
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terima kasih dan selamat membaca
______________________________
Seperti namanya, mode Berserker Last Mode merupakan tahap terakhir dari mode berserker.
Sedangkan mode berserker sendiri terbagi menjadi tiga tahapan, dengan setiap tahapannya memiliki gambaran dan artinya masing-masing. Jika Mode berserker tahap pertama menggambarkan arti kekuatan dan mode berserker tahap kedua menggambarkan arti penghakiman, mode berserker tahap ketiga atau terakhir menggambarkan arti kehancuran.
Akira menatap Demios dengan seringaian iblis yang menakutkan sedangkan Demios masih menatap Akira dengan tatapan kosong, tidak ada ekspresi terkejut sama sekali.
Akira menggerakkan tangannya ke samping mengeluarkan pedang hitam yang berbeda. Kali ini ukuran pedang yang dihasilkan dari gumpalan aura hitam tersebut sangat besar dan lebar. Meski begitu, Akira kini hanya mengangkat pedang besar itu dengan sebelah tangan seolah tidak merasakan beban apapun.
"Flo, tunggu sebentar. Aku akan membalas kematianmu dulu." Akira menoleh sesaat ke Flo yang terkapar di sampingnya lalu maju lebih dulu menyerang Demios menggunakan pedang besar yang dia ayunkan dengan kedua tangan.
Demios menyambut ayunan pedang Akira namun naas kekuatan yang dihasilkan dalam satu ayunan tersebut tidak bisa dia tahan sehingga dia dipaksa mundur sangat jauh ke belakang.
Tidak ingin berhenti, Akira melesat dan mengayunkan pedangnya lagi ke udara, membuat Demios beralih haluan ke sana. Akira menyusul dan mendaratkan kembali serangan dan terus berulang-ulang seperti itu.
Demios dilempar ke bawah— Akira ikut ke bawah— Demios dilempar ke samping— Akira ikut ke samping—Demios dilempar ke atas—Akira ikut ke atas, begitu dan seterusnya sampai beberapa serangan berikutnya, Akira mulai serius.
Akira memasang kuda-kuda kemudian membuat pola gerakkan melingkar menggunakan pedangnya sambil memejamkan mata sebelum sesaat berikutnya dia muncul di hadapan Demios.
"Teknik Pedang Kehancuran — Bencana."
Dalam sekali ayunan, Demios dilempar sangat jauh hingga menghancurkan beberapa bukit serta membuat tanah yang di laluinya terbelah.
"Cih, sekuat apapun serangan yang aku keluarkan ternyata masih tetap tidak berpengaruh padanya. Mungkin memang hanya dengan pedang itu aku bisa mengalahkannya."
Akira yang melihat serangannya tidak berefek apapun segera menuju ke tempat pedang itu tertancap. Setibanya disana, Akira langsung mendarat di tengah-tengah cekungan besar hasil dari dampak serangannya tadi.
"Aku harus cepat-cepat mencabutnya..."
Akira sesaat menoleh ke arah Demios terlempar kemudian menancapkan pedang besarnya, lantas dia segera menggerakkan tangannya, menggenggam pedang yang tertancap itu dengan kedua tangan lalu menariknya kuat-kuat ke atas. Cahaya biru terkumpul terlihat di bilah pedang yang semula berwarna putih itu, diikuti pusaran angin yang cukup kencang melingkupi tempat Akira.
"Arghh!! Kenapa ini!!"
Meski seharusnya Akira tidak merasakan rasa sakit apapun dalam mode berserker-nya, tapi entah kenapa sekaeang disaat dia mencoba mencabut pedang itu dia merasakan rasa sakit yang teramat sangat pada seluruh tubuhnya meliputi energi sihirnya terkuras ke dalam pedang itu.
"Sial! Cepat terlepaslah!"
Biarpun begitu, Akira tidak ingin melepaskan genggamannya. Dia terus menariknya sekuat tenaga sampai urat leher dan wajahnya terlihat mengencang.
Pada saat yang sama, Akira melihat tiba-tiba panel status muncul di sampingnya memperingatkan tanda bahaya.
"Yang benar saja!!" Akira berteriak terkejut.
__ADS_1
Panel status itu memperlihatkan tiga diantara status milik Akira kini berkurang.
{MP : 36484/38000 — Danger!}
Pertama MP milik Akira terkuras habis sampai akhirnya hanya menyisakan sepuluh persen saja.
"Argh!! Kenapa aku tidak bisa melepaskannya!" Melihat hal itu Akira langsung mencoba melepaskan tangannya akan tetapi tangannya kini melekat kuat dan tidak bisa dilepas.
{Orb : 1.485.000 — Danger!}
Selanjutnya Orb milik Akira ikut terkuras habis.
"Sial!!" Melihat hal itu, Akira hanya bisa mengumpat kesal sambil menggertakkan giginya tanpa bisa melepaskan genggamannya dari pedang itu. Orb yang dia kumpulkan dengan susah payah kini lenyap begitu saja tanpa satupun yang tersisa.
{HP: 42625/55000 — Danger!}
Terakhir HP milik Akira terkuras hingga akhirnya hanya menyisakan tujuh persen lagi. Bertepatan dengan itu pedang yang tertancap akhirnya perlahan terangkat dari tempatnya.
"Hahh!!" Akira akhirnya bisa mencabut pedang itu meski MP dan HP nya kini hanya tinggal beberapa persen saja.
"Pedang apa ini sebenarnya?" Nafas Akira memburu mengamati pedang putih yang tampak biasa-biasa saja di tangannya.
Sejurus kemudian pandangan Akira teralihkan oleh Demios yang tampak tengah melesat ke arahnya.
"Baguslah kau datang kesini lebih dulu, jadi aku tidak perlu repot-repot menyusulmu..." Akira segera mengambil pedang yang satunya dan bergerak menyerang Demios.
"Dengan pedang ini akan kubalas perbuatanmu, Kepparrat!"
Dengan pedang hitam di tangan kiri dan pedang putih di tangan kanan, Akira menyerang Demios demi membalas kematian temannya, Fluffy.
Perbedaan pertarungan kali ini terlihat jelas. Akira tampak sangat mendominasi pertarungan, menyudutkan Demios ke posisi bertahan dan membuatnya tidak berdaya.
"Sekarang kau bisa merasakan yang namanya rasa sakit, Kepparratt!"
Srat!
Srat!
Srat!
"Bagaimana rasanya, sakit bukan?"
Dengan pedang putih di tangan kanannya, Akira akhirnya bisa melukai Demios. Dia bisa membalas luka-luka sebelumnya yang dia daratkan pada tubuhnya. Meski begitu, Demios terlihat tidak kesakitan sama sekali dan tatapannya masih terlihat kosong.
"Inilah akibatnya karena kau telah membuatku marah!"
Akira terus menyayat tubuh Demios menggunakan pedang putihnya, masih belum berniat menghabisinya sebelum dirinya benar-benar puas membalas perbuatannya.
__ADS_1
"Inilah akibatnya karena kau telah membunuh temanku!"
Akira menyerang sambil tersenyum bengis memperlihatkan ekspresi yang menakutkan. Dia terbawa ke dalam euforia nafsu membunuh seorang psikopat dan menganggap menyiksa merupakan sebuah kesenangan.
"Rasakan ini!"
"Rasakan ini!"
"Rasakan ini!"
Akira menyerang Demios penuh gairah, sesekali tertawa seperti orang gila. Tubuh Demios kini sudah dipenuhi oleh luka sayatan yang cukup dalam dan mematikan. Dia tidak berkutik di hadapan Akira, apalagi kini Akira berada dalam mode berserker tahap terakhir.
Akira nyatanya masih belum puas dan terus menyiksa Demios.
Meski tatapan Demios terlihat kosong, tapi dia ternyata bisa melemah setelah terkena serangan tersebut. Gerakannya pun mulai melambat.
Beberapa tebasan berikutnya, Demios akhirnya bertekuk lutut dihadapan Akira menandakan bahwa dirinya sudah menyerah.
"Apa hanya sampai disini saja? " Akira tersenyum mengejek.
"Cuih, membosankan..." Akira meludah ke samping.
"Mana kekuatanmu tadi! Tunjukkan padaku! Aku masih belum puas!" Akira mendaratkan beberapa tendangan pada Demios dan membuatnya tersungkur ke belakang.
"Untuk apa kau berlutut seperti ini? Jangan bilang kau sudah menyerah?" Akira mendekati Demios dan menendangnya lagi.
"Dan kau sekarang memintaku untuk membunuhmu, begitu?" Akira menekukkan kepala Demios menggunakan kakinya hingga wajahnya menyentuh tanah.
"Jawab!" Akira menekan kakinya membuat tanah yang menjadi tempat wajah Demios retak.
"Jawab!"
"Jangan diam saja!"
"Jawab!"
Akira kembali menendang Demios berkali-kali tapi meski begitu Demios masih berekspresi seperti biasa dan tidak merasakan rasa sakit sedikitpun.
"Cih, percuma berbicara dengan makhluk tidak jelas asal-usulnya sepertimu." Akira mendaratkan satu tendangan terakhir.
"Lebih baik aku berbicara langsung dengan sosok yang menciptakanmu. Sekalian aku ingin memberinya pelajaran karena dia selama ini telah mempermainkanku." Akira menghela nafas singkat kemudian berjalan mendekati Demios yang bertekuk lutut tidak berdaya.
"Baiklah, sudah saatnya mengakhiri semua ini...." Akira menatap remeh makhluk buatan di depannya.
"Selamat tinggal..."
Akira mengangkat pedang putihnya tinggi-tinggi lalu mengayunkannya pada tubuh Demios.
__ADS_1
Srat!
Dalam sekali ayunan, tubuh Demios terbelah menjadi dua.