Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Naga Langit


__ADS_3

Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.


Terima kasih dan selamat membaca


______________________________


Mode Berserker Second Mode yang Akira lepaskan barusan masih termasuk kemampuan khusus yang dia dapatkan dari salah satu class-nya, Warrior. Atau lebih jelasnya mode ini merupakan tahap lanjutan dari mode berserker itu sendiri.


Kekuatan yang dikeluarkan dari mode ini tentu jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan mode berserker yang biasa Akira gunakan, buktinya Scorpion sampai dibuat tak berdaya setelah Akira masuk ke dalam mode ini.


Mungkin Ini untuk kedua kalinya Akira menggunakan mode ini selama dirinya mendapatkan kemampuan tersebut. Sejujurnya Akira tidak ingin menggunakannya jika tidak terlalu diperlukan. Alasannya karena efek dari menggunakan mode ini membuat mana point serta staminanya terkuras secara signifikan, setidaknya dua kali lebih banyak dari mode berserker biasa. Jadi akan sangat berbahaya jika tidak digunakan dengan hati-hati.


Bukan hanya itu saja, efek lain dari mode ini juga membuat karakter Akira berubah dratis. Dalam mode ini dia jadi terlihat mirip seperti iblis berdarah dingin yang menakutkan. Sedangkan pedang yang terbuat dari aura hitamnya merupakan pusaka alami yang dibuat khusus untuk menghukum semua musuh-musuhnya.


Efek setelah memakai mode ini membuat Akira pingsan cukup lama karena disebabkan tingkat kesalahannya kala itu sudah mencapai batas. Akira baru tersadar saat dia bisa merasakan kembali hawa panas sekitar yang menyengat, apalagi saat ini dia dalam kondisi telanjang dada.


"Ahk...Panas sekali…Apa yang terjadi…? Dimana aku…?" Akira membangkitkan diri sambil memegang keningnya yang terasa pusing.


"Aw, sakit sekali…" Akira juga merasakan rasa sakit di seluruh tubuhnya.


Pada saat dia melihat tubuhnya yang dipenuhi luka bakar barulah dia mengerti apa yang sebenarnya sudah terjadi.


"Benar, aku ingat…" Kilas balik pertarungannya melawan Scorpion kembali terputar di pikiran Akira.


Akira memastikan keadaannya saat ini dengan melihat panel yang sejak tadi melayang di sampingnya.


{Iblis telah berhasil dikalahkan}


{Anda mendapatkan 800000 EXP}


{Anda mendapatkan 400000 BP}


{Anda mendapatkan 50000 Orb}


{Level up}


{Level up}


{Level up}


{Selamat Anda berhasil menyelesaikan lantai ke empat puluh delapan}


"Ya, aku ingat. Aku menang... Aku berhasil mengalahkannya." Akira teringat kembali pada detik-detik sebelum dirinya mengalahkan Scorpion.


"Jadi aku pingsan lagi setelah menggunakan mode itu…" Akira tersenyum sambil memijat keningnya yang masih terasa pusing.

__ADS_1


"Syukurlah tidak terjadi apa-apa selama aku pingsan..." Pandangan Akira menyisir tempatnya saat ini yang tampak sudah porak poranda oleh pertarungannya tadi. Longlongan kesakitan masih beresonansi di tempat itu.


"Aku harus menyembuhkan lukaku…" Akira melihat kembali luka di tubuhnya sebelum mengeluarkan potion Health kelas tinggi di kantong ajaibnya lalu meminumnya untuk memulihkan keadaannya sekarang. Setelah meminum potion tersebut status HP Akira secara bertahap kembali penuh, luka bakar di tubuhnya pun berangsur menghilang.


Setelah itu Akira membuka menu store-nya dan membeli baju tahan api guna meminimalisir hawa panas sekitar lantas memakainya.


"Syukurlah sebelumnya aku sempat menyimpannya sehingga kalung itu tidak ikut terbakar." Akira membicarakan kalung berharga milik Charla yang saat itu sempat dia lepas.


"Lebih baik aku jangan dulu memakainya…" Akira mengambil pilihan bijak.


Kemudian Akira mengamati panel hadiah dari misi yang dia dapatkan.


{Reward misi:


-Super Magical Chest


-800000 BP


-10000 EXP


-110 SP


-Hellfire (Skill) }


"Mengesankan seperti biasanya." Akira merasa puas dengan hadiah yang dia dapatkan, terutama pada satu skil yang tertera di sana.


Kruk~


"Sudah berapa lama aku pingsan." Akira menggaruk belakang kepalanya sambil tersenyum lemas. Lamanya dia pingsan membuat dirinya merasa sangat lapar dan tubuhnya terasa tidak bertenaga.


Kruk~


"Baik-baik, kau sudah menungguku sejak tadi bukan. Sabar, aku akan segera mengambilnya." Akira berbicara pada perutnya sendiri yang terus berbunyi.


Membuka menu inventory-nya, Akira mengeluarkan semua makanan pokoknya untuk mengisi perutnya yang sudah sejak tadi minta diisi. Selagi makan Akira memasukan semua poin skill yang dia dapatkan pada statusnya.


"Lebih baik aku membuka hadiah ini nanti saja sekalian setelah keluar dari tempat ini." Akira melihat menu hadiah, disana terdapat dua peti Super Magical Chest yang belum dia buka.


Tak lama kemudian Akira selesai mengisi perutnya, tubuhnya pun kini sudah kembali bertenaga dan pulih seperti sedia kala.


Akira melakukan push up sebanyak seratus kali lalu membangkitkan tubuhnya dan bertitah, "Sistem Call: buka menu inventory."


[Baik]


Begitu menu inventory terbuka, Akira lalu mengambil gulungan skill yang dia dapatkan tadi.

__ADS_1


"Hellfire, atau api neraka. Berdasarkan deskripsi, skill ini merupakan skill kelas S. Skill yang luar biasa." Akira sejenak membaca deskripsi dari skill tersebut sebelum menutup semua panel yang melayang di sekitarnya lalu membuka ikatan tali yang mengikat gulungan itu.


Ketika gulungan skill tersebut terbuka, Akira disapa oleh deretan kalimat yang tertulis dari selembar kertas kusam. Deretan kalimat ini tidak lain merupakan mantra yang harus dirapalkan untuk memperoleh skill tersebut.


Akira mulai merapalkan kalimat yang tertera di sana. Kata demi kata yang tertera menghilang seiring Akira membacanya.


"Wahai zat yang mampu membakar segalanya...Kau yang mampu mengubah apapun menjadi debu...mengeringkan lautan hanya dalam sekali sentuhan... membakar segala jenis dosa, mengubahnya menjadi rasa sakit...Aku disini memanggilmu keluar dari dasar neraka terdalam untuk menghukum para pendosa disana... Bawalah jiwa mereka bersama apimu. Keluarlah…Hellfire…." Akira mengangkat satu tangannya dan munculah api berwarna merah kelam disana. Sedangkan kertas di satu tangannya perlahan berubah menjadi abu.


"Sekarang aku bisa menyentuh api ini secara langsung…" Akira tersenyum memandangi api di tangannya sebelum melemparkan api itu ke arah tembok pilar hingga membuatnya roboh.


"Hahaha! Hanya dalam sekali percobaan aku bahkan bisa menggunakannya jauh lebih baik dari pada dia. Memang tidak salah jika aku menyebut diriku sebagai makhluk istimewa." Akira tertawa menyombongkan diri. Dia sangat puas dengan dampak serangan dari skill yang dia dapatkan.


"Baik, semuanya sudah siap..." Akira sudah mengecek semua kebutuhan yang diperlukan. Dia sekarang sudah siap melaju ke lantai berikutnya.


"Yosh, tinggal dua lantai lagi…" Akira melemaskan otot-ototnya kemudian bertitah,


"Sistem Call: Bawa aku ke lantai selanjutnya."


[Baik. Sistem akan mengalokasikan Anda ke lantai selanjutnya: lantai empat puluh sembilan]


Cahaya kebiruan muncul di bawah kaki Akira sampai akhirnya meredup dan dia dibawa ke satu lantai terakhir.


*~*


[Anda kini berada di lantai empat puluh sembilan]


Pada saat membuka mata, Akira disapa oleh pemandangan tanah lapang yang sangat luas, tidak ada benda apapun di sekitarnya selain bukit-bukit kecil yang mengelilinginya di kejauhan.


Angin sepoi-sepoi menerpa wajah Akira membawa rasa sejuk yang menenangkan. Langit sore masih tampak cerah dan masih memperlihatkan keindahannya dengan jelas. Kesejukan dan ketenangan di tempat ini cukup membuat seseorang betah berlama-lama.


Namun sayangnya bukan rasa sejuk yang kini Akira rasakan saat memandangi pemandangan tersebut, melainkan firasat yang tidak mengenakkan.


"Tempat ini luas sekali… makhluk seperti apa yang harus aku hadapi di tempat seluas ini..."


Firasat Akira semakin menguat saat dia melihat kemunculan panel yang memberitahukan misi yang harus dia hadapi di lantai kali ini.


{Quest lantai empat puluh delapan—Misi: Kalahkan Naga Langit di lantai ini}


"N-Naga?! Yang benar saja!"


Belum sempat Akira bisa menerima misinya kali ini tiba-tiba sesuatu yang sangat besar melesat kencang di atas kepalanya membawa hembusan angin yang tidak kalah kencang dan membuat tubuh kecil Akira bergeser sedikit dari posisinya.


Akira membuka mata dan mulutnya lebar sulit mempercayai apa yang disaksikan oleh kedua bola matanya saat ini. Pada saat yang sama dia terpukau menyaksikan bagaimana Naga yang baru saja melesat di atas kepalanya itu terbang.


Naga Langit terbang layaknya buruk elang, meliuk-liuk di udara tanpa terpengaruh oleh bobot badannya yang besar. Warna tubuhnya yang putih seputih susu terlihat sangat indah apalagi saat bersatu dengan warna biru di langit. Sayapnya yang membentang diantara dua sisi memperlihatkan keagungan yang tiada tara dari sosok makhluk mitologi tersebut.

__ADS_1


"Naga...Apa ini sungguhan?"


__ADS_2