-dalam. Saat ini dia dan pria bernama Jack itu sedang duduk dibalkon kamarnya di lantai dua sambil menyesap kopi. Jack hanya melirik Zivanna sekilas sambil menyeringai.


‘Ya nikmatilah udara segar ini! Tak lama lagi aku akan melemparkan tubuhmu jadi santapan buaya.’ bisik hatinya.


“Bersiaplah. Kita akan pergi sebentar lagi.” ucapnya dengan nada dingin dan datar.

__ADS_1


“Kita mau pergi kemana?” Zivanna bertanya dengan suara lembut.


“Ke penjara! Apa kamu tidak mau menemui ayah dan kedua saudara laki-lakimu?” tanya Jack.


“Oh, iya! Aku hampir lupa! Lalu apa yang harus aku lakukan nanti saat bertemu dengan mereka?”


“Tidak perlu banyak bicara! Katakan saja pada mereka untuk memberi perintah pada pengacaranya membuat surat pengalihan kekuasaan kepada kita. Kamu sudah kembali, jadi tidak ada alasan bagi Reza untuk mengurusi perusahaan itu lagi. Lagipula sebagai suamimu, aku lebih berhak daripada dia.”


“Ya betul sekali! Aku sangat senang kamu mau membantuku dan keluargaku.” ucap Zivanna.


Dia masih belum sadar kalau dirinya sudah masuk kedalam jebakan Jack dan teman-temannya. “Bersiaplah. Jam berkunjung sebentar lagi dan kita tidak punya waktu banyak disana. Secepatnya harus mengambil perusahaan dan sisa kekayaan keluargamu yang ada. Untung saja aku berhasil membeli rumah ini. Kalau tidak, maka kamu dan keluargamu akan kehilangan rumah ini selamanya.”


“Ya, aku tidak tahu bagaimana caranya aku membalas semua yang kamu lakukan padaku.”


“Aku hanya membantumu, bukankah sekarang kamu istriku? Sudah sepatutnya aku mengambil kembali milik keluarga istriku, bukankah begitu Zivanna? Dan aku tidak meminta banyak hal darimu sebagai balasannya! Segera ambil alih perusahaan dan biarkan aku yang mengelola.”


“Baiklah! Aku ingat kata-katamu ini! Pergilah! Aku tunggu dibawah.”


Jack berdiri lalu meninggalkan Zivanna yang masuk kedalam kamar. Eskpresi wajah Zivanna berubah cerah dan senyumnya melebar.


‘Akhirnya kehidupan kelamku berakhir! Aku beruntung sekali bisa bertemu dengan jack dan dia menebusku dari tempat terkutuk itu! Ah, tidak masalah meskipun sikapnya sangat dingin dan kejam. Yang penting aku bisa menjalani kehidupanku seperti dulu!’ bisik hati Zivanna. Dia melangkah ke arah wardrobe dan memilih pakaian untuk dikenaannya.


Satu jam kemudian mereka tiba di penjara tempat ayah dan kedua saudaranya ditahan. Zivanna dan jack duduk di kursi pengunjung menunggu kedatangan ketiga pria itu. Tak lama sipir membawa tiga orang yang tangannya di borgol. Ketiga orang itu menatap Zivanna dengan tatapan tak percaya lalu mereka saling pandag seolah tak percaya apa yang mereka lihat saat ini.


“Ayah, Gio, Johan……bagaimana kabar kalian?” tanya Zivanna dengan mata sendu dan berair.


“Zivanna! Apakah ini benar-benar kamu? Kemana saja kamu selama ini? Siapa pria yang bersamamu ini? Kami sangat ketakutan dan mencarimu kemana-mana.” kata ayah Zivanna.

__ADS_1


“Sekarang aku sudah kembali. Panjang ceritanya, tapi yang terpenting adalah aku selamat dan kembali kesini. Dan pria ini adalah penyelamatku.” ucap Zivanna.


Jack hanya diam dengan sikap dingin dan hanya menatap ketiga lelaki didepannya itu tanpa ekspresi.


“Saya Jack! Saya yang menebus Zivanna dari dunia gelap dan memutuskan menikahinya.” Jack tak mau banyak basa basi karena tidak mau membuang waktunya. Dia ingin semua urusannya bisa segera selesai dan dia bisa mengakhiri semuanya secepatnya.


“Apa? Suami?” Johan terkejut dan menatap pria itu dengan tajam. Dia merasa kalau wajah pria itu sangat familiar tapi dia tidak ingat dimana pernah melihat pria itu. Namun ada perasaan tidak asing dihatinya. Seolah dia mengenal pria itu sejak lama. Namun setelah dia mencoba mengingat-ingat, akhirnya dia menyerah karena tak menemukan apapun di ingatannya.


Mungkin dia hanya salah orang saja! Tidak mungkin orang yang sudah mati bertahun-tahun lalu hidup kembali bukan? Lagipula kalaupun pria itu masih hidup, pasti dia tidak semuda pria dihadapannya ini.


“Kapan kamu sampai di kota ini Zivanna? Dimana kamu tinggal sekarang?” tanya ayah Zivanna.


“Ayah, ada hal yang ingin kusampaikan dan kubicarakan dengan kalian.”


Ketiga pria itu pun terlihat semakin serius. Mereka menatap Zivanna dengan kerinduan dan kesedihan. Hanya dalam waktu singkat keluarga mereka porak poranda dan mereka harus menjalani hukuman.


“Begini, Jack membeli rumah kita! Dan sekarang kami menempati rumah itu kembali.”


“Apa? Bukankah rumah itu sudah disita? Bagaimana anda bisa menebus rumah itu kembali? Apa pekerjaan anda sebenarnya?” Johan menanyai Jack secara beruntun.


“Saya tidak punya maksud buruk! Saya kasihan pada Zivanna saat saya melihatnya di club itu. Dia disiksa disana dan saat saya tahu cerita yang sebenarnya dari Zivanna, saya memutuskan untuk membantunya keluar dari sana.”


“Saya menebusnya dengan yang banyak! Tidak jadi masalah! Karena saya menyukainya. Lalu Zivanna menceritakan tentang bisnis keluarganya dan rumah serta harta kekayaan yang disita! Dia menangis dan sedih sekali. Sebagai hadiah pernikahan, saya berjanji padanya akan mengambil kembali rumah keluarganya! Saat saya mendapat kabar kalau rumah itu dilelang, saya mengajukan penawaran.”


“Kini kami menempati rumah itu! Jadi saat kalian keluar dari sini, kalian bisa kembali kerumah itu.”


“Benar ayah, Johan, Gio! Katakan padaku, apakah yang bisa kulakukan untuk membebaskan kalian dari sini? Bagaimana dengan perusahaan? Siapa yang memegang perusahaan sekarang?”

__ADS_1


“Reza! Kami tidak punya pilihan lain, dan memutuskan menyerahkan perusahaan padanya untuk sementara waktu.”


__ADS_2