GADIS BERGAUN MERAH

GADIS BERGAUN MERAH
BAB 308. PERMUSUHAN


__ADS_3

Reza terlihat sangat resah dan ketakutan memikirkan pernikahannya yang akan berlangsung minggu depan. Tapi saat ini dia malah tertangkap basah bersama Amanda dikamar hotel. Entah darimana datangnya orang-orang yang mengambil berita itu dan bahkan sudah disebarkan di media sosial. Reza dan Amanda belum mengetahui tentang berita itu.


 


Tampak kedua orang tua Reza baru saja tiba di kantor polisi begitu juga dengan kedua orang tua Amanda. Saat kedua keluarga itu hendak memasuki kantor polisi, tatapan Mosha dan Yessi sangat jelas memperlihatkan permusuhan. “Ini pasti ulah Amanda! Dia pasti sengaja menjebak Reza untuk mengacaukan pernikahan putraku! Aku tidak akan diam saja!”


 


“Bukankah Reza yang selama ini sibuk mengejar kedua putri keluarga kami? Memang putramu yang brengsek! Kalau dia itu baik, tidak mungkin dia melecehkan Nona Ruby di pesta ulang tahun  putri Keluarga Lavani! Sepertinya putramu memang suka sekali membuat onar!” balas Mosha tak kalah sengitnya. Yadid menarik lengan istrinya untuk menjauhi Yessi.


 


“Sudahlah! Jangan bertengkar disini. Lihat banyak wartawan! Jangan sampai ada skandal dan berita memalukan menyebar!” ujar Yadid.


“Tidak perlu meladeni mereka.”


“Lihat sendiri bagaimana dia bicara! Apa mereka tidak sadar dengan kelakuan putranya seperti apa?” ujar Mosha dengan marah. “Untuk kesekian kalinya membuat masalah! Untung saja dulu aku menolak keras keinginan dia untuk menikahi Amanda!”


 


Mereka sudah berada didalam kantor polisi. Yessi yang masih marah tak henti-hentinya mengomel dan saat dia melihat Reza, wanita itu langsung bergegas memeluk putranya sambil menangis.


“Kenapa bisa begini? Amanda yang merayumu bukan? Reza…” isak Yessi.


“Bu, jangan menangis! Harusnya ibu menenangkan aku karena ini masalah besar bagiku! Tolong jangan membuatku tambah pusing, Bu!”


 


“Kamu pikir aku tidak pusing Reza? Mau ditaruh dimana muka kami jika semua orang tahu soal kejadian ini? Kenapa kamu bisa bersama Amanda?” tanya Yessi kesal. Dia takut jika keluarga Lavani dan Keluarga Zimena mengetahui ini maka akan berakibat buruk pada keluarga Kanchana.


Andai pernikahan antara Reza dan Ruby dibatalkan karena masalah ini, Yessi tidak bisa membayangkan kehancuran keluarganya. Mereka hanya bisa berharap pada pernikahan ini untuk menyelamatkan perusahaan mereka. Tapi kesialan lagi-lagi menghampiri.


 

__ADS_1


“Kenapa semuanya selalu kacau? Apa yang akan terjadi? Bagaimana kita harus menjelaskan pada keluarga Lavani dan Keluarga Zimena tentang ini?” ujar Yessi. Sedangkan Harry tidak banyak bicara. Dia berusaha menahan dirinya meskipun didalam hatinya sedang marah dan kecewa pada Reza.


“Kami dijebak! Ini bukan salahku dan bukan salah Amanda juga!” ujar Reza.


 


“Dijebak bagaimana? Kalian tertangkap basah sedang melakukan perbuatan tak senonoh dan kamu dalam keadaan sadar kan?” ujar Harry Kanchana dengan nada suara yang ketus. “Itu yang kamu bilang dijebak? Reza! Sudah berulang kali aku peringatkan agar kamu berhati-hati dan jangan membuat masalah lagi! Sampai kapan kamu bisa paham?”


 


“Ayah! Aku mengatakan yang sesungguhnya! Saat aku tiba disana, Amanda dalam keadaan setengah sadar. Ada yang memberinya obat perangsang!” ujar Reza mencoba menjelaskan untuk membela dirinya karena dia tidak mau disalahkan terus-menerus. “Ku akui memang akhir-akhir ini aku selalu ditimpa kesialan terus! Itu terjadi sejak Arimbi memutuskanku!”


 


“Cukup! Jangan sebut-sebut lagi nama perempuan itu!” ujar Yessi dengan marah. Dia sangat membenci Arimbi atas penolakannya pada Reza. Dan sekarang Yessi mengetahui bahwa Arimbi sudah menikahi Emir tepat setelah dia memutuskan hubungannya dengan Reza. Hal itu membuat Yessi semakin benci dan merasa direndahkan.


 


“Memang benar! Apa ibu juga tidak menyadarinya? Setelah Arimbi memutuskan hubungan kami, aku terus-menerus ditimpa kesialan! Dan sekarang, entah bagaimana bisa kesialan yang lebih parah lagi terjadi! Aku sudah tidak tahu harus melakukan apa.”


 


“Bu, sejak tadi aku memikirkan hal itu! Tapi ibu tak henti-hentinya mengomel bikin aku tambah pusing! Harusnya ibu membantuku mencari solusinya.” ucap Reza semakin cemas.


KemudianYessi menatap suaminya meminta dukungan tapi pria itu terlihat acuh. Harry Kanchana yang lebih pusing dan stress saat ini. Jika sampai pernikahan Reza dibatalkan, sudah bisa dipastikan perusahaan akan jatuh ke anggota keluarga Kanchana yang lain.


“Ada yang mau kamu jelaskan Amanda? Apa-apaan ini? Aku tidak menyangka kalau kamu bisa melakukan hal memalukan seperti ini!” teriak Mosha penuh amarah. Tapi orang yang ditanya hanya menundukkan kepalanya, tak berani untuk menatap Mosha. Saat ini Amanda merasa sangat malu dan tertekan dengan apa yang terjadi padanya.


 


“Sudahlah! Tenangkan dirimu! Sebaiknya kita bicarakan ini nanti sesampainya dirumah. Diluar ramai wartawan, jangan memperburuk situasi.” ujar Yadid menenangkan istrinya.


Lalu dia menoleh kearah Amanda dan berkata, “Amanda, kita harus bicara sampai dirumah! Ini sangat memalukan!”

__ADS_1


Suara Yadid terdengar dingin dan datar, untuk pertama kalinya Amanda merasa kalau Yadid sebenarnya sedang sangat marah dan kecewa padanya.


 


Selama ini Yadid selalu mempercayai Amanda dan bahkan pernah mengharapkan Amanda akan menjadi pewaris Rafaldi Group. Sebisa mungkin Amanda selalu menjaga imagenya, tidak pernah melakukan hal buruk didepan kedua orang tuanya dan orang lain. Dia sangat pandai menutupi semuanya tapi kali ini nasib buruk menimpanya dan menghancurkan segalanya.


 


“Maafkan aku ayah!” ucapnya dengan suara lirih.


“Bu, maaf. Aku yang salah.” Amanda bicara tanpa berani menatap kedua orangtuanya.


“Aku benar-benar kecewa!” dengus Mosha membuang wajahnya. Lalu dia menoleh kearah suaminya yang sedang mengurus keperluan untuk membebaskan Amanda. Pengacara keluarga mereka yang sudah tiba lebih dulu menyerahkan dokumen pada Yadid untuk ditanda tangani agar bisa segera membawa Amanda pulang.


 


Dengan penuh kekesalan dan kekecewaan didalam hatinya Yadid terpaksa membebaskan Amanda dengan jaminan. Setelah semua urusannya selesai, dia menghampiri Mosha dan Amanda.


“Ayo pulang!” ucapnya tanpa menatap Amanda. Sepertinya kekecewaan yang dirasakan Yadid sangat besar, dia tak menyangka jika semua yang dikatakan Mosha pada selama ini benar adanya.


 


Jika sebelumnya dia masih memikirkan untuk mempertahankan Amanda di perusahaan, entahlah apa yang akan dilakukan pria paruh baya itu untuk menyelamatkan nama baik perusahaan keluarga Rafaldi. Ketiganya melangkah menuju ke pintu keluar, namun Yessi mengejar Amanda.


“Amanda! Aku benar-benar kecewa padamu! Kamu itu perempuan tidak tahu malu!”


 


PLAAKK!


Mosha yang sudah tidak tahan lagi mendengar ucapan Yessi pun menampar wanita itu yang langsung membuatnya terdiam! Harry Kanchana segera memegangi bahu istrinya lalu meminta maaf pada Yadid dan istrinya. “Tuan Rafaldi dan Nyonya Rafaldi, Tolong maafkan istriku!” ucapnya lalu menatap istrinya dan berkata, “Jaga sikapmu! Jangan memperburuk keadaan!” ujarnya menarik Yessi menjauhi keluarga Rafaldi.


 

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan? Kamu sudah gila ya? Mereka itu mertua Tuan Emir! Apa kamu mau Tuan Emir akan membalas keluarga kita karena kamu bertengkar dengan Keluarga Rafaldi? Kamu dan Reza sama saja! Tahunya hanya membuat masalah saja! Kapan kalian bisa berhenti cari gara-gara?” ujar Harry Kanchana dengan marah.


 


__ADS_2