Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Latihan


__ADS_3

Sudah dua jam pertarungan berlangsung, tempat yang menjadi pertarungan mereka pun sudah banyak yang hancur. Diantara kedua belah pihak mulai terlihat siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah. 


Gladius sejak awal sudah merasa tidak akan menang melawan Zero, dan itu terbukti setelah dirinya mendapatkan luka yang cukup serius dari beberapa serangan Zero yang berhasil mendarat di tubuhnya. 


Hingga beberapa pertukaran selanjutnya, Gladius pun tumbang dalam posisi berlutut di depan Zero yang kini menghunuskan pedang ke kepalanya. 


"Aku kalah, Tuan… " lirih Gladius dengan nafas memburu. 


"Baik, aku mengakui kekalahanmu. Kau cukup hebat bisa membuatku bertarung serius seperti ini meskipun aku tahu, kau masih belum memperlihatkan kekuatan asli dari pedangmu itu…" Zero menyadari hal itu. Dia menarik pedangnya dan kembali ke mode asalnya. Nafasnya setengah memburu begitu dia kembali. 


Zero mengambil dua potion dalam inventory-nya, yang satu untuk memulihkan kondisi Gladius sedangkan yang satu lagi untuk memulihkan staminanya. 


Gladius mengambil potion yang Zero berikan lalu mengkonsumsinya dan secara bertahap tubuhnya kembali seperti sedia kala. 


"Kau tadi bilang kau pernah bertarung dengan seorang The Magic of God itu, kan?" tanya Zero setelah meneguk habis potion pemulih staminanya. 


"Benar, Tuan… " Gladius bangkit dari posisinya. 


"Bagaimana menurutmu tentangnya?" Zero meminta pendapat. 


"Dia terlalu kuat. Aku tidak bisa mengukur kekuatannya." Gladius mengeluarkan pendapatnya. Dirinya dulu bahkan bisa kalah dengan begitu mudahnya melawan raja Extavia itu meskipun sudah mengeluarkan segenap kemampuannya dari awal. 


"Memang seharusnya begitu…" Zero bertopang dagu, "Jika aku bertarung dengannya siapa menurutmu yang akan menang?" tanya Zero melepas topangannya. 


"Mmm...Aku tidak bisa menebaknya, Tuan. Tapi jika pun Tuan bisa menang, Tuan akan mendapatkan konsekuensi luka yang setimpal…" Gladius berpendapat. 


"Begitu, ya…" Zero menggaruk kepalanya, "Baiklah, aku akan menanyakan soal dia padamu nanti. Sekarang kita kembali ke tempat yang lain," titah Zero sambil melangkah ke pintu keluar ruangan, meninggalkan tempat yang sudah porak poranda itu, menuju ke tempat Charla dan lainnya yang kini sedang berlatih. 


*~*


"Zero-sama…" Charla dan lainnya menghentikan latihannya lalu menghampiri Zero saat melihat kedatangannya bersama Gladius. Ekspresinya tampak cemas. 


Sementara ketiga pelatih di sana saling berpandangan mencari pendapat tentang tempat yang menjadi pertarungan mereka. 


"Syukurlah kalian baik-baik saja." Charla menghela nafas lega melihat Zero dan Gladius dalam kondisi baik. 

__ADS_1


"Kenapa kalian terlihat cemas seperti ini?" Zero berkerut dahi. 


"Habisnya kami khawatir, Zero-sama. Tadi kami merasakan energi jahat di tempat Zero-sama dan Gladius-san. Apa yang sebenarnya terjadi disana?" tanya Charla mewakili rasa cemas yang lain. 


"Ah, itu…" Gladius menggaruk belakang kepalanya canggung, menyadari energi jahat yang dimaksud mereka pasti aura pembunuhnya. 


"Itu hanya kemampuan Gladius untuk menakut-nakuti lawannya saja. Tidak perlu secemas itu. Seperti permintaanmu tadi Charla, kita hanya bertarung sewajarnya," Zero memegang pucuk kepala Charla dan tersenyum pada mereka, "Sudah jangan dipikirkan. Kalian bisa melihatnya sendiri, kan? Kita berdua baik-baik saja…" Zero memenangkan mereka. 


"Baik, Zero-sama. Setidaknya kita senang melihat Zero-sama dan Gladius-san tidak apa-apa." Mereka membalas senyuman Zero. 


"Bagaimana dengan latihan kalian. Apa kalian sudah bisa mempelajari teknik dasar senjata yang kalian pelajari?" tanya Zero melihat senjata yang mereka bawa. 


"Aku sudah bisa menguasainya sedikit, Tuan…" Fluffy tersenyum berseri sambil mengacungkan senjatanya. 


"Aku juga." Rimuru mengikuti. 


"Busur panah ini cukup sulit untuk dipelajari, Zero-sama. Aku sudah beberapa kali mencobanya tapi selalu gagal." Charla menghela nafas sambil menunjukkan busur panah peraknya. 


"Kalau kau, Sherria…" Zero mengalihkan pandangannya pada Sherria. 


"Baguslah kalau kalian sudah mulai bisa menguasainya." Zero cukup puas mendengarnya. Meski mereka belum menunjukkannya secara langsung tapi Zero melihat mereka berkata apa adanya. 


Zero berjalan ke tempat tiga pelatih itu, "Kerja bagus karena kalian sudah melatih mereka." Zero melemparkan senyuman. 


"Itu sudah menjadi tugas kami, Tuan," jawab salah satu dari mereka. 


Zero mengeluarkan sekantong kecil berisi ratusan koin emas lalu melemparkannya ke ketiga pelatih itu. Salah satu dari mereka menangkapnya. 


"Mulai dari sekarang aku akan lebih banyak mengandalkan kalian. Usahakan kalian memberikan pelatihan terbaik dan membantuku mengembangkan kemampuan mereka," ujar Zero. 


"Terima kasih, Tuan. Kami akan berusaha sebisa mungkin memberikan pelatihan yang terbaik untuk mereka," jawab mereka sambil membungkukkan tubuhnya. 


Zero balik ke tempat yang lainnya kemudian meminta mereka untuk memperlihatkan hasil latihannya selama beberapa jam ini. 


Mereka mengangguk dan kembali ke tempat berlatihnya. Tempat berlatihnya sendiri sangat luas seperti tempat bertarung Zero tadi, memungkinkan mereka untuk berlatih dengan leluasa dimanapun yang mereka mau, disertai berbagai fasilitas di dalamnya. 

__ADS_1


Dengan dibantu oleh ketiga pelatih itu, satu persatu dari mereka mulai memperlihatkan hasil latihannya pada Zero. Meski masih banyak kekurangannya tapi Zero cukup puas dengan perkembangan mereka, terutama Sherria yang tampak sudah mulai menguasai pedang pemberiannya itu. 


Zero berjalan ke salah satu tempat yang diisi oleh berbagai senjata kemudian mengambil salah satu pedang di sana. 


"Sherria, kemarilah…" panggil Zero lalu berjalan ke tempat kosong. 


Mendengar panggilan Zero, Sherria berjalan mendekatinya. Charla dan lainnya berhenti dan mengalihkan pandangannya pada mereka karena penasaran. 


"Ada apa, Zero-sama?" tanya Sherria saat berdiri di depannya. 


"Apa lagi? Tentu saja melatihmu. Posisikan pedangmu segera, aku akan mengajarkanmu cara menggunakan pedang itu dengan benar." Zero memposisikan pedang yang diambil dengan sebelah tangan. 


"Aku akan mengajarkan kalian nanti satu persatu. Untuk sekarang kalian kembali berlatih dengan mereka dulu," titah Zero pada mereka yang mengamatinya, "Kau juga Gladius, bantu mereka." Zero menggerakkan lehernya menyuruh Gladius. 


"Baik, Tuan." Gladius mengangguk dan semuanya kembali berlatih seperti biasa. 


"Ayo Sherria, tunjukkan hasil latihanmu lagi padaku." Zero mengalihkan fokusnya pada Sherria. 


"Baik, Zero-sama… " Sherria mengangguk, memposisikan pedangnya dengan kedua tangan kemudian bergerak mengayunkan pedangnya pada Zero. 


Zero mengamati teknik berpedang Sherria yang masih amatiran sembari menangkis dan menghindarinya. Dia juga sesekali mengoreksi Sherria untuk mengayunkan pedangnya dengan benar. 


"Sherria, pinjam pedangmu sebentar." Zero mengulurkan tangannya meminta. Sherria mengangguk dan memberikannya. 


"Sherria, jika kau sudah bisa mengayunkan pedang dengan benar selanjutnya kau harus bisa memanfaatkan kekuatan dari pedang ini." Zero menaruh pedang tadi ke bawah dan memegang gagang pedang milik Sherria dengan kedua tangannya. 


"Contohnya seperti ini… " Zero mulai menyalurkan energi sihir yang diisi elemen sihir pada pedang itu sampai pedang itu bereaksi. 


Pusaran angin mulai terbentuk mengelilingi bilah pedang itu, dari yang awalnya kecil hingga membentuk pusaran angin yang cukup besar. 


Sherria tampak kagum melihatnya. Mereka yang saat itu sedang melatih dan berlatih pun serempak berhenti untuk menyaksikan apa yang akan Zero lakukan. 


"Jika kau bisa memanfaatkan kekuatan pedang ini, aku yakin kau bisa menjadi seorang Swordman yang hebat." Di ujung kalimatnya, Zero mengayunkan pedang itu ke arah boneka baja yang disediakan di tempat itu. 


Tebasan angin yang sangat besar tercipta dan mengubah semua boneka baja itu menjadi serpihan kecil. 

__ADS_1


"Hebat…" Sherria dan yang lainnya takjub menyaksikannya. Sementara ketiga pelatih itu membuka mata dan mulutnya lebar-lebar melihat semua boneka yang dibuat khusus itu Zero hancurkan dalam sekali ayunan saja.


__ADS_2