
Setelah bernegosiasi lebih jauh dengan Nord lantaran dia tidak setuju dengan permintaannya itu pada akhirnya Zero hanya bisa membawa ras dwarf yang ada di kota itu sebanyak seratus orang lebih.
Zero tidak terlalu mempermasalahkannya karena dia mengerti untuk membawa semua ras dwarf di kota itu terlalu berat. Apalagi mereka sudah lama tinggal di kota itu dan pastinya kebanyakan dari mereka tidak akan setuju jika harus pindah ke tempat lain. Seratus orang lebih saja menurut Zero sudah cukup untuk membangun kerajaannya.
"Kau bilang wilayah pemberian dari raja ini ingin kau bangun menjadi sebuah kerajaan? Apa itu tidak salah?" Nord memastikan dirinya tidak salah dengar setelah tadi Zero mengatakan demikian.
"Tentu saja itu benar. Raja memperbolehkanku untuk membangun kerajaan di wilayah pemberiannya. Dia bahkan berharap suatu saat kerajaanku ini akan berkembang lebih pesat," jelas Zero terdengar meyakinkan. Gladius di sampingnya ikut tersenyum meyakinkan.
Zero kemudian mengeluarkan sebuah peta dan memberitahukan wilayah yang dimaksud olehnya pada Nord untuk lebih meyakinkannya.
"Jadi semua wilayah di hutan ini yang kau maksud pemberian dari raja? Bukankah ini terlalu besar, bahkan wilayahnya jauh lebih besar dari ibukota kerajaan." Nord terkejut mengetahuinya.
Nord tidak menyangka jika ternyata raja mau memberikan wilayah yang begitu besar pada sosok pemuda di depannya ini hanya karena dia sudah menyelamatkan nyawanya. Terlebih lagi raja memperbolehkan Zero untuk membawa rasnya berapapun yang dia minta.
Padahal Nord sangat mengenal sosok raja seperti apa. Yang dia ketahui raja merupakan sosok yang pelit dan selalu menginginkan keuntungan atas setiap tindakannya. Dia tidak akan mau memberikan sesuatu sebesar ini sekalipun orang itu sudah menyelamatkan nyawanya.
Zero tertawa melihat ekspresi ketidakpercayaan Nord kemudian menjawab. "Raja terlalu baik bukan sampai dia mau memberikan semua wilayah ini untukku. Aku juga awalnya tidak menyangka sekaligus terharu mengetahui dia mau memberikan hadiah sebesar ini pada sosok yang telah menyelamatkannya," jawab Zero terlihat sedikit menunjukkan keangkuhannya.
"Memangnya apa yang sudah kau lakukan untuk menyelamatkan raja sampai dia mau memberimu hadiah sebesar ini? Coba ceritakan padaku, aku ingin mendengar kejadian lengkapnya." Nord ingin mencari tahu lebih dalam soal persoalan tersebut.
"Gladius, kau saja yang menceritakannya," titah Zero yang dibalas anggukan singkat oleh Gladius.
"Sebenarnya bukan hanya raja yang sudah Tuan selamatkan, tetapi semua orang di ibukota kerajaan..." Gladius lalu mengarang cerita di mana Zero datang untuk menyelamatkan raja dan mengatasi ribuan undead yang mengacaukan kota.
__ADS_1
Nord sempat mendengar cerita yang serupa dari warganya karena cerita tersebut sedang menjadi perbincangan banyak orang dalam beberapa hari ini. Setahunya sosok yang sudah menjadi penyelamat banyak orang di kota itu merupakan seorang petualang pangkat pahlawan.
"Itu berarti kau petualang pangkat pahlawan yang sudah menyelamatkan kota itu dari serangan para undead..." Nord tidak mengira jika sosok yang ada di depannya ini ternyata orangnya.
"Kau baru menyadarinya sekarang?" Zero tertawa mengetahui hal itu. Gladius di sampingnya pun ikut terkekeh melihat ekspresi Nord saat tahu jika orang yang di maksud ada di depan matanya.
"Ya, aku bodoh sekali karena baru menyadarinya sekarang..." Nord menggaruk kepalanya sambil tersenyum canggung.
"Kalau memang kau orangnya, sepertinya aku tidak perlu khawatir menyerahkan mereka untuk bergabung denganmu, setidaknya aku tahu kau bukan orang yang buruk. Apalagi kau sosok yang sudah menyelamatkan anakku." Sikap Nord kini berubah saat mengetahui sosok Zero yang sebenarnya.
"Sama seperti raja, aku berharap suatu saat kau bisa membangun kerajaanmu dengan baik. Jika suatu saat kau memerlukan bantuanku, aku bersiap membantumu, baik sebagai ayah dari anak yang sudah kau selamat kan maupun sebagai pemimpin ras Dwarf di kota ini," kata Nord sambil berdiri dan mengulurkan tangannya pada Zero. Dia tampak sudah sepenuhnya percaya pada dirinya.
Zero berdiri, tersenyum ringan menyambut uluran tangan Nord dan menjawab. "Mohon kerja samanya."
Zero akhirnya berhasil mendapatkan sesuatu yang lain yang lebih besar dari tujuannya untuk membawa ras dwarf bergabung ke kerjaannya. Dengan menjalin hubungan baik dengan pemimpin ras dwarf itu sama seperti dirinya menjalin hubungan baik dengan semua ras dwarf di kota itu. Dia percaya suatu saat dirinya akan sangat membutuhkan bantuan mereka.
"Kurasa sudah tidak ada yang perlu dibahas lagi, kan," kata Zero sambil melepas uluran tangannya. "Kalau tidak ada, aku ingin membawa mereka untuk pergi dari kota ini sekarang agar mereka bisa segera membantu membangun kerajaanku," kata Zero berniat menyudahi pembicaraan.
"Kau tidak bisa memaksa mereka untuk ikut bergabung bersamamu sekarang. Lebih baik kalian kembali ke sini satu minggu lagi. Dalam satu minggu ini aku akan meyakinkan mereka untuk bergabung bersamamu." Nord memberi saran.
"Hmm benar juga. Baiklah, soal mereka, aku serahkan padamu." kata Zero kemudian membuka menu inventory-nya.
"Dan…" Zero mengeluarkan beberapa kantong koin emas dan botol minuman berukuran besar dari menu inventory-nya lalu meletakkannya di meja di depannya. "Berikan ini semua untuk mereka. Bilang pada mereka jangan takut tidak betah untuk tinggal di kerajaanku," kata Zero yang membuat Nord terkejut oleh aksinya dan sesuatu yang ada di depannya.
__ADS_1
Zero dan Gladius kemudian pergi dari tempat itu tanpa mempedulikan ekspresi Nord yang saat itu masih mematung di tempatnya setelah menyaksikan apa yang barusan Zero tunjukkan padanya.
Satu minggu pun berlalu bagaikan kilat. Zero dan Gladius kembali ke tempat itu untuk membawa seratus lebih ras dwarf yang ingin dia ajak bergabung dengan kerjaannya.
Saat ini di hadapan mereka sedang berjajar seratus lebih ras dwarf yang dimaksud, dari yang usianya remaja sampai kepala tiga. Hampir semua ras dwarf yang akan ikut bergabung dengannya didominasi oleh laki-laki. Mereka tampak sudah bulat memutuskan untuk bergabung dengan Zero.
"Bagaimana? Apa kalian sudah memutuskannya?" tanya Zero pada mereka.
"Sebelum itu kami ingin bertanya. Apakah setelah bergabung denganmu kami masih dibolehkan untuk pulang ke kota ini?" tanya salah satu dari mereka.
"Tentu saja. Aku tidak akan membatasi kalian untuk pulang ke kampung halaman kalian jika suatu waktu kalian menginginkannya," jawab Zero
Para ras dwarf itu saling berpandangan untuk memutuskan sesuatu sebelum salah satu dari mereka menjawab. "Kami semua sudah memutuskannya. Kami bersedia bergabung denganmu. "
Semua ras dwarf yang ingin ikut bergabung dengan Zero mempunyai alasannya masing-masing dan kebanyakan karena mereka ingin menikmati minuman yang saat itu Zero berikan pada mereka yang sukses membuat mereka ketagihan. Mereka percaya Zero pasti mempunyai sesuatu yang lebih hebat lagi dari apa yang sebelumnya dia berikan.
"Keputusan yang bagus. Kalian semua adalah orang-orang yang beruntung karena mau ikut bersamaku. Mulai hari ini juga kalian adalah bagian dari kerajaanku." Zero tersenyum puas karena akhirnya mendapatkan apa yang dia inginkan.
Hari itu, Zero berhasil membawa seratus lebih ras dwarf untuk bergabung dengan kerajaannya. Dia tentu senang karena tujuan utamanya berhasil terlaksana
Untuk sementara, Zero menempatkan mereka di dalam cincin ruangnya karena dia ingin menyelesaikan tujuannya yang tersisa.
Zero meminta para ras dwarf itu untuk mengajarkan yang lainnya tentang keahlian yang mereka punya agar suatu saat ketika berada di kerajaannya mereka bisa menjadi orang yang dapat diandalkan.
__ADS_1
"Baiklah, tinggal tersisa tiga lagi. Aku akan segera menyelesaikannya..."