
Alasan mengapa para ksatria suci itu meminta Zero untuk datang ke sana tak lain untuk membahas kejadian yang beberapa hari belakangan ini sempat menggemparkan ibukota kerajaan. Kejadian saat di mana orang-orang di pusat kerajaan dibantai dengan begitu kejamnya sampai hanya menyisakan raja dan keluarganya.
Hanya sebagian orang yang mengetahui detail lengkap kejadian itu karena pihak kerajaan berusaha menutupi kejadian itu agar tidak tersebar luas demi menjaga kestabilan pemerintahan dan menghindari kekacauan yang mungkin terjadi.
Sebenarnya alasan mengapa para ksatria suci baru mengadakan rapat untuk membahas hal ini karena sebelumnya mereka sangat sibuk mengurus berbagai hal guna membuat sistem pemerintahan kembali stabil.
"Benar sekali, aku ingin kau menceritakan kembali tentang kejadian waktu itu pada kami semua," kata Daniel.
"Bukankah sebelumnya aku sudah menceritakan semuanya padamu. Kenapa tidak kau saja yang menjelaskannya pada mereka." Zero terdengar malas untuk menceritakan kejadian waktu itu.
"Ceritamu waktu itu menurutku kurang lengkap. Jadi aku ingin kau menceritakan semua yang terjadi di sana dari awal kau datang ke tempat itu sampai kau tiba-tiba hadir di tengah kekacauan yang disebabkan oleh kemunculan para undead waktu itu."
Daniel sebelumnya sudah mendengar kejadian itu dari Zero, tetapi dia masih belum puas karena menemukan ada banyak kejanggalan di dalam ceritanya tersebut.
Zero sudah menebak jika ksatria suci itu akan menaruh rasa curiga terhadapnya. Namun Zero mencoba bersikap tenang agar tidak terlihat mencurigakan di depan mereka. Dia sudah menebak jika situasi seperti ini akan terjadi padanya. Beruntungnya dia sudah mempunyai cara untuk bisa menyelesaikannya.
"Apanya yang kurang lengkap, coba jelaskan, aku tidak mengerti. Jelas-jelas waktu itu aku sudah menceritakan semuanya padamu," kata Zero terdengar seperti orang yang tersinggung.
"Ceritamu waktu itu bukan hanya kurang lengkap, tetapi juga terkesan seperti dibuat-buat. Aku tidak bisa membuktikan kalau kau berbohong dengan cerita itu, tapi setidaknya itu yang aku dapatkan setelah menyamakan ceritamu dengan bukti-bukti yang aku dapatkan." Daniel yakin jika cerita yang dia dapatkan dari Zero tidak sepenuhnya benar.
"Jelaskan padaku bukti seperti apa yang membuatmu yakin kalau aku sudah berbohong dengan cerita itu." Zero meminta penjelasan.
Ksatria suci yang lain hanya mendengarkan percakapan mereka, belum ingin berkomentar apapun dan membiarkan Daniel untuk mengungkap semuanya sendiri.
__ADS_1
"Aku akan menjelaskannya." Daniel tersenyum sejenak melihat Zero dan menjelaskan.
"Pertama kita menemukan sesuatu yang mengejutkan dalam diri raja. Awalnya kita hanya ingin mencari tahu alasan mengapa raja bersikap aneh saat ditanya oleh kita, dan secara tidak sengaja salah satu dari kita yang saat itu sedang mengecek kondisi tubuhnya menemukan sebuah rantai melilit jantung raja. Bukan hanya raja, semua keluarganya pun mengalami hal yang sama.
Kita tidak tahu bagaimana rantai itu bisa melilit jantung mereka. Apalagi raja dan keluarganya tidak ingin buka mulut untuk memberitahukannya. Namun yang kita ketahui rantai itu ada tepat setelah kejadian itu.
Yang menjadi pertanyaannya kenapa waktu itu kau tidak menceritakan itu padaku. Padahal setelah kita selidiki rantai itu jelas sangat berbahaya bagi keselamatan raja dan keluarganya," jelas Daniel memberitahukan semua fakta tersebut pada Zero. Atas hal itu ksatria suci lainnya pun sama-sama menaruh curiga terhadapnya.
Zero terdiam memikirkan jawaban yang pas untuk menjawab kecurigaan mereka terhadapnya selagi menunggu Daniel menjelaskan semua bukti yang dia punya.
"Yang kedua soal hadiah yang ingin diberikan oleh raja untukmu." Daniel lanjut ke buktinya yang lain.
"Sebelumnya aku yang mengusulkan pada raja untuk memberimu hadiah sebagai apresiasi atas kontribusimu dalam mengatasi gelombang monster. Dan hadiah yang diusulkan pada raja waktu itu yaitu berupa seratus ribu koin emas.
Pertanyaannya lagi, kenapa raja malah memberimu hadiah sebuah wilayah yang tidak pernah kita suruh. Terlebih wilayah itu tadinya merupakan wilayah yang ingin kita selidiki," jelas Daniel menjelaskan bukti tersebut.
Daniel memberi kode gerakkan kepala pada Rin yang berada tak jauh di dekatnya untuk memberitahukan bukti yang lainnya. Para ksatria suci yang ada di situ masih setia mendengarkan penjelasan tersebut tanpa ingin memotong.
"Seminggu yang lalu aku sempat membuntutimu ketika sedang pergi ke tempat tinggal ras dwarf. Di sana aku mendapatkan informasi yang mengejutkan darinya yang mengatakan kalau kau ingin membangun kerajaan di wilayah itu. Apalagi kau meminta seratus lebih ras dwarf di kota itu untuk membantumu membangun kerajaan yang kau maksud." Rin menjelaskan apa yang didapatkannya di tempat ras dwarf.
"Dari semua itu kita menyimpulkan bahwa kau sengaja membuat kekacauan di kota untuk membuat kita lengah dan bekerja sama dengan bocah itu untuk mendapatkan apa yang kau mau di pusat kerajaan. Kau sengaja mengarang cerita di mana kau berjasa atas semua kejadian itu untuk membuat kau tidak dicurigai oleh kita. Benar begitu?" Daniel menyimpulkan semua bukti yang dia punya.
Semua ksatria suci di sana sudah bersiap dengan risiko terburuk jika memang Zero ada hubungannya dengan kejadian waktu itu.
__ADS_1
"Bagaimana? Apa sekarang kau bisa menjawab semua bukti yang telah kita dapat itu untuk membuktikan kalau kau memang tidak ada hubungannya dengan kekacauan itu."
Zero terdiam selama beberapa saat mendengar semua bukti itu yang berhasil memojokkan dirinya. Namun Zero tidak ingin mengakui kalau itu memang ulahnya. Dia terlihat bersikap tenang dan mulai menjawab pertanyaan Daniel barusan.
"Aku sudah menceritakan semua yang terjadi di sana tanpa ada yang ditutupi. Kecuali satu hal, yaitu soal rantai itu," kata Zero berusaha meyakinkan mereka.
"Alasan kenapa aku tidak memberitahukannya pada kalian karena aku juga memilikinya." Zero menunjuk sebelah dadanya dan para ksatria suci di sana terkejut saat melihat ada rantai yang serupa kini melilit jantungnya. Mereka tidak berpikir kalau ternyata Zero juga mengalami hal yang sama seperti raja dan keluarganya.
Tentu saja rantai yang ada di jantungnya asli milik Gladius. Zero sudah memprediksi situasi seperti ini akan terjadi. Oleh karena itu sebelum dirinya berakhir seperti sekarang, Zero meminta Gladius untuk melakukannya sebagai jaga-jaga.
"Bocah itu saat itu berkata padaku jika rantai ini merupakan rantai kutukan di mana orang yang terkena kutukan rantai ini tidak akan bisa melakukan apa-apa setelah pemiliknya melafalkan sebuah syarat.
Waktu itu aku bertarung dengannya dan sempat berhasil melukainya, namun sayangnya dia juga berhasil menyerangku dengan rantai ini dan membuatku tidak bisa melakukan apa-apa setelah bocah itu melafalkan syarat yang harus kupenuhi, yaitu dengan tidak lagi mencari masalah dengannya. Itulah alasan kenapa aku tidak ingin mengatakannya pada kalian karena aku takut rantai ini akan membunuhku jika aku terlibat lagi masalah dengannya. Kemungkinan raja dan keluarganya pun terkenai syarat setelah rantai itu melilit jantungnya, " jelas Zero yang berhasil membuat para Ksatria suci itu terkejut.
"Jadi begitu, ya. Sepertinya aku sudah salah mencurigaimu seperti ini. Maafkan aku," kata Daniel bersikap merasa bersalah. Ksatria suci yang lainnya pun merasakan sama setelah mendengar fakta tersebut.
"Soal aku mendapatkan wilayah dari raja sebagai hadiah dan ingin membuat kerajaan di wilayah itu memang benar." Zero lanjut menjelaskan. Yang lain mendengar penjelasannya kali ini secara saksama.
"Namun aku tidak mendapatkan semua itu dengan paksaan ataupun dipaksa, jadi kalian tidak perlu melarangku melakukan itu," kata Zero sambil mengeluarkan dua surat persyaratan pemberian dari raja. Para Ksatria suci itu bisa membuktikan kalau surat itu memang benar apa adanya.
"Raja berkata padaku tidak ada salahnya memberiku wilayah di tempat itu mengingat tempat itu hanyalah hutan belantara. Dia juga tidak keberatan setelah aku mengatakan kalau aku ingin membuat kerajaaan di wilayah itu. Bahkan dia sampai memperbolehkanku untuk membawa beberapa ras dwarf ke sana guna bisa membantuku mencapai tujuan itu." jelas Zero terdengar menyakinkan.
"Kemungkinan raja melakukan itu demi untuk kepentingan rakyatnya juga. Suatu saat kerajaan yang aku bangun dari nol ini bisa bekerja sama dengan kerajaannya dan tentu akan memberikan keuntungan untuknya. Yang pasti aku tidak akan melupakan jasa beliau karena telah memberikan sesuatu yang begitu besar ini padaku." Zero menjelaskan semua pertanyaan yang ksatria suci tadi lontarkan padanya.
__ADS_1
Para ksatria suci saling berpandangan setelah mendengar pernyataan Zero yang berhasil mematahkan rasa curiga mereka terhadapnya.
"Sudah puas kan? Kalau begitu, aku keluar dari sini."