
Viona sudah menebak situasi seperti ini akan terjadi, tetapi dia tidak pernah mengira jika semuanya akan terjadi secepat ini.
Seluruh tubuh viona kini membeku, perasaannya tiba-tiba menjadi sulit diartikan, matanya yang terbelalak tak mampu berkedip saat menyaksikan dengan jelas wajah pria yang pernah menjadi kekasihnya perlahan berjalan mendekatinya bersama gadis kelinci yang baru kemarin berkenalan dengannya.
Zero sendiri berulang kali memusatkan pandangannya untuk memastikan kalau gadis bangsawan di depannya ini memang sosok yang selama ini dia harapkan.
'Tidak salah lagi, itu pasti kau kan, Yui…' batin Zero merasa yakin saat mengamati raut wajah Viona yang tampak seperti terkejut saat bertemu dengannya. Hal itu sudah cukup bagi Zero untuk mengetahui kalau itu memang dirinya.
'Aku tidak tahu bagaimana caranya kau bisa ada di sini, tapi aku senang bisa bertemu denganmu lagi…' Zero tersenyum penuh arti.
"Takdir memang terkadang menggelikan..." gumam Zero pelan.
"Apa Zero-sama mengatakan sesuatu?" tanya Charla mendengar samar gumaman Zero.
Zero sejenak melemparkan senyumannya pada Charla, "Tidak ada…"
Melalui senyuman yang Zero lemparkan, Charla bisa melihat dengan jelas, Zero seperti senang sekali bertemu dengan Viona. Namun, Charla tidak terlalu mengerti mengapa Zero sebegitu senangnya.
Zero dan Charla berjalan semakin dekat mendekati Viona yang masih mematung dalam posisinya.
"Viona-san!" Charla berlari lebih dulu menghampiri Viona dan langsung menggenggam tangannya sambil tersenyum ceria.
"Cha-Charla…" Viona mengambil kesadarannya kembali, mengalihkan perhatiannya pada Charla.
"Ada apa, Viona-san? Kenapa Viona-san terlihat terkejut seperti ini?" Charla menyadari reaksi terkejut Viona.
"Ah, tidak, kok…" Viona mencoba menutupinya dengan tersenyum.
"Aku tahu! Aku tahu! Viona-san pasti terkejut karena sosok yang ada di belakangku, kan?" Terka Charla.
Charla kemudian berbalik, memperkenalkan Zero di belakang yang tinggal beberapa langkah lagi sampai, "Viona-san, itu dia Zero-sama yang sebelumnya aku ceritakan. Lihat, dia mirip sekali kan dengan pria yang ada di lukisan itu. Viona-san pasti terkejut kan melihatnya." Charla mengenalkan Zero pada Viona dengan antusias.
"I-Iya…" Viona menjadi salah tingkah, tidak tahu harus berkomentar apa. Apalagi saat melihat Zero semakin mendekat.
'Bagaimana ini… apa yang harus aku lakukan...' batin Viona gugup, tidak tahu harus bersikap seperti apa nanti di depan Zero.
'Benar, aku hanya perlu berpura-pura tidak mengenalnya. Aku harus bersikap seperti biasa agar dia tidak curiga kalau ini aku.' Viona mencoba melakukannya.
Zero yang melihat ekspresi Viona yang seperti itu terkekeh kecil dalam hatinya. Dia memaklumi mengapa Viona berekspresi demikian di depannya. Namun, sikap pura-pura yang Viona perlihatkan tidak akan bisa membohongi mata bijak miliknya.
Beberapa langkah kemudian, Zero pun sampai di hadapan Viona. Dengan santai dia mengangkat satu tangannya menyapa dengan diiringi senyuman kecil.
"Yo..."
__ADS_1
Tepat ketika Zero menyapa Viona di depannya, angin halus datang menerpa mereka, menerbangkan rambut Zero dan Viona secara bersamaan. Matahari yang semula bersembunyi di balik awan kini menampakkan sedikit dirinya, menyinari mereka, menciptakan nuansa yang hangat dan penuh arti di tempat itu.
Mungkin terdengar lucu, sepasang kekasih yang dulu dipisahkan oleh yang namanya takdir kini dipertemukan kembali olehnya
Viona terdiam tanpa membalas sapaan Zero, melainkan tertegun memandangi pria di depannya ini dengan perasaan campur aduk. Mata Viona lagi-lagi tidak bisa berkedip saat melihat wajah pria yang ada di depannya ini berbeda dengan yang dia kenal. Namun dia yakin, meskipun wajahnya berbeda, pria di depannya ini masih lah sosok yang sama.
"Hei, kenapa bengong seperti itu? Apa ada yang salah dengan wajahku? Hm...Jangan bilang kau terpukau oleh ketampananku atau mungkin kau langsung jatuh cinta saat pertama kali melihatku. " Zero bersikap narsis, berlagak sok ganteng.
"A-ah, maaf." Viona segera mengambil kesadarannya kembali, membuang muka karena malu.
"Kau boleh saja jatuh cinta padaku, tapi kusarankan untuk mengantri terlebih dahulu karena banyak perempuan di luar sana yang mengantri untuk menjadi pasanganku." Zero melipat kedua tangan di dadanya dengan sedikit senyuman angkuh.
'Benar seperti yang Charla katakan. Dia sekarang berbeda. Dia bukan Akira yang dulu lagi. Aku tidak mengenal Akira yang sekarang.' Viona merasa sifat Zero kini berubah drastis, terlihat seperti orang yang menyebalkan.
'Eh~ Ada apa ini? Ada apa ini?! Apa yang terjadi dengan, Zero-sama? Kenapa dia bersikap seperti itu? Jarang sekali Zero-sama bersikap seperti ini pada perempuan.' Charla di samping Viona kebingungan dengan sikap Zero yang tidak biasa itu. Dia bahkan sampai membelalakan matanya melihat sikapnya tersebut.
Zero tertawa ringan, "Hahaha, jangan diambil hati. Itu semua bohong. Barusan aku hanya bercanda. Aku bukan pria yang seperti itu. Aku juga bukan pria yang suka memainkan perasaan perempuan. Ya... meskipun dulu aku pernah dimainkan satu kali olehnya. " Kalimat terakhir yang Zero ucapkan terdengar sedikit dingin seperti menyiratkan sesuatu.
Viona segera menangkap maksud dari kalimat terakhir tersebut, tetapi dia pura-pura bersikap seolah tidak tahu dan memilih diam karena tidak tahu harus menjawab apa.
'Aneh... Apa ini hanya perasaanku saja. Rasanya mereka seperti sudah saling mengenal.' Charla melihat Zero dan Viona secara bergilir memastikan.
Charla yang mendengarkan perkataan Zero barusan merasa Zero seperti sudah sangat mengenal Viona. Begitu pun dengan Viona yang kini terdiam dan terlihat seperti orang bersalah saat di hadapan Zero.
"Iya." Charla menyahut.
"Apa benar dia yang namanya, Viona?" tanya Zero.
Charla mengangguk, "Iya, Zero-sama, dia orangnya."
Zero mengelus dagunya, mengamati Viona yang masih membuang muka dan enggan menatapnya, "Hm... dia orangnya pemalu ternyata. Kupikir dia orangnya asik dan menarik tapi ternyata dia hanya seorang gadis pemalu, " kata Zero terdengar mengejek.
"Si-Siapa yang kamu sebut pemalu." Viona bereaksi, memutar wajahnya menatap Zero yang tengah tersenyum mengejek. Ekspresinya tampak jengkel.
Zero dan Charla sedikit terkejut melihat reaksi Viona yang tiba-tiba.
"Heh~ Lalu kenapa kau diam saja? Kenapa kau membuang muka seperti itu di depanku? Jelas-jelas kau malu kan bertemu denganku..." Zero menaikkan satu alis dan sudut bibirnya. Kalimat terakhirnya bermaksud menyindir Viona.
"Itu tidak benar!"
"Lantas? Coba jelaskan kenapa kau diam saja seperti ini."
Viona terdiam sejenak sebelum memantapkan diri untuk menjawab, "Aku diam saja karena aku tidak terbiasa berbincang dengan pria. Aku membuang muka di depanmu karena aku tidak suka dengan sikapmu tadi yang narsis dan menyebalkan," jawab Viona masih dengan tampang jengkel
__ADS_1
"Hahaha, jadi begitu, ya. Aku terlihat menyebalkan ya menurutmu.." Zero menanggapinya dengan sedikit tawaan.
"Iya..." Viona membuang muka kembali.
Zero tersenyum kecil. Namun senyumannya mengandung arti yang dalam seolah menyiratkan sesuatu.
"Tapi dari penglihatanku, kau terlihat seperti orang yang pemalu." Zero menggoda Viona kembali.
"Tentu saja tidak," sangkal Viona.
"Pfft..." Zero menutup mulutnya dengan kepalan tangan, mencoba menahan tawa melihat sikap Viona yang terpancing oleh perkataannya, "Kenapa?Sebegitu tidak sukanya kau disebut pemalu. Lucu sekali..." Zero tidak bisa menahan tawanya lagi.
"Tentu saja aku tidak suka karena aku bukan orang yang seperti itu. Sudah berhenti menggodaku, berhenti juga menyebutku pemalu dan berhenti mentertawakanku, " tegas Viona tampak semakin jengkel. Sosok pria di depannya ini benar-benar jauh dengan sosok yang dia kenal.
"Baik, baik, aku akan berhenti menggodamu..." Zero mengerai tawanya lalu diam.
Percakapan singkat barusan memutar kembali kenangan indah yang pernah dia lalui saat bersama Yui. Dia senang bisa bercakap kembali seperti itu dengan orang yang sama.
Charla yang sejak tadi mengamati perdebatan mereka merasa mereka berdua memang seperti sudah saling mengenal satu sama lain. Bahkan mereka tampak memiliki hubungan yang sangat dekat. Namun Charla tidak tahu pasti kebenarannya karena setahunya tidak ada perempuan lain yang dekat dengan Zero selain dirinya dan adiknya.
"Ada apa, Charla?" Zero melihat Charla seperti sedang melamunkan sesuatu.
"Aku tidak tahu, Zero-sama. Aku hanya merasa kalian berdua seperti sudah saling mengenal. Tapi sepertinya itu hanya perasaanku saja," jelas Charla tersenyum ringan.
Zero dan Viona saling melemparkan pandangan sejenak sebelum mengalihkan perhatiannya pada Charla.
"Mungkin itu hanya perasaanmu, Charla. Aku sama sekali tidak mengenalnya. Ini baru pertama kalinya aku bertemu dengannya." Zero belum bisa memberitahukan kebenarannya pada Charla.
"Benar, Charla. Meski dia mirip dengan pria yang ada di gambar itu, tapi aku sama sekali tidak mengenalnya. Aku juga baru pertama kali ini bertemu dengannya," jelas Viona terpaksa berbohong. Dia meminta maaf pada Charla dalam hatinya.
'Kau juga tidak ingin mengakuinya, ya.' Melalui tatapannya, Zero memberikan kode singkat pada Viona.
Viona membuang pandangan, pura-pura tidak memahami maksud dari tatapan tersebut.
"Benar juga, ini kan pertama kalinya kalian bertemu." Charla mencoba memercayai mereka, "Aku senang kalian bisa akrab secepat ini," tambahnya sambil tersenyum.
"Oh iya, kalian belum memperkenalkan diri, kan. Ayo kenalkan diri kalian, biar kalian bisa lebih akrab lagi, " pintar Charla menatap mereka berdua secara bergilir.
Zero tersenyum menatap Charla sejenak sebelum beralih ke Viona. Kemudian dia mengulurkan tangannya pada Viona, mengajaknya berkenalan.
"Perkenalkan namaku Zero. Aku seorang petualang yang baru singgah di kota ini." Zero tersenyum memperkenalkan dirinya.
Viona memandangi tangan Zero sejenak sebelum perlahan menyambutnya.
__ADS_1
"Namaku Viona. Aku seorang anak bangsawan di kota ini..."