
"Apa yang sebenarnya terjadi di lantai atas? Kenapa semua anggota Topeng Emas terpental ke bawah seperti itu? Siapa yang melakukannya? Siapa sosok yang berdiri di depan Topeng Emas?" Pertanyaan-pertanyaan itu mulai terdengar saat Zero dan Topeng Emas saling berhadapan.
Para petualang di lantai bawah tidak memahami situasi yang sebelumnya terjadi antara Zero dan Topeng Emas. Namun mereka bisa menebak dari beberapa petualang yang terpental ke bawah tadi, kemungkinan situasi yang terjadi di antara mereka tidak bisa dikatakan baik.
"Kalian melihat bagaimana cara dia mementalkan semua anggota Topeng Emas tadi?" tanya pahlawan Pedang Iblis pada kedua anggotanya yang kemudian dibenarkan oleh mereka.
"Cara dia melempar semua anggota Topeng Emas hanya dalam sekali ayunan tangan bukanlah suatu hal yang dapat dilakukan oleh orang sembarangan. Bahkan aku pun tidak bisa melakukannya." Pedang Iblis berpendapat setelah menyaksikan aksi Zero tadi, "Ada kemungkinan, dia jauh lebih kuat dariku maupun sosok yang kini berurusan dengannya," lanjutnya sambil mengamati sosok Zero lebih dalam.
"aAku setuju dengan pendapatmu tentang pria itu. Namun aku tidak setuju jika kau mengatakan kalau dia lebih kuat darimu."
"Benar. Menurutku kau mempunyai banyak kesempatan untuk menang melawan siapapun bahkan orang nomor satu di dunia ini selama kau mempunyai pedang itu."
Kedua rekannya tampak sangat percaya pada Pedang Iblis, tetapi Pedang Iblis tidak begitu. Instingnya berkata kalau pria itu memang bukanlah lawan yang mudah untuk dikalahkan.
'Pria ini...apa dia orang yang selama ini aku cari...' batin Pedang Iblis saat merasa demikian.
"Ketua, sejak tadi aku penasaran ingin bertanya bagaimana pendapatmu tentang pria ini?" Salah satu anggota Musim Gugur bertanya pada ketuanya.
"Pria ini sangat berbahaya, setidaknya itu yang aku rasakan saat pertama kali melihatnya. Tapi disaat yang sama, di balik sikapnya yang arogan ini, aku menemukan kalau dia bukanlah pria yang buruk. Kali ini aku sungguh tidak bisa menebak pasti karakter pria ini, secara karakternya terlalu rumit untuk dijelaskan.
Meskipun begitu, firasatku mengatakan kalau dia adalah sosok yang akan menguntungkan jika dijadikan teman namun berbahaya jika dijadikan lawan." Pahlawan Musim Gugur mengutarakan pendapatnya berdasarkan keahliannya dalam menganalisa karakter seseorang.
"Seperti biasa, ketua memang hebat sampai mengetahui hal seperti itu dari pria ini." Mereka memuji. Pahlawan Musim Gugur hanya tersenyum menanggapi.
'Selain itu, pria yang berdiri di sampingnya juga memiliki karakter yang unik dan sulit untuk ditebak. Siapa dia? Kenapa dia seolah sangat menikmati pertikaian mereka?' batinnya tertarik untuk mencari tahu sosok yang berdiri di samping Zero yang juga menarik baginya.
"Bagaimana sekarang, ketua? Dengan situasi seperti ini perlukah kita ikut campur?" tanya anggotanya yang lain.
__ADS_1
"Tidak perlu. Untuk sekarang lebih baik kita bersikap netral saja. Lagi pula pria itu kelihatannya tidak memiliki niatan buruk pada siapapun. Dia hanya ingin bermain-main dengan pahlawan Topeng Emas dan kurasa Topeng Emas juga sudah menyadari hal itu." Begitu pendapat pahlawan Musim Gugur.
Semua orang di situ pun sepakat untuk tidak ikut campur dengan pertikaian mereka. Semuanya masih menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Zero dan Topeng Emas kini masih bersitatap dalam diam tanpa ada sepatah katapun yang terdengar selain suara bisikan orang-orang di sekitar yang terdengar sedang berkomentar.
Topeng Emas menatap Zero dingin dari balik topengnya. Zero membalas tatapannya itu dengan tatapan angkuh dan senyuman percaya diri, sedangkan Gladius di sampingnya menunjukkan ekspresi seperti biasa.
"Jadi begitu rupanya." Topeng Emas lebih dulu buka suara. Pandangannya sejenak melihat ke arah anggotanya yang kini sudah bangkit kembali kemudian terpaku lagi pada sosok di depannya.
"Aku sudah menebak alasan kenapa kau berani bersikap seperti itu padaku. Kupikir kau bersikap seperti itu karena kau bodoh, tapi nyatanya aku salah. Kau ternyata kuat juga ya sampai mampu melakukan hal seperti itu pada semua anggotaku." Topeng Emas kembali bersikap seperti biasa, menunjukkan kalau dirinya tidak terpengaruh oleh perkataan Zero sebelumnya. Dia sudah menyadari apa yang sedang Zero rencanakan.
Zero terkekeh sambil melipat kedua tangan di dadanya. "Begitukah? Apakah hanya karena itu aku terlihat kuat di matamu?" Senyuman angkuh dan percaya dirinya masih dia tunjukkan.
"Tentu saja. Hanya orang kuat yang mampu melakukan hal sehebat itu. Sayangnya aku tidak bisa menebak seberapa kuat sebenarnya dirimu sampai kau terlihat begitu percaya diri di hadapanku. Sungguh, aku sama sekali tidak bisa mengukur kekuatan aslimu..." kata Topeng Emas menanggapi bagaimana Zero bersikap.
Sebagian orang yang mendengarnya jelas ragu untuk mempercayainya karena mereka belum pernah sekalipun melihat Zero menunjukkan kekuatannya. Namun di antara mereka ada juga yang percaya dengan perkataan Zero, contohnya kedua pahlawan lain yang sejak tadi memperhatikannya.
Mendengar perkataan Zero yang begitu arogan, Topeng Emas tertawa lantang. "Aku penasaran, apa yang membuatmu begitu percaya diri sampai menganggap kau jauh lebih kuat dari semua orang yang ada di sini! Aku tidak habis pikir, kenapa ada orang searogan dirimu di tempat ini." Topeng Emas juga ragu mempercayai perkataan Zero. Biarpun Zero terlihat kuat, tetapi dia tidak percaya jika Zero lebih kuat darinya.
Sebagian orang yang ada di sana sama-sama beranggapan perkataan Zero hanya omong kosong belaka, apalagi mereka sama sekali tidak merasakan apapun di dalam dirinya. Lain halnya dengan Topeng Emas yang terasa sekali kekuatannya.
Menanggapi ketidakpercayaan mereka, Zero tersenyum remeh seiring membuka cincin yang terselip di jarinya, cincin yang selama ini menyembunyikan kekuatan aslinya.
Sesaat berikutnya, energi sihir yang begitu besar tiba-tiba keluar dari dalam diri Zero dan sontak membuat semua orang yang merasakannya tidak bisa tidak terkejut. Orang-orang yang tadi meragukannya sampai terdiam seribu bahasa karena tidak bisa berkata apa-apa. Bahkan kedua pahlawan lain ikut terkejut karena tidak menyangka kekuatan yang dimiliki oleh Zero ternyata akan sebesar ini.
Yang jauh lebih terkejut dari semua orang yang ada di situ tentu saja Topeng Emas dan anggotanya. Mereka kini menarik kata-katanya kembali setelah tahu ternyata Zero tidak sedang membual. Dia memang memiliki kekuatan yang lebih besar di antara semua orang yang di situ.
__ADS_1
Gladius yang berdiri di samping Zero berusaha menahan dirinya untuk tidak tertawa saat melihat reaksi orang-orang setelah mengetahui kekuatan Zero yang sesungguhnya.
"Sudah kubilang bukan, aku jauh lebih kuat dari kalian, apalagi orang sepertimu," kata Zero sambil memasangkan kembali cincin itu ke jarinya. Dia cukup puas dengan ekspresi tercengang mereka.
"Rumor yang dikatakan petualang-petualang di kota itu ternyata tidak salah. Dia memang memiliki energi sihir yang tidak masuk akal." Beberapa petualang yang sebelumnya sempat mendengar rumor itu kini mempercayainya.
"Sulit dipercaya. Tingkatan sihirnya menunjukkan kalau dia masih berada di tingkat Magic Emperor tahap menengah, tetapi energi sihirnya sangat jauh dari fakta tersebut," kata pahlawan Musim Gugur tersenyum sedikit dipaksa saat mengetahui kebenaran itu. Para anggotanya tidak dapat berkomentar apa-apa saking terkejutnya.
"Aku sudah mengira kalau dia memiliki kekuatan yang sangat besar sehingga berani bersikap arogan seperti itu di depan semua orang. Akan tetapi, energi yang keluar dalam dirinya barusan benar-benar meleset jauh dari perkiraanku. Energi sihirnya bahkan mampu mengalahkan orang terkuat nomor satu di kerajaan ini.," kata Pedang Iblis menyuarakan keterkejutannya. Kedua anggotanya pun berpikiran sama dengannya.
'Siapa sebenarnya orang ini. Kenapa aku baru mengetahuinya sekarang. Jika dia mempunyai kekuatan sebesar itu seharusnya namanya sudah dikenal oleh banyak orang, terlebih hal itu didukung dengan sikapnya yang begitu arogan,' pikir Topeng Emas yang kini tidak berkutik di hadapan Zero. Disaat yang sama, dia malah semakin tertarik untuk mengenalnya lebih jauh.
"Sekarang kau sudah puas, kan?" Zero tersenyum mengejek Topeng Emas, bersikap seolah dirinya sudah memenangkan pertarungan.
"Ya. Aku mengakui kali ini kau yang menang. Tapi selanjutnya..." Topeng Emas tidak melanjutkan perkataannya. Meski begitu, Zero mengerti maksudnya.
Gladius yang sejak tadi mengamati mereka tersenyum penuh hasrat di sisi yang tidak bisa dilihat oleh siapapun.
'Ah~ Ini dia yang aku tunggu-tunggu. Manusia memang selalu bisa mempertontonkan sesuatu yang menarik. Aku tidak sabar ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya...' batinnya.
"Baik, kalau begitu minggir. Aku ingin pulang. Aku sudah bosan lama-lama berada di sini."
Topeng Emas yang sudah tidak bisa berkutik lagi menuruti kemauan Zero dengan membukakan jalan untuknya keluar. Setiap petualang yang berada di jalurnya tanpa disuruhpun ikut menepi ke pinggir, termasuk para anggota Topeng Emas yang sebelumnya dipentalkan oleh Zero, tidak ada lagi dari mereka yang berani bertingkah bodoh di hadapannya.
Hari itu juga nama Zero semakin dikenal oleh banyak orang. Aksinya yang mampu membungkam seorang pahlawan di kerajaan itu mengundang perhatian orang-orang kuat yang ada di seluruh penjuru kerajaan.
"Mulai dari sini cerita perjalananku akan menjadi semakin menarik..."
__ADS_1