Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Quest for Hero


__ADS_3

Setibanya disana, Zero tidak langsung turun ke panggung pertempuran melainkan duduk di ujung tebing sambil mengamati para manusia bodoh yang sedang berperang di lapangan kosong yang sangat luas dan datar itu.


"Ah… tontonan yang menarik." Zero berleha-leha sambil mengayun-ayunkan kakinya di ujung tebing.


Satu-dua menit kemudian tiba-tiba sebuah panel muncul di depannya memperlihatkan sesuatu yang baru pertama kali ini Zero lihat.


—Quest for Hero—


Kategori: Bebas


Sub Misi: Bunuh 8000 manusia yang sedang berperang di depanmu (0/8000)


Tingkat kesulitan: B


Reward : Magical Chest +30000 BP


Kegagalan: -100000 BP


Apa Anda ingin menerima quest ini (yes/no)


—————————


"Quest for Hero… quest apa ini?" Zero belum bisa mencerna panel quest yang muncul di depannya sekarang.


"Oh, begitu... Jadi di dunia ini pun aku akan menerima quest seperti ini…" Zero mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.


"Quest for Hero… quest yang ditujukan untuk pahlawan... Apa mungkin pahlawan yang dimaksud disini adalah aku. " Zero mengartikan arti dari quest tersebut. Dia kemudian menghadap langit menatap sosok yang dia kira telah memberikan permainan baru seperti ini padanya dengan senyuman tipis.


"Makhluk itu…" Dari langit Zero seolah bisa melihat sosok tersebut seperti tengah tersenyum penuh makna menatapnya sambil mengedipkan mata dengan wajah menyebalkan.


"Bermain pahlawan-pahlawanan, ya. Aku jadi teringat masa kecilku. " Zero terkekeh, pandangannya kembali lagi pada panel di depannya, " Kelihatannya menarik…" Dia lalu tersenyum sinis.


"Misinya disini aku disuruh membunuh delapan ribu manusia bodoh yang sedang berperang di hadapanku..." Zero melihat ke bagian misi yang tertera, "Yosh, awalnya aku juga sudah berniat melakukannya, tapi quest dan hadiah yang ada disini membuatku menjadi semakin bersemangat."


Zero dengan semangat bangkit dari posisinya dan mengamati situasi mereka yang sedang berperang itu lebih jauh.


"Tapi tunggu dulu…" Zero melihat ke masing-masing pihak yang sedang berperang, memperkirakan jumlah mereka. Berdasarkan dari yang dia lihat jika dihitung secara kasarnya jumlah mereka secara keseluruhan kurang lebih ada belasan ribu.


"Hm...Benar juga, sebelum itu… " Dia menyadari sesuatu yang tidak boleh dia lewatkan agar membuat quest ini berjalan dengan lancar.


"Sistem Call: Buka menu store…"


Begitu menu store terbuka, Zero segera mengalihkannya pada opsi skill.


"Kalau tidak salah…" Disana dia mencari sesuatu yang dulu pernah dia temui.


"Ah ini dia..." Akhirnya dia menemukan sesuatu yang dia cari yang tidak lain adalah gulungan skill/sihir — (Note: Istilah 'skill' disebutkan berdasarkan sudut pandang dalam game sedangkan istilah 'sihir' berdasar sudut pandang dunia ini. Dengan kata lain artinya sama)

__ADS_1


Selepas melakukan transaksi dan mengupgradenya sampai ke level maksimal, Zero mengambil gulungan itu, membuka tali pengikatnya dan segera merapalkan kalimat yang tertera di sana. Dia pun akhirnya mendapatkan skill tersebut.


Begitu selesai mendapatkan skill tersebut, Zero merasakan ada sesuatu di atas langit yang tampak sedang bergerak ke sana ke sini seperti mengintai sesuatu. Spontan dia langsung menengadahkan kepalanya untuk memastikan benda apa itu.


"Sepertinya ada orang lain juga yang mengawasi peperangan ini…" Zero menemukan sebuah benda kecil berbentuk bulat dengan ditengah-tengahnya terdapat sesuatu seperti bola mata yang sesekali terlihat berkedip.


"Dasar pengganggu…" Zero mengambil pistol dalam inventory-nya kemudian mengarahkannya ke benda bulat yang seperti bola mata itu, membidiknya.


Di samping lain, pada saat yang sama, di tengah ruangan yang berisikan beberapa orang. Mereka terlihat begitu antusias memantau bola kristal di meja yang tampak menggambarkan situasi perang yang mulai memanas.


"Hahaha! Kemenangan kali ini pasti akan jatuh di pihak kita!" Salah seorang yang tengah duduk di kursi dekat bola kristal itu tertawa saat melihat dari bola kristal itu pihaknya mulai mengungguli pertempuran.


"Tunggu dulu, coba lihat…" Salah seorang yang berdiri di dekatnya menyadari sesuatu di dalam bola kristal itu, membuat orang yang tadi tertawa berhenti.


"Hei, coba arahkan lacrima-nya ke samping." Dia pun memberi perintah pada seseorang yang memegang tongkat di sampingnya dan segera orang itu melaksanakannya.


Tampilan dari bola kristal yang semula tertuju pada mereka yang tengah berperang, bergeser pada seseorang yang samar-samar tampak tengah duduk santai di ujung tebing. Mereka yang menyaksikan hal itu merajut alisnya mengamati orang itu lebih jelas.


"Siapa itu…" gumam salah seorang yang tadi tertawa.


"Coba arahkan lebih dekat lagi…"


Menerima perintah, orang yang mengendalikan tampilan kristal itu mendekatkan lagi benda seperti bola mata yang ditempatkan di lokasi peperangan menuju ke dekat tebing, sampai semua orang yang menyaksikan disana mulai melihat siapa sosok yang ada di sana.


Sayangnya sebelum mereka bisa melihat sosok tersebut dengan jelas tiba-tiba saja tampilan dari bola kristal itu menghilang.


'Apa aku tidak salah lihat...'


*~*


Kembali pada situasi Zero.


"Kalau kalian ingin melihat sesuatu yang lebih seru lebih baik datang ke sini langsung." Zero meniup ujung pistolnya setelah berhasil menghancurkan benda berbentuk bulat itu.


"Ternyata bukan hanya satu…" Zero menggeleng pelan melihat ada satu lagi benda yang serupa. Tanpa menunggu waktu dia pun langsung menembaknya dan membuat sekelompok orang yang tengah menyaksikan peperangan di samping lain sama-sama terkejut.


"Kemungkinan benda itu milik kedua belah pihak yang menyaksikan peperangan ini." terka Zero.


Melihat tidak ada lagi yang mengganggu, Zero menerima quest tersebut.


"Yes..."


Setelah menerimanya, Zero berjalan ke belakang lalu melambaikan satu tangannya yang tersemat cincin.


"Temanku, keluarlah…"


Tiba-tiba saja cincin itu bercahaya dan sejurus kemudian seekor naga berwarna putih muncul di depannya. Ya, naga itu tidak lain adalah Fluffy yang kini telah dihidupkan kembali.

__ADS_1


"Squekk…." Fluffy menggerakkan kepalanya ke dekat Zero.


"Senang bertemu denganmu lagi…" Zero mengelus-ngelus kepala Fluffy.


"Squekk…" Fluffy merasa nyaman saat disentuh seperti ini.


"Aku membutuhkan bantuanmu teman…" Zero berhenti mengelus kemudian melompat ke atas menaiki punggung Fluffy. Disana dia membuka menu inventory-nya lagi dan membeli sesuatu berupa sebuah topeng bergambar tengkorak dengan deretan gigi yang runcing.


Zero lalu memberi perintah pada Fluffy untuk terbang tinggi menembus awan, menuju panggung pertempuran. Saat tiba di tengah-tengah tempat itu, Zero menggunakan skill yang dia beli tadi. Dia menyatukan kedua telapak tangannya lantas berkata,


"Absolute Prison…."


Begitu kata itu terucap, tempat itu seketika dikelilingi oleh sebuah proyeksi berwarna pink yang membentuk sebuah persegi dengan ukuran yang besar.


"Ternyata luasnya hanya sampai sini saja…" Zero melihat luas jangkauan dari penjara yang mengurung tempat itu tidak sepenuhnya mengurung mereka semua yang ada di dalamnya, sebagian terlihat berada di luar proyeksi.


"Apa yang terjadi?" Mereka yang berada di luar kebingungan karena tidak bisa masuk ke dalam proyeksi itu untuk melanjutkan pertarungan . Sama halnya dengan mereka yang ada di dalam, mereka seketika berhenti bertarung saat menyaksikan hal tersebut.


"Ini bukan sihir pengurung biasa…" kata salah satu satu pemimpin A yang memimpin jalannya peperangan. Dia pun ikut berhenti bertarung melawan pemimpin pihak sebelah di hadapannya. Fokusnya teralihkan oleh proyeksi yang mengurungnya tersebut.


"Tidak salah lagi, ini pasti sihir tingkat tinggi, siapa yang telah melakukannya, dan apa tujuannya?" Fokus pemimpin pihak sebelah yang ternyata seorang wanita pun teralihkan ke arah yang sama.


"Hilang… lacrima-nya hilang…" Saat pandangan wanita itu menyusuri setiap sisi proyeksi, dia tidak menemukan benda yang sejak tadi memantaunya. Sama halnya dengan pemimpin A. Mereka berdua menjadi kebingungan dibuatnya. Firasat buruk mulai melubangi perasaan mereka.


Kembali lagi pada situasi Zero saat ini


"Sepuluh...sebelas...dua belas ribu. Mm...Kurasa masih cukup…" Zero menghitung jumlah mereka yang masih hidup terbilang masih cukup untuk menyelesaikan misinya.


"Yosh, waktunya kita beraksi, Flo. " Zero mengeluarkan kedua pedangnya dan menyematkannya di punggungnya. Fluffy ikut bersemangat melihat tuannya juga bersemangat.


"Kau urus yang disana biar aku yang urus sisanya, mengerti?" Zero memberi tugas pada Fluffy.


"Squekk…" Fluffy bersuara pertanda mengerti.


"Bagus…"


Zero mengangguk dan turun lebih dulu ke tempat peperangan yang kini terhenti setelah menyaksikan mereka terkurung di dalam sebuah proyeksi tanpa mengetahui siapa yang telah melakukan semua ini.


Sesaat kemudian di satu tempat tiba-tiba ada sesuatu yang turun dari langit menghantam bumi menghasilkan suara yang cukup keras.


D U A R!


Pandangan mereka yang ada di situ segera tertuju pada kepulan debu hasil dari hantaman barusan. Kedua bola mata mereka menyaksikan dengan jelas seorang anak kecil menggunakan topeng yang tampak menakutkan keluar dari kepulan debu itu, berjalan santai menuju sekumpulan orang-orang yang terdiam menyaksikannya.


"Anak kecil, apa yang kau lakukan di tempat ini? Ini bukan tempat yang cocok untukmu…" Salah seorang dari mereka melihat bocah bertopeng itu semakin mendekat tanpa ada rasa takut sama sekali dengan keadaan sekitarnya.


Bocah bertopeng itu tertawa sinis selagi mulai mengeluarkan kedua pedang di punggungnya, dan dalam sekali tarikan nafas? Tubuh seseorang yang memperingatinya tadi terpotong menjadi beberapa bagian.

__ADS_1


"Aku bosan paman. Boleh aku ikut bermain dengan kalian?"


__ADS_2