
Sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini, saya harap kalian mau menyempatkan diri untuk like atau komen setelah membaca agar penulis semakin bersemangat lagi membuat cerita ini.
Terima kasih dan selamat membaca
______________________________
Akira bersama Charla keluar dari zona kuning saat matahari sudah bersiap pulang ke peraduan. Tempatnya masih berada di dalam hutan, dan mereka berdua kini sedang mencari tempat beristirahat yang aman dari gangguan.
"Kita istirahat disini saja. " Akira merebahkan tubuhnya di salah satu pohon.
"Baik." Charla ikut merebahkan tubuhnya di samping pohon lain yang tidak jauh dari Akira.
Beberapa menit mereka terdiam, perut mereka berdua serempak mengeluarkan bunyi memecah keheningan.
Segera Akira menyuruh Sistem untuk membuka menu inventory-nya dan mengeluarkan makanan pokoknya disana.
Charla yang melihat aksi Akira yang bisa mengeluarkan sesuatu dari ruang kosong terkejut sekaligus terpana, "Sihir spatial!"
"Kenapa? Apa kau baru melihatnya?" Akira menanggapi reaksi Charla.
"I-iya. Setahuku sihir seperti itu hanya bisa dilakukan oleh seorang Magic General, " jelasnya terkagum-kagum.
Akira menghentikan aktivitasnya merasa penasaran dengan penjelasan Charla. Dia lantas bertanya, "Magic General? Apa itu?"
"Kenapa kau tidak mengetahuinya?" Charla balik bertanya sambil berkerut dahi, merasa aneh saat tahu Akira tidak mengetahuinya.
"Aku malah baru mendengarnya. Coba jelaskan, apa itu?" Akira menatap Charla, menunggu jawabannya.
"Boleh. Tapi sebelum itu...apa aku boleh mengisi perutku dulu?" tanya Charla malu-malu sambil mengelus pipi dengan telunjuknya.
Akira menghela nafas, "Baiklah. Setelah ini kau harus memberikan semua informasi yang kau ketahui di dunia asalmu," kata Akira yang kemudian dibalas anggukan Charla.
"Jadi, kau mau makan apa?" tanya Akira.
"Apa saja boleh," jawab Charla seadanya.
Akira mengelus dagunya mengamati Charla,"Hm...Kau seorang kelinci...itu berarti..."
Akira kemudian menyuruh sistem membuka menu store-nya, disana dia membeli beberapa wortel besar nan segar seperti baru diangkat dari tunasnya.
"Kemarilah." Akira lalu menyuruh Charla untuk mendekat. Charla mengangguk menurut dan duduk di samping Akira.
"Kau seorang kelinci, itu berarti makanan pokokmu adalah sayuran, dan sayuran favorit kelinci pastinya wortel." Akira menjelaskan sambil menyerahkan satu wortel pada Charla.
Charla terlihat ragu menerimanya,"Aku memang suka wortel, tapi aku tidak suka makan wortel mentah," kata Charla tersenyum canggung sambil mengelus pipi dengan telunjuknya.
"Oh, kalau begitu…" Akira kemudian beralih membeli satu mangkuk sup berukuran besar yang berisi beraneka sayuran dengan kuah yang kental. Sup yang Akira beli mengeluarkan uap panas seperti baru diseduh, dan aroma yang keluar sangat menggugah selera.
"Bagaimana bisa…" Charla yang melihat hal itu tidak bisa tidak terkejut karena setahunya sihir spatial yang Akira perlihatkan tidak seperti yang dia kenal.
"Sudah jangan banyak tanya, cepat makan saja..." Akira menyerahkan sup yang masih hangat itu pada Charla beserta dengan sendoknya.
"Baik." Charla mengangguk lalu mengambilnya.
Setelah itu mereka berdua mulai mengisi perutnya.
"Enak!" ucap Charla terlihat senang saat mencicipi kuah kental dari sup itu. Dia pun lalu makan sup itu dengan lahap. Sementara Akira hanya tersenyum tipis melihatnya selagi mengunyah makanannya juga.
Hingga beberapa menit berselang, mereka akhirnya selesai mengisi perutnya.
Selesai mengisi perut, Akira tidak lupa mengkonsumsi potion peningkat tubuhnya kembali sebab efek sebelumnya telah hilang.
"Apa kau sudah kenyang?" tanya Akira yang segera dibalas anggukan puas Charla sambil tersenyum.
"Anu~ Sebelum menjelaskannya, apa aku boleh tahu namamu dulu?" tanya Charla ragu-ragu.
"Ah iya, aku lupa. Kau bisa memanggilku Akira." Akira memperkenalkan diri.
__ADS_1
"Um...apa Akira-san juga sebelumnya sudah mati?" tanya Charla hati-hati.
"Begitulah... " jawab Akira datar.
"Akira-san benar tidak tahu siapa itu Magic general?"
"Ya."
"Itu berarti Akira-san bukan berasal dari duniaku?" tanya Charla berdasar pernyataan yang dia dengar.
Sebagai jawaban, Akira hanya mengangguk pelan.
"Pantas saja…" Charla mengangguk-angguk memahami.
"Aku akan menjelaskan apa itu Magic General, tapi pertama-tama aku akan menjelaskan dulu seperti apa duniaku..."
Charla bersiap menjelaskan. Akira sudah memasang telinga sejak tadi dan bersiap menangkap segala informasi yang Charla berikan.
"Di duniaku, sihir ada segalanya…"
Charla mulai menjelaskan, di dunianya sihir adalah segalanya. Hanya 60% dari semua orang di dunianya yang terlahir mempunyai sihir. Mereka yang memiliki sihir bisa dikategorikan termasuk orang-orang yang beruntung. Sementara Charla bisa dikatakan tidak beruntung karena tidak termasuk diantara ke 60% itu.
Seseorang yang mempunyai energi sihir di dalam tubuhnya bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang layak atau mempermudah pekerjaan apapun.
Contoh kecilnya seperti seorang petani yang memerlukan air untuk menyuburkan tanamannya, jika mereka bisa menggunakan sihir air maka mereka bisa bertani dimanapun tanpa takut kekurangan pasokan air. Begitupun dengan pekerjaan lainnya.
Di dunianya, mereka-mereka yang mahir menggunakan sihir biasa disebut sebagai penyihir. Sedangkan penyihir terbagi ke dalam beberapa tingkatan berdasarkan kekuatannya, diantaranya yaitu:
-Penyihir kelas 3
-Penyihir kelas 2
-Penyihir kelas 1
Ketika seseorang berada di atas tingkatan tersebut, maka sebutannya juga akan berbeda lagi, diantaranya:
-Magic General
-Magic Emperor
-The Magic of God.
Dan yang terakhir, Charla menjelaskan para penyihir terbagi ke dalam beberapa tipe, diantanya yang dia ketahui yaitu:
-Magicians
-Warrior
-Tank
-Swordman
-Archer
-Support
-Alchemist
-Monk
-Necromancer.
"Hanya itu yang kutahu..." Charla menutup penjelasannya.
"Ini sudah lebih dari cukup. Kau ternyata mempunyai wawasan yang luas, Charla." Akira memuji.
"Tidak juga. Kebetulan saja dulu aku adalah seorang pengajar di desaku." Charla tersenyum mendengar pujian dari Akira.
__ADS_1
"Begitu."
"Menurut perkataanmu sebelumnya, aku adalah seorang Magic General, ya..."
"Iya. Tapi aku tidak mengetahui pasti apa tipemu."
"Apa di duniamu banyak orang sepertiku?"
"Um...aku tidak terlalu mengenali dunia luar, tapi menurut perkiraanku pasti banyak."
Akira tidak lagi melontarkan pertanyaan. Dia mencerna penjelasan Charla lebih dalam.
'Sepertinya suatu saat aku akan bertemu dengan orang-orang merepotkan, ' pikir Akira sebelum pandangannya beralih ke panel di sampingnya.
{75/100}
'Dari keempat orang tadi yang sudah mati setelah beberapa jam berlalu ternyata hanya bertambah dua orang saja,' pikir Akira saat melihat panel tersebut.
"Waktu yang akan kuhabiskan di tempat ini sepertinya akan sangat lama," gumam Akira menyadari ketika melihat waktu dari misi yang tersisa.
Akira lalu membuka panel map untuk mengamati situasinya sekarang. Terlihat dari map itu sebagian sudah berubah menjadi warna merah, serta warna kuning terus berpindah-pindah ke segala tempat. Sementara tempat Akira sekarang berada di zona putih.
'Mereka sekarang pasti sedang beristirahat, ' terka Akira.
"Apa yang sedang Akira-san lakukan? " tanya Charla merasa heran saat melihat Akira menyentuh-nyentuh ruang kosong.
"Bukan apa-apa." Akira mengibaskan tangannya.
"Charla, apa yang kau pikirkan dengan situasimu sekarang?" Akira kembali bertanya.
"Sebenarnya aku juga tidak terlalu mengerti. Di satu sisi sebelumnya aku mengira setelah aku mati, aku akan berada di alam yang seharusnya. Namun disisi lain ketika aku membuka mataku lagi, aku berpikir bahwa aku telah dihidupkan kembali. Tapi sayangnya ketika melihat tempat ini, aku berpikir sepertinya ini bukan dunia asalku, bukan juga duniaku yang seharusnya.
Aku benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi padaku saat ini dan apa yang akan terjadi selanjutnya, " jelas Charla. Tampak ada jejak-jejak kesedihan di wajahnya meskipun dia mencoba tetap tersenyum.
Akira memahami penjelasan Charla karena penjelasannya hampir serupa dengan penjelasan yang dia dengar dari Kakek Ryu sebelum dirinya berada disini.
Akira menghela nafas panjang lalu bangkit dari posisinya dan berjalan ke salah satu tempat.
"Hari sudah gelap. kita akan bermalam disini, " kata Akira saat sejenak melihat langit di atasnya.
Akira mengeluarkan dua buah kapsul dari kantong ajaibnya dan melemparkannya ke salah satu tempat, seketika sebuah tenda berukuran sedang berdiri kokoh disana bersama api ungun kecil yang cukup berguna sebagai penerangan ketika malam tiba.
Charla yang melihat aksi Akira dari kejauhan hanya bisa membuka mulutnya dengan mata melebar tidak percaya. Dia segera berdiri dan berjalan mendekati Akira.
"Akira-san, yang barusan itu apa? Apa itu salah satu sihirmu?" tanya Charla penasaran.
"Ya. Kurang lebih begitu, " jawab Akira berbohong, tidak ingin menjelaskannya panjang lebar.
"Aegis..." Akira menggunakan salah satu skill pelindungnya untuk melindungi tempat tersebut dari berbagai gangguan yang bisa datang secara tiba-tiba.
"Kau tunggu saja disini. Di tempat ini terlalu bahaya. Aku ingin melihat-lihat keadaan sekitar, " titah Akira.
"Kalau begitu aku ikut!" pinta Charla segera.
"Tidak perlu. Akan sangat merepotkan kalau kau ikut. Lagian aku tidak akan terlalu lama," tolak Akira sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Tapi..."
"Tidak perlu takut. Kupastikan kau akan aman berada disini."
Charla sejenak ragu, namun ketika mengingat kejadian yang mengerikan sebelumnya pada saat bersama Akira akhirnya dia terpaksa menurut. Dia lalu memasuki tenda tersebut.
"Kalau begitu hati-hati..."
Akira mengangguk sebelum seketika menghilang dari pandangan Charla.
"Sekarang waktu yang cocok untuk leveling..." ucap Akira tersenyum sambil melihat map dan menemukan banyak sekali zona kuning di dekatnya. Dia meloncati dahan satu ke dahan lainnya dengan cepat menuju ke salah satu tempat.
__ADS_1