GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 266. MENGGODA SUAMI


__ADS_3

Jordan sangat senang mendengar hal itu langsung dari Emir. Seperti halnya Ahmad Darsono, hal ini merupakan tanda pengakuan Emir terhadap dirinya. PT. Libra Elektroindo tidak dimulai olehnya tetapi dialah yang membuat perusahaan itu bisa menjadi seperti sekarang ini. Tentu saja itu juga berkat kantor pusat yang memberinya kepercayaan penuh, memberinya kekuatan tetringgi atas perusahaan.


Banyak orang pernah menghasut Jordan untuk memberontak Serkan Global Group dan merebut PT. Libra Elektroindo sehingga dia bisa menjadi perusahaan rintisan baru dalam industri di Metro. Meskipun gaji tahunannya sangat tinggi tetapi bekerja untuk orang lain berbeda dengan menjadi bos untuk dirinya sendiri.


Tapi Jordan menolak semua godaan itu. Dengan pemimpin seperti Emir, dia rela tetap menjadi staff senior di perusahaan. Tentu saja dia masih memiliki akal sehatnya. Bahkan jika dia berkuasa di PT. Libra Elektroindo, jika dua berani mengkhianati Emir maka sudah bisa dipastikan Emir bisa menghancurkannya kapan saja.


“Terima kasih Direktur Serkan.”


Ahmad dan Jordan bersama dengan tim manajemen hotel menyambut Emir ke Hotel majesty. Kedatangan Emir tak hanya kaget tim manajemen, tapi juga bahkan para tamu yang sedang makan disana. Sebagai dewa industri bisnis di Metro, ketenaran Emir tidak kalah dengan para selebritis populer.


Dan ada banyak orang yang menghormatinya dan ingin berteman dengannya dan ada juga banyak orang yang takut padanya. Arimbi dan yang lainnya duduk di sofa di area tunggu lobi, menyaksikan Emir diantar oleh sekelompok orang. Bahkan jika dia berada di kursi roda dan tidak bisa berjalan dengan normal tapi auranya tetap begitu menonjol sehingga orang tidak berani melihatnya secara langsung.


Bahkan mereka yang ingin mengambil kesempatan ini untuk mendekatinya hanya bisa melihat saat dia didorong melewati mereka. Paling-paling mereka hanya berani tersenyum dan memanggilnya dengan menyanjung. Tetapi tidak ada yang cukup berani untuk melangkah maju dan mengatakan lebih dari beberapa kata.


Meski sudah lama menyaksikan aura dan kehebatan suaminya, Arimbi masih terpesona. Sangat beruntung baginya karena masih tetap hidup setelah memaksanya menikahinya saat itu! Saat kursi roda Emir berhenti ditengah aura lobi, Jordan berjalan mendekat dengan cepat.


Amanda buru-buru berdiri. Dia merasa bahwa dia harus pergi dan menyapa Emir tetapi dia meraa kakinya lemas, jadi dia tidak berani terlalu proaktif.

__ADS_1


“Tuan Jordan.” sapa Amanda yang mengira Jordan datang untuk mengatakan bahwa dia tidak bisa makan siang bersama mereka.


Tetapi dia tiba-tiba berkata, “Wakil Direktur Rafaldi, Nona Arimbi, Presdir Serkan meminta kalian untuk makan siang bersama. Apakah kalian keberatan?”


Selama mereka disana, dia maish bisa emndiskusikan kerja sama dengan Amanda dan Arimbi serta menggunakan kesempatan ini untuk pamer didepan Emir.


Amanda ketakutan mendengar itu, tapi dia tidak bisa menunjukkannya sekarang. Dengan ekspresi tersanjung, dia berkata sambil tersenyum, “Tentu saja aku tidak keberatan. Ini suatu kehormatan bagiku dan saudariku. Iyakan Arimbi?”


Jordan melirik Arimbi lagi. Keluarga Emir pernah melamar Arimbi atas nama Emir, tetapi dia dengan keras menolak pernikahan itu. Lalu tidak ada berita tentang kejadian itu lagi. Emir pasti cukup murah hati untuk tidak mempermasalahkan Arimbi.


Sebagian besar masyarakat kelas atas tahu bahwa Arimbi tinggal bersama Keluarga Serkan, tetapi Jordan tidak tahu. Dia tidak tahu bagaimana perasaan Arimbi tentang kesediaan Emir untuk makan bersama dia dan saudara perempuannya. Memikirkan itu Jordan melirik Arimbi beberapa kali lagi.


Mereka berjalan mengikuti dibelakang Jordan, Amanda berjalan bersama Sandra dan Aarimbi tanpa menunjukkan sesuatu yang mencurigakan.


“Tuan Emir.” ketika mereka berada sekitar tiga meter dari Emir, Amanda berhenti dan menyapanya dengan hormat.


Saat Emir menatapnya dengan tajam, Amanda memaksa dirinya untuk tidak panik. Dia adalah klien PT. Libra Elektroindo saat ini yang artinya adalah klien Serkan Global Group secara tidak langsung sehingga Emir tidak akan melakukan apapun padanya.

__ADS_1


Sementara itu, Arimbi mengedipkan satu matanya menggoda Emir dan tersenyum manis. Hal itu membuat tatapan mata Emir menggelap, melihat godaan istrinya yang malu-malu dan berusaha membuat orang lain tidak curiga membuat pria itu tidak tenang.


Jika saat ini hanya ada mereka berdua dia akan melahap istri nakalnya yang baru saja menggodanya itu. Dia biasanya hanya emlihat wanitany sendiri. Adapun seperti apa rupa Amanda, dia tidak peduli dan juga tidak perlu repot-repot untuk mengingatnya.


“Tuan Emir.” Arimbi akhirnya membuka mulutnya untuk menyapanya. Emir menanggapi dengan gumaman, “Aku mendengar bahwa Wakil Direktur Rafaldi dan Nona Arimbi datang untuk membicarakan tentang kerjasama dengan PT. Libra Elektroindo. Kalau begitu, ayo kita makan bersama.”


“Itu akan menjadi kehormatan bagi kami.” jawab Amanda dengan terburu-buru, sedangkan Arimi hanya tersenyum manis. Dia akan dengan sengaja mengedipkan satu matanya menggoda Emir saat tak ada orang yang memperhatikan. Tingkah istri nakalnya itu sangat menggemaskan dimata Emir.


Dia seakan merasa seperti anak muda yang sedang jatuh cinta dengan gadis polos berusia belasan tahun. Emir berusaha menenangkan debaran didadanya melihat godaan istrinya itu. Beberapa menit kemudian, mereka duduk di ruangan paling mewah di Hotel Majesty. Saat Emir makan disini, Ahmad Darsono secara pribadi membawakan menu kepada Emir.


Dengan sikap sopan dan hormat dia berkata, “Direktur Serkan, ini menunya.” Hotel Majesty bukanlah The Palm Bliss Hotel jadi mereka tidak tahu selera Emir dan takut untuk memesankan sesuatu untuknya tanpa izinnya. Saat Emir mengambil daftar menu dan membukanya, seluruh ruangan menjadi hening.


“Apa ada sesuatu yang tidak bisa kau makan?” Emir bertanya dengan suara yang dalam. Semua orang buru-buru menjawab bahwa mereka bukanlah pemilih makanan. Emir kemudian berhenti bertanya dan memesan semua makanan kesukaan Arimbi.


Mengetahui bahwa Arimbi adalah seorang pecinta maknan yang suka makan, Emir memesan total dua belas hidangan, yang semuanya adalah favorit istri kesayangannya itu. Ahmad Darsono memperhatikan pesanan Emir dan berpikir bahwa ini adalah makanan yang dia suka.


Diam-diam dia menghafalkan semuanya. Dia membuat catatan untuk fokus kepada dua belas hidangan ini setelah Emir pergi nanti dan mencoba mempromosikan kepada publik bahwa ini adalah hidangan yang dipesan secara pribadi oleh Emir.

__ADS_1


Lagipula, makanannya harus enak untuk mendapatkan persetujuan Emir. Pada saat desas desus tentang kedatangan Emir dan menu yang dipesannya menyebar, pasti akan menarik gerombolan orang untuk datang berkunjung dan memesan kedua belas hidangan ini.


__ADS_2