Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Misi terakhir II


__ADS_3

Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.


Terima kasih dan selamat membaca


______________________________


Pukulan yang ditujukan sebagai salam pertarungan yang dilepaskan oleh makhluk buatan yang mempunyai code name Demios membuat status HP yang Akira miliki berkurang cukup besar.


Setelah membangkitkan diri, Akira mengambil potion Health dari kantong ajaibnya lalu meminumnya untuk memulihkan diri.


"Memang tidak salah jika boss terakhir yang harus kuhadapi mempunyai kekuatan yang semengerikan ini..." Akira membuang botol potion yang sudah kosong. HP-nya secara bertahap penuh kembali.


"Meski begitu, bagaimanapun caranya aku harus menang."


Akira menghilang menggunakan skill teleport-nya, dalam beberapa tarikan nafas saja dia sudah berdiri di depan Demios dan langsung membalas pukulannya tadi.


"One Fist God."


Demios balik terpental seperti Akira tadi hingga menghantam sebuah bukit dan menghancurkannya menjadi bongkahan batu besar.


"Hahahah! Skill ini memang yang terbaik…" Akira membicarakan skill teleport yang dia gunakan barusan. Skill ini dia dapatkan dari menu store-nya setelah dia sudah mencapai level yang cukup untuk membeli skill tersebut. Bisa dibilang skill teleport ini sebenarnya sudah menjadi incarannya sejak dulu.


Setelah berhasil membuat Demios terpental pandangan Akira tertuju pada pedang misterius yang menancap kokoh tak jauh di dekatnya.


"Pedang ini... Apa aku harus mencabutnya?" Akira memandangi pedang yang mempunyai bilah ramping dengan seluruhnya didominasi oleh warna putih sebelum mendekatinya.


Baru beberapa langkah Akira mendekat, Demios sudah sampai di dekatnya dan langsung melepaskan satu tendangan, tapi kali ini Akira berhasil menangkis tendangan itu dan langsung bergerak mundur memperlebar jarak.


"Pak tua, makhluk apa kau sebenarnya?" Akira merajut alisnya menatap Demios.


Demios sendiri tidak menjawab pertanyaan Akira. Tatapannya masih kosong dan bahkan sejak tadi sama sekali belum berkedip.


"Kau bisu apa tuli? Jawab pertanyaanku!" Akira melesat bersama kedua pedangnya menyerang Demios.


Serangan yang Akira arahkan dapat dihindari dengan baik oleh Demios dan mungkin bisa dibilang terlalu mudah untuk dihindari meski Akira kini sudah mengerahkan seluruh kemampuannya.


Tring!


Tring!


Tring!


Suara dentingan itu dihasilkan ketika pedang milik Akira ditahan oleh tangan milik Demios. Menyaksikan hal itu berkali-kali, Akira kembali bergerak mundur.


"Keras sekali. Terbuat dari apa tubuhnya sampai seranganku sama sekali tidak membuatnya terluka, bahkan menggores kulitnya saja sepertinya membutuhkan usaha." Akira mengamati tubuh Demios secara seksama.


"Apa mungkin hanya dengan pedang itu saja aku bisa mengalahkannya." Pandangannya beralih pada pedang di belakang Demios.


"Kalau begitu aku hanya perlu mencabutnya."

__ADS_1


Akira menggunakan skill teleportnya untuk langsung sampai di dekat pedang itu. Sayangnya sebelum dia berhasil menyentuh pedang itu sebuah tendangan kembali melayang di perutnya menerbangkannya ke udara.


Akira segera mengambil keseimbangannya kembali dan melayang di udara. Dia bisa melayang seperti ini karena menggunakan skill yang dia dapatkan sebelumnya.


"Pak tua ini bisa menggunakan teleport sepertiku juga?" Akira terkejut saat mengetahui hal itu.


"Sepertinya memang benar, pedang yang dia jaga itu pasti kunci untuk mengalahkannya. Aku harus mencari cara untuk mencabutnya." Pandangan Akira terpaku pada pedang itu.


"Untuk itu mulai sekarang aku harus serius..." Akira memejamkan mata dan menggunakan salah satu modenya.


"Berserker…"


Setelah masuk ke dalam mode berserker, Akira menggunakan skill teleportnya, muncul dari belakang Demios dan langsung menyarangkan satu tebasan pada punggungnya.


Tring!


Sayangnya meski dalam mode berserker serangan dari pedang Akira sama sekali belum bisa menggores tubuh Demios dan hanya mampu menyobek baju yang digunakannya saja.


"Cih, tidak berpengaruh, ya."


Akira kembali bergerak mundur setelah serangannya tidak berhasil. Tetapi kali ini Demios mengejarnya dan mulai menyerangnya balik.


Dalam mode berserkernya, Akira mampu menangkis setiap pukulan maupun tendangan yang dilepaskan oleh Demios dengan baik. Harus dia akui setiap serangan yang dilepaskannya sangat mematikan jika dia tidak menyikapinya dengan hati-hati.


Pertarungan mereka sungguh sangat mengesankan, menegangkan dan juga mengerikan. Andai ada seseorang yang menyaksikan pertarungan mereka saat ini sudah dipastikan orang itu akan dibuat takjub. Gerakan yang mereka berdua perlihatkan sama sekali tidak dapat dilihat oleh mata telanjang saking cepatnnya mereka berpindah tempat. Tentu saja hal itu karena mereka saling ber-teleport, menghilang dari satu titik dan tiba-tiba muncul di titik lain dengan sangat cepat.


"Sial, padahal aku sudah sangat serius tapi dia masih saja bisa menekanku," kesal Akira melihat Demios seperti tidak ingin memberinya kesempatan menyerang.


Beberapa pertukaran berikutnya, Akira diterbangkan lagi ke udara oleh Demios yang segera disusul olehnya. Demios juga ternyata bisa melayang di udara seperti Akira. Mereka berdua pun melanjutkan pertarungannya di sana.


"Spriggan!"


Akira dengan cepat berganti mode. Rambutnya kini berubah menjadi hitam begitupun dengan penampilannya yang lain. Sayap yang tumbuh di kedua punggungnya membuatnya bisa terbang di udara dengan baik.


"Apa kau masih bisa menekanku sekarang."


Memperlebar jarak dengan cepat, Akira mulai memainkan busur panahnya. Satu demi satu anak panah dilesatkan melalui tali busurnya ke arah Demios.


Demios menghindari setiap panah yang melesat ke arahnya itu selagi bergerak mempersingkat jarak mendekati Akira yang terus bergerak menjauh. Gerakannya ternyata masih sangat cepat sampai mampu mengejar Akira yang padahal kini sudah bergerak dengan kecepatan tinggi.


"Aku tidak boleh kalah dengannya..." Akira beralih memacu geraknya ke atas langit hingga menembus beberapa lapis awan.


Lagi-lagi meski Akira sudah bergerak sangat cepat, Demios masih mampu menyaingi kecepatannya membuat Akira berdecak kesal.


"Magic Boost!" Menggunakan skill dopingannya, Akira berganti senjata menggunakan kedua pedangnya.


Akira berhenti bergerak dan mencoba melakukan pertarungan jarak dekat menggunakan kedua pedangnya melawan Demios.


"Maju sini kau, tua bangka!"

__ADS_1


Pertarungan di atas awan pun terjadi. Keduanya saling melontarkan serangan. Arus pertarungan kali ini sedikit terlihat berbeda. Kini Akira yang mendominasi pertarungan, menekan Demios ke posisi bertahan.


Tring! Pedang Akira berhasil mendarat di pundak Demios.


"Lagi? Kenapa tubuhmu keras sekali!"


Sayang seribu sayang, serangan yang berhasil mendarat di tubuh Demios ternyata hasilnya masih sama seperti tadi, tidak berbekas sama sekali.


Atmosfer di atas awan bergetar oleh pertarungan mereka. Suara dentingan menggema, gelombang serangan yang dihasilkan melalui pertukaran mereka menyapu awan-awan sekitarnya hingga membuat lahan sekitarnya menjadi kosong, hanya beralaskan langit biru saja.


Tiga menit berlalu. Efek dari skill Akira sudah habis. Saat itu terjadi arus pertarungan kembali berubah, Akira balik ditekan oleh Demios hingga dipaksa olehnya turun ke bawah.


{Fatigue: 35}


"Terlalu cepat!" Akira melebarkan matanya melihat status tingkat kelelahannya meningkat lebih cepat dari perkiraannya.


Pada saat yang sama ketika pandangan Akira terarah sejenak pada panel itu sebuah tendangan mendarat di tubuhnya, melemparnya ke bawah hingga menghantam sebuah bukit kecil dan hasilnya bukit itu seketika hancur seperti tadi.


"Agh...sial...dia terlalu kuat…" Akira mengerang kesakitan sambil membangkitkan diri. Dia segera mengambil potion untuk memulihkan diri.


Namun sebelum itu terjadi, Demios sudah berada di depannya dan langsung melepaskan serangan beruntun sebelum Akira dilempar kembali hingga menghancurkan dua bukit lain sekaligus, terpental sangat jauh sampai Demios tidak berniat mengejarnya.


Di waktu yang bersamaan ketika Akira terpental jauh melalui serangan bertubi-tubi itu, kantong ajaib miliknya terlepas dari tempatnya. Demios seperti tidak ingin memberi kesempatan bagi Akira memulihkan diri.


"Bodoh...kau pikir aku tidak mempunyai tempat penyimpanan yang lain?" Akira terkekeh sambil membangkitkan dirinya kembali.


"Sistem Call: Buka menu inventory."


Begitu menu inventory terbuka, Akira mengambil potion kelas tingginya disana dan langsung mengkonsumsinya. Seketika HP dan staminanya pulih seperti semula.


"Ah…" Akira mendesah, membuang potion yang sudah tidak berisi itu kemudian melemaskan otot-ototnya.


"Yosh! Semangatku mulai membara…" Akira menyatukan kedua kepalan tangannya sambil menyeringai.


Dia lalu bertitah,


"Flo, keluarlah! Aku membutuhkan bantuanmu!" Akira melambaikan tangannya ke samping dan seketika seekor naga putih muncul dari cincin yang dia gunakan, berdiri gagah di sampingnya.


"Squekk!" Fluffy berteriak sambil melebarkan kedua sayapnya yang agung. Dia ikut bersemangat mengetahui tuannya membutuhkan bantuan.


"Dark Phoenix."


Akira kembali berganti mode. Api hitam berkobaran menyelimuti tubuhnya dengan dikelilingi oleh dua belas pisau yang melayang membentuk sebuah lingkaran. Sayapnya yang juga terbakar Akira bentangkan lebar-lebar sebelum dalam satu kepakan dia melompat tinggi dan mendarat di atas punggung Fluffy.


Akira melambaikan tangannya ke samping dan sebuah tombak berwarna emas muncul digenggamannya. Kali ini dia menggunakan metode pemanggilan senjata tanpa harus membuka menu inventory.


"Maju!!!" Seru Akira sambil menggenggam erat tombak di tangannya.


"Squekk!!" Fluffy segera menerima perintah Akira. Dia mengepakkan sayapnya lalu terbang ke udara melesat cepat menuju ke tempat Demios berada

__ADS_1


__ADS_2