Heroes From Hell (With The System)

Heroes From Hell (With The System)
Gelombang Monster VI


__ADS_3

Kota Buldovia merupakan salah satu kota besar di kerajaan Blue Diamond. Setiap kali gelombang monster terjadi, kota itu sering menjadi titik di mana monster-monster tingkat tinggi akan muncul. Oleh karena itu, di gelombang monster kali ini kota Buldovia akan dijaga oleh orang-orang yang mampu menghadapi monster-monster setingkat itu. 


"Bukankah ada empat petualang pangkat diamond yang diminta untuk menjaga kota ini? Lalu di mana satu lagi?" tanya seseorang dari asosiasi guild petualang yang bertugas mengamati jalannya pertempuran selama gelombang monster terjadi. 


Petugas itu sedang mencatat petualang-petualang yang ikut andil dalam pertempuran gelombang monster di kota itu sebagai bukti ketika nanti mereka berhasil menyelesaikan quest tersebut. 


"Entahlah, aku pun tidak tahu. Padahal dia sudah menandatangani persyaratan kalau dia akan datang membantu kota ini apapun yang terjadi," jawab salah satu rekannya tampak tidak peduli dengan ketidakhadiran petualang tersebut. 


"Bagaimana menurutmu situasi mereka kali ini?" Petugas itu meminta pendapat rekannya yang sejak tadi mengamati jalannya pertempuran. 


"Kelihatannya mereka masih bisa mengatasi para monster itu. Ketiga petualang pangkat diamond di sana saja bahkan tidak sampai berkeringat setelah menghabisi ratusan monster tingkat high-grade yang bermunculan di sekelilingnya. Ya, tidak heran mengingat ini masih masa permulaan." Rekannya memberikan pendapatnya. Meski suaranya terdengar malas, tetapi dia menjabarkan semua hasil pengamatannya. 


"Memang benar. Seharusnya mereka masih bisa mengatasi masa ini."


Seperti yang dikatakan oleh petugas itu, gelombang monster yang terjadi di kota tersebut masih pada tahap masa permulaan, sedangkan dalam gelombang monster terdapat tiga masa. 


Pertama masa permulaan. Di masa ini monster-monster yang dihadapi tidak terlalu sulit, semuanya tergantung dari seberapa besar titik merah yang muncul dalam hasil pengamatan ahli nujum. Jika titik merah yang muncul di tempat itu besar, kemungkinan pada masa permulaan monster yang akan dihadapi berada di tingkat low-grade sampai high-grade. 


Itupun berlaku jika titik merahnya kecil, kemungkinan monster yang dihadapi tidak sampai di tingkat high-grade. 


Sementara pada masa selanjutnya yaitu masa pertengahan, monster yang dihadapi naik tingkat dari middle-grade sampai highest-grade


Kemudian yang terakhir yaitu masa penghabisan. Di masa ini monster-monster yang dihadapi akan semakin sulit, baik titik merah di tempat itu kecil apalagi besar. 


Rata-rata monster yang muncul di masa ini berada di tingkat antara high-grade sampai Ancient. 


"Pertempuran ini sudah berlangsung selama dua jam. Tinggal satu jam lagi sampai akhirnya masa permulaan ini selesai," kata petugas itu setelah menghitung waktu berlangsungnya pertempuran yang terjadi di depannya. 


Setiap masa dalam gelombang monster memiliki durasi yang berbeda-beda. Masa permulaan akan berlangsung selama tiga jam. Selama tiga jam itu, monster-monster akan terus bermunculan ke permukaan. 


Sementara di masa pertengahan hanya berlangsung selama dua jam dan yang terakhir masa penghabisan akan berlangsung selama satu jam. 


Setiap transisi dari masa satu ke masa lain mempunyai jeda waktu sebanyak satu jam.

__ADS_1


Satu jam ini merupakan waktu di mana mereka yang sudah bertempur bisa beristirahat. Meski terlalu singkat ini cukup untuk memulihkan tenaga mereka 


Akhirnya satu jam pun berlalu. Para monster kini tidak ada lagi yang bermunculan dan semuanya sudah musnah dari tempat itu. 


"Ah...Melelahkan sekali…"


Semua orang yang sebelumnya bertempur (baik petualang maupun pasukan militer kerajaan) beristirahat untuk memulihkan tenaganya sebelum kembali bersiap menghadapi masa selanjutnya. 


Mereka beristirahat di dalam sihir rune yang yang sudah tersedia tempat untuk merilekskan tubuh mereka yang letih. 


Selain beristirahat ada juga dari mereka yang sibuk mengumpulkan inti monster dari monster yang sudah mereka kalahkan namun tidak sempat mereka kumpulkan. 


"Inti monster yang ada di sekitaran tempat ini milik kita sialan! Jangan mengambilnya!" teriak salah satu ketua party petualang tampak kesal melihat party lain tanpa izin mengambil inti monster di wilayah pertempurannya tadi. Beberapa anggotanya pun tampak kesal melihat party tersebut. 


"Berhenti mengaku-ngaku kalau ini milik kalian. Jelas-jelas inti monster yang ada di sini adalah monster-monster yang sebelumnya kita kalahkan." Ketua party itu berkata dingin, tidak terima dengan pengakuan ketua party yang berteriak padanya. 


"Hah? Monster-monster yang kalian kalahkan? Kalian ingin mati atau apa? Sudah jelas tempat ini tadi menjadi tempat arena pertempuran kita!" Ketua party itu tak mau kalah. Anggotanya pun ikut membelanya. 


"Dasar bodoh. Hanya karena inti monster ini berada di wilayah kalian bukan berarti ini milik kalian. Dan seharusnya aku yang bertanya, kalian memilih pergi ke kuburan atau rumah sakit?" kata ketua party itu sinis sambil mengangkat kedua tangannya menyuruh mereka untuk memilih antara tangan kanan atau kiri. Yang pasti keduanya bukanlah pilihan yang baik. 


"Hei, apa tidak ada orang yang ingin menghentikan mereka?"


"Tidak, ah. Aku sudah lelah. Biarlah mereka mengatasi masalah mereka sendiri."


"Setidaknya ini bisa menjadi tontonan yang menarik untuk melepas rasa penat kita."


"Benar juga. Lagi pula pemandangan seperti ini sudah sering terjadi setiap kali gelombang monster."


Sebagian orang yang ada di tempat itu tidak ada yang peduli dan menganggap pertikaian mereka adalah suatu hal yang biasa. 


Menurut mereka tidak ada yang salah dari kedua party itu karena yang salah adalah orang yang sebelumnya tidak cekatan mengambil inti monster dari monster yang sudah dihabisinya tadi. 


Pertikaian mereka masih berlanjut sampai akhirnya dihentikan oleh salah satu petualang pangkat diamond yang berpartisipasi dalam gelombang monster di kota itu. 

__ADS_1


"Oi, jika kalian masih ingin bertikai seperti ini akan kubunuh kalian sekarang juga," kata petualang pangkat diamond yang mempunyai badan tinggi dan kekar dan membawa palu besar di pundaknya. Suara dan tatapannya mengintimidasi kedua party yang bertikai. 


"B-Baik kita akan berhenti!"


"Benar, ambil saja ini untukmu! Kami tidak lagi membutuhkannya!"


Kedua party itu buru-buru bubar setelah melihat kemunculan petualang itu. Tentu saja mereka bubar karena mereka mengetahui petualang pangkat diamond barusan itu bukanlah sosok yang bisa diajak bicara. 


"Keputusan mereka untuk kabur sudah sangat tepat karena sekali saja orang itu kesal dan menghentakkan palunya, mereka saat itu juga hanya akan tinggal nama." Petualang diamond lain yang merupakan seorang perempuan berkomentar dengan senyuman sedikit lebar, menganggap apa yang terjadi barusan adalah sesuatu yang lucu. 


"Hei! Apa tidak ada yang ingin mengambil semua inti monster ini? Sayang sekali bukan jika hanya digeletakkan di sini? " Petualang diamond itu bertanya pada orang-orang yang tengah beristirahat. 


Tidak ada satupun dari mereka yang maju untuk mengambil inti monster yang bergeletakan di sana. Mereka sepertinya sudah sepakat untuk tidak macam-macam dengan petualang itu. 


Namun di antara mereka hanya ada satu orang laki-laki yang berani bermain-main dengan petualang itu. Orang itu kini tiba-tiba muncul di hadapannya sambil berjongkok dan tersenyum seperti anak kecil. 


"Ada apa, Bob? Kau yakin tidak ingin mengambilnya? Sayang sekali, loh. Setidaknya ini bisa sedikit meningkatkan kekuatanmu atau bisa kau jadikan uang untuk bersenang-senang," kata laki-laki berusia delapan belas tahunan itu yang juga merupakan seorang petualang pangkat diamond. 


"Aku tidak bisa mengambil apa yang bukan hakku," tegas Bobby, sosok petualang berbadan raksasa itu. Dari perkataannya barusan dia terlihat seperti orang yang mempunyai keadilan dan wibawa yang tinggi. 


"Kalau begitu biar aku saja yang mengambilnya, tidak apa-apa, kan?" tanya Sean, sosok laki-laki yang berjongkok di depan Bobby. 


"Ya, ambil saja. Lagian tidak ada orang yang ingin mengambilnya." Bobby mempersilakan sambil melangkah meninggalkan tempatnya barusan berdiri, mengabaikan Sean yang tersenyum senang karena mendapatkan rezeki gratis. 


"Terima kasih, Bob. Kau memang yang terbaik… " Sean dengan segera mengumpulkan semua inti monster itu sambil bersiul menikmati rezeki gratis di sekelilingnya. 


Orang-orang di sana hanya bisa melihat apa yang kedua petualang itu lakukan tanpa ingin ikut campur, sebab mereka tidak ingin mencari masalah dengan orang seperti itu. 


Sekalipun mereka tidak suka dengan orang-orang seperti itu, mereka hanya bisa meluapkannya dalam hati. 


Contohnya kedua party yang sebelumnya bertikai gara-gara inti monster itu. Kini mereka hanya bisa mengumpat dalam hati dan meratapi inti monster itu diambil alih oleh orang lain. 


Semua yang ada di kota itu sepakat bahwa ketiga petualang pangkat diamond yang ada di kota itu merupakan sosok yang tidak boleh sekalipun mereka singgung. 

__ADS_1


Namun, mereka belum tahu saja kalau ada satu sosok petualang pangkat diamond lain di kota itu yang juga tidak boleh mereka singgung. 


Kini sosok yang dimaksud sedang terbang bersama bawahannya menuju tempat pertempuran yang sebentar lagi akan kembali dimulai. 


__ADS_2