GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 407. BERKUNJUNG


__ADS_3

“Sekarang aku sudah kembali! Aku bisa mengurus perusahaan. Kebetulan Jack juga akan segera mengembangkan bisnisnya di kota ini! Kami berdua bisa mengurus perusahaan. Bukankah lebih baik keluarga sendiri yang memegang perusahaan daripada orang lain?” kata Zivanna.


“Saya bukan lagi orang luar! Sebagai suami Zivanna, saya tidak masalah jika dipercaya untuk menjalankan perusahaan. Grup J&L adalah perusahaan milik keluarga saya.”


Jack dengan sengaja menyebutkan nama perusahaan miliknya. Mendengar nama itu ketiga pria dihadapannya saling pandang dan terlihat terkejut. Mereka tahu perusahaan yang disebutkan Jack barusan.


“Ja---jadi anda adalah Jack Kaldera?” tanya Johan dan ayahnya bersamaan.


“Benar sekali! Sepertinya anda sudah tidak asing dengan perusahaan saya?” tanya Jack.


“Hehe……perusahaan itu memiliki reputasi yang cukup baik diluar negeri! Kami pernah mengajukan kerjasama dengan perusahaan anda tapi ditolak.” ucap Gio menimpali.


“Maaf sekali! Karena perusahaan memiliki peraturan yang ketat dalam memilih rekan kerja.” jawab Jack. Dengan sengaja dia memegang tangan Zivanna dan tak melepasnya sejak mereka berada disana.


Dia ingin menunjukkan kepada ketiga pria itu bagaimana hubungannya dengan Zivanna untuk menarik simpati dan kepercayaan mereka. Apalagi sekarang mereka sudah tahu identitas Jack, dia bisa melihat ketiga pria itu terlihat lebih santai.


“Baiklah Zivanna, Jack! Memang lebih baik kalau perusahaan dikelola keluarga sendiri. Lagipula kami mendapat laporan dari orang dikantor kalau Reza menggunakan dana perusahaan.”


“Ayah, bisakah dipercepat prosesnya agar aku bisa segera mengambil alih perusahaan?”


“Baiklah. Ayah minta kamu menghubungi pengacara keluarga agar menemui ayah secepatnya.”


“Oke. Akan segera kuhubungi dan secepatnya aku akan menyingkirkan Reza dari sana! Dia tidak bisa dipercaya sama sekali.” ucap Zivanna sambil tersenyum.


Mereka pun berbincang-bincang sampai jam besukan berakhir. Jack merasa puas hati karena semuanya berjalan mulus dan sesuai dengan rencananya. Setelah mereka berada didalam mobil, Zivanna pun menghubungi pengacara keluarganya.


“Jack, aku sudah bicara dengan pengacara keluargaku dan dia akan menyiapkan semuanya untuk proses pengambil alihan perusahaan. Rupanya tadi ayah sudah menghubunginya setelah kita pergi.”


“Baguslah kalau begitu. Menurutmu bagaimana kalau kita mengunjungi perusahaan sekarang?”


“Apa kamu yakin mau kesana sekarang? Kita belum mendapatkan surat-surat itu.” kata Zivanna.


“Tidak perlu surat! Kita hanya berkunjung saja kesana! Bukankah perusahaan itu milik keluargamu? Kita berhak untuk berada disana. Sekalian memberitau Reza tentang keberadaanmu.”


Jack dan Zivanna meninggalkan penjara lalu menuju ke perusahaan milik keluarganya. Jack yang menyarankan agar mereka datang kesana tanpa memberitahukan pada Reza, untuk memberi kejutan atas kembalinya Zivanna. Sebelumnya Zivanna sudah menghubungi pengacara keluarganya untuk bertemu di perusahaan.

__ADS_1


Tok tok tok…..


“Masuk!” Reza yang sedang duduk dikursi kebesarannya dengan tumpukan dokumen dihadapannya. Tampak serius dan tidak menoleh sedikitpun saat sekretarisnya masuk da berdiri dihadapannya.


“Ada apa? Katakan!” ucapnya.


“Didepan ada tim pengacara keluarga Lavani. Apakah Tuan mau menemui mereka?”


Mendengar ucapan sekretarisnya akhirnya Reza pun mengangkat kepalanya dengan ekspresi bingung.


“Tim pengacara? Ada apa mereka datang menemuiku?” tanyanya.


“Mereka ingin menemui Tuan Kanchana, ada hal penting yang ingin dibicarakan! Katanya mereka datang kesini atas perintah Tuan Lavani!”


Reza pun langsung menegakkan punggungnya setelah mendengar penjelasan sekretarisnya. Ada rasa cemas dan juga bingung karena dia tidak mendapatkan pemberitahuan apapun dari siapapun.


Memang sudah cukup lama dia tidak membesuk ketiga orang dari keluarga Lavani yang sedang dipenjara. Reza selalu menyibukkan dirinya dengan pekerjaan agar bisa mendapatkan uang sebanyak-banyaknya.


Ada rasa takut yang muncul dihatinya, ‘Ada apa lagi ini? Kenapa mereka tiba-tiba datang dan ingin menemuiku? Apakah Tuan Lavani mengetahui sesuatu? Apa ada mata-mata mereka di perusahaan ini yang melaporkan semuanya pada mereka?’ Reza mulai memikirkan berbagai macam kemungkinan yang membuatnya semakin tidak merasa nyaman sekarang.


“Ya ya…..suruh saja mereka masuk.” jawab Reza dengan terpaksa. ‘Mudah-mudahan saja ini tidak ada hubungannya dengan keuangan perusahaan! Aku hanya meminjam dana sebentar dan akan kukembalikan setelah perusahaan keluargaku stabil dan membaik!’


Sementara itu, di lobi perusahaan Jack dan Zivanna pun memasuki lobi. Para staff yang sedang berada disana langsung mengenali Zivanna dan mereka semua terkejut dengan kehadiran wanita itu.


“Bukankah itu Nona Zivanna?” tanya resepsionis pada rekannya.


“Iya iya benar! Itu Nona Zivanna? Kemana dia selama ini? Kenapa tiba-tiba muncul?”


“Sekian lama menghilang tidak ada kabar, ternyata Nona Zivanna masih hidup! Apa dia kembali untuk mengambil alih perusahaan?” ujar staff lainnya.


Saat Zivanna dan Jack melewati mereka, semua staff menundukkan kepala memberi hormat. Tak ada satupun yang berani berbicara saat melihat tatapan tajam dari Jack. Namun setelah kedua orang itu memasuki lift, semua staff kembali berbisik-bisik.


“Siapa pria yang bersama Non Zivanna?”


“Mungkin dia kekasihnya! Apa kalian tidak lihat, Nona Zivanna menggandeng tangannya?”

__ADS_1


“Ah, pria itu lumayan tampan tapi wajahnya dingin dan menakutkan!”


“Aiiisss……..dia masih kalah tampan dengan Tuan Emir!”


“Benar-benar……pria yang bersama Nona Zivanna itu wajahnya lumayan, mana bisa dibandingkan dengan Tuan Emir? Pria paling diidolakan semua wanita.”


Sedangkan didalam ruang kerja Reza, dia duduk berhadapan dengan tim pengacara keluarga Lavani.


“Kalau boleh tahu, apa tujuan kedatangan bapak-bapak menemui saya?” tanya Reza.


“Sebaiknya kita tunggu sebentar lagi. Kami akan segera jelaskan pada anda Tuan Kanchana. Tapi sebaiknya kita menunggu kedatangan seseorang.”


“Siapa?” tanya Reza yang semakin penasaran saja. Dia mulai bertambah tidak nyaman dan gelisah.


Tak lama pintu ruangan itu dibuka dan tampak Jack dan Zivanna memasuki ruangan dengan bergandengan tangan. Dengan santainya Zivanna menggandeng tangan Jack yang tidak berekspresi sedikitpun. “Kami belum terlambat bukan?”


Mendengar suara itu, Reza langsung menatap kearah pintu dengan ekspresi terkejut sekaligus ketakutan. Dia melihat pria yang bersama Zivanna dan kedua tangannya mengepal.


“Zi----Zivanna?” ucap Reza dengan suara bergetar. Dia menatap wanita itu dengan tatapan tak percaya. “Apa benar ini kamu Zivanna?” dia kembali bertanya untuk memastikan penglihatannya.


“Iya, ini memang aku! Kenapa Reza? Terkejut kalau aku masih hidup?” ujar Zivanna tersenyum sinis. “Pasti kamu tidak menyangka bukan? Kalau aku masih hidup dan kembali kesini?”


“Oh iya Reza! Kenalkan ini suamiku! Dia seorang pengusaha sukses diluar negeri. Pasti kamu pernah mendengar nama J&K Corp bukan?” ujar Zivanna membanggakan dirinya.


“J&K? Ya aku tahu perusahaan itu! Apakah anda Tuan Kaldera?” Reza menatap Jack yang tampak meliriknya hanya sekilas lalu kembali sibuk dengan ponselnya. Reza mendengus meihat sikap dingin dan angkuh pria itu.


“Baiklah, rasanya tidak perlu berlama-lama lagi karena kami juga sibuk!” ujar Zivanna menatap pengacara keluarganya. “Sebaiknya langsung dimulai saja.”


“Baiklah Nona Zivanna.” ucap salah satu pengacara lalu mengeluarkan dokumen dari tas kerjanya.


“Tuan Kanchana, kedatangan kami kesini adalah memenuhi permintaan Tuan Lavani! Silahkan ibaca surat kuasa ini.” ujar pengacara itu menyerahkan surat pengalihan perusahaan atas nama Zivanna Lavani.


Reza mengambil surat itu lalu membacanya, bibirnya bergetar setelah membaca isi surat yang menyatakan bahwa Zivanna Lavani sebagai ahli waris keluarga Lavani.


Dengan begitu maka perusahaan Lavani Indoraya akan diambil alih oleh Zivanna dan mulai tanggal diterbitkannya surat itu maka Zivanna akan mengambil alih kepemimpinan perusahaan. Hal itu membuat Reza pun terdiam sejenak.

__ADS_1


“Kenapa tiba-tiba sekali? Apa benar ini atas perintah Tuan Lavani?” tanya Reza nampak ragu.


__ADS_2