Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Gelombang Monster Tiba


__ADS_3

Ada sebuah tempat yang tidak dapat ditinggali oleh manusia maupun makhluk fana lainnya. Tempatnya kelam, tanahnya gersang, dan tidak ada tumbuhan selain tulang belulang yang berserakan di segala tempat. 


Nama tempat tersebut adalah Benua Hitam. 


Benua Hitam merupakan tempat tinggalnya bangsa iblis dunia atas. Selama ribuan tahun, mereka terkurung di tempat itu dan terisolasi dari dunia luar. 


Alasan mengapa bangsa iblis bisa terkurung di tempat itu yaitu karena di masa lalunya mereka kalah perang melawan seluruh ras yang ada di dunia. Jiwa dan raga mereka disegel di suatu tempat bernama Benua Hitam oleh sepuluh orang pilihan dewa yang saat itu diberi kekuatan untuk menghapus seluruh bangsa iblis di muka bumi. 


Awalnya ketiadaan bangsa iblis saat itu berhasil menghilangkan kecemasan dan rasa takut yang dirasakan oleh setiap makhluk. Namun beberapa tahun kemudian, bangsa iblis kembali meneror seluruh ras yang ada di muka bumi dengan mengirimkan ribuan monster untuk menghancurkan mereka yang telah membuat bangsa iblis terkurung di tempat itu. 


Hingga saat ini, peristiwa yang terjadi dua tahun sekali itu dikenal oleh semua orang sebagai gelombang monster. 


Satu bulan yang lalu, di suatu tempat di Benua Hitam, pemimpin bangsa iblis yang tidak lain adalah Lucifer tampak sedang berjalan bersama Thamuz sambil mengamati lautan monster yang terhampar di sekelilingnya. 


Monster-monster itu sebentar lagi akan dikirim ke suatu tempat melalui sebuah portal besar yang saat ini sedang dibuka oleh beberapa petinggi bangsa iblis. 


Lucifer dan Thamuz saat ini sedang mengunjungi laboratorium tempat di mana monster-monster itu diciptakan. 


Di sana banyak peralatan serta perlengkapan khusus untuk menciptakan monster buatan. Tak lupa juga dengan para iblisnya yang ditugaskan untuk menciptakan monster buatan di tempat itu. 


"Meskipun tempat ini sangat menjijikan bagi kita, tetapi di dalam tempat ini terdapat banyak sumber daya yang bisa kita manfaatkan untuk membalas perbuatan mereka."


Apa yang dikatakan oleh Lucifer memang benar. Di dalam tempat itu tersimpan sumber daya yang begitu besar sehingga mereka mampu menciptakan puluhan ribu monster setiap tahunnya. 


"Jadi seperti ini proses monster buatan itu tercipta." Thamuz mengamati bagaimana proses pembuatan monster di tempat itu. 


Monster-monster itu diciptakan melalui sebuah lacrima yang diisi oleh benih monster dengan berbagai macam jenis yang kemudian dikembangkan di dalam sebuah tabung. 


Saat lacrima yang diisi oleh benih monster itu tumbuh hingga berubah menjadi monster sungguhan, monster itu kemudian ditempatkan di sebuah tempat sebelum akhirnya diikut sertakan dalam tradisi tahunan mereka. 


Bagi bangsa iblis, gelombang monster merupakan tradisi tahunan yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. 

__ADS_1


"Bolehkah hamba bertanya, Yang Mulia?" Thamuz meminta izin untuk bertanya. 


"Tentu, tanyakan saja. Apa yang ingin kau tanyakan?" Lucifer memperbolehkannya. 


"Sebelumnya Yang Mulia pernah memberitahukan padaku jika inti monster yang ada di dalam monster buatan ini bisa meningkatkan kemampuan makhluk yang ada di luar sana. Pertanyaannya mengapa kita melakukan hal itu? Bukankah itu malah akan mempersulit kita nanti?" tanya Thamuz penasaran. 


"Ternyata itu yang ingin kau tanyakan." Lucifer terkekeh sebentar dan melanjutkan, "Yang kau katakan tepat sekali. Jika kita terus melakukan ini kemungkinan itu hanya akan merugikan kita. Namun di sisi lain, aku mempunyai tiga alasan yang juga menguntungkan kita," jelas Lucifer begitu yakin dengan tiga alasan yang menguntungkan tersebut. 


"Kalau boleh tahu apa itu, Yang Mulia?" Thamuz masih belum mengerti


Lucifer kembali melanjutkan,"Alasan pertama tentu saja untuk membuat semua makhluk yang ada di luar sana tetap mengingat keberadaan kita. Dengan kita terus memberikan teror pada mereka setiap dua kali setahun, mereka akan tahu kalau suatu saat ancaman besar yang pernah terjadi di masa lalu akan terulang kembali. Dan itu akan membuat mereka dihantui oleh rasa takut dan kecemasan." Alasan pertama yang Lucifer jelaskan terdengar meyakinkan. 


"Alasan kedua. Ketika kita terus memberikan sumber daya kekuatan pada mereka, kemungkinan orang kuat yang ada di luar sana akan semakin bertambah banyak." Lucifer mencari tahu apakah Thamuz mengerti maksud dari perkataannya. 


"Aku masih belum paham untuk alasan yang kedua ini, Yang Mulia. Kenapa itu bisa menguntungkan kita?" tanya Thamuz. 


Lucifer tertawa pelan mengetahui Thamuz ternyata tidak mengerti. Dia pun menjelaskan, "Semakin banyak orang kuat di luar sana semakin banyak permusuhan yang terjadi di antara mereka. Apa kau masih tidak mengerti maksud dari perkataanku ini, Thamuz?" 


Thamuz merenung sejenak memikirkan maksud dari perkataan Lucifer hingga lima menit kemudian dia pun mengerti. 


"Benar, kekacauan yang terjadi di antara mereka merupakan keuntungan bagi kita." Lucifer menyeringai lebar, membayangkan bagaimana orang-orang di luar sana saling menjatuhkan satu sama lain. 


"Yang Mulia memang hebat. Aku terlalu bodoh sampai baru menyadarinya sekarang." Thamuz memuji sekaligus memaki kebodohannya. 


 "Lalu alasan yang ketiga?" Thamuz ingin mengetahui alasan yang terakhir. 


Lucifer terkekeh pelan sebelum sesaat berikutnya tertawa lantang. "Tentu saja agar kita bisa menikmati peperangan melawan mereka nanti. Jika orang-orang kuat di luar sana hanya sedikit, peperangannya akan jadi kurang menarik bukan?"


Thamuz ikut tertawa mendengar alasannya. Dia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Lucifer. Peperangan tidak akan menarik jika lawannya terlalu lemah. 


"Sebentar lagi kita akan memulai tradisi tahunan kita," kata Lucifer sambil melangkah keluar dari tempat itu. 

__ADS_1


"Ikuti aku. Aku ingin menunjukkan padamu sesuatu yang berbeda di tradisi tahunan kita kali ini." Lucifer mengajak Thamuz untuk ikut dengannya ke suatu tempat.


Di tempat yang kali ini Lucifer tunjukkan berbeda dengan tempat-tempat yang sebelumnya Thamuz kunjungi. 


"Ini…" Thamuz tidak bisa berkata apa-apa saat menyaksikan apa yang ada di hadapannya saat ini. 


"Maaf, Yang Mulia. Apa yang ada di depanku saat ini nyata?" Thamuz meragukan penglihatannya.


Lucifer terkekeh kemudian tertawa keras. "Kau pikir yang ada di depanmu ini ilusi?"


Thamuz tentunya tidak dapat percaya begitu saja setelah mengetahui apa yang ada di depan matanya saat ini ternyata ratusan binatang jahanam yang sangat langka. Bahkan di dunianya sebelumnya saja dia jarang sekali melihat ada makhluk seperti ini.


"Ya, benar sekali. Yang ada di depan matamu saat ini adalah lima ratus binatang jahanam yang selama ribuan tahun ini berhasil kita ciptakan!" Lucifer berkata dengan penuh kebanggaan karena memang itu merupakan suatu prestasi yang menakjubkan.


Kekuatan satu binatang jahanam saja sudah setara dengan seratus monster tingkat Ancient. Kekuatannya tersebut mampu menghancurkan satu kota besar hanya dalam semalam. Tidak sedikitpun terbayangkan oleh Thamuz jika ternyata di tempat itu ada lima ratus binatang jahanam.


Ratusan binatang jahanam dengan berbagai macam jenis itu ditempatkan di sebuah lapangan yang sangat luas. Masing-masing binatang jahanam dikurung oleh kurungan sihir yang dibuat oleh para petinggi bangsa iblis.


"Apa kita akan mengirimkan semua binatang jahanam ini?" tanya Thamuz.


"Bodoh, tentu saja tidak. Jika kita mengirimkan semuanya sekarang tentunya semua makhluk yang ada di luar sana akan musnah. Aku tidak ingin mereka musnah secepat itu, terlebih hanya oleh mainan kita. Lagi pula jika mereka musnah sekarang, kita tidak bisa membalaskan dendam kita secara langsung." Lucifer menjelaskan sambil bersikap layaknya seorang pemimpin yang menanggung dendam seluruh bangsanya.


"Kita akan mengirim sepuluh binatang jahanam di tradisi tahunan kita kali ini. Aku ingin tahu bagaimana reaksi mereka saat mengetahui kalau kita mempunyai senjata yang jauh lebih menakutkan dari monster-monster yang biasa kita kirimkan." Lucifer tertawa di ujung kalimatnya.


Thamuz tersenyum puas mendengarnya dan merasa dirinya memang tidak salah pilih untuk tinggal di dunia atas. Dia jadi tidak sabar ingin segera keluar dari tempat itu.


Setelah semua persiapan tradisi tahunan itu siap, Lucifer dan Thamuz kembali ke tempat di mana para monster dan binatang jahanam dikumpulkan untuk dikirim ke dunia luar.


Semua bangsa iblis tampak sudah berkumpul di tempat itu untuk merayakan tradisi tahunan mereka.


Setelah Lucifer memberikan pidato singkat pada semua iblis yang berkumpul di sana, tradisi tahunan itu pun dimulai. Semua monster dan binatang jahanam dikirim melalui portal yang sudah di buat oleh beberapa petinggi bangsa iblis.

__ADS_1


Proses pengiriman semua monster dan binatang jahanam ke dunia luar setidaknya membutuhkan waktu yang cukup panjang.


Peristiwa ini terjadi satu bulan yang lalu sebelum hari di mana gelombang monster yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba.


__ADS_2