Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Mision Failed


__ADS_3

Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.


Terima kasih dan selamat membaca


______________________________


 


Keadaan benar-benar berbalik. Kali ini Akira dipaksa pada posisi bertahan, tidak diberi kesempatan untuk menyerang. Sekalinya dia mendapatkan kesempatan untuk mendaratkan serangan, serangannya sama sekali tidak berbekas. Hanya sedikit luka tertoreh di zirah merah Rainbow Knight.


"Itu berarti daya tahan zirahnya juga meningkat." Akira berdecak saat mengetahuinya.


Merasa tidak unggul dalam serangan jarak dekat, Akira mencoba menyerangnya dari jarak jauh. Tapi tetap sama saja, serangan jarak jauhnya pun sama sekali tidak berarti. Peluru-peluru yang Akira tembakan dapat dengan mudah dihindari.


"Sial, bagaimana aku harus melawannya." Akira mendengus kesal.


Selagi menghindar, Akira mengamati Rainbow Knight dalam-dalam tuk mencoba mencari titik lemah pada zirah merahnya. Masalahnya dia tidak menemukan satu titik pun yang bisa melemahkan Rainbow Knight, mengingat setiap serangannya sama sekali tidak berbekas.


Pandangan Akira yang semula tertuju pada Rainbow Knight, sesaat terarah pada kedua senjata di tangan kiri dan kanannya. Bukan pada dagger dan pistolnya, melainkan pada Sarung Tangan Penghancur yang tidak pernah Akira lepaskan selama ini dan selalu melekat di tangannya.


Akira terpikirkan oleh suatu rencana. Dia tersenyum kemenangan seolah rencananya ini akan berhasil.


Segera Akira mencoba rencananya itu. Dengan pertama-tama, dia mengubah haluan posisinya dari bertahan memaksakan diri pada posisi menyerang. Dia masih menyerang menggunakan senjata dagger dan pistolnya. Bergerak lincah kesana kesini seperti Cheetah.


Hingga pada saat posisinya sedikit berbalik, Akira dalam posisi menyerang sementara Rainbow Knight pada posisi bertahan, segera Akira melanjutkan rencana berikutnya.


Dalam jarak dua langkah, Akira meloncat setinggi mungkin, melayang di udara di atas kepala Rainbow Knight.


Rainbow Knight spontan mendongakan kepalanya melihat Akira yang saat ini berada di atasnya seperti sedang merencanakan sesuatu.


"Fire Ball!"


"Waterboom!"


Yang terjadi berikutnya, Akira memuntahkan bola-bola api dari mulutnya dengan diselingi beberapa tembakan air yang mengarah langsung ke bagian kepala. Serangan dari jarak dekat yang diarahkan pada area tersebut memaksa Rainbow Knight untuk mengangkat senjatanya dengan cepat agar bisa menangkis serangan tersebut.


Sebelum serangan itu sampai, pedangnya sudah siap salam posisi menangkis dan berhasil menahan serangan Akira.


Perpaduan antara bola-bola api dan tembakan air yang berhasil ditangkis oleh Rainbow Knight menghasilkan kepulan uap yang sangat tebal, menyelimuti area sekitar serta menutupi pandangan Rainbow Knight.


Dikarenakan pandangannya tertutupi, Rainbow Knight tidak dapat melihat atau merasakan keberadaan Akira.


Sejurus kemudian sesuatu tiba-tiba melesat dengan sangat cepat menembus kepulan uap itu dan mengarah langsung ke arah Rainbow Knight.


Merasakan ada sesuatu yang datang, Rainbow Knight mengangkat pedangnya dan bersiap menangkis sesuatu yang melesat dengan sangat cepat itu.


Namun sesuatu yang melesat itu tidak hanya satu, melainkan dua, dari sisi yang berlawanan, dan Rainbow Knight tidak menyadari hal itu.


Pada saat sesuatu yang pertama terlihat, Rainbow Knight bisa melihat sesuatu yang melesat dengan sangat cepat ke arahnya itu adalah sebuah dagger milik Akira. Dengan segera dia menangkis dagger tersebut.


Namun naas saat berbenturan, pedangnya terlepas, tidak kuasa menahan daya serang dari dagger yang sebelumnya sempat menembus zirahnya hingga ke ujung.


Yang terjadi berikutnya begitu pedangnya terlepas, sesuatu yang melesat dari arah lain yang tidak bukan adalah Akira muncul dari belakang Rainbow Knight.


"One Deadly Blow! " Tanpa disadari olehnya, Akira menghujamkan satu pukulan penuh ke arah punggung Rainbow Knight hingga membuat tubuhnya melengking.


Tidak sampai disitu saja, Akira dengan cepat berpindah posisi ke depan dan menghujamkan satu pukulan tak terlihat ke arah perutnya, "Invisible Fist!"


Pukulan tersebut membuat posisi tubuh Rainbow Knight beralih condong ke belakang.


Lanjut Akira meloncat tinggi dan mendaratkan satu tendangan mematikan ke bagian pundak, "Dragon Kick!"

__ADS_1


Tekanan dari tendangan tersebut membuat tubuh zirah Rainbow Knight terasa seperti tertiban oleh sebuah batu yang begitu besar dan memaksanya terjatuh dalam posisi tengkurap. Dampak dari serangan tendangan tersebut juga membuat lantai aula istana mengalami keretakan yang cukup besar.


Rainbow Knight terkapar tidak berdaya dalam posisi tengkurap.


"Ini yang terakhir..." Akira mengepal tangannya erat hingga seberkas cahaya yang menyilaukan terlihat berkumpul pada satu titik tangannya.


"ONE FIST GOD!!"


Pukulan dewa yang begitu mematikan dihujamkan ke tubuh Rainbow Knight dan menghasilkan gelombang kejut yang sangat besar hingga membuat keretakan lantai yang semula cukup besar menjadi sangat besar.


{Fatigue: 79}


Dari keempat serangan yang Akira kerahkan barusan membuat tingkat kelelahannya meningkat secara drastis. Skill tangan kosongnya bukan hanya menyerap mana di setiap pemakaiannya tapi juga menyerap stamina yang Akira miliki dalam jumlah yang tidak sedikit.


Tubuh zirah Rainbow Knight kini berceceran tidak lagi menyatu seperti semula.


"Dengan begini berakhir sudah..." Akira terjatuh lemas dalam posisi berlutut dengan nafas tidak beraturan.


Beberapa saat kemudian, pandangan Akira sejenak melihat kembali tubuh Rainbow Knight yang masing-masing kerangkanya sudah terlepas sebelum sesaat berikutnya dia berdiri, berjalan ke arah dimana dagger yang tadi dia lepaskan tertancap pada sebuah tembok.


Di tengah-tengah langkahnya sesuatu terjadi, Akira merasakan ada aura yang mencekam yang berasal dari belakangnya, dan itu sukses membuat tubuhnya bergidik ketakutan. Firasatnya memburuk saat mengenali asal aura tersebut.


Begitu Akira berbalik tuk melihat ke arah aura tersebut berasal, bola mata Akira bergetar tidak percaya dengan apa yang baru saja dia saksikan.


"Tidak mungkin…"


Kedua bola mata Akira menyaksikan dengan jelas, zirah yang tadi sudah berceceran kini melayang di udara dengan diselimuti aura hitam pekat dan perlahan mulai terpasang kembali ke bentuk asalnya.


"Ini hanya lelucon, kan?"


Kaki Akira terasa lemas ketika menyaksikan warna zirah Rainbow Knight tidak lagi berwarna merah melainkan hitam pekat sepekat langit malam. Itu berarti kekuatan yang dimilikinya juga meningkat, dan bahkan akan jauh lebih kuat dari yang sebelumnya.


"Kenapa kau masih hidup, sialan! Kenapa? Bukannya warna hitam tidak termasuk warna pelangi!" Akira berseru kencang dengan tubuh bergetar merasa frustasi saat melihat Rainbow Knight kembali hidup.


"SIAL!!" Akira berlari secepat yang dia bisa memanfaatkan waktu yang dia punya sebelum Rainbow Knight benar-benar tersadar dan bisa menyerangnya kapan saja.


Selepas semua kerangka zirahnya terpasang rapi, mata merah Rainbow Knight bercahaya, pandangannya langsung terfokus pada Akira yang tengah berlari terburu-buru.


Dalam beberapa tarikan nafas saja, Rainbow Knight sudah berdiri gagah dengan senjata di tangannya menghalangi jalan Akira, membuatnya terkejut bukan main serta memberikan rasa takut yang mendalam akan yang namanya sebuah kematian.


"Apa-apaan dengan kecepatannya ini?!!" Akira tersungkur mundur dan segera berlari terbirit-birit menjauh ke belakang. Dia sungguh dibuat takut oleh kecepatan yang diperlihatkan Rainbow Knight yang dapat dengan mudahnya mengejarnya kemanapun dia berlari.


"Sial! Aku masih belum mati! Aku masih belum mati!"


Akira berlari kesana kesini seperti orang gila. Sementara Rainbow Knight dapat dengan mudahnya mengejar Akira dan selalu berdiri tepat di hadapannya tanpa melepaskan serangan sedikitpun.


Sosok Rainbow Knight sekarang seperti malaikat pencabut nyawa yang bisa membunuh Akira kapan pun dia mau. Dia sekarang seolah-seolah sedang bermain-main dengan mangsanya sebelum benar-benar akan mencabut nyawanya.


"S-sistem Call: Tolong bantu aku! Tolong!"


Tidak ada jawaban


"Sistem Call: Kumohon tolong bantu aku!"


Tidak ada jawaban


"Sistem Call: Kumohon!"


Tidak ada jawaban.


Akira benar-benar mengutuk Sistem. Rasa takut dan marah bercampur aduk. Dia sungguh dibuat gila dengan keadaannya sekarang!

__ADS_1


Dor! Dor! Dor!


Tembakan yang Akira lontarkan pun sama sekali tidak berpengaruh pada zirah hitam Rainbow Knight. Dia tidak bisa berbuat apa-apa dengan situasinya.sekarang.


Di tengah langkahnya berlari selagi menembaki dan menghindari keberadaan Rainbow Knight, Akira tiba-tiba tersandung hingga terjatuh. Kedua pistolnya pun terlepas dari tangan Akira.


{Fatgue: 93}


Akira sekarang tidak memiliki banyak tenaga lagi untuk berlari. Kakinya terasa sangat lemas. Dia segera mengeluarkan potion pemulih stamina-nya dalam kantong ajaibnya untuk menurunkan tingkat kelelahannya.


Sret!


Sebelum itu terjadi, tangan kecil yang hendak mengambil kantong ajaibnya tanpa disadari oleh Akira tiba-tiba terputus.


"AHHH!!!" Akira menjerit histeris kesakitan saat melihat tangan mungilnya kini terlepas dari tubuhnya dengan darah bercucuran deras.


{HP: 2540/5500}


Akira segera menyadari pelaku yang membuat tangannya terputus begitu melihat Rainbow Knight kini sedang berdiri di depannya dengan pedang yang teraliri darah. Menatapnya sangat tajam.


Merasa ketakutan, Akira memaksakan kakinya yang sudah lemas untuk berdiri. Namun naasnya satu kakinya lagi-lagi terputus, membuat Akira tersungkur dan tidak bisa berlari lagi.


"Tidak!!!" Akira berteriak sambil meronta kesakitan. Darah keluar membanjiri lantai istana.


{HP: 584/5500}


Kini Akira benar-benar tidak berdaya. Mungkin hanya tinggal menunggu waktu saja sebelum Akira benar-benar tewas di tangan Rainbow Knight.


Keadaannya saat ini seolah mengingatkannya pada kejadian sebelumnya sebelum dirinya berakhir di tempat ini. Kematian yang tidak pernah dia harapakan lagi-lagi terulang.


Kenapa! Kenapa! Kenapa! Kenapa!


Kenapa! Kenapa! Kenapa! Kenapa!


Kenapa! Kenapa! Kenapa! Kenapa!


SIAL!!


Akira menghabiskan sisa-sisa tenaganya dengan mengumpat dalam hati, meratapi nasib yang begitu menyedihkan yang terjadi padanya selama ini.


"Menjauh!! Jangan mendekat!"


Akira merangkak mundur. Dia semakin ketakutan saat melihat keberadaan Rainbow Knight yang sangat dekat dengannya dan tampak santai sambil memegang pedang di satu tangannya.


"Kenapa harus berakhir seperti ini...Kenapa...?" Tubuh Akira tidak lagi bergetar melainkan terasa lemas, sebab dia tahu dia akan mati sebentar lagi.


Dan benar saja, sejurus kemudian, Rainbow Knight mengangkat pedangnya tinggi, melesatkan serangan dengan sangat cepat ke arah leher hingga membuat kepala Akira terpisah dari tubuhnya.


Apa hanya sampai disini saja....?


Usahaku selama ini ternyata sia-sia....


Ah...ini semua karena aku masih terlalu lemah...


Aku ingin menjadi kuat...aku ingin menjadi kuat...


Aku tidak ingin menjadi orang lemah lagi...


Tapi sepertinya keinginanku terlalu tinggi, ya....


Kakek...kali ini aku benar-benar akan menyusulmu...

__ADS_1


Kurasa begini lebih baik....


{Mision Failed}


__ADS_2