Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Wajah Yang Tidak Asing


__ADS_3

"Sederhana bukan?" Zero menaikkan satu alisnya menunggu jawaban mereka.


Mereka serempak mengangguk dan berkata, "Baik, Tuan! Kami akan mengusahakannya!"


Setidaknya dengan begini mereka masih mempunyai harapan untuk menghidupkan kembali orang yang mereka sayangi.


Mereka bertekad mulai saat ini juga akan berjuang keras agar terlihat lebih berguna di mata Zero.


Sherria yang di sampingnya mengerti apa yang Zero lakukan sebenarnya mempunyai maksud dan tujuan yang baik. Dalam hatinya dia merasa kagum melihat sifat kepemimpinan Zero yang sepertinya akan mengubah seluruh desa ini menjadi lebih maju.


"Bagus, aku akan melihat bagaimana kalian melakukannya. Kuharap hasilnya bisa memuaskanku." Zero tersenyum melihat semangat mereka.


Zero kemudian berbalik dan berjalan keluar ruangan. Sherria membuntutinya dari belakang.


"Sekarang berkumpulah kembali. Aku ingin membahas hal yang tadi." Zero melambaikan tangannya memberi perintah.


"Anu, Tuan." Pria dewasa memanggil.


Zero berhenti melangkah tepat di depan pintu. Dia melirikan sedikit wajahnya ke belakang.


'Apalagi?" tanya nya.


"Lebih baik kita membicarakan hal ini dengan pemimpin desa dan yang lainnya juga. Oleh karena itu apa Tuan bisa menyembuhkan mereka terlebih dahulu?" usul pria dewasa.


"Mm, Benar apa katamu." Zero setuju dengan usulnya.


"Baik, bawa aku ke tempat mereka sekarang." Zero memberi perintah.


"Baik, Tuan."


Pria dewasa bersama yang lainnya menuntun Zero dan Sherria ke tempat penduduk desa yang sedang sakit. Sepanjang perjalanan mereka bertemu dengan penduduk desa lainnya yang kelihatannya sedang menunggu hasil dari perkataan Zero tadi.


Semuanya tercengang bahkan sampai ada yang pingsan begitu melihat rekannya yang sudah mati kini benar-benar telah hidup kembali.


Tanpa memperdulikan mereka, Zero terus berjalan mengikuti pria dewasa yang menuntunnya.


Di pertengahan jalan dia juga bertemu dengan Fluffy yang tampak tengah bermain dengan Levy dan anak-anak yang sepantaran dengannya. Zero dan Sherria tersenyum melihatnya.


"Oh iya, Omong-omong apa kalian mempunyai peta?" tanya Zero di tengah langkahnya saat teringat benda itu.


"Kami punya satu."


Zero dan Sherria senang mendengarnya. Dengan begini mereka tidak perlu repot-repot mencarinya lagi dan bisa bertemu dengan Charla secepatnya.

__ADS_1


"Bagus, serahkan itu padaku nanti."


"Baik."


Setelah lama berjalan, Zero akhirnya sampai di tempat tujuan. Hanya Zero sendiri saja yang dibawa masuk ke dalam ruangan mereka yang sedang sakit. Di dalamnya Zero menemukan banyak kasur yang berjajar di antara dua sisi dengan di atasnya terdapat orang yang tengah terbaring sakit.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?" Zero menemukan ternyata banyak sekali yang terbaring sakit sampai memenuhi semua kasur yang ada di sana.


"Kami juga kurang tahu, Tuan. Tapi ini sudah sering terjadi pada kami. Yang pasti ini ada kaitannya dengan kabut yang menyelimuti luar desa ini, " jelas pria dewasa.


"Apa kabut itu beracun?" tanya Zero. Dia sebelumnya sempat melewati kabut itu terlebih sebelum sampai ke desa ini.


"Sepertinya begitu, Tuan. Tapi efeknya selalu muncul tanpa pernah bisa kami prediksi dan kami tidak mempunyai obat atau antibodi dari kabut itu. Terlebih kami tidak mempunyai dokter di sini," jelas pria dewasa itu terdengar muram. Kabut itu sebenarnya sudah ada sejak dirinya tinggal di desa ini dan sudah merenggut banyak nyawa orang-orang desanya.


"Begitu, ya…." Zero mengelus dagunya, mengerti situasi dan kondisi mereka.


'Aku harus memikirkan masalah ini nanti...


Untuk sekarang aku harus menyembuhkan mereka terlebih dahulu, ' pikir Zero


"Baik, aku akan mencoba menyembuhkan mereka."


Zero berjalan mengamati satu demi satu mereka yang tengah terbaring sakit di atas kasur. Dari yang dia lihat kebanyakan dari mereka yang sakit adalah orang-orang yang sudah renta, tidak sedikit ada juga yang usianya masih terlihat muda.


"Dia…" Zero mengamati sosok tersebut lebih dekat lagi sampai wajahnya terlihat semakin jelas.


"Oh iya, ini dia kepala desa kami." Pria dewasa mengenalkan sosok tersebut.


Zero masih mengamati wajah paruh baya yang sebagian rambutnya sudah beruban itu. Dia tidak percaya akan bertemu dengannya di tempat seperti ini, seolah takdir memang telah merencanakan semuanya.


"Apa ada yang salah? Atau Tuan mengenalnya?" Pria dewasa melihat Zero tersenyum dan tidak berkedip sama sekali saat memandangi kepala desanya.


"Ah, bukan apa-apa. Hanya saja wajahnya mengingatkanku pada seseorang." Zero tersenyum ke arah pria dewasa.


"Apa dia sosok yang sangat berharga bagi, Tuan." Pria dewasa bisa mengetahui dari cara Zero tersenyum.


"Bisa dibilang begitu." Zero tidak mencoba menutupinya.


"Sepertinya ini memang takdir, Tuan."


"Ya. Aku pun merasa demikian."


Ya, jika diteliti lebih jauh wajah pria paruh baya itu mirip seperti kakeknya. Namun Zero tidak berpikir kalau itu adalah kakeknya. Dia mengenal satu sosok lain yang mempunyai wajah yang mirip dengan kakeknya pada saat waktu dirinya masih berada di dalam Menara Agung.

__ADS_1


Tepat sekali, dia adalah Kakek Ryu. Dan kemungkinan pria paruh baya ini adalah salah satu keturunannya.


Tidak ingin terlalu terbawa suasana, Zero mulai mencari cara menyembuhkan penyakit mereka. Zero menggunakan skill sage eye-nya untuk mencari tahu penyakit mereka sampai matanya menemukan apa penyebabnya. Yang jelas ada kaitannya dengan kabut itu.


'Sistem, coba carikan obat yang bisa menyembuhkan mereka.' Zero meminta bantuan Sistem.


[Maaf, tidak ada]


'Hah? Kenapa tidak ada?' Zero terkejut mendengarnya.


[Racun dari kabut yang menggerogoti paru-paru mereka bukanlah racun biasa.]


'Lantas bagaimana aku bisa menyembuhkannya?' Zero berharap Sistem mempunyai solusinya.


[Anda bisa menyuruh pet Anda. Dia bisa melakukannya]


'Hah? Benarkah?' Zero tidak menyangka akan pernyataan Sistem.


[Benar. Naga langit mampu menguasai segala jenis sihir langit. Sedangkan bentuk lain dari sihir langit itu sendiri berhubungan dengan sihir penyembuhan]


'Aku belum pernah mendengarnya, tapi apa kau yakin dengan perkataanmu. Kau yakin dia bisa melakukannya. Bukankah dia masih terbilang kecil untuk menguasai sihir seperti itu, dan lagi aku belum pernah melihatnya ' Zero memastikan.


[Tentu saja] Suara Sistem terdengar sombong.


'Yosh, baiklah kalau begitu.' Zero mencoba mempercayai perkataan Sistem.


"Kurasa aku tahu bagaimana cara mengobati mereka semua," kata Zero pada pria dewasa di sampingnya


"Benarkah? Bagaimana itu, Tuan?" Pria dewasa tampak penuh harap.


"Tolong panggil temanku Fluffy kemari. Dia yang akan menyembuhkannya," titah Zero


"Teman tuan yang demi-human barusan itu?" Pria dewasa memastikan.


"Bukan. Dia yang sekarang sedang bermain dengan anak-anak lainnya, " jawab Zero santai.


"Hah? Tapi—"


"Sudah cepat lakukan saja. Jangan banyak tanya." Zero menyergah perkataan pria dewasa yang tampak terkejut itu.


"Baik."


Tidak ingin banyak tanya, Pria dewasa langsung segera menyuruh beberapa orang untuk membawa gadis yang dimaksud.

__ADS_1


__ADS_2