
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terima kasih dan selamat membaca
______________________________
Akira bersama kelompoknya bergerak mengikuti Binatang Jahanam, mencoba membawanya kembali ke dalam ritme permainannya sekalian menggiringnya keluar dari segerombolan para ras duyung yang panik.
Binatang Jahanam yang mulai kembali bisa melihat dan merasakan keberadaan Akira melalui sensor sonarnya, menemukan Akira bersama kelompoknya sudah berada tak jauh di dekatnya. Dia terlihat sedang mengganggunya.
Setelah melalui beberapa usaha akhirnya Akira berhasil membawa Binatang Jahanam itu kembali mengikutinya, tetapi kali ini kecepatan Binatang Jahanam meningkat dua kali lebih cepat dari yang tadi sehingga mereka kini menjadi lebih hati-hati.
Akira menoleh ke kelompoknya di belakang yang semakin lama semakin kesulitan menandingi kecepatan Binatang Jahanam yang kali ini terlihat lebih beringas, sampai-sampai jarak mereka dengan mulut Binatang Jahanam sekarang hanya menyisakan beberapa jengkal lagi.
"Kalian semua lebih baik mundur saja! Biar aku sendiri yang atasi ini! " Akira dengan bijak mengambil keputusan.
"Baik!"
Ludius bersama sekawanannya tidak ada yang berani membantah perintah Akira, terlebih di satu sisi keadaan mereka saat ini memang sedang tidak menguntungkan. Semuanya segera berpencar, bergerak mundur sesuai perintah Akira.
Kini hanya menyisakan Akira seorang yang bermain kejar-kejaran melawan Binatang Jahanam. Kecepatan Akira setidaknya sedikit lebih unggul sehingga dia masih mampu mengatasi Binatang Jahanam seorang diri.
Di samping lain, para ras duyung merasa lega karena Akira berhasil menggiring Binatang Jahanam yang mengamuk menjauh dari mereka. Para ras duyung yang sempat panik pun sudah bisa mengambil kesadarannya kembali.
"Kepala, apa yang harus kita lakukan?" tanya salah seorang kelompok Akira menghampiri Zaltra.
"Untuk sekarang kita ikuti saja dia."
Mengambil komando, Zaltra menyuruh semua ras duyung untuk mengikuti Akira yang saat ini semakin bergerak menjauh. Semuanya berenang dengan cepat mengikuti Akira dari belakang, tidak ingin meninggalkannya sendiri.
Kembali pada situasi Akira. Dia kini masih bermain kejar-kejaran melawan Binatang Jahanam yang tampaknya sudah terbawa emosi karena tidak berhasil-berhasil menangkapnya.
"Tangkap aku kalau kau bisa, Hahaha!" Akira terus memancing emosi Binatang Jahanam sampai membuatnya naik pitam.
Sesaat pandangannya terarah pada segerombolan ras duyung yang tengah mengikutinya sebelum kembali fokus pada Binatang Jahanam yang masih setia mengejarnya.
"Cepat sekali..."
Zaltra bersama yang lainnya terkesan melihat Akira mampu bergerak secepat itu mengungguli Binatang Jahanam yang kelihatannya sudah mengerahkan kecepatan penuhnya.
"Kita juga harus lebih cepat lagi!"
Tidak mau kalah, para ras duyung berusaha berenang secepat yang mereka bisa agar bisa menyusul Akira yang sedang berjuang melawan Binatang Jahanam sendirian.
"Ikan jelek! Mau sampai kapan kau bermain-main seperti ini? Cepat keluarkan kemampuanmu itu! Apa kau tidak bosan, hah?" Akira sejujurnya cukup dibuat kesal karena sejak tadi Binatang Jahanam masih belum mau menunjukkan kemampuannya.
Dan rasa kesal itu semakin besar setelah beberapa saat berlalu Binatang Jahanam masih tetap belum mau menghilang juga.
__ADS_1
"Cih, kau benar-benar mengujiku ikan sialan!" Akira merapatkan giginya kesal.
"Baik, kalau kau sudah lupa caranya menghilang, biar aku yang ajarkan." Akira merubah pola geraknya dengan tujuan mencoba mengelabui Binatang Jahanam sebelum ketika dia berkata, "Stealth." Akira secara mengejutkan tiba-tiba menghilang dari pandangan Binatang Jahanam.
Binatang Jahanam berhenti bergerak, menggerakan wajahnya ke kiri dan ke kanan terlihat kebingungan saat menyaksikan Akira tiba-tiba menghilang dari pandangannya.
Sementara itu, Akira yang kini menghilang berenang menuju titik lemah Binatang Jahanam, berniat menyerangnya lagi secara diam-diam. Aksi Akira disaksikan oleh para ras duyung
sehingga mereka memutuskan untuk berhenti dan mengamati aksi Akira dari kejauhan, tidak ingin mengacau.
Akira yang sudah berjarak beberapa meter dari titik lemah itu mengangkat senjatanya lalu bergerak menyerang. Namun sayangnya aksi Akira itu berhasil digagalkan oleh Binatang Jahanam begitu dirinya menyadari ada bahaya yang mendekat. Binatang Jahanam dengan sigap menggerakkan ekornya dan membuat Akira yang berada cukup dekat dengan ekornya terkena serangan itu hingga terpental.
"Agh! Sial!"
HP-nya berkurang lumayan besar meski Akira saat itu sempat berhasil menangkisnya dengan satu pedang. Para ras duyung yang menyaksikan Akira gagal melakukan aksinya mengerutkan wajahnya geram sekaligus cemas, mengingat temannya saja tadi langsung gugur ketika terkena kibasan ekor itu.
Bersamaan dengan Akira menampakkan kembali batang hidungnya, giliran Binatang Jahanam yang kali ini menghilang dari pandangan semua orang, mengejutkan sekaligus menyadarkan Akira yang saat ini tengah menahan rasa sakit bekas serangan tadi.
Para ras duyung yang menyaksikan segera bereaksi apalagi saat mendengar seruan Akira, "Tunggu apalagi! Semuanya! Gunakan kacamata itu!"
Akira segera memakai kacamata yang dimaksud,disusul yang lainnya yang juga mengikuti. Setelah memakai kacamata itu semuanya dapat melihat bentuk tubuh Binatang Jahanam yang menghilang.
Hal yang pertama kali Akira lihat ketika memakai kacamata itu yaitu Binatang Jahanam sedang bergerak mendekatinya dengan sangat cepat. Sontak Akira dengan cepat pula menghindar dan berhasil selamat dari Binatang Jahanam yang baru saja hendak memakannya.
Melihat Binatang Jahanam terlihat beringas dan seperti ingin memakannya, Akira pun lantas membawa Binatang Jahanam itu ke segerombolan ras duyung yang tampak sudah bersiap melakukan rencana berikutnya.
"Sekarang!" Seru Akira begitu jaraknya dengan mereka sudah lumayan dekat.
Para ras duyung melemparkan sesuatu berupa lampu sihir ke atas secara bersamaan dan seketika benda berbentuk bulat yang mengambang itu mengeluarkan cahaya yang menyilaukan. Cahaya itu berhasil membuat Binatang Jahanam mematung dan berhenti bergerak mengejar Akira.
Cahaya yang menyilaukan itu tidak bertahan terlalu lama sebelum sejurus kemudian cahaya itu perlahan digantikan oleh warna merah pekat yang membutakan. Ketika itu terjadi, Akira bersama yang lainnya mulai beraksi ke rencana selanjutnya.
Disisi lain di waktu yang sama, para duyung yang tidak ikut bertempur bisa melihat cahaya merah itu yang tidak lain merupakan tanda yang sudah mereka tunggu-tunggu sejak tadi.
"Itu dia!"
"Tunggu sampai lima detik." Semuanya menempelkan peluit itu ke bibirnya. Dan tepat di detik kelima peluit itu pun dibunyikan secara bersamaan.
Peluit itu menghasilkan gelombang sonar yang kuat hingga membuat Binatang Jahanam yang pada saat itu masih mematung dalam posisinya menjadi tidak bisa merasakan kehadiran orang-orang di dekatnya.
Berdasarkan yang Akira ketahui selain mata pendengaran juga merupakan indra yang paling sering digunakan oleh Binatang Jahanam untuk merasakan kehadiran seseorang di sekitarnya.
Akira bersama yang lainnya tidak terpengaruhi oleh gelombar sonar itu sebab mereka sudah memakai alat pelindung telinga yang sedari awal sudah mereka pakai.
Binatang Jahanam diam di tempat, tidak dapat bergerak karena diganggu oleh gelombang itu. Jika dilihat dari visinya sendiri pandangannya kini terlihat buram dan dia tidak bisa melihat atau merasakan keberadaan mangsanya terlebih dalam keadaan sekitar yang diselimuti warna merah.
"Lakukan!"
__ADS_1
"Yaa!!"
Semua ras duyung bergerak mengikuti mereka yang membawa tali pengikat menuju Binatang Jahanam. Dengan kacamata itu mereka bisa menentukan titik Binatang Jahanam berada meski keadaan di sekitarnya terhalangi oleh warna merah.
Memanfaatkan kesempatan Binatang Jahanam yang berhenti bergerak dan tidak bisa merasakan kehadiran mereka, para ras duyung mulai bergerak melingkari tubuh Binatang Jahanam mencoba mengikatnya dengan tali pengikat. Mereka melakukan semua itu secara diam-diam.
Semuanya membagi tugas mengikat setiap tubuh Binatang Jahanam, dan yang paling mereka utamakan yaitu bagian ekornya yang menjadi titik dimana kelemahannya berada.
Seiring detik warna merah yang menyelimuti sekitar serta gelombang suara yang mengganggu perlahan memudar. Hingga ketika kedua hal itu menghilang sepenuhnya, para ras duyung sudah berhasil mengikat setiap tubuh Binatang Jahanam dengan kuat.
Binatang Jahanam yang mulai kembali sadar sontak terkejut menyaksikan tubuhnya kini sudah dililit oleh para ras duyung. Para ras duyung memegang erat tali itu mencoba mengunci gerak Binatang Jahanam.
"Tuan, sudah siap!" Seru mereka serempak.
"Bagus..." Akira tersenyum lebar sambil melepas kacamatanya, sebelum selanjutnya Akira memasuki mode berserker-nya. Wujud Akira berubah menjadi menakutkan, aura yang dihasilkan oleh mode berserker membuat air sekitarnya meluap-luap.
Para ras duyung masih sedikit terlihat takut saat melihat Akira masuk ke dalam mode itu meski sebelumnya Akira sudah pernah menunjukkannya pada mereka.
"Lakukan!" titah Akira yang segera dilaksanakan.
Para ras duyung memanggil tombak trisulanya dengan satu tangan lalu melemparkan tombak itu ke arah Akira, kemudian mereka segera kembali lagi memegang ikatan yang mengikat Binatang Jahanam yang mulai meronta.
Akira juga melemparkan semua senjatanya ke atas sebelum ketika Akira merentangkan kedua tangannya, seketika semua senjata yang mendekatinya itu berhenti dan melayang di depannya.
Akira mulai membuat pola gerakan tangan sambil berkata, "Eart-Destroying Spear's Combined Attack..." Semua senjata itu berbalik arah ke titik lemah Binatang Jahanam berada. Dan ketika Akira berseru, "Rain Brings Death! " Dalam satu gerakan tangan satu persatu senjata itu melesat cepat menuju titik lemah tersebut.
Suara keras seperti tepukan gemuruh terdengar begitu senjata itu mendarat di bagian titik lemah tersebut, bahkan suaranya sampai terdengar ke mereka yang tidak ikut bertempur.
"Tahan!" Semua ras duyung berusaha sekuat tenaga menahan Binatang Jahanam yang meronta-ronta kesakitan setelah terkena serangan tersebut.
Titik lemah yang berbentuk benjolan itu perlahan mengelupas memperlihatkan bentuk aslinya yang menyerupai lubang anuss.
"Masih belum..."
Akira kemudian mengeluarkan senjata pamungkasnya yaitu berupa tombak yang seukuran dengan tombak milik Zaltra. Gagangnya yang berwarna emas disertai ukiran naga yang melingkar di setiap sisinya memberikan kesan bernilai yang membuat para ras duyung langsung tahu seberapa berkualitasnya tombak tersebut, terlebih dengan ujung tombaknya yang memperlihatkan seberapa kokoh dan tajam tombak yang mempunyai nama penghancur bumi ini.
Dengan satu tangan, Akira memegang erat tombak tersebut kemudian mengalirkan energi sihir yang kuat selagi berkata, "Earth-Destroying Spear's Ultimate Attack..." Tombak tersebut terlihat mengeluarkan kilatan-kilatan kecil dan ujung tombaknya mengeluarkan cahaya di satu titik, sebelum ketika Akira berseru, "The Spear of Destruction!" Tombak tersebut dilesatkan oleh Akira ke titik lemah Binatang Jahanam yang sudah mengelupas.
"Matilah!!!!" Seru Akira yang diikuti teriakan ras duyung yang tengah berjuang mengunci pergerakan Binatang Jahanam.
Tombak yang Akira lempar melesat cepat menerjang air hingga mendarat ke titik lemah Binatang Jahanam dan menembusnya sangat dalam.
"Ha!!!" Para ras duyung mengencangkan pegangannya sampai urat-urat di tubuhnya keluar. Mereka berusaha menahan Binatang Jahanam yang meronta kesakitan sampai akhirnya Binatang Jahanam perlahan berhenti meronta dan berakhir meregang nyawa.
Suasana dalam air mendadak hening selepas Binatang Jahanam tidak lagi bergerak, sebelum sesaat kemudian sorakan gembira para ras duyung memecah keheningan bersama.
Akira tidak mau kalah dan ikut berteriak,
__ADS_1
"Yosha!!!!"