Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Gelombang Monster XVIII


__ADS_3

Pada saat yang sama di tempat Zero berada, sebagian orang mulai panik saat melihat kehadiran tiga sosok makhluk tersebut. Mereka bertanya-tanya tentang makhluk apa sebenarnya ini?


Meskipun baru pertama kali ini melihatnya, entah kenapa mereka percaya di antara semua monster yang pernah mereka hadapi, ketiga makhluk yang ada di depannya ini jauh lebih berbahaya. 


"Ini sungguh sesuatu yang mengejutkan. Makhluk langka seperti ini ternyata akan muncul di gelombang monster kali ini. Setahuku, kejadian seperti ini belum pernah terjadi di kerajaan mana pun dan mungkin ini yang pertama." Michael yang sejak tadi hanya diam mengamati pertempuran kini mengambil sikap serius atas apa yang terjadi di depannya sekarang. 


Michael mengetahui jika tiga makhluk yang muncul itu adalah binatang jahanam yang legendaris, monster dengan tingkatan paling tinggi diantara semua monster yang ada di dunia ini. 


Jika sebelumnya monster dengan tingkatan paling tinggi berada di tingkat Ancient, tetapi setelah kemunculan makhluk itu tingkatan itu naik menjadi ke tingkat Destruction. 


Michael pernah mendengar jika monster di tingkat tertinggi ini memiliki kekuatan yang berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan monster tingkat Ancient. Dia kali ini penasaran apakah Zero sanggup melawannya. 


"Monster dengan tingkat Destruction. Apa orang itu kali ini mampu melawan monster setingkat ini sendiri seperti halnya yang dilakukannya tadi. " Michael melirik ke arah Zero yang merupakan orang terkuat di tempat itu, penasaran dengan reaksinya saat melihat binatang jahanam itu. 


Michael melebarkan sedikit matanya melihat Zero seperti tidak takut sama sekali dan malah terlihat senang dengan kemunculan ketiga makhluk tersebut. 


"Benarkah monster yang ada di depanku ini adalah monster yang sama dengan yang waktu itu." Ketika melihat makhluk itu, Zero teringat kejadian masa lalu saat dirinya masih berada di dalam Menara Agung bersama para ras duyung. Di saat itu Zero bekerja sama dengan mereka untuk menaklukkan satu binatang jahanam yang sangat sulit untuk ditaklukkan itu.  


"Jika memang benar, ini merupakan momen yang pas untuk membandingkan kekuatanku yang sekarang. Ini juga merupakan peluang emas untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari pertempuran kali ini." Zero tersenyum dengan penuh kepercayaan diri. 


"Tuan sangat bersemangat sekali, ya," kata Gladius setelah berdiri di samping Zero. 


"Tentu saja. Ini akan menjadi bagian penutup cerita yang menarik di pertempuran terakhir ini." Zero tampak tak gentar sedikitpun dengan makhluk itu. 


Gladius yang melihat itu penasaran bagaimana cara Zero mengatasi tiga binatang jahanam itu kali ini. 


'Meski aku bisa mengatasi tiga binatang jahanam ini sendiri, itu akan membutuhkan waktu yang lama. Sampai malam pun sepertinya ini tidak akan selesai. Terkecuali jika aku bisa mengeluarkan semua kekuatanku sekarang. Tapi, apa benar aku harus mengeluarkannya sekarang...' Zero berpikir jika dia mengeluarkan semua kekuatannya sekarang akan timbul masalah lain yang merepotkan. 


Michael yang semula berada di tempat beristirahat dengan cepat berdiri di samping Zero sambil menguap. 


"Padahal kukira semuanya sudah selesai. Tapi kelihatannya pekerjaanku sekarang malah semakin berat," kata Michael dengan nada malas. 

__ADS_1


"Kau berkata seolah-olah kau sudah melakukan pekerjaan dari pagi sampai malam. Padahal sejak tadi kau hanya diam di tempat itu." Zero mengomentari Michael yang berkata seperti orang yang sudah bekerja keras. 


"Jangan pikir sejak tadi aku hanya diam menonton saja. Aku juga melakukan pekerjaanku di sini sebagai seorang pengamat. Hasilnya aku sudah melihatnya, kau sejak tadi hanya mengeluarkan dua puluh persen kemampuanmu bukan?" Michael menjelaskan hasil pengamatannya tentang Zero. 


Orang-orang yang berada di sekitar mereka dan tak sengaja mendengarkan pernyataan Michael terkejut. Zero hanya menggunakan dua puluh persen kekuatannya untuk menghabisi monster-monster tingkat tinggi seorang diri? Itu jelas hal yang mengejutkan bagi mereka. 


Seberapa kuat sebenarnya sosok Zero yang tak lain adalah petualang pangkat diamond ini? Kemungkinan itu yang mereka pertanyakan. 


"Ho~ Hebat juga kau bisa mengetahuinya." Zero sedikit terkejut mendengar Michael mampu mengetahui hal itu dengan benar. Kali ini tidak ada alasan lagi untuknya menyembunyikan kekuatannya. 


"Kalau begitu seharusnya tiga monster di depanmu ini masih bisa kau atasi sendiri, kan?" tanya Michael. 


Zero mendengus pelan dan bertanya balik. "Kau yakin menyerahkan mereka semua padaku?" 


Sebelum Michael bisa menjawabnya, beberapa petualang yang tiga di antaranya merupakan petualang pangkat diamond menghampiri mereka. 


"Kita tidak bisa terima. Kita menginginkan salah satunya." Sean dengan cepat memotong jawaban Michael. 


"Benar, kita akan melawan salah satunya." Bobby menimpali yang kemudian diikuti oleh yang lainnya. 


"Seribu?" Mata dan mulut mereka terbelalak mendengar itu. 


"Ya." Zero tersenyum meyakinkan. 


Beberapa petualang yang ingin menghadapi binatang jahanam itu mencoba berdiskusi sejenak dengan yang lain sebelum mengambil keputusan. 


"Kita sudah memutuskannya. Mau seberapa kuat pun makhluk itu, kita akan tetap melawannya," kata Bobby mewakili yang lainnya. 


Karena mereka hanya mendapatkan hasil yang kurang memuaskan dari pertempuran tadi kali ini mereka sangat berharap bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari menghabisi monster tingkat destruction itu. 


"Kita boleh kan mengambilnya?"tanya Iris meminta jawaban Zero, berharap Zero mau menyetujuinya. 

__ADS_1


Zero melihat tekad mereka sejenak lalu menjawab dengan senyuman meremehkan. "Lakukan jika kalian bisa, tapi jangan sampai mati, ok," pesannya. 


Mendengar Zero menyetujuinya, mereka segera bergegas pergi dari tempat itu dan bersiap menghadapi salah satu binatang jahanam yang ada di sana. 


"Lalu, bagaimana denganmu? Apa kau dan pasukanmu ingin ikut mencobanya juga?" Zero beralih pada Michael, mencari tahu keinginannya. 


"Mencobanya, ya…" Michael berhenti sesaat untuk melihat binatang jahanam itu dan melanjutkan, "Hemm...kurasa tidak ada salahnya juga mencobanya. Kebetulan dari tadi aku belum sempat berolahraga..." Michael memutuskan untuk mencoba melawan salah satunya. 


"Kau terlihat sangat yakin bisa mengalahkannya," kata Zero sambil terkekeh seperti meremehkan. 


Michael tidak menjawab perkataan Zero. Dia hanya tersenyum tipis dan melangkah ke arah pasukannya sambil melambaikan satu tangannya. 


"Kau bisa menyerahkan beruang es itu padaku," kata Michael memberitahukan jenis binatang jahanam yang ingin dia hadapi. 


Zero tidak mempermasalahkan jika mereka ingin menghadapi dua binatang jahanam yang lain. Dia ingin melihat seberapa sanggup mereka menghadapinya. 


Selain itu, dengan mereka menghadapi dua binatang jahanam yang lain, dia bisa berfokus untuk menghabisi binatang jahanam yang tersisa dengan leluasa sebelum beralih menghabisi binatang jahanam lainnya yang sudah dilemahkan oleh mereka. Ini merupakan cara yang cemerlang untuk menghabisi semua binatang jahanam itu dengan cepat. 


"Gladius, kau ingin ikut membantuku melawannya juga?" tanya Zero. 


Gladius menggeleng pelan. "Tidak perlu, Tuan. Saya yakin Tuan bisa mengalahkannya meski tanpa diriku. Saya lebih baik mengumpulkan semua inti monster milik Tuan yang belum saya kumpulkan tadi supaya tidak diambil oleh orang lain," jelas Gladius menolak ajakan Zero. 


"Baiklah, kalau begitu lakukan pekerjaanmu dengan baik." Zero melangkah pergi meninggalkan Gladius. 


"Serahkan padaku." Gladius membungkukkan setengah badannya hormat. 


Zero berjalan menuju salah satu binatang jahanam yang menjadi bagiannya yang saat ini sedang bergerak menyerang orang-orang di sekitarnya. 


Perlahan-lahan penampilan Zero berubah menjadi serba hitam dari atas rambut hingga ujung kaki. 


Perubahan penampilannya itu diikuti oleh kemunculan dua sayap hitam transparan di punggungnya yang memperlihatkan kalau dirinya kini telah masuk ke dalam mode Spriggan-nya untuk menghadapi binatang jahanam berupa kelabang hitam yang bisa melayang di udara. 

__ADS_1


Selanjutnya Zero mengeluarkan sebuah busur panah hitamnya dan melesat ke arah binatang jahanam itu berada. 


"Bersiaplah..."


__ADS_2