
"Wah...hebat! Sherria hebat sekali!" Charla bertepuk tangan melihat Sherria mampu mengeluarkan sihir yang hebat seperti itu.
"Kau memang berbakat, Sherria. Kau bisa menguasai elemen angin dalam dirimu dengan baik." Zero ikut memuji sambil mengusap-usap kepala Sherria sejenak dan membuat wajahnya memerah.
"Terima kasih. Ini juga berkat, Zero-sama." Sherria senang bisa memperlihatkan hasil yang baik pada Zero. Di saat yang sama dia juga senang diusap-usap kepalanya oleh Zero, karena ini baru pertama kalinya Zero memperlakukannya seperti ini.
"Aku mempunyai sesuatu untukmu…" Zero membuka menu inventory-nya dan mengambil sesuatu berupa gelang lalu menyerahkannya pada Sherria.
Sherria mengambil gelang itu dan menelitinya. Gelang pemberian Zero jelas sekali bukan gelang biasa. Bahannya terbuat dari material khusus berwarna perak dengan di tengahnya terdapat permata berwarna merah menyala, memperlihatkan betapa bernilainya gelang itu.
"Enak sekali…" Charla menunjukkan ekspresi iri pada Sherria.
Sherria hanya tersenyum menanggapinya sementara Zero tidak terlalu mengindahkannya.
"Itu hadiah dariku untukmu. Gelang itu akan membantu meningkatkan kekuatan sihirmu. Cara kerjanya hampir sama dengan tongkat sihir," jelas Zero
"Terima kasih, Zero-sama." Sherria sangat senang mendapatkan hadiah dari Zero untuk yang pertama kalinya.
"Zero-sama...aku juga mau…" Charla menggenggam tangan Zero, merengek meminta hadiah yang sama padanya.
Pletak! Zero menyentil kening Charla
"Aduh...sakit, Zero-sama." Charla memegangi bekas sentilannya dan menatap Zero dengan tampang sebal.
"Itu hadiah untukmu." Zero terkekeh. Sherria pun ikut terkekeh. Sedangkan Charla memanyunkan bibirnya sebal.
"Nanti juga kau akan mendapatkannya." Zero tersenyum ringan.
"Benarkah?" Charla menjadi senang mendengarnya.
"Ya."
Zero menganggukan kepalanya pada Charla kemudian mengalihkan fokusnya kembali pada Sherria.
"Sherria coba lakukan sekali lagi sihir barusan dengan menggunakan gelang ini," pinta Zero
Sherria mengangguk, memakaikan gelang itu dan kembali menggunakan sihir seperti tadi.
Hasilnya kekuatan yang ditunjukkan setelah menggunakan gelang itu meningkat sebanyak dua kali lipat.
"Hebat…" Keduanya terpana menyaksikannya. Angin yang dihasilkan dari sihir yang Sherria keluarkan barusan bahkan sampai menerbangkan rambut mereka.
"Kau mempunyai sihir yang sama seperti Flo, Sherria. Kau bisa berlatih sihir angin seperti ini bersamanya." Zero mempunyai usulan yang bagus.
"Tunggu, aku akan menjemputnya terlebih dahulu." Zero menghilang dari pandangan mereka menuju ke tempat Fluffy berada.
__ADS_1
Setibanya Zero melihat Fluffy sedang bermain dengan anak-anak yang sepantaran dengannya. Senyuman riangnya yang menyenangkan membuat Zero ikut tersenyum melihatnya.
Fluffy selama ini selalu bermain bersama Levy dan teman-temannya. Dia senang sekali bisa mempunyai banyak teman. Anak-anak sepantaran dengannya pun senang bisa berteman dengan Fluffy. Apalagi mereka mengetahui Fluffy bisa berubah menjadi naga.
Selama ini Zero tidak pernah memasukkan Fluffy ke dalam cincinnya karena dia tidak tega jika harus mengurungnya terus di sana. Zero selama ini menitipkan Fluffy pada Levy dan orang tuanya selagi dia mengurus semua pembangunan desa.
"Tuan!" Fluffy yang melihat tuannya berjalan mendekat segera berlari menghampirinya.
"Uppa!" Seperti biasa, Fluffy langsung memeluk Zero.
"Ada apa Tuan kesini?" Fluffy menengadahkan kepalanya ke atas, menatap Zero yang kini lebih tinggi dari biasanya.
Kali ini Zero mendengar Fluffy sedikit bisa melafalkan kalimatnya dengan benar. Dia tersenyum sambil mengusap-usap rambut Fluffy, senang melihat perkembangannya.
"Kau sedang bermain apa dengan mereka?" Zero menurunkan tubuhnya sampai sepantaran dengan Fluffy.
"Levy mengajarkanku ini, lihat…" Fluffy menunjukkan kertas yang sudah dibentuk menjadi seekor burung pada Zero.
"Wahh... hebat. Kau semakin pintar, Flo." Zero mengusap-usap kembali rambut Fluffy.
"Uppa!" Fluffy senang mendengar pujian dari Zero.
Anak-anak sepantaran dengannya ikut berkumpul mendekati mereka berdua lalu memberi hormat pada Zero.
"Baik, Tuan." Mereka mengangguk, menuruti perkataan Zero.
"Ayo, aku ada tugas untukmu." Zero menarik sebelah tangan Fluffy.
"Emm!" Fluffy mengangguk semangat karena sudah lama dia tidak mendapatkan tugas.
Zero dan Fluffy berjalan meninggalkan anak-anak itu menuju ke tempat Charla dan Sherria berlatih.
"Dahh…" Fluffy melambaikan tangannya pada teman-temannya yang ikut melambaikan tangan juga.
Baru tujuh langkah jalan, Zero berhenti saat menemukan ide yang bagus.
"Kalau kalian ingin melihatnya, kalian bisa ikut," ajak Zero memalingkan sedikit wajahnya ke mereka. Mereka yang senang mendengar ajakan Zero segera mengikutinya dari belakang.
Selain mengajak mereka, Zero juga mengajak anak-anak lainnya yang sudah memiliki sihir. Zero berpikir dengan mengajak mereka untuk ikut melihat Charla dan Sherria berlatih mungkin bisa mengembangkan minat dan bakat mereka dalam bidang sihir.
Sepanjang menuju ke tempat Charla dan Sherria berlatih, Zero menemukan yang lain pun sedang berlatih dengan giatnya di suatu tempat yang sudah di khususkan untuk latihan mereka.
Di sana terdapat dua tempat khusus untuk mereka berlatih, yang pertama bagi mereka yang mengandalkan fisik dan yang kedua bagi mereka yang mengandalkan energi sihir.
Mereka selama satu minggu belakangan ini berlatih sendiri lantaran Rob dan Droy yang menjadi pelatih mereka saat ini sedang keluar desa menjemput rekannya yang lain untuk bergabung ke desa ini. Meski begitu, mereka tampak masih sangat bersemangat sekali menjalani latihannya, sampai membuat Zero cukup terkesan melihatnya.
__ADS_1
Selama beberapa waktu berjalan, mereka pun akhirnya sampai di tempat Charla dan Sherria berlatih.
"Zero-sama, kenapa banyak sekali?" Charla dan Sherria melebarkan matanya melihat segerombolan anak ikut bersama Zero
"Mereka ingin melihat kalian berlatih." jelas Zero. Mereka berdua tidak keberatan jika itu alasannya.
"Perhatikan baik-baik. Kalian bisa belajar banyak hal dari mereka."
"Baik, Tuan." Para anak kecil itu antusias sekali ingin melihat mereka berdua berlatih dan mempelajari banyak hal untuk mereka pelajari.
"Flo, kau bisa menggunakan sihir angin, kan?" tanya Zero memastikan.
"Emm!" Fluffy mengangguk.
"Bagus, sekarang kau akan berlatih dengan, Sherria." Zero menunjuk Sherria.
"Sherria!" Fluffy menghampiri Sherria dan memeluknya.
"Flo..." Sherria mengelus-elus rambut Fluffy, "Mohon bantuannya, ya." Tersenyum menatapnya.
"Emm!" Fluffy tersenyum berseri menatap Sherria.
"Flo, coba perlihatkan salah satu sihirmu," pinta Zero
Fluffy melepas pelukannya dan menuruti kemauan Zero. Dia memposisikan tangannya ke depan dan mulai mengumpulkan energinya sebelum berikutnya dia mengeluarkan sihir angin yang sangat besar dari telapak tangannya sampai membuat satu sampai dua pohon di depannya hancur.
"Wah..."
"Hebat sekali."
"Flo hebat."
Semua yang ada di sana bertepuk tangan sambil memuji-muji Fluffy. Semuanya merasa takjub melihat gadis polos seperti Fluffy ternyata mampu mengeluarkan sihir yang begitu besar. Bahkan Zero pun ikut takjub karena ini untuk pertama kalinya dia melihat Fluffy mengeluarkan sihir yang begitu besar dalam bentuk seperti ini.
"Kau hebat sekali, Flo." Charla dan Sherria yang di sampingnya memuji Fluffy.
"Terima kasih." Fluffy tersenyum berseri mendengar dirinya terus dipuji.
"Yosh, kalau begitu Sherria, kau akan berlatih dengan Flo bersama yang lainnya juga. Ajarkan mereka semua tentang dasar-dasar sihir yang telah kau pelajari, " titah Zero yang dibalas anggukan kepala Sherria.
Anak-anak yang memiliki sihir yang sebelumnya hanya belajar di perpustakaan merasa senang bisa ikut latihan bersama Fluffy dan Sherria.
"Sedangkan Charla, kau akan berlatih bersamaku." Zero mengajak Charla ke satu tempat.
Like & Coment
__ADS_1